cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
KAJIAN KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS SISWA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA Andarini, Silvia Yusiana; Utami, Ajeng Putri; Aprilia, Defi Nurdiana; Lesmono, Albertus Djoko
FKIP e-PROCEEDING Vol 9 No 1 (2024): Prosiding Seminar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRACT Education in the 21st century plays a crucial role in facing the rapidly evolving era of globalization. It is expected that education in this century can be a tool to increase human knowledge. In 21st-century learning, analytical thinking skills are essential in the learning process. This research aims to review the results of several primary studies on analytical thinking skills. A Systematic Literature Review (SLR) was used as the method in this research, through a search in the Google Scholar database from 2019 to 2024, resulting in 8 primary research articles that met the predetermined inclusion criteria. Each article was recorded and then classified based on the title, year of study, and results to be analyzed one by one. The results of this study show that students' analytical thinking skills improved with the use of the PjBL model. This is because, in PjBL, learning is student-centered, allowing students to be more actively involved in the learning process, independently explore information, and develop critical and analytical thinking skills. Additionally, PjBL encourages students to collaborate in solving real-world problems, thereby strengthening their skills in analyzing situations and finding innovative and relevant solutions. Keywords : Analytical Thinking, Project-Based Learning, Independent Curriculum
Analisis Kegiatan Pembelajaran Mahasiswa Menyiapkan Diri untuk Mampu Beradaptasi di Era Society 5.0 Afkarina, Naili; Nurdina Sari, Amalia; Fadholi Robbi, Achmad Dzikri; Eka Putri, Nurfadhilah
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era society 5.0 kita akan dihadapi dengan permasalahan dengan hal yang online. Kita sebagai mahasiswa harus siap menghadapi permasalahan di era globalisasi ini lebih menyiapkan mental dan pemikiran yang matang. Terlebih lagi kita telah melewati pandemi yang menyusahkan kehidupan. Sehingga kita dapat beradaptasi dengan masalah masalah yang akan dihadapi di era society 5.0. Pada hakikatnya kita adalah makhluk sosial yang mana artinya adalah kita selalu membutuhkan makhluk lain, baik hidup maupun tak hidup. Negara kita telah merdeka hampir satu abad lamanya. Sebagai pemuda pemudi bangsa Indonesia harus mampu menjalankan cita cita para pejuang kemerdekaan. Dengan menciptakan hal hal yang bermaanfaat bagi seluruh masyarakat. Kata kunci: internet, pembelajaran
INTEGRASI TEKNOLOGI GELOMBANG EXTREMELY LOW FREQUENCY DALAM SISTEM PERTANIAN PINTAR UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI HORTIKULTURA Hafizh, Muhammad Fakhruddin; Firdaus, Fakhru Widyan; Nugroho, Mohamad Febrian Sulistyo; Habibi, Muhammad Wildan; Hidayat, Arif
FKIP e-PROCEEDING Vol 9 No 1 (2024): Prosiding Seminar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji potensi integrasi teknologi gelombang Extremely Low Frequency (ELF) dalam sistem pertanian pintar untuk meningkatkan efisiensi produksi hortikultura. Gelombang ELF, dengan frekuensi 300-600 µT, telah terbukti dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan gelombang ELF dapat meningkatkan laju pertumbuhan, hasil panen, dan kualitas tanaman berbagai jenis hortikultura. Integrasi teknologi ELF dalam sistem pertanian pintar memungkinkan pemantauan dan pengendalian pertumbuhan tanaman secara real-time melalui sensor, aktuator, dan kontroler. Data yang diperoleh dari sensor diolah untuk mengoptimalkan parameter gelombang ELF, sehingga pertumbuhan tanaman dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet ELF dapat mempengaruhi berbagai aspek pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan hingga pembentukan buah. Namun, pengaruh medan magnet terhadap pertumbuhan tanaman sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis tanaman, intensitas medan magnet, durasi paparan, dan kondisi lingkungan. Penerapan teknologi ELF dalam pertanian memiliki potensi untuk meningkatkan, mengurangi biaya produksi, dan menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi ini dan memahami mekanisme kerja medan magnet pada tanaman. Kata kunci: Extremely Low Frequency (ELF), Hortikultura, Pertanian Pintar
Pemanfaatan Aplikasi Game Online Kahoot sebagai Media Pembelajaran dalam Fisika Afkarina, Naili; Nafisah, Nisrina; Sefanda, Sakti Kalisa; Novita Sari, Efi
