Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI GENOTIP TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta crantz) DI DESA TAMALANTIK KECAMATAN TANDUKKALUA KABUPATEN MAMASA Darmawati Darmawati; Harli A Karim; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.6039

Abstract

Ubi kayu atau singkong merupakan tanaman berkeping dua yang ditanam untuk mengambil pati yang sangat mudah dicerna. Sebagai tanaman semak tahunan, ubi kayu dapat tumbuh setinggi antara 1 sampai 4 meter dan memiliki daun besar dengan bentuk menjari yang terdiri dari 5 sampai 9 belahan. Daundaunnya yang memiliki batang panjang mudah gugur dan hanya bertahan beberapa bulan.    Batang ubi kayu memiliki cara bercabang yang khas, dan variasi ini tergantung pada jenisnya. Pertumbuhan batang yang tegak sebelum bercabang lebih disukai karena memudahkan proses penyiangan. Batang yang bercabang terlalu banyak dan terlalu rendah kurang diinginkan. Pada bagian batang yang lebih tua, terdapat bekas daun yang jelas, dan ruas yang panjang menunjukkan bahwa pertumbuhannya cepat.    Tanaman yang diperbanyak dengan biji akan menghasilkan akar tunggang yang jelas. Sementara itu, pada tanaman yang diperbanyak secara vegetatif, akar serabut tumbuh dari bagian dasar yang lurus. Ubi ini tumbuh dari penebalan sekunder pada akar serabut yang adventif. Bentuk singkong bervariasi, meskipun kebanyakan berbentuk silinder dan meruncing, sementara beberapa di antaranya bercabang.    Keadaan daerah penelitian mempengaruhi data primer yang didapat.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Tamalantik terdapat satu jenis tanaman ubi kayu, yaitu Ubi Kayu Mukibat (Ondora Tomaro).
IDENTIFIKASI JENIS DAN MORFOLOGI TANAMAN SAGU (Metroxylon sp) DI KECAMATAN MATAKALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Siti Namriah; Harli A Karim; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.6250

Abstract

Tanaman sagu atau (Metroxylon sp) tanaman asli Indonesia yang menjadi sember utama karbohidrat. dari (mogabay.co.id) salah satu media elektronik Indonesia menyatakan jumlah tumbuhan sagu belum bisa  ditetapkan, sebab awalnya tumbuhan sagu digolongkan dalam tumbuhan liar atau hutan. Penelitian ini dilaksanakan di empat desa yang berbeda diantaranya Kelurahan Matakali, Desa Barumbung, Desa Bunga-Bunga, dan Desa Pasiang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Februari 2023 – Maret 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di lapangan dengan pengambilan dat primer dan data sekunder untuk mendapatkan informsi yang lebih efektif.Hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat dua jenis tanaman sagu yang menunjukkan adanya penampilan morfologi yang bervariasi secara kaakter morfologis pada organ vegetatif terlihat pada karakter akar, batang maupun daun, dimana batang sagu tuni memiliki diameter batang 48-55 cm, panjang daun 160-173 cm dan lebar daun 8-10.3 cm sedangkan pada sagu molat memiliki diameter batang 41-47 cm, panjang daun 140-150 cm, dan lebar daun 7.5-8.5 cm.
PENGARUH PEMBERIAN SEKAM PADI DAN BERBAGAI PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG Wardi Demmallipu; Harli A Karim; Dahlia Nurdin
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.4045

Abstract

Produk kentang di Indonesia saat ini berkisar 18 ton per hektare (ha), dibandingkan di negara maju lebih dari 30 ton per ha. Produksitivitas tersebut masih terbilang rendah dibandingkan dengan produktivitas optimal yang mampu mencapai rata-rata 32,10 ton per .Berdasarkan hal, tersebut maka dilakukanlah penelitian dengan judul: Pengaruh Pemberian Sekam Padi dan Berbagai Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kentang’’ Penelitian ini dilaksanakan di desa mannababa, kecamatan tanduk kalua, kabupaten mamasa, provinsi Sulawesi barat, pada bulan oktober 2022 sampi pada bulan januari 2023.  Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor pertama, yaitu tanpa pemberian sekam padi,pemberian sekamlapuk dan pemberian arang sekam dan paktor kedua yaitu berbagai pupuk kandang yang terdiri dari pupuk kandang kambing, ayam ,dan sapi dari kedua faktor tersebut di berikan takarang masin-masing 1kg. dari hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu tidak terdapat pengaruh pemberian sekam padi dan berbagai pupuk kandang dan interaksinya.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI KATOKKON (Capsicum chinense Jacq.) ALVIAN YUDI PRATAMA; HARLI A. KARIM; MASDAR FATMAN
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6306

