Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KALAKIJO, BANTUL Masjhoer, Jussac Maulana; Prakoso, Aditha Agung; Haryanto, Eko; Natriya, Nida; Devita, Hanna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57931

Abstract

Kalakijo is one of the tourist villages in Bantul Regency, Yogyakarta, which has a featured attraction, namely Ingkung Ayam as a traditional culinary product. In its development, food waste from the culinary sector is one of the main problems in this village because it is still conventionally disposed of and not processed sustainably. The closure of the Piyungan landfill has resulted in an accumulation of food waste that should be the responsibility of the village, but limited resources for food waste processing pose a difficulty for the local community. This situation presents the potential for waste generation that disrupts environmental sustainability and tourism activities in Kalakijo. This community service activity aims to provide training to local communities in sustainable tourism governance. At this stage, activities are carried out through direct observation and training methods using Adult Learning principles. The result of the community service is an increased understanding among the Kalakijo community of sustainable tourism through the utilization of waste from tourism activities into something valuable and beneficial for the environment and society. Kalakijo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang mempunyai daya tarik unggulan yaitu Ingkung Ayam sebagai produk kuliner tradisional. Dalam perkembangannya, sisa makanan dari kuliner tersebut menjadi salah satu permasalahan utama di desa ini karena masih secara konvensional dibuang dan tidak diolah secara berkelanjutan. Penutupan TPA Piyungan mengakibatkan penumpukan sampah makanan yang harus menjadi tanggung jawab desa, namun keterbatasan sumber daya dalam pengolahan sampah makanan menjadi kesulitan yang dialami masyarakat setempat. Hal tersebut memberikan potensi timbulan sampah yang mengakibatkan terganggunya keberlanjutan lingkungan dan kegiatan pariwisata di Kalakijo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan. Pada tahap ini, kegiatan dilakukan melalui metode observasi langsung dan pelatihan menggunakan prinsip Pembelajaran Orang Dewasa (POD). Hasil dari pengabdian adalah pemahaman masyarakat Kalakijo terhadap pariwisata berkelanjutan melalui pemanfaatan sampah dari kegiatan pariwisata menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA DI KAWASAN WISATA GOA JEPANG, SELOHARJO, BANTUL Prakoso, Aditha Agung; Sutanta, Edhy; Masjhoer, Jussac Maulana; Mulyaningsih, Sri; Kristiyana, Samuel; Priyanto, Sabda Elisa; Sembada, Andhika Djalu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34172