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengamati Pemanfaatan aplikasi game online kahoot! sebagai media pembelajaran dalam fisika. Kahoot merupakan salah satu media pembelajaran yang mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Kahoot juga diterapkan terhadap hasil belajar siswa. Populasi Jenis penelitian yang digunakan ini dalam pengamatan ini adalah penelitian eksperimen dengan metode kuasi eksperimen. Dalam pembelajaran fisika yang sering kita temui biasanya pembelajaran yang ada monoton dan tidak menggugah minat siswa. Hal tersebut dikarenakan media yang digunakan kurang menarik minat siswa. Oleh karena itu, kami mengambil game kahoot sebagai media pembelajaran dalam fisika. Apalagi dalam era teknologi yang sangat maju pesat sekarang ini dan pembelajaran di sekolah yang sudah menggunakan gadget. Dengan hal ini biasanya peserta didik lebih tertarik dengan sebuah game yang berisi tentang edukasi seperti ini. Hasil penelitian berupa pemaparan dari beberapa sumber yang dugunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan aplikasi kahoot sebagai metode pembelajaran yang efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi game online kahood menjadi salah satu solusi alternatif dalam metode pembelajaran, yang sesuai dengan generasi Z yang melatih kreatifitas dalam penggunaan aplikasi. Kata kunci: Kahoot!, Fisika, game.
KAJIAN SISTEMATIS KEMAMPUAN BERPIKIR ENGINEERING DALAM PEMBELAJARAN SAINS Sakti, Adinda Nina Eka; Syarifah, Jalis; Lesmono, Albertus Djoko
FKIP e-PROCEEDING Vol 9 No 1 (2024): Prosiding Seminar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. pada abad 21 terdapat keterampilan yang perlu dimiliki oleh siswa yang dikenal dengan 4C, yakni kemampuan berpikir kritis (Critical thinking), Komunikasi (Comunication), Kolaborasi (Colaboration), dan berpikir kreatif (Creative thinking). Salah satu kemampuan berpikir siswa yang perlu dikuasai yakni kemampuan berpikir engineering. Kemampuan berpikir engineering merupakan kemapuan dimana siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan menciptakan ataupun mendesain sebuah solusi. Salah satu penerapannya dapat dilakukan pada pembelajaran sains. Pembelajaran sains merupakan pembelajaran yang kompleks dan susah untuk dipahami jika hanya melalui tulisan. Sehingga dengan kemampuan berpikir engineering siswa dapat lebih memiliki gambaran dalam memberikan solusi untuk menjawab permasalahan yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana kemampuan berpikir engineering dapat diimpelementasikan dalam pembelajaran sains. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni SLR (Systematic Literatur Review). Terdapat beberapa artikel yang membahas terkait bepiikir engineering sebagai rujukan dalam penelitian ini. Hasilnnya kemampuan berpikir engineering perlu dimiliki oleh siswa untuk menemukan solusi dalam menjawab permasalahan yang ada. Siswa dapat menganalisis, menemukan masalah, mendesain solusi dengan kreatif untuk memecahkan masalah, serta membuat produk dari hasil desain yang telah dibuat. Kata Kunci : Berpikir Engineering, Pembelajaran Sains, Systematic Literature Review
Analisis Gaya dan Cara Belajar pada Masa Peralihan Siswa ke Mahasiswa di Era Society 5.0 Afkarina, Naili; Fionita, Devi; Herlia Putri, Frisca; Nur Puapitasari, Nara Ratih
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya belajar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil akhir proses pembelajaran. Pada era society 5.0 proses pembelajaran pada mahasiswa sudah berubah dari era sebelumnya. Terutama pada mahasiswa baru yang harus beradaptasi dari masa peralihan siswa menuju ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu mahasiswa. Dalam hal ini, kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pembelajaran berbeda tingkatnya. Terdapat beberapa mahasiswa yang cepat dalam menyerap materi pembelajaran, ada pula yang lambat dalam menyerap pembelajaran. Karenanya, mahasiswa sering kali harus menempuh cara yang berbeda untuk bisa memahami informasi atau pembelajaran yang sama. Tentunya hal ini berlaku pada mahasiswa baru dimana sistem yang berlaku berpusat pada mahasiswa yang dituntut untuk masuk dalam jenjang andragogi atau pendidikan orang dewasa. Hal ini menyebabkan mahasiswa baru harus beradaptasi terhadap sistem di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut aktif dalam mencari materi dan memahami materi tersebut secara mandiri sehingga dibutuhkannya cara belajar yang lebih optimal dalam perkuliahan agar dapat mengatur waktu antara belajar, mengikuti organisasi, dan istirahat. Maka dari itu, tujuan dilakukannya penelitian ini agar dapat mengetahui bagaimana cara dan gaya belajar yang tepat bagi mahasiswa baru di tengah era society 5.0 menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara melakukan peninjauan. Kata Kunci: Mahasiswa Baru, Gaya Belajar, Cara Belajar