Abstract

Cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) merupakan cabai lokal (endemik) Mamasa dan kawasan Toraja pada umumnya. Jenis cabai ini rasanya sangat pedas dan memiliki aroma yang berbeda dan khas, menjadikannya berbeda dari tanaman cabai jenis lainnya.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk hayati pada pertumbuhan tanaman cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.). Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) dimana terdapat 9 perlakuan dan 3 pengulangan, pada setiap pengulangan terdapat 18 tanaman, sehingga diperoleh  54 tanaman untuk percobaan. Perlakuan yang dicobakan yakni Konsentrasi pemberian pupuk hayati greenway dengan perbandingan 1 : 100, 2 : 100 dan 3 : 100 serta Interval waktu pemberian pupuk hayati greenway dengan pemberian satu kali sebulan, pemberian dua kali sebulan, dan pemberian tiga kali sebulan Hasilnya, pemberian konsentrasi 3 ml pupuk hayati greenway berbanding 100 ml air (K3) dan Interval waktu 3 kali sebulan (I3) mampu memberikan pengaruh yang baik pada  pertumbuhan dan produksi tanaman cabai katokkon yaitu pada tinggi tanaman, waktu munculnya bunga, jumlah cabang, jumlah buah yang dipanen, dan bobot berat buah. Kata kunci : cabai katokkon, pupuk hayati greenway, konsentrasi, interval waktu.
Tehnik Peremajaan Dan Pemangkasan Produksi Tanaman Kopi (Coffea sp) Yang Diterapkan Di Sentra Kopi Toraja, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja Luis Luis Berkam; Harli A Karim; Adnan Adnan
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i1.6063

Abstract

Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang telah menjadi komoditas yang diperhitungkan dalam penguatan devisa negara. Berhasilnya suatu budidaya tanaman kopi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanam, pemeliharaan tanaman, dan sebagainya. Salah satu faktor tindakan budidaya yang penting adalah peremajaan dan pemangkasan tanaman kopi. Tana Toraja adalah salah satu penghasil kopi Arabika terbaik dunia dengan nama Arabika Toraja Coffee berlokasi di bagian selatan dari Pulau Sulawesi yang didominasi dengan kontur dataran tinggi berupa pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.200 mdpl dan berjenis tanah endapan liat/marine memberikan satu keunggulan yang mampu membuat kualitas kopi dari Tana Toraja memiliki keunikan dari segi karakteristik rasa dan aroma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik peremajaan dan pemangkasan produksi tanaman kopi. Peremajaan dan Pemangkasan bertujuan mengatur tanaman kopi agar tidak hanya menghasilkan banyak cabang dan daun, tetapi juga menghasilkan banyak buah.Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang telah menjadi komoditas yang diperhitungkan dalam penguatan devisa negara. Berhasilnya suatu budidaya tanaman kopi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanam, pemeliharaan tanaman, dan sebagainya. Salah satu faktor tindakan budidaya yang penting adalah peremajaan dan pemangkasan tanaman kopi. Tana Toraja adalah salah satu penghasil kopi Arabika terbaik dunia dengan nama Arabika Toraja Coffee berlokasi di bagian selatan dari Pulau Sulawesi yang didominasi dengan kontur dataran tinggi berupa pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.200 mdpl dan berjenis tanah endapan liat/marine memberikan satu keunggulan yang mampu membuat kualitas kopi dari Tana Toraja memiliki keunikan dari segi karakteristik rasa dan aroma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik peremajaan dan pemangkasan produksi tanaman kopi. Peremajaan dan Pemangkasan bertujuan mengatur tanaman kopi agar tidak hanya menghasilkan banyak cabang dan daun, tetapi juga menghasilkan banyak buah.