Abstract

ABSTRAK Kawasan wisata Goa Jepang di Kalurahan Seloharjo, Bantul merupakan kawasan yang sarat akan nilai sejarah, budaya dan keindahan alam. Namun demikian, kawasan ini juga memiliki beberapa tantangan signifikan terkait kebencanaan dalam pengembangan pariwisata. Pengelola serta masyarakat di sekitar kawasan wisata perlu membekali diri dengan pengetahuan kebencanaan agar dapat meminimalisir kerugian ketika terjadi bencana di masa mendatang. Pelatihan mitigasi bencana menjadi salah satu upaya preventif untuk membekali kelompok masyarakat terdampak dengan pengetahuan terkait kebencanaan. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kelompok masyarakat yang tangguh bencana dan memiliki kemampuan mandiri dalam penanggulangan bencana. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan dari pelatihan ini yaitu metode ceramah dan diskusi kelompok di dalam kelas. Tahapan dalam kegiatan ini yaitu identifikasi kebutuhan, desain program, pelaksanaan, dan evaluasi penilaian pelatihan. Hasil dari pelatihan adalah pemahaman Pokdarwis Seloharjo dan Kelompok Wanita Tani Ngentak terkait pengelolaan wisata ramah bencana melalui upaya mitigasi bencana. Pelatihan ini perlu ditindaklanjuti dengan fasilitasi teknologi tepat guna berupa sistem peringatan dini (early warning system) bencana yang dipasang di kawasan wisata Goa Jepang. Kata kunci: Mitigasi bencana; Pengembangan pariwisata; Pelatihan kebencanaan; Sistem peringatan dini; Wisata ramah bencana.ABSTRACT The Goa Jepang tourism area in Seloharjo sub-district, Bantul, consists of historical values, culture, and natural beauty. However, this area also faces some significant challenges related to disasters in tourism development. Managers and communities around the tourist area need to equip themselves with disaster knowledge to minimize losses when disasters occur in the future. Disaster mitigation training is one of the preventive efforts to equip affected community groups with disaster-related knowledge. This training aims to form disaster-resilient community groups and develop independent abilities in disaster management. The methods used in achieving the objectives of this training are lecture methods and group discussions in the classroom. The stages in this activity are needs identification, program design, implementation, and training assessment evaluation. The result of the training is the understanding of Pokdarwis Seloharjo and Ngentak Women Farmers Group regarding disasterfriendly tourism management through disaster mitigation efforts. This training needs to be followed up with the facilitation of appropriate technology in the form of a disaster early warning system installed in the Goa Jepang tourist area. Keywords: Disaster mitigation; Tourism development; Disaster training; Early warning system; Disasterfriendly tourism.
Community-based tourism: concepts, opportunities and challenges Prakoso, Aditha Agung; Pradipto, Eugenius; Roychansyah, Muhammad Sani; Nugraha, Bima Setya
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v2i2.563

Abstract

Purpose: The community-based tourism concept needs to be understood deeply. We need to know and predict the opportunities and challenges that exist and will occur in the future in developing the community and tourism as a mutualism. This research analyzed the theories to describe it and derive conclusions for the basic concepts of community-based tourism as well as further explore the cases of applying these concepts to gain opportunities and challenges from community-based tourism Research methodology: This study is a conceptual article using the literature review method Results: This study elaborates the concepts, opportunities and challenges of the community-based tourism paradigm. Limitations: This study is a secondary data-based analysis (literature review) on the concept of community-based tourism in the social and cultural context of the community, as well as the opportunities and challenges of its application to tourism development Contribution: This study provides an in-depth and comprehensive view of community-based tourism to assist in exploring approaches and theories in community-based tourism research and planning and policymaking in the tourism sector, especially in the local community aspect.
Dampak Ekonomi Pahawang Culture Festival pada Pengembangan Potensi Desa Wisata Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran Lampung: Suatu Analisis Deskriptif Santosa, Putu Ayu Thania; Soeroso, Amiluhur; Prakoso, Aditha Agung
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.372

Abstract

Event pariwisata merupakan strategi pemasaran yang dilakukan pemerintah untuk menarik perhatian wisatawan dan untuk memperkenalkan destinasi wisata. Pulau Pahawang merupakan salah satu destinasi wisata dengan pertumbuhan pariwisata yang paling pesat dan menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pesawaran Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak ekonomi dari Pahawang Culture Festival terhadap pengembangan Desa Wisata Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara, dan analisis dokumen yang terkait dengan festival serta kegiatan ekonomi di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pahawang Culture Festival memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi lokal, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat setempat, penambahan peluang kerja, dan dukungan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Festival ini juga memberikan kesempatan bagi para pengusaha lokal untuk melakukan inovasi dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Contohnya: mereka dapat mengembangkan strategi pemasaran baru, menawarkan paket wisata khusus. Hal ini membantu dalam mempertahankan pendapatan dan mendukung para pengusaha lokal untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Konsep dan Penerapan Ruang Wisata Budaya Prakoso, Aditha Agung
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif) Vol. 1 No. 1 (2024): PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/yswjkn29

