Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemahaman Konsumsi Beras Pecah Kulit dan Beras Pigmen Di Kelompok Rumah Pangan Kita Viera Nu'riza Pratiwi; Kartika Yuliani; Rizki Nurmalya Kardina
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7497

Abstract

Peningkatan literasi makanan dan kesehatan dapat menjadi salah satu solusi dalam peningkatan derajat kesehatan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi, dan tema kegiatan ini yaitu penerapan gaya hidup sehat dengan konsumsi beras pecah kulit dalam keseharian. Hal ini didasarkan tren saat ini terkait beras yang banyak beredar dan disukai masyarakat adalah beras putih bersih yang sudah mengalami beberapa proses pengolahan. Penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki kualitas gizi dan manfaat kesehatan dari beras pecah kulit dan beras pigmen. Peserta didominasi usia produktif dengan tingkat Pendidikan akhir SMA dan perguruan tinggi. Hal ini memberikan keuntungan selama pelaksanaan kegiatan karena usia dan pendidikan akhir peserta dapat mempengaruhi tingkat pemahaman. Hasil uji Paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan dari pemahaman peserta sebelum dan sesudah memberikan edukasi. Edukasi yang dilakukan dengan melibatkan metode audio melalui ceramah dan penyajian media visual seperti leaflet yang dinilai efektif dalam mengubah pemahaman. Pelaksanaan kegiatan ini secara keseluruhan mampu menambah pengetahuan dan mengubah pola pikir mitra. Pemberian informasi terkait potensi beras pecah kulit dan beras berpigmen diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat khususnya mitra dalam pemilihan sumber karbohidrat dengan penggunaan bahan yang memiliki nilai kandungan gizi yang lebih tinggi
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Masangan Kulon Melalui Pelatihan Pembuatan Produk Halal Berbahan Dasar Susu Endah Budi Permana Putri; Viera Nu’riza Pratiwi; Devyana Dyah Wulandari; Handayani Handayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6838

Abstract

Suatu kewajiban umat muslim dalam kehidupan sehari-hari yaitu memilih untuk mengonsumi pangan halal. Salah satu produk berbahan dasar susu yang memiliki titik kritis kehalalan tinggi yaitu yoghurt. Yoghurt dapat dibuat dari bahan susu kambing segar yang ditambahkan starter bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus lalu diinkubuasi selama 12 jam pada suhu 400C sehingga menjadi yoghurt susu kambing. Yoghurt merupakan pangan fungsional yang mengandung antioksidan dan vitamin C yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Cara pembuatan yoghurt yang mudah, bahan yang sederhana dan bermanfaat bagi kesehatan melatarbelangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada ibu-ibu PKK Desa Masangan Kulon sebanyak 71 orang. Kegiatan diawali dengan edukasi terkait manfaat yoghurt bagi kesehatan kemudian demonstrasi cara pembuatan yoghurt susu kambing. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara memberikan kuesioner pretest dan posttest guna mengetahui perubahan pengetahuan pada peserta. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan sebelum dan setelah edukasi manfaat dan cara pembuatan yoghurt susu kambing. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan pada ibu PKK sehingga dapat membuat yoghurt yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kesehatan
Pemahaman Konsumsi Beras Pecah Kulit dan Beras Pigmen Di Kelompok Rumah Pangan Kita Viera Nu'riza Pratiwi; Kartika Yuliani; Rizki Nurmalya Kardina
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7497

Abstract

Peningkatan literasi makanan dan kesehatan dapat menjadi salah satu solusi dalam peningkatan derajat kesehatan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi, dan tema kegiatan ini yaitu penerapan gaya hidup sehat dengan konsumsi beras pecah kulit dalam keseharian. Hal ini didasarkan tren saat ini terkait beras yang banyak beredar dan disukai masyarakat adalah beras putih bersih yang sudah mengalami beberapa proses pengolahan. Penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki kualitas gizi dan manfaat kesehatan dari beras pecah kulit dan beras pigmen. Peserta didominasi usia produktif dengan tingkat Pendidikan akhir SMA dan perguruan tinggi. Hal ini memberikan keuntungan selama pelaksanaan kegiatan karena usia dan pendidikan akhir peserta dapat mempengaruhi tingkat pemahaman. Hasil uji Paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan dari pemahaman peserta sebelum dan sesudah memberikan edukasi. Edukasi yang dilakukan dengan melibatkan metode audio melalui ceramah dan penyajian media visual seperti leaflet yang dinilai efektif dalam mengubah pemahaman. Pelaksanaan kegiatan ini secara keseluruhan mampu menambah pengetahuan dan mengubah pola pikir mitra. Pemberian informasi terkait potensi beras pecah kulit dan beras berpigmen diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat khususnya mitra dalam pemilihan sumber karbohidrat dengan penggunaan bahan yang memiliki nilai kandungan gizi yang lebih tinggi
EDUKASI GIZI SEIMBANG SAAT RAMADAN DI ANGGOTA ISNU SURABAYA Viera Nu'riza Pratiwi; Firdaus Firdaus
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8410

