Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SDN 105/II Rambah Anjliana, Roza; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.219

Abstract

 Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada peserta didik kelas V SDN 105/II Rambah yang dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya efektivitas proses belajar di kelas, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Banyak peserta didik yang tidak serius mengikuti pembelajaran, sebagian besar hanya diam, mendengarkan tanpa memberikan respon, kurang fokus, serta tidak menunjukkan minat tinggi terhadap materi yang disampaikan guru. Hasil belajar IPAS yang rendah dan tidak mencapai Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70 merupakan akibat dari kondisi tersebut. Dengan menerapkan “model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) pada kelas V, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTC), yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dengan dua pertemuan, dan melalui empat tahap: perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi”. Penelitian ini melibatkan 17 siswa, dan metode pengumpulan data meliputi pencatatan, tes, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan penerapan paradigma PBL. Temuan observasi pendidik pada siklus I, yang mencapai 69% pada pertemuan pertama dan 75% pada pertemuan kedua, membuktikan hal ini. Pada siklus II, “angka-angka ini meningkat menjadi 88% pada pertemuan pertama dan 94% pada pertemuan kedua. Pengamatan siswa juga meningkat dari 53% pada pertemuan pertama siklus I dan 65% pada pertemuan kedua, menjadi 76% pada pertemuan pertama siklus II dan 88% pada pertemuan kedua. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan, dari 42% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan proses maupun hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SDN 105/II Rambah”.