Claim Missing Document
Check
Articles

GENERASI X, Y, Z: SIAPA YANG PALING BAHAGIA DI KARAWANG? Nita Rohayati; Lania Muharsih; Linda Mora
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8312

Abstract

This study aims to analyze the level of happiness and well-being among three generations, namely Generation X, Y, and Z, in Karawang Regency. The method used is a quantitative survey with the PERMA Profiler instrument to measure the dimensions of well-being based on five main factors: positive emotions, engagement, relationships, meaning, and achievement. The sample of this study consisted of 300 respondents, with 100 respondents each for Generation X, Y, and Z. The results of statistical analysis using ANOVA showed that there was no statistically significant difference in well-being scores between the three generations (p = 0.45). Although Generation X had the highest well-being score, the difference was not large enough to be considered significant. The discussion shows that although there are differences in the average well-being scores, these three generations generally have relatively good well-being and are in the normal function category. The implication is that even though there are no significant differences, policies are still needed that focus more on improving well-being, especially among the younger generation, in terms of mental health, stress management, and healthier social relationships. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan di antara tiga generasi, yaitu Generasi X, Y, dan Z, di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan instrumen PERMA Profiler untuk mengukur dimensi kesejahteraan berdasarkan lima faktor utama: emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Sampel penelitian ini terdiri dari 300 responden, dengan 100 responden masing-masing untuk Generasi X, Y, dan Z. Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam skor kesejahteraan antara ketiga generasi (p = 0,45). Meskipun Generasi X memiliki skor kesejahteraan tertinggi, perbedaan yang ada tidak cukup besar untuk dianggap signifikan. Pembahasan menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan rata-rata skor kesejahteraan, ketiga generasi ini secara umum memiliki kesejahteraan yang relatif baik dan berada dalam kategori fungsi normal. Implikasinya, meskipun tidak ada perbedaan signifikan, tetap diperlukan kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan, terutama di kalangan generasi muda, dalam hal kesehatan mental, pengelolaan stres, dan hubungan sosial yang lebih sehat.
KONTROL DIRI SEBAGAI MODERATOR PENGARUH KEPRIBADIAN NEUROTIK TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF REMAJA PENGGEMAR K-POP DI KARAWANG Lania Muharsih; Nita Rohayati; Anggun Pertiwi; Bunga Phallosa
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v10i1.10460

Abstract

Increased purchases of merchandise such as albums, photocards, posters and lightsticks are often done by teenage K-Pop fans with emotional conditions that are still developing, thus giving rise to the urge to make impulsive purchases. This study aims to determine the role of self-control in moderating the influence of neurotic personality on impulsive buying behavior of teenage K-Pop fans in Karawang. The research method used is a quantitative research method with an associative research type. The population in this study were teenage K-Pop fans in Karawang aged 15 to 22 years. The sampling technique used was quota sampling with a total of 204 respondents. The data collection method was carried out using the Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS), the Big Five MINI-IPIP Neurotic Personality Scale, and the Brief Self-Control Scale (BSCS). The data analysis technique in this study used a moderation regression test through the JASP 0.16 program. Based on the results of the data analysis, a significance value of 0.696 or p> 0.05 was obtained, this means that self-control is unable to moderate the influence of neurotic personality on impulsive buying behavior of teenage K-Pop fans in Karawang. The influence contributed by neurotic personality and self-control on impulsive buying of teenage K-Pop fans in Karawang is 11.4% and the other 88.6% is influenced by other variables outside this study. Peningkatan pembelian merchandise seperti album, photocard, poster dan lightstick banyak dilakukan oleh remaja penggemar K-Pop dengan kondisi emosi yang masih berkembang, sehingga memunculkan dorongan untuk melakukan pembelian impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kontrol diri dalam memoderasi pengaruh kepribadian neurotik terhadap perilaku pembelian impulsif remaja penggemar K-Pop di Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja penggemar K-Pop di Karawang yang berusia 15 hingga 22 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 204. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS), Skala Kepribadian Neurotik Big Five MINI-IPIP, dan Brief Self-Control Scale (BSCS). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi moderasi melalui program JASP 0.16. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi 0,696 atau p > 0,05, hal ini berarti bahwa kontrol diri tidak mampu memoderasi pengaruh kepribadian neurotik terhadap perilaku pembelian impulsif remaja penggemar K-Pop di Karawang. Adapun pengaruh yang disumbangkan kepribadian neurotik dan kontrol diri terhadap pembelian impulsif remaja penggemar K-Pop di Karawang adalah sebesar 11,4% dan 88,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini.
POSITIVE SELF-TALK: STRATEGI PSIKOEDUKASI UNTUK MENGHADAPI PUBERTAS DAN TANTANGAN EMOSIONAL Nita Rohayati
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9947

Abstract

Masa pra-remaja merupakan periode transisi penting yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa psikoedukasi yang bertujuan untuk membantu siswa kelas 6 SD mengenali emosi mereka, memahami perubahan pubertas, dan menerapkan positive self-talk sebagai strategi untuk membangun kepercayaan diri dan ketahanan emosional. Program ini terdiri dari tiga sesi utama: memahami pubertas, mengenali emosi dan pengaturan diri, serta latihan positive self-talk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap perubahan pubertas dan pengelolaan emosi, dengan 85% siswa mampu mengenali perubahan yang dialami dan 90% menggunakan kartu afirmasi positif dalam kehidupan sehari-hari. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan emosional siswa, meskipun memiliki keterbatasan pada durasi pelaksanaan. Artikel ini merekomendasikan pengembangan modul pendamping untuk mendukung keberlanjutan program di lingkungan sekolah dan rumah.