Abstract

Culture is one of the local resources that can be a tourist attraction for domestic and even foreign tourists. The cultural tourism attraction has a competitive advantage because it has uniqueness and distinctiveness that are different in each region. Besides that, cultural tourism can provide new knowledge and experience, which is the essence of the growing trend of quality tourism today. However, cultural tourism space as a media for expression and preservation of local culture is still not clearly explained, so the application and development of cultural tourism space, especially in Indonesia, is still not optimal and has a direct impact on society and its environment. This research aims to explain in detail the concept and application of cultural tourism spaces as a forum for community expression, cultural preservation, and economic impact. This research uses a literature review method to be able to explain the concept of cultural tourism space in the context of Indonesia so that a description of the concept and how the application of cultural tourism space can be used as a guide to the development of cultural tourism space in the context of Indonesia can be produced.
Evaluasi pengembangan desa wisata, studi kasus pada desa wisata Pacarejo Gunungkidul Thea Monika; Aditha Agung Prakoso
Journal of Tourism and Economic Vol. 6 No. 1 (2023): Edisi 11 Jun 2023
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/e6v6n1a2

Abstract

Tourism villages are currently the government's flagship program through the tourism sector that can encourage the development of post-pandemic tourism, this is due to the nature of tourism villages that can provide direct benefits to local and surrounding communities. The dynamic development of tourism also provides challenges in the development of tourist villages, so evaluation is needed as one of the strategies in village management. This research aims to evaluate the condition of Pacarejo Tourism Village using a qualitative descriptive method based on the theory of tourism villages, so that it can provide the proper strategies in determining guidelines and strategies for future development as an Independent Tourism Village based on local values.
Ekowisata Telaga Jonge Pacarejo Gunungkidul Romadhoni, Annisa Desy Nur; Prakoso, Aditha Agung
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.40980

Abstract

Telaga Jonge merupakan salah satu dari tiga daya tarik utama Desa Wisata Pacarejo selain Gua Jomblang dan Susur Goa Kalisuci, ketiga destinasi ini telah dapat memberikan manfaat pada masyarakat Pacarejo, akan tetapi hanya Kalisuci yang dapat memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes). Di lain sisi dengan keberadaan Gua Jomblang dan Susur Goa Kalisuci sebagai daya tarik ekowisata, Telaga Jonge dapat menjadi daya tarik komplementer yang dapat semakin memperkuat posisi pengembangan ekowisata di Desa Wisata Pacarejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata di Telaga Jonge, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis pendekatan ekowisata. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pengembangan ekowisata Telaga Jonge dalam memperkuat penerapan ekowisata di Desa Wisata Pacarejo.Kata kunci: Ekowisata; Telaga Jonge; Strategi Pengembangan
The Role of the Local Champion in the Development of Wanurejo Tourism Village Prakoso, Aditha Agung
Journal of Tourism and Creativity Vol. 8 No. 1 (2024): Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v8i1.44460

Abstract

Wanurejo Village is one of 20 villages in Borobudur Subdistrict that was developed into a tourist village to support the development of temple tourism that has developed previously with the existence of Borobudur, Mendhut, and Pawon Temples around the village area. The existence of this tourist village, which was pioneered in 1999, has made a major contribution, both in terms of economic and regional development, to the community and, of course, to the village itself. This is due to the movement of local champions who became initiators in the development of tourism activities in Wanurejo. This study aims to explain the role of local activists in the development of Wanurejo Tourism Village using a qualitative descriptive method based on a stage of rural transformation approach, so that this study can find a timeline that explains in detail the role of local champions at each stage.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENGIRIS, MESIN PENGERING, DAN MESIN PENGEMAS DALAM MENDUKUNG INOVASI SERTA PEMASARAN PRODUK KELOMPOK WANITA TANI NGENTAK BANTUL Prakoso, Aditha Agung; Masjhoer, Jussac Maulana; Priyanto, Sabda Elisa; Sembada, Andhika Djalu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59447

