Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Tepung Daun Talas (Colocasia (L) esculenta) Terfermentasi pada Formulasi Pakan Buatan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Hasibuan, Destriana; Komariyah, Siti; Putriningtias, Andika; Batubara, Pebry Aisyah Putri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v4i2.6640

Abstract

Pakan merupakan komponen yang membutuhkan biaya paling besar dalam kegiatan budidaya. Untuk menurunkan biaya pakan, dapat dilakukan upaya pemanfaatan bahan baku lokal, salah satunya adalah daun talas. Namun dibutuhkan perekayasaan daun talas untuk meningkatkan kadar protein dan menurunkan serat pada daun talas, yaitu melalui fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan daun talas terfermentasi pada pakan dengan persentase yang berbeda terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gurami. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Masing-masing perlakuan meliputi: P1=0% (kontrol), P2=25 %, P3=50 %, dan P4=75 %. Berdasarkan hasil analisis, perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan seperti laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, serta rasio konversi pakan. Namun memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan gurami. Selain itu, daun talas terfermentasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sumber protein menggantikan tepung ikan hingga 75%. Hal ini terlihat dari parameter pertumbuhan pada P4 (75% tepung daun talas terfermentasi) menghasilkan nilai yang berbeda nyata dan tertinggi diantara perlakuan lainnya
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria sp.) PADA TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP BAGI KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Maulana, Febri; Febri, Suri Purnama; Putriningtias, Andika; Aprita, Ika Rezvani; Nazlia, Suraiya; Saputra, Fazril
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i1.11038

Abstract

Ikan Nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan air payau yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi serta mudah untuk dibudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak bunga kamboja putihpada kelangsungan hidup pengiriman ikan nila. Metode penelitian yang digunakan yakni RAL dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan tersebut yakni P1: 6 ml ekstrak bunga kamboja putih/L air,  P2: 7 ml ekstrak bunga kamboja putih/L air, P3: 8 ml ekstrak bunga kamboja putih/L air, dan P4: 9 ml ekstrak bunga kamboja putih/L air. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu tingkah laku ikan sebelum diberi ekstrak kamboja aktif berenang, buka tutup overculum normal, dan merespon rangsangan. Setelah diberi ekstrak kamboja pergerakan lebih pasif, buka tutup overculum melambat, dan tidak merespon rangsangan. Hasil tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada P1 dengan angka 86,67% dan hasil terendah berada pada P4 56,67%. Sedangkan hasil laju konsumsi oksigen tertinggi terdapat pada P1 sebesar 0,0029 mg/menit dan terendah pada P2 sebesar 0,0019 mg/menit. Hasil uji kualitas air pada penelitian masih dalam kategori normal dengan suhu berkisar 26- 29 oC, pH 6-7, amonia <1, dan DO>5 mg/L.Kata kunci: ikan nila merah, transportasi sistem tertutup. ekstrak bunga kamboja putih, kelangsungan hidup
PELATIHAN PEMBESARAN LOBSTER AIR TAWAR SISTEM SOLITER DI DESA SUNGAI KURUK, ACEH TAMIANG Komariyah, Siti; Putriningtias, Andika; Alham, Fiddini; Azmi, Fauziah
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2612

Abstract

The urgency of this community service activity is the need for efforts to improve the economy of partners, one of which is by providing skills to partners to carry out freshwater lobster (LAT) cultivation activities that have a high selling price. LAT cultivation was chosen as one of the strategies to improve the economy of partners because in addition to the high selling price, LAT is also easy to cultivate and does not require a large area of ​​land, so the community service team is sure that partners are able to carry out this LAT cultivation activity. The purpose of this activity is to provide skills to partners about LAT cultivation using gutters arranged like apartments so that the results of this LAT production can increase partner income. This community service activity is carried out in two stages, namely a pre-survey which aims to find out partner problems and discuss solutions and the implementation stage, namely socialization of LAT cultivation and training in assembling solitary system maintenance media using gutters. Based on the community service activities carried out in Muka Sungai Kuruk village, Aceh Tamiang, the participants were very enthusiastic about all the programs implemented by the team. In addition, partners also hope that there will be a continuation of this activity, namely training on LAT seeding.
Karakteristik Fisika Kimia Substrat Dan Air Terhadap Kerapatan Mangrove Pada Area Restorasi Mangrove Untuk Silvofishery Di Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh Batubara, Paisal; Putriningtias, Andika; Komariyah, Siti; Faisal, Teuku Muhammad
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.67593

