Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENGIRIS, MESIN PENGERING, DAN MESIN PENGEMAS DALAM MENDUKUNG INOVASI SERTA PEMASARAN PRODUK KELOMPOK WANITA TANI NGENTAK BANTUL Prakoso, Aditha Agung; Masjhoer, Jussac Maulana; Priyanto, Sabda Elisa; Sembada, Andhika Djalu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59447

Abstract

The processed agricultural products of the Ngentak Farmer Women Group (KWT) have yet to become souvenirs and culinary products in the Japanese Cave tourist area, Seloharjo, Bantul. This is due to insufficient production capacity, limited innovation, and conventional product marketing. This community service aims to describe the implementation of the Kosabangsa 2024 Program, namely training and the application of Appropriate Technology. The implementation method of Kosabangsa 2024 generally consists of five stages: socialization, training, application of Appropriate Technology, monitoring and evaluation, and sustainability. Regarding training, the methods used are lectures and group discussions in the classroom. Based on the implementation of the training, participants understand that processed agricultural products need innovation so that new market segments—namely tourists—can accept them. In addition, marketing strategies through social media are necessary nowadays so that products can be widely recognized. The application of slicing machines, drying machines, and packaging machines can increase the efficiency and production capacity of KWT Ngentak's processed products. Digital marketing through Instagram and TikTok can increase the engagement rate and coverage of the marketed products, and reduce the promotional costs incurred by KWT Ngentak. Hasil olahan pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngentak belum mampu menjadi oleh-oleh dan produk kuliner di kawasan wisata Goa Jepang, Seloharjo, Bantul. Hal ini dikarenakan masih minimnya kapasitas produksi, tidak adanya inovasi, dan pemasaran produk yang masih konvensional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dalam Program Kosabangsa 2024 yaitu pelatihan dan penerapan Teknologi Tepat Guna. Secara umum metode pelaksanaan Kosabangsa 2024 terdiri dari lima tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan Teknologi Tepat Guna, monitoring dan evaluasi, dan keberlanjutan. Terkait pelatihan, metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi kelompok di dalam kelas. Berdasarkan pelaksanaan pelatihan, peserta dapat memahami bahwa produk hasil olahan pertanian perlu dilakukan inovasi agar dapat diterima oleh segmen pasar baru yaitu wisatawan. Di samping itu, strategi pemasaran melalui media sosial menjadi keniscayaan di masa kini agar produk dapat dikenal secara luas. Penerapan teknologi mesin pengiris, mesin pengering, dan mesin pengemas mampu meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi hasil olahan KWT Ngentak. Pemasaran digital melalui Instagram dan TikTok mampu meningkatkan engagement rate dan coverage rate dari produk yang dipasarkan, sekaligus menurunkan biaya promosi yang harus dikeluarkan oleh KWT Ngentak.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMULA (PMP) DI DESA SELOHARJO Prakoso, Aditha Agung; Priyanto, Sabda Elisa; Al-Bakry, M. Hafidh Nashiruddin; Fibry, Alda Juy; Widaningsih, Wiwi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2992

Abstract

Desa Wisata Seloharjo merupakan desa wisata kategori berkembang dengan daya tarik utama Goa Jepang serta potensi hasil pertanian berupa umbi-umbian, singkong, jagung, pisang, dan cabai. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk kuliner wisata yang mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngentak Seloharjo dengan tujuan meningkatkan kapasitas anggota dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk kuliner wisata yang berdaya saing. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu diskusi awal untuk identifikasi kebutuhan, sosialisasi dan pelatihan pengolahan produk, serta serah terima teknologi tepat guna disertai praktik pembuatan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas anggota KWT Ngentak dalam diversifikasi produk, teknik pengemasan, dan pemasaran digital. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 7,3 menjadi 9,1 (kenaikan 18%). Anggota mampu mengoperasikan peralatan teknologi tepat guna (TTG) secara mandiri dan menghasilkan produk lebih higienis dengan kemasan menarik. Selain peningkatan keterampilan teknis, tumbuh pula semangat kolaboratif dan kesadaran kewirausahaan. Dukungan pemerintah desa memperkuat keberlanjutan program, sejalan dengan tujuan pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa wisata.. Dengan demikian, program ini berhasil memperkuat peran KWT dalam mendukung desa wisata berbasis masyarakat dan menjawab tujuan pelaksanaan kegiatan, yaitu peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi lokal.