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penganut Muslim terbanyak di dunia dengan jumlah ratusan juta penduduk yang menjalankan ibadah Ramadan, yaitu berpantang makan dan minum sejak matahari terbit hingga terbenam. Virus Corona teridentifikasi pada tahun 2019 dan mengalami peningkatan jumlah penderita terinfeksi hingga ke seluruh dunia. Hal ini mempengaruhi banyak aspek termasuk kebiasaan masyarakat di segala bidang. Pandemi COVID-19 menimbulkan masalah lain terkait dengan gaya hidup dimasa puasa Ramadan. Perubahan kebiasaan makan terjadi selama pandemi COVID 19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk edukasi terkait pemenuhan gizi seimbang dalam menjalankan puasa Ramadan di masa COVID 19 dengan tetap dalam kondisi sehat.  Hasil kegiatan menunjukkan evaluasi sebelum dan sesudah pemberian materi yang mengalami peningkatan secara signifikan (p<0,05). Secara umum, peserta kegiatan memiliki kemampuan mudah dalam menerima dan memahami materi yang diberikan. Peningkatan pengetahuan ini didukung dengan karakteristik peserta yang mayoritas berusia produktif dan tingkat pendidikan yang tinggi sehingga berhubungan dengan kemampuan peserta dalam menerima dan memahami informasi.
PENGUATAN LITERASI TENTANG KEAMANAN PANGAN DAN KANTIN SEHAT PADA SISWA DAN PENGELOLA KANTIN UPTD SMPN 1 BANGKALAN Viera Nu'riza Pratiwi; Dini Setiarsih; Endah Budi Permana Putri; Choirotussanijjah; Zenita Azzahra Nur Aini; Masitha Tirta Ramadhani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3759

Abstract

Keamanan pangan berkaitan dengan serangkaian rutinitas yang dilakukan untuk memastikan keselamatan konsumen dan mencegah bahaya, bahaya, atau risiko terkait pangan di seluruh rantai pasokan pangan. Permasalahan yang teridentifikasi yaitu kurangnya literasi siswa dan pengelola kantin terkait keamanan pangan dan kantin sehat; kurangnya sikap dan perilaku mitra terkait pemilihan pangan yang aman sehingga menjadi prioritas untuk diselesaikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan memberikan pretest pada peserta dilanjutkan pemberian edukasi dengan metode audio visual yaitu video bergambar dan bersuara kemudian dilakukan diskusi serta pengamatan lapangan bersama peserta. Posttest dilakukan setelah pemberian edukasi dan pengamatan lapangan yang dilakukan oleh peserta. Hasil analisis statistik yang dilakukan menggunakan uji Wilcoxondidapatkan perbedaan yang signifikan (p-value <0,05) pada pemahaman peserta berdasarkan nilai pretest dan posttest yang dilakukan. Pemberian edukasi yang dilakukan memberikan pengaruh pada peningkatan pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan. Penggunaan metode edukasi menggunakan video animasi efektif dalam peningkatan pemahaman peserta kegiatan. Peserta yang terdiri dari siswa dan pengelola kantin antusias mengikuti kegiatan dan aktif dalam diskusi.
PENGENALAN PENGGUNAAN SUPLEMEN VITAMIN D PADA KESEHATAN PARU-PARU PP. HIDAYATULLOH AL MUHAJIRIN BANGKALAN Donastin, Adyan; Pratiwi, Viera Nu'riza; Sahri, Moch.; Muhammad, Akbar Reza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23334