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan suatu ekosistem perairan unik yang berperan penting dalam mendukung kehidupan akuatik, sebagai sumber makanan, tempat pembesaran dan tempat pemijahan bagi berbagai organisme. Pertumbuhan mangrove tidak luput dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Salah satu parameter yang mempengaruhi pertumbuhan kerapatan mangrove adalah substrat dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai karakteristik fisika kimia substrat dan air terhadap kerapatan mangrove pada area restorasi mangrove untuk silvofishery di Langsa Barat, Kota Langsa. Penelitian yang dilakukan pada Bulan Oktober – November 2023 di area restorasi mangrove Gampong Seuriget, Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 3 stasiun berdasarkan perbedaan umur tanam. Data mangrove dikumpulkan dengan metode transek 1x1, 5x5 dan 10x10. Pengambilan sampel sedimen menggunakan sekop dan sampel air menggunakan botol kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove termasuk pada kategori jarang dan padat. Nilai kerapatan mangrove tertinggi pada stasiun A ditemukan nilai sebesar 2.333 (ind./ha) dan kerapatan mangrove terendah pada stasiun B dengan nilai 500 (ind./ha). Tekstur tanah termasuk jenis lempung berpasir. Kualitas air memiliki rata-rata kisaran suhu 29-30 0C, nilai pH air 7,3 –7,7, salinitas pada kisaran 29,1-30,2 0/00, DO 4,48-5,2 mg/L, kandungan amonia 0,4-0,9 ppm, nitrat 3,4-6,5 ppm, fosfat 1,3-4,3 ppm.  Kualitas sedimen menunjukkan hasil pH tanah 6,3-6,4, unsur hara tanah C-Organik 1,5-3,0 %, N-total 0,2 %, dan P-tersedia 17,0-18,1 ppm. Hasil uji analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara karakteristik fisika kimia substrat dengan air dan nilai karakteristik substrat dengan kerapatan mangrove yang ada. Sedangkan fisika kimia air seperti pH air, salinitas, dan fosfat berkorelasi dengan kerapatan mangrove yang ada. Berdasarkan hasil analisis parameter kualitas air dan sedimen, ketiga stasiun penelitian dapat digunakan sebagai silvofishery.
Pengaruh Perbedaan Dosis Pupuk Kotoran Sapi pada Pemeliharaan Cacing Sutra (Tubifex sp.) dengan Sistem Resirkulasi Komariyah, Siti; Siagian, Dame Intan; Putriningtias, Andika
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v4i2.216

Abstract

Cacing sutra merupakan salah satu jenis pakan alami yang disukai larva ikan karena mengandung nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan ikan. Cacing ini banyak ditemukan diperairan sungai yang dangkal dengan aliran air yang kecil dan untuk menjaga ketersediaan cacing sutra sebagai pakan alami larva ikan, maka harus dilakukan kultur dengan penambahan nutrisi sebagai makanannya. Penelitian ini merupakan eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan selama 30 hari. Perlakuan yang digunakan : P0 tanpa pupuk kotoran sapi, P1 ( 500 g) pupuk kotoran sapi/wadah, P2 (600 g) pupuk kotoran sapi/wadah, dan P3(700 g) pupuk kotoran sapi/wadah. Hasil penelitian dengan perlakuan pemberian pupuk kotoran sapi yang berbeda berpengaruh sangat significant (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot biomassa, LPH dan Populasi cacing sutera. Biomassa tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (700 g pupuk kotoran sapi) sebanyak 34 g, LPH tertinggi pada P3 (4,93 %) dan populasi tertinggi pada P3 (218, 422 ind). Sedangkan untuk rata-rata panjang tidak berpengaruh nyata (P>0,5) terdapat pada P3 (1,00 cm). Hasil pengamatan kualitas air menunjukkan suhu (28,73-29,22 0C), DO (4,52-5,54 mg/l) dan pH (5,49-5,57). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kotoran sapi yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan cacing sutera.
Evaluasi Perasan Kulit Nanas (Ananas comosus) terhadap Hatching Rate Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Kamal, Sauki; Putriningtias, Andika; Komariyah, Siti
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.478

Abstract

Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) sudah banyak dikembangkan dan memiliki teknologi baik secara alami maupun secara buatan. Namun terdapat kesulitan yang sering dihadapi dalam pemijahan buatan yaitu rendahnya daya tetas telur, sehingga produksi larva rendah (Horvath et al., 2002). Menurut Saputra (2012) rendahnya daya tetas telur ikan lele disebabkan kerana adanya daya rekat pada telur sehingga terjadi penumpukan telur. Penumpukan telur menyebabkan terhalangnya oksigen masuk pada telur yang berdampak pada perkembangan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perasan kulit nanas terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah dosis perasan kulit nenas yang berbeda, yaitu 0 ml, 3 ml, 5 ml dan 7 ml per 250 ml air. Parameter yang diamati meliputi derajat penetasan telur, kelangsungan hidup larva dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dosis perasan kulit nenas berpangaruh terhadap derajat penetasan telur ikan lele dumbo, namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup larva. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis pemberian 3 ml/250 ml air dengan hasil penetasan 63.33%.
Effect of Temperature Differences on Embryo Development and Hatching of Sea Bass Eggs (Lates calcarifer) Simanjuntak, Mandalica; Rosmaiti, Rosmaiti; Putriningtias, Andika
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i1.3824

Abstract

Suhu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kematian ikan bass pada fase embrio, karena embrio paling rentan terhadap perubahan stres karena embrio masih sensitif. Tujuannya adalah untuk melihat suhu yang optimal dan apakah perbedaan suhu dapat menyebabkan perubahan yang signifikan pada perkembangan embrio, kecepatan tetas, kecepatan tetas dan kelainan pada larva ikan bass. Metode yang digunakan adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu S1 = 26 oC, S2 = 28 oC, S3 = 30 oC, dan S4 = 32 oC. Uji LSD 95% menunjukkan perkembangan embrio pada S4 (32 oC ) .C) menunjukkan tercepat di semua tahap perkembangan embrio, penetrasi tercepat ada di S4 (32 oC) selama 656,6 menit, penetrasi tertinggi pada S2 (28 oC) sebesar 95.258%, kelainan permanen terendah pada S1 (26 o C) sebesar 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan suhu media inkubasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap perkembangan embrio, kecepatan tetas, dan kelainan larva bass laut ( Lates calcarifer ).
Effectiveness of different dosages of vitamin E on the maturation of freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) Ladio, Mika; Komariyah, Siti; Putriningtias, Andika
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 1 (April, 2023)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i2.7419

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of different doses of vitamin E on the maturation of freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus). The method used was a Randomized Block Design (RAK) with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were P1 (control), P2 (vitamin E 150 mg/kg feed), P3 (vitamin E 300 mg/kg feed), and P4 (vitamin E 450 mg/kg feed). Parameters observed in this study were Gonad Maturity Index (GIC), fecundity, and egg diameter. The results of Duncan's analysis showed that the increasing vitamin E to feed was significantly different (P<0.05) with treatment without increasing vitamin E to LAT maturation such as gonadal maturity index, fecundity, and egg diameter. However, administering different doses of vitamin E (150 mg/kg of feed, 300 mg/kg of feed, and 450 mg/kg of feed) had no significant effect on LAT maturation. The treatment without the increasing vitamin E did not show maturity, which was indicated by the value of all parameters 0, while the treatment with the increasing vitamin E to the feed resulted in a range of IKG values, fecundity, and egg diameter respectively was 8.28 - 9.84%, 230.66 - 30.66 eggs and 0.46 - 0.48 mm. The best treatment in this study was treatment with a dose of vitamin E 450 mg/kg feed because it had the highest reproductive performance and could accelerate gonadal maturity in LAT.Keywords: Egg Diameter; Fecundity; Freshwater Lobster; Maturation; Vitamin E
The effect of different lighting times on survival and growth rate of gurami seeds (Oshpronemus gouramy) Hidayat, Muhammad; Putriningtias, Andika; Rosmaiti, Rosmaiti
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 1 (April, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i1.10758

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of different photoperiods on maturity and the effect of different light durations on survival and growth of gourami (Ospronemus gouramy) fry. The study was conducted on August 22th - September 22th in the Green House Samudra University.Test fish used is seed of gouramy measuring 5-6 cm. The methods used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were P1 (4 hours light, 20 hours dark), P2 (8 hours light, 16 hours dark), P3 (12 jam hours light, 12 hours dark), and P4 (16 hours light, 18 hours dark). Seeds of fish was put in a containing 20 liters of water volume with a stocking density of 10 tails each container. The frequency of feeding is done 4 times a day at 06.00 am, 12.00 am, 18 pm and 24.00 pm. The results showed that different natural feeding teratments had a significant effect on the absolute weight, absolute length growth, daily growth rate, survival, FCR, and water quality. The best treatment in this study was P1 treatment (4 hours light, 20 hours dark) because it had a high value compared to other treatments.Keywords: Gouramy; Growth; Photoperiod; Survival; Weight
Effectiveness of goat testicle meal on sex reversal of betta fish (Betta sp.) Ramadhan, Muhammad Rizqy; Haser, Teuku Fadlon; Putriningtias, Andika; Harahap, Antoni; Febri, Suri Purnama
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 3 (December, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i3.16614

Abstract

The male Betta fish is said to be special because it has a unique body shape and beautiful colours, so it is very popular among people who love ornamental fish. This research aims to analyze the effectiveness of giving goat testicle flour on sex reversal in betta fish. The research design carried out was a Completely Randomized Design (CRD). consisting of 4 treatments with 3 repetitions. During the 60-day rearing period, silkworms and artemia were given food. The results of the study showed that the effect on goat testicles had a significant effect on the male sex ratio and survival of betta fish, with a male sex ratio value of 74.92% and survival of 97.77%. Water quality during the research supports the male sex ratio and the survival of betta fish.Keywords: Betta Fish; Goat Testicular Meal; Male Sex Ratio, Sex Reversal; Survival
Co-Authors Adillah, Mutiara Anggun Fathin Agus Putra AS Alham, Fiddini Anggita, Rina Anis Nugrahawati Anzarwati, Tika Azmi, Fauziah Batubara, Paisal Chika Clenecia Pakpahan Cut Mulyani Cut Mulyani Dari, Try Oelan darsiani, Darsiani Ema Wati Eti Rutmawati Sihite Eti Tresnowati Fakhrur Razi Farlizah, Thasya Farlizah, Thasya Thasya Fauziah Azmi Fauziah Azmi Febri, Suri Purnama Fiddini Alham Fitri Suxes Sihite Hanisah Hanisah Harahap, Antoni Haser, Teuku Fadlon Hasibuan, Destriana Helmy Akbar Helmy Akbar Henny Dameria Sihite Ika Rezvani Aprita Iskandar, Andri Islama, Dini Isma, Muhammad Fauzan Iwan Hasri Kamal, Sauki Komariyah, Siti Komariyah, Sitti Ladio, Mika Malik, Mhd Mandalica Simanjuntak Manullang, Irma Warny Lamberta Manurung, Yeremias Person Maulana, Febri Mudaza, Iqbal Muh. Saleh Nurdin Muhammad Fauzan Isma Muhammad Furqan Ramadhana Muhammad Haikal Muhammad Hatta Muhammad Hidayat Muhammad Jamil Muhammad JAMIL Nazlia, Suraiya Nizar, Khairul Pebry Aisyah Putri Batubara Purba, Mustika Ramadhan, Muhammad Rizqy Rani, Huna Selfia Retno Hartati Riska Dara Delima Sarumaha Rosmaiti Rosmaiti Rosmaiti, Rosmaiti Rudhi Pribadi Samsul Bahri Saragih, M.Sc, Faoeza Hafiz Sarma Octaviani Nainggolan Siagian, Dame Intan Sihite, Fitri Suxes Silvia Anzhita Silvia Anzitha Simanjuntak, Mandalica Sinaga, Lisna Sinaga, Sorbakti Sipa Auliana Siti Komariyah Siti Komariyah Siti Komariyah Sondang Rosnaria Purba Sorbakti Sinaga Suri Purnama Febri Suri Purnama Febri Suri Purnama Febri SYAHRIAL SYAHRIAL Syahrial Syahrial Syamsul Bahri Tanjung, Andini Fadila Tariska Putri Ramadani Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Kusnafizal Teuku Muhammad Faisal Teuku Muhammad Faisal Teuku Muhammad Faisal Teuku Muhammad Faisal, Teuku Muhammad Thursina Mahyuddin Wan Suha Salsabila Yusnaini Anjani Siregar