Peran dan Fungsi Pendidikan bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK pada era Society 5.0 Afkarina, Naili; Febriyanti, Rully; Windasari, Nur; Najah, Sayyidatun
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era society 5.0 pendidikan bagi mahasiswa memiliki peran dan fungsi dalam menghadapi perkembangan iptek. Perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengharuskan kita untuk siap menghadapi perubahan dunia terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk perubahan tersebut yaitu Society 5.0. Society 5.0 adalah manusia yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 5.0 dan berpusat di teknologi. Society 5.0 sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pemerintahan Jepang pada tahun 2019. Society 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 5.0. Revolusi industri 5.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedangkan Society 5.0 memfokuskan kepada komponen teknologi dan kemanusiannya. Literasi baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mengembangkan pemahaman dan potensi. Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk bisa memperoleh, menginterpretasikan, menggunakan, dan mengkomunikasikan berbagai macam angka dan simbol matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan seharihari. Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, mengambil simpulan berdasarkan fakta, memahami karakteristik sains, membangun kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual dan budaya. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum. Di Society 5.0 yang akan dihadapi nanti, tidak hanya dibutuhkan literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki kemampuan problem solving. Serta memiliki karakter yang mencerminkan pancasila yaitu, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya. Masyarakat diharapkan mampu untuk menyelesaikan berbagai tantangan serta permasalahan sosial yang memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah lahir di revolusi industri 5.0. Kata Kunci : Peran dan fungsi Pendidikan, Mahasiswa, Perkembangan IPTEK
Evaluasi Pembelajaran Secara Daring yang Memanfaatkan Teknologi di era Society 5.0 Afkarina, Naili; Zahro, Rosa Fahriatuz; Novianti, Rian Dwi; Jannah, Lutfiah Hafifatul
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi era society 5.0 sekarang sangat berkembang pesat. Dengan adanya teknologi energi positif maupun negative muncul secara bersamaan, khususnya dalam bidang pendidikan yang juga memberikan dampak. Tujuan artikel adalah untuk mengetahui evaluasi yang harus dilakukan pembelajaran di era society 5.0. Teknologi pendidikan sendiri adalah satu bidang dalam memfasilitasi anak didik belajar melalui identifikasi, pengembangan, pengorganisasian, dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar melalui pengelolaan proses akademik. Adapun peran teknologi society 5.0 dalam dunia pendidikan yaitu sebagai pengganti peran manusia dengan melakukan kegiatan otomasi dan juga memperkuat manusia yaitu menyajikan informasi. Pada pendidikan teknologi sebagai media ajar yang bisa memberi informasi secara lebih luas dan inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang. Kemajuan teknologi dan informasi akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau pembelajaran jarak jauh yang tidak mengharuskan peserta didik dalam satu ruangan berbasis teleconference. Anak didik saat melakukan pembelajaran jarak jauh bisa juga mengeksplore dirinya untuk mengembangkan bakat yang mungkin masih terpendam. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sering kali tidak memberikan efek yang begitu maksimal terhadap peserta didik karena tidak adanya sosok pendidik yang dirasakan oleh peserta didik secara langsung. Etika para peserta didik saat mereka masih melakukan pembelajaran jarak jauh dianggap kurang dikarenakan pendidik tidak bisa mengontrol dan mengawasi secara langsung serta memberi arahan yang dirasa kurang benar dalam norma yang berlaku saat ini. Kesimpulannya yang adalah ada dampak positif dan negative yang muncul, tergantung peserta didik dalam menyikapi yang lebih tepat, tetapi peserta sebaiknya menyaring informasi yang didapat dan lebih produktif dalam memanfaatkan teknologi di era society 5.0. Kata Kunci: Peserta Didik, Pembelajaran Daring, Etika Peserta Didik
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW : IDENTIFIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH (SCIENTIFIC REASONING) SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Febryani, Rahma Dwi; Sari, Dwi Resta Maulita; Lesmono, Albertus Djoko
FKIP e-PROCEEDING Vol 9 No 1 (2024): Prosiding Seminar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kemampuan penalaran ilmiah (Scientific Reasoning) adalah kemampuan siswa dalam menyimpulkan berdasarkan bukti – bukti yang ada. Penalaran ilmiah merupakan suatu proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta – fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Pembelajaran fisika adalah cabang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains, yang pokok pembahasannya mengenai gejala – gejala alam dan hasil kegiatan manusia yang berupa gagasan, pengetahuan, dan konsep melalui proses ilmiah. Pada keterampilan abad 21 siswa diharapkan aktif dalam pembelajaran dan melatih siswa melalui kemampuan berfikir secara ilmiah untuk melakukan suatu proyek yang dirancang. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR). Data yang digunakan berupa teori – teori tentang kajian macam-macam model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan scientific reasoning (penalaran ilmiah) siswa SMA dalam pembelajaran fisika. Hal ini megungkapkan bahwa menciptakan ruang pembelajaran yang menarik dapat secara aktif melatih siswa terhadap kemampuan berargumen secara ilmiah dalam pembelajaran fisika. Kata kunci : Model Pembelajaran. Kemampuan Penalaran Ilmiah, Pembelajaran Fisika SMA ABSTRACT Scientific reasoning ability is the ability of students to conclude based on existing evidence. Scientific reasoning is a logical and systematic thinking process on empirical facts that can be observed to obtain conclusions in the form of knowledge. Physics learning is a branch of Natural Science learning or Science, whose main discussion is about natural symptoms and the results of human activities in the form of ideas, knowledge, and concepts through the scientific process. In 21st century skills, students are expected to be active in learning and train students through the ability to think scientifically to carry out a designed project. This research uses the systematic literature review (SLR) method. The data used are theories about the study of various learning models to improve the scientific reasoning ability of high school students in physics learning. It is revealed that creating an interesting learning space can actively train students towards the ability to argue scientifically in physics learning. Key words : Learning model, Scientific Reasoning ability, Senior High School of physic learning.
Metode Pembelajaran Berbasis IPTEK dan Peran Pendukung dalam Pembelajaran Afkarina, Naili; Abimanyu, Yanuar; Yulia Agustin, Dea Ananda; Rachma Wulansari, Septia
FKIP e-PROCEEDING Vol 7 No 1 (2022): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi pembelajaran berbasis IPTEK di era society 5.0.sebenarnya banyak permasalahan yang dihadapi oleh para siswa saat pembelajaran,dari malas belajar, materi sulit untuk dipahami,materi yang diajarkan disekolah dituntut harus dikuasai oleh para siswa,dan sebagainya.sebenarnya siswa sangat keberatan dengan ini semua,tapi tidak heran kalau pendidikan di Indonesia tidak maju karena ini.sudah tugas seorang tenaga pendidik dan juga orang tua agar anak dan siswa yang ada di Indonesia bisa menyesuaikan dengan ini semua dengan cara penggunaan teknologi yang maksimal.dengan menggunakan handphone Android atau dengan menggunakan laptop,dengan melalui siaran langsung lewat aplikasi zoom atau pengiriman materi melewati video YouTube.dengan menggunakan e- learning elearning adalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan yang diberikan secara online melalui komputer atau perangkat digital lainnya. Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk dapat melakukan eLearning adalah Internet, Mengembangkan multimedia, peralatan, dan Learning Management Systems.Keuntungan penggunaan eLearning adalah guru dan siswa tidak harus berada disuatu tempat secara bersamaan dan waktu pembelajaran yang fleksibel.Video-Assisted Learning (Pembelajaran berbasis video)Ini adalah strategi dalam pendekatan dalam mengajar menggunakan video, baik itu yang berhubungan dengan pendidikan atau konseptual, untuk meningkatkan pemahaman siswa, kemampuan kognitif, dan keahlian sosial-emosional.Dengan menggunakan video maka materi pelajaran dapat dibuat menjadi menarik dengan adanya gambar dan suara.metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu dengan cara wawncara Kata kunci : metode pembelajaran, teknologi, tenaga pendidik