Abstract

Vitamin D atau “sunshine vitamin” menjadi salah satu mikronutrien penting yang telah diketahui berfungsi penting dalam pencegahan penyakit, khususnya penyakit paru. Sinar matahari sebagai sumber utama vitamin D sangat melimpah di Indonesia. Sayangnya, beberapa populasi khusus seperti santri di pondok pesantren masih beresiko mengalmi kekurangan vitamin D karena kurangnya intensintas paparan matahari, asupan vitamin D rendah, hingga pakaian yang menutupi terpapar sinar matahari. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan penggunaan suplemen Vitamin D pada kesehatan Paru di PP. Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode analitik observasional dalam mengolah data kuesioner. Mitra PKM terdiri dari 71 santri dan santriwati Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan. Kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil Uji T test berpasangan pengetahuan santri, diketahui nilai rerata pre-test (67) berbeda signifikan dengan nilai post-test (93) dengan P<0,05. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh pemberian penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan santri mengenai Vitamin D. Kesimpulan yang didapat adalah santri mampu memahami peran dan manfaat vitamin D setelah diberikan penyuluhan, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hariannya dan terhindar dari penyakit paru.
DEMONSTRASI PEMBUATAN FROZEN FOOD BERBASIS IKAN LELE DI DESA MASANGAN KULON Mutiarani, Anugrah Linda; Dwijayanti, Ira; Putri, Pratiwi Hariyani; Pratiwi, Viera Nu’riza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23697

Abstract

Banyak orangtua saat ini yang memilih memberikan makanan praktis dan rendah zat gizi pada anak. Kesibukan dan tidak adanya waktu serta ketidakmampuan mengolah makanan yang praktis dan sehat menjadi alasan sebagian orangtua. Oleh karena itu, diperlukan pengenalan makanan praktis dan sehat (frozen food) dengan metode yang interaktif. Demontrasi merupakan proses penyampaian informasi yang menyenangkan, lebih jelas dan konkret sehingga ibu balita akan lebih mudah dalam memahami informasi yang diberikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini selama 6 bulan dengan jumlah sasaran 30 ibu balita, pengambilan sampel menggunakan accidental sampling methode. Pelaksanaan pengabdian ini diawali dengan pembuatan media poster dan video pengolahan frozen food. Setelah media siap, dilaksanakan edukasi kepada ibu balita yang diawali dengan pretest, kemudian demonstrasi pembuatan nugget berbahan dasar ikan lele dan penayangan video pembuatan bakso ikan lele serta pelaksanaan postest. Uji statistic yang digunakan untuk melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi adalah Wilcoxon sign rank test. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah edukasi pembuatan frozen food dengan nilai p=0,000. Pengetahuan ibu balita meningkat menjadi 80% yang menjawab benar setelah diberikan edukasi. Seluruh peserta sangat antusias dan bersemangat selama kegiatan berlangsung. Metode demonstrasi dan media video dapat digunakan sebagai salah satu metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan.
Edukasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) dalam Mendukung Ekosistem Halal di SMPN 1 Bangkalan Putri, Endah Budi Permana; Setiarsih, Dini; Pratiwi, Viera Nu’riza
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11349

Abstract

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi. Makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh berpengaruh terhadap kesehatan. Di sisi lain, umat islam memiliki kewajiban untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang halal sesuai Al Quran. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan tentang kuliner halal, aman dan sehat di SMPN 1 Bangkalan. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu ceramah menggunakan media poster tentang Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS), dan diikuti dengan tanya jawab. Peserta kegiatan sejumlah 42 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan pengelola kantin yang ada di SMPN 1 Bangkalan. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang kuliner halal, aman, dan sehat pada peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai p 0,000. Harapan dari kegiatan ini dapat mendukung pembentukan Zona KHAS sebagai upaya mendukung ekosistem halal di SMPN 1 Bangkalan
EDUKASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN JAJANAN SEHAT PADA WALI SISWA TKIT HARUM KEPUTIH SURABAYA Viera Nu'riza Pratiwi; Anugrah Linda Mutiarani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4222

Abstract

Usia anak sekolah adalah usia emas yang mejadi bibit yang menentukan bagi masa depan bangsa, oleh sebab itu pada anak sekolah dasar khususnya harus diberikan pemahaman kepada anak dan orang tua agar tidak menyebabkan atau mengalami asupan gizi yang kurang dan seimbang pada usia sekolah. Konsumsi makanan jajanan pada usia anak sekolah merupakan suatu kebiasaan yang hampir terjadi diseluruh dunia. Analisis situasi yang dilakukan didapatkan bahwa permasalah konsumsi jajanan yang kurang sehat masih dijumpai di mitra pengabdian masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) edukasi dengan materi makanan sehat dan makanan tidak sehat,serta potensi bahaya apa saja yang bisa timbul jika berlebihan dalam konsumsi makanan tidak sehat khususnya bagi anak-anak (2) pelatihan pembuatan camilan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di TKIT Harum, Keputih, Surabaya dengan pemberian materi edukasi dapat meningkatkan pemahaman mitra terkait konsep makanan sehat, aman, dan bergizi untuk anak. Tanggapan mitra dalam hal ini adalah ibu wali siswa terhadap program yang dilaksanakan sangat baik
DIET BERAS MERAH DAN BERAS PUTIH PRATANAK PADA TIKUS HIPERGLIKEMIA Dita Kristanti; Viera Nu’riza Pratiwi; Endang S Rahayu; Mary Astuti
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v44i2.4421

Abstract

ABSTRACT Hyperglycemia is a carbohydrate metabolism disorder causing diabetes. The difference in glycemic index (GI) in red rice and white rice causes different effects on blood glucose. Precooked rice processing causes starch retrogradation which can form Resistant Starch (RS) thereby lowering the GI of rice. Resistant starch is fermented into Short Chain Fatty Acids (SCFAs) and affects the colonic microbiota population. This study aims to determine the effect of precooked red rice and precooked white rice consumption on fasting blood glucose concentration, Ferric Reducing Ability on Plasma (FRAP) concentration, Escherichia coli, and Lactobacillus populations, and SCFAs digesta in hyperglycemic Wistar rats. This study was conducted using 24 male Wistar rats aged 8 weeks with a bodyweight of 200-220 grams. The rats were divided into 4 treatment groups: healthy (S), hyperglycemic (H), a hyperglycemic diet of precooked red rice (H+BMP), and hyperglycemic rats of precooked white rice diet (H+BPP). Consumption of precooked red rice (BMP) for 6 weeks was shown to reduce fasting blood glucose concentration (57.95%), while consumption of cooked white rice (BPP) actually increased fasting blood glucose concentration (4.16%) in hyperglycemic rats. Consumption of BMP also resulted in higher blood antioxidant capacity than BPP. However, consumption of BMP and BPP had no significant effect on the E. coli population, Lactobacillus population, and SCFAs digesta levels. ABSTRAK Hiperglikemia adalah suatu tanda gangguan metabolisme karbohidrat yang menyebabkan penyakit diabetes. Perbedaan Indeks Glikemik (IG) pada beras merah dan beras putih menyebabkan perbedaan efek pada glukosa darah. Pengolahan beras secara pratanak menyebabkan retrogradasi pati yang dapat membentuk Resistant Starch (RS) sehingga menurunkan IG pada beras. Resistant starch difermentasi menjadi Short Chain Fatty Acids (SCFAs) dan mempengaruhi populasi mikrobiota di kolon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi beras merah dan beras putih precooked terhadap konsentrasi glukosa darah puasa, konsentrasi Ferric Reducing Ability on Plasma (FRAP), populasi Escherichia coli dan Lactobacillus, serta SCFAs digesta tikus Wistar hiperglikemia. Penelitian ini dilakukan menggunakan 24 ekor tikus putih Wistar jantan berumur 8 minggu dengan berat badan 200-220 gram. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan: sehat (S), hiperglikemia (H), hiperglikemia diet beras merah pratanak (H+BMP), dan tikus hiperglikemia diet beras putih pratanak (H+BPP). Konsumsi beras merah pratanak (BMP) selama 6 minggu terbukti menurunkan konsentrasi glukosa darah puasa (57.95%), sedangkan konsumsi beras putih pratanak (BPP) justru meningkatkan konsentrasi glukosa darah puasa (4.16%) pada tikus hiperglikemia. Konsumsi BMP juga menghasilkan kapasitas antioksidan darah yang lebih tinggi dibandingkan BPP. Namun, konsumsi BMP dan BPP tidak berpengaruh nyata terhadap populasi E. coli, populasi Lactobacillus, dan kadar SCFAs digesta. [Penel Gizi Makan 2021, 44(2):93-104]