Abstract

The processed agricultural products of the Ngentak Farmer Women Group (KWT) have yet to become souvenirs and culinary products in the Japanese Cave tourist area, Seloharjo, Bantul. This is due to insufficient production capacity, limited innovation, and conventional product marketing. This community service aims to describe the implementation of the Kosabangsa 2024 Program, namely training and the application of Appropriate Technology. The implementation method of Kosabangsa 2024 generally consists of five stages: socialization, training, application of Appropriate Technology, monitoring and evaluation, and sustainability. Regarding training, the methods used are lectures and group discussions in the classroom. Based on the implementation of the training, participants understand that processed agricultural products need innovation so that new market segments—namely tourists—can accept them. In addition, marketing strategies through social media are necessary nowadays so that products can be widely recognized. The application of slicing machines, drying machines, and packaging machines can increase the efficiency and production capacity of KWT Ngentak's processed products. Digital marketing through Instagram and TikTok can increase the engagement rate and coverage of the marketed products, and reduce the promotional costs incurred by KWT Ngentak. Hasil olahan pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngentak belum mampu menjadi oleh-oleh dan produk kuliner di kawasan wisata Goa Jepang, Seloharjo, Bantul. Hal ini dikarenakan masih minimnya kapasitas produksi, tidak adanya inovasi, dan pemasaran produk yang masih konvensional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dalam Program Kosabangsa 2024 yaitu pelatihan dan penerapan Teknologi Tepat Guna. Secara umum metode pelaksanaan Kosabangsa 2024 terdiri dari lima tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan Teknologi Tepat Guna, monitoring dan evaluasi, dan keberlanjutan. Terkait pelatihan, metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi kelompok di dalam kelas. Berdasarkan pelaksanaan pelatihan, peserta dapat memahami bahwa produk hasil olahan pertanian perlu dilakukan inovasi agar dapat diterima oleh segmen pasar baru yaitu wisatawan. Di samping itu, strategi pemasaran melalui media sosial menjadi keniscayaan di masa kini agar produk dapat dikenal secara luas. Penerapan teknologi mesin pengiris, mesin pengering, dan mesin pengemas mampu meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi hasil olahan KWT Ngentak. Pemasaran digital melalui Instagram dan TikTok mampu meningkatkan engagement rate dan coverage rate dari produk yang dipasarkan, sekaligus menurunkan biaya promosi yang harus dikeluarkan oleh KWT Ngentak.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMULA (PMP) DI DESA SELOHARJO Prakoso, Aditha Agung; Priyanto, Sabda Elisa; Al-Bakry, M. Hafidh Nashiruddin; Fibry, Alda Juy; Widaningsih, Wiwi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2992

Abstract

Desa Wisata Seloharjo merupakan desa wisata kategori berkembang dengan daya tarik utama Goa Jepang serta potensi hasil pertanian berupa umbi-umbian, singkong, jagung, pisang, dan cabai. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk kuliner wisata yang mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngentak Seloharjo dengan tujuan meningkatkan kapasitas anggota dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk kuliner wisata yang berdaya saing. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu diskusi awal untuk identifikasi kebutuhan, sosialisasi dan pelatihan pengolahan produk, serta serah terima teknologi tepat guna disertai praktik pembuatan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas anggota KWT Ngentak dalam diversifikasi produk, teknik pengemasan, dan pemasaran digital. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 7,3 menjadi 9,1 (kenaikan 18%). Anggota mampu mengoperasikan peralatan teknologi tepat guna (TTG) secara mandiri dan menghasilkan produk lebih higienis dengan kemasan menarik. Selain peningkatan keterampilan teknis, tumbuh pula semangat kolaboratif dan kesadaran kewirausahaan. Dukungan pemerintah desa memperkuat keberlanjutan program, sejalan dengan tujuan pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa wisata.. Dengan demikian, program ini berhasil memperkuat peran KWT dalam mendukung desa wisata berbasis masyarakat dan menjawab tujuan pelaksanaan kegiatan, yaitu peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi lokal.