Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Optimalisasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dalam Pembentukan Produk Hukum Desa Tabongo Timur Nggilu, Novendri M.; Ahmad, Ahmad
DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora (Journal of Legal Services and Humanities) Vol. 3 No. 1 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jds.v0i0.15535

Abstract

Abstrak:Tujuan pelaksanaan program pengabdian kolaborasi dosen dan mahasiswa oleh Fakultas Hukum UNG yang di laksanakan di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kebupaten Gorontalo adalah untuk mengoptimalkan Pemanfaatan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Dalam Mengoptimalkan Pembentukan Produk Hukum Desa Di Desa Tabongo Timur. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dan aparat Desa Tabongo Timur melalui program workshop dan penyuluhan/sosialisasi. Program workshop berkaitan dengan Pemanfaatan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Dalam Mengoptimalkan Pembentukan Produk Hukum Desa Di Desa Tabongo Timur. Tujuan program workshop ini untik mewujudkan proses pembentukan produk hukum desa dalam bentuk peraturan desa di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kebupaten Gorontalo yang baik dan sesuai dengan ketentuan pembentukan peraturan perundang-undangan. Adapun program penyuluhan/sosilisasi berkaitan dengan Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Tabongo Timur. Tujuan program penyuluhan/sosialisasi ini untuk mewujudkan kecerdasan dan kesadaran berhukum masyarakat Desa Tabongo Timur.Kata Kunci: JDIH; Produk Hukum Desa; Good Government and Good Governance.
Desain Yuridis Peraturan Desa Dalam Penanganan sampah Melalui Bank Sampah di Desa Bongo Nol-Gorontalo Nggilu, Novendri Mohamad; Towadi, Mellisa
DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora (Journal of Legal Services and Humanities) Vol. 1 No. 1 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.671 KB) | DOI: 10.33756/jds.v1i1.9827

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memenuhi luaran laporan pengabdian pada program penanganan sampah melalui Bank Sampah di Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan yaitu dengan mendesain peraturan desa melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan Peraturan Desa serta sosisalisasi dan pelatihan untuk kader desa dan masyarakat dalam penanganan sampah di desa Bongo Nol. Hasil yang dicapai dalam program KKS pengabdian ini adalah ; (1) terbentuknya peraturan desa Bongo Nol tentang Pembentukan dan Pengelolaan Bank Sampah yang menjadi basis yuridis bagi pemerintah desa untuk mengelola sampah yang dapat meningkatkan pendapatan bagi desa dan masyarakat desa Bongo Nol dengan bentuk penyertaan dana desa yang menjadi modal dalam pembentukan Bank Sampah, pengangkatan pengelola bank sampah, dalam proses pencapaian pembentukan peraturan desa tersebut, dilakukan tahapan pencapaian melalui pendampingan kepada aparat desa dalam penyusunan perdes, uji publik kepada masyarakat desa, pembahasan, sementara proses penetapan, pengesahan hingga ke pengundangan perdes tentang Pembentukan dan Pengelolaan Bank Sampah akan dialkukan secara internal antara pemerintah desa (kepala desa) dengan Badan Permusyawaratan Desa yang secara yuridis memang memiliki kewenangan untuk penetapan, dan pengundangan; (2) terbentuknya bank sampah yang dilakukan dengan tahapan pendirian bank sampah (termasuk pengelolanya) yang berpusat di kantor desa dan ditambah satu uni bank sampah yang berada di Dusun yang berada di Jalan Trans Boalemo dengan pertimbangan produksi jumlah sampah yang ada di dusun tersebut cukup besar disbanding dusun-dusun lainnya. (3) keterampilan pengelolaan sampah melalui kegiatan pelatihan pengelolaan sampah oleh mitra Kelompok KKS Pengabdian.
Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional Provinsi Gorontalo Mohammad Abdi Lanjahi; Fenty U Puluhulawa; Novendri M. Nggilu; Ahmad Ahmad
Perkara : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik Vol 1 No 3 (2023): September : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/perkara.v1i3.1347

Abstract

Gorontalo Province is an area rich in traditional culture. Protection of Traditional Cultural Expressions in Gorontalo has been regulated in Regional Regulation (Perda) Number 7 of 2017. This regulation also regulates protection of Traditional Cultural Expressions of Gorontalo Province. This study aims to find out how the Traditional Cultural Expressions of the people of Gorontalo Province are Protected and to find out the roles and responsibilities of the local government for the Protection of the Traditional Cultural Expressions of the people of Gorontalo Province. Researchers use this type of normative research. Namely the type of legal research that places law as a building system of norms. The process of collecting data from research objects is using primary, secondary and tertiary data. The data obtained was then processed using qualitative analysis by describing analytically and prescriptively descriptively. The results of the research found: (1) The protection of traditional cultural expressions in Gorontalo has been regulated in Regional Regulation Number 7 of 2017. This regional regulation has not been fully effective in providing protection for traditional cultural expressions. It can be seen from the data obtained that there are still 20 Gorontalo cultures that have been included in the preparation of recording and documentation but are not attached to the regional regulation. (2) The Provincial Government of Gorontalo has carried out its roles and responsibilities in efforts to protect cultural expressions by recording and documenting as well as outreach. However, in reality this is not enough to maintain Gorontalo's cultural wealth. One example is the absence of an art building that the government should pay attention to to build so that cultural heritage and its protection can be maintained.
Political Dynasties in General Elections According to Human Rights and A Comparison in Four ASEAN Countries Saifulloh, Putra Perdana Ahmad; Barus, Sonia Ivana; Nggilu, Novendri M; Nur, Asrul Ibrahim; Sulaiman, Dindha Shahrazade
TRUNOJOYO LAW REVIEW Vol 7, No 1 (2025): February
Publisher : Faculty of Law Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/tlr.v7i1.28492

Abstract

The advantages of this article are discussing the Prohibition of Dynastic Politics from a Human Rights Perspective and Legal Formulas to Minimize Dynastic Politics as well as comparisons in three ASEAN countries. The research results concluded that the practice of dynastic politics cannot be separated from a human rights perspective, especially political rights for citizens. However, on the other hand, if it continues, the practice of dynastic politics can damage democratic principles. This is also based on comparisons in Singapore, Thailand and the Philippines. For this reason, in this article, the author provides a legal formula to minimize the negative excesses of dynastic politics, namely by strengthening the conditions for presidential/vice presidential candidates, gubernatorial candidates, mayoral candidates, and regent candidates in internal political parties. So that political parties will also strengthen the party system so as to avoid collusion and nepotism. To minimize dynastic politics, it is necessary to improve the culture within political parties. The reconstruction of the design of a democratic presidential candidacy is to prioritize the process of deliberation and consensus. Through the formation of the Party Consultative Assembly, it is hoped that it will be able to overcome and interpret the ideological ideals of political parties and the ideals of political leadership. This needs to be regulated in the Memorandum of Association/Articles of Association of Political Parties and the revision of the Political Party Law and Election Law. Furthermore, the analysis used normative legal research, including statutory, comparative, and conceptual methods.
Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional Provinsi Gorontalo Mohammad Abdi Lanjahi; Fenty U Puluhulawa; Novendri M. Nggilu; Ahmad Ahmad
Perkara : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik Vol. 1 No. 3 (2023): September : Perkara: Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/perkara.v1i3.1347

Abstract

Gorontalo Province is an area rich in traditional culture. Protection of Traditional Cultural Expressions in Gorontalo has been regulated in Regional Regulation (Perda) Number 7 of 2017. This regulation also regulates protection of Traditional Cultural Expressions of Gorontalo Province. This study aims to find out how the Traditional Cultural Expressions of the people of Gorontalo Province are Protected and to find out the roles and responsibilities of the local government for the Protection of the Traditional Cultural Expressions of the people of Gorontalo Province. Researchers use this type of normative research. Namely the type of legal research that places law as a building system of norms. The process of collecting data from research objects is using primary, secondary and tertiary data. The data obtained was then processed using qualitative analysis by describing analytically and prescriptively descriptively. The results of the research found: (1) The protection of traditional cultural expressions in Gorontalo has been regulated in Regional Regulation Number 7 of 2017. This regional regulation has not been fully effective in providing protection for traditional cultural expressions. It can be seen from the data obtained that there are still 20 Gorontalo cultures that have been included in the preparation of recording and documentation but are not attached to the regional regulation. (2) The Provincial Government of Gorontalo has carried out its roles and responsibilities in efforts to protect cultural expressions by recording and documenting as well as outreach. However, in reality this is not enough to maintain Gorontalo's cultural wealth. One example is the absence of an art building that the government should pay attention to to build so that cultural heritage and its protection can be maintained.
Indonesia’s Constitutional Identity: A Comparative Study of Islamic Constitutionalism Nggilu, Novendri Mohamad; Wahidullah, Wahidullah; Noviawati, Evi; Ismail, Dian Ekawaty
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Shariah Faculty UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j-fsh.v16i2.29851

Abstract

Constitutionalism in Muslim-majority countries faces the challenge of balancing the application of Islamic principles with modern values in the context of the nation-state. This research aims to analyse how Indonesia’s constitutional identity, based on the pluralistic Pancasila, differs from other Muslim-majority countries such as Egypt, Pakistan, and Iran, emphasising Sharia as the foundation of law. Using statutory, historical, and comparative approaches, this research finds that the Indonesian model creates a unique harmony between religious pluralism and Islamic values, different from the dominant theocratic. The novelty of this article is its comparative analysis of constitutional identities in Muslim-majority countries, particularly emphasising Indonesia's unique pluralistic model. In contrast to Egypt, Pakistan, and Iran, which incorporate Islamic principles to varying extents, Indonesia adopts a Pancasila-based approach that integrates religious values within an inclusive, pluralistic framework. This model illustrates how religious values coexist with democratic principles and human rights. The study positions Indonesia as a potential model for balancing nationalism, religious diversity, and modern legal frameworks, providing valuable lessons for other Muslim-majority countries facing similar challenges.
Pembentukan Peraturan Desa di Era New Normal di Kabupaten Boalemo Nggilu, Novendri Mohamad; Ladiku, Muhammad Amin; Puluhulawa, Fenty Usman; Ahmad, Ahmad
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 19, No 4 (2022): Jurnal Legislasi Indonesia - Desember 2022
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v19i4.965

Abstract

Proses pembentukan peraturan desa yang selama ini dilakukan secara konvensional, diperhadapkan pada situasi seperti pandemik covid-19, sehingga diperlukan sebuah formula untuk tetap melaksanakan kewenangan pembentukan peraturan desa yang baik meskipun dalam kondisi new normal yang penuh dengan keterbatasan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana proses pembentukan peraturan desa di masa new normal khususnya di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pandemik covid-19 yang menimbulkan berbagai pembatasan aktifitas dan mobilitas masyarakat dan pemerintah serta refokusing anggaran menjadi hambatan utama dalam pembentukan peraturan desa. Produktifitas pembentukan peraturan desa se Kabupaten Boalemo lebih terfokus pada peraturan desa yang memayungi urusan rutin pemerintah desa, seperti Perdes APBDes, RKPDes, RPJMDes. Ketiadaan inventarisasi pembentukan peraturan desa di tingkat kabupaten juga membuat kontrol terhadap pembentukan peraturan desa (klarifikasi dan evaluasi) tidak berjalan efektif. Diperlukan formula pembentukan peraturan desa yang sangat kompatibel dengan kondisi new normal seperti saat ini dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang tidak saja sebagai media penyebarluasan proses pembentukan serta peraturan desa yang telah diundangkan, melainkan juga menjadi bank data elektronik berbagai peraturan desa yang telah dibentuk di Kabupaten Boalemo, serta menjadi media penyelenggaraan tahap klarifikasi dan evaluasi yang lebih efektif dan efisien.
Legislative Omission: Potret Pengaturan Pengelolaan Sampah di Indonesia Nggilu, Novendri Mohamad; Puluhulawa, Fenty Usman; Kaluku, Julisa Aprilia; Badu, Linawaty Wadju
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Legislasi Indonesia - Maret 2024
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v21i1.1117

Abstract

Lahirnya undang-undang tentang pengelolaan sampah sejatinya memperkuat konstitusionalitas aspek lingkungan hidup di Indonesia. Perintah undang-undang untuk membentuk peraturan daerah (provinsi) tentang pengelolaan sampah regional tidak dipenuhi oleh seluruh daerah provinsi di Indonesia, kondisi ini menujukkan terjadinya legislative omision. Artikel ini menguraikan aspek konstitusionalitas lingkungan hidup yang di dalamnya termasuk pula aspek pengelolaan sampah, serta perbandingannya dengan beberapa negara lain, dan memotret kondisi legislative omision dalam pengaturan pengelolaan sampah di provinsi se Indonesia. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan konseptual, dimana bahan hukum yang diperoleh disajikan secara preskriptif. Penelitian ini menemukan 16 provinsi yang telah membentuk peraturan daerah tentang pengelolaan sampah sebagaimana perintah dari Undang-Undang tentang Pengelolaan Sampah, sementara 18 provinsi lainnya hingga saat ini belum membentuk peraturan daerah dimaksud. Obesitas peraturan perundang-undangan, pengaturan pengelolaan sampah yang diwujudkan dalam bentuk peraturan gubernur, masifnya pembentukan peraturan daerah kabupaten/kota tentang pengelolaan sampah, menjadi sebagian faktor yang memengaruhi  mayoritas provinsi yang tidak membentuk peraturan daerah provinsi tentang pengelolaan sampah.
TINJAUAN YURIDIS PENGATURAN SANKSI PIDANA DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO Nggilu, Novendri M.
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v5i2.102

Abstract

Politik hukum pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo sejakdibentuk tahun 2000, politik hukumnya masih bercita rasa pemidanaan, hal itu tercermin dari adanya pengaturan sanksi pidana yang bukan hanya melebihi dari ketentuan pembebanan sanksi pidana, melainkan juga kesalahan dalam merujuk ketentuan yang menentukan kualifikasi sebuah tindakan dibebankan sanksi pidana atau tidak. Tujuan penulisan ini adalah untuk menguraikan pengaturan sanksi pidana dalam Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan statuta dan konseptual. Hasilnya ditemukan bahwa adanya peraturan daerah yang merujuk bukan pada pasal yang memuat tentang perbuatan hukum, melainkan merujuk pada BAB yang di dalamnya terdapat pasal-pasal yang umum dan tidak memuat perbuatan hukum yang dapat dikualifikasi sebagai perbuatan pidana, itu tercermin dari peraturan daerah tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di samping itu, terdapat juga peraturan daerah yang pembebanan sanksi pidananya melebihi dari ketentuan pengaturan sanksi yang dapat diatur dalam peraturan daerah, dimana pembebanan sanksi pidana kurungan 3 (tiga) tahun dan denda Rp. 500.000.000, padahal ketentuan dalam undang-undang tentang pembentukan peraturan perundang-undangan dan Permendagri tentang pembentukan produk hukum daerah hanya membatasi pembebanan sanksi pidana maksimal 6 (enam) bulan kurungan, dan denda paling banyak Rp. 50.000.000.
Can Crowdsourcing Revolutionize Constitutional Amendments in Indonesia? A Comparative Study of International Experiences Nggilu, Novendri; Ramdhan Kasim; Evi Noviawati; Andi Inar Sahabat; Tampubolon, Muhammad Hatta Roma
Indonesian State Law Review Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian State Law Review, April 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/islrev.v8i1.20618

Abstract

In the context of improving political systems and democracy, public participation in constitutional amendments has become increasingly important, but is often limited by existing mechanisms. In response to these limitations, Iceland and Estonia have implemented crowdsourcing models to engage the public in their constitutional amendment processes. This research aims to analyze the successes, challenges and potential of crowdsourcing in constitutional amendment, with a comparison between Iceland and Estonia, and its relevance for Indonesia. The findings show that while crowdsourcing has been successful in increasing public participation and transparency, significant challenges related to inequality in access to technology and the quality of public input remain. The novelty of this research lies in identifying the factors that influence the effectiveness of crowdsourcing in constitutional reform, as well as proposing an adaptation model for Indonesia that takes into account its social diversity and existing digital infrastructure. The research suggests that for the successful implementation of crowdsourcing in Indonesia's constitutional amendment, efforts are needed to create a more inclusive system and address existing digital inequalities.