Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Media Mini Ball Rainbow Tutinawati, Elis; Windarsih, Chandra Asri; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.27319

Abstract

Kemampuan motorik kasar anak kelompok A di TK Islam Asy-Syifa yang belum begitu berkembang terlihat rendahnya perkembangan fisik motorik kasar anak yang disebabkan karna kurangnya guru menstimulus dalam motorik, sebagian besar anak belum dapat terkoordinasi motorik kasar, karena yang diutamakan nya yaitu motorik halusnya seperti menulis, menggunting, menempel sehingga kurang menstimulus anak dalam motorik kasar. Maka dari itu media mini ball rainbow merupakan media yang dapat melatih motorik kasar anak dan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.Tujuan peneliti ini adalah untuk menemukan proses dan peningkatan motorik kasar anak sesudah diterapkannya pembelajaran menggunakan media mini ball rainbow. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang Langkah penelitiannya menggunakan rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok A yang berjumlah10 orang anak yang terdiri lima orang anak laki-laki dan lima orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Dan analisis datanya menggunakan stastika deskriftif dalam bentuk prasantase. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya motorik kasar anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada kondisi siklus kedua terjadi peningkatandengan kategori nilai baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada prasiklus mencapai 63%, lalu pada sikus I mencapai 82% dan pada siklus ke-2 mencapai 85%. The gross motor skills of Group A children at Asy-Syifa Islamic Kindergarten were found to be underdeveloped, as indicated by their limited physical abilities and lack of stimulation from teachers. Most children had not yet demonstrated proper coordination in gross motor skills, as classroom activities tended to prioritize fine motor skills such as writing, cutting, and pasting. To address this issue, the Mini Ball Rainbow media was introduced as a learning tool to enhance children’s gross motor development. This study aimed to examine the process and improvement of children’s gross motor skills through the implementation of the Mini Ball Rainbow media. The research employed Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, which involved planning, action, observation, and reflection. The subjects consisted of 10 Group A students (five boys and five girls). Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistics. The findings showed significant improvement in children’s gross motor skills, categorized as "developing as expected" (BSH). In the pre-cycle, the achievement rate was 63%, which increased to 82% in the first cycle and 85% in the second cycle. These results indicate that the use of the Mini Ball Rainbow media effectively strengthened the gross motor skills of young children.
Improving TPQ Teaching Skills In Optimizing Digital Media Learning Through The Canva Application Rohmalina, Rohmalina; Huda, Miftahul; Masduki, Damayanti; Bawamenewi, Arozatulo; Abda, Muhammad Ichsan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.541

Abstract

This article is the work of dedication carried out by the five authors in Almendah Village, West Java, Sri Mulyo Village, Malang Regency, Hilimbulawa Village, Nias, and Lamahu Bone Village. During his service to different villages, the author discovered a number of the same problems, namely physical infrastructure problems in the form of building siring, roads, bridges, and so on. However, this problem is not realistic to be resolved if you look at your financial capabilities and the time you have. The only problems that can be resolved are the monotonous learning methods of TPQ, the decreasing enthusiasm for learning of TPQ children, and the increasing number of TPQ children who use digital technology in a negative way, namely addiction to online games. For this reason, the author chose a solution to provide CANVA application training to PTQ teachers with the hope that these teachers will teach it to TPQ children. The aim is to make learning methods more varied, PTQ children are happy and enthusiastic about learning again, and can use technology. digital with positive things. The latest news that the author received was that this learning method was well received by PTQ children and the hope is that the children's enthusiasm will return and they will be able to use digital technology well.
The Urgency Of Educational Games As A Learning Media For Rural Children Gunawan, Agus; Rohmalina, Rohmalina; Hasanah, Hasanah; Subhan, Rizky; Sulaeman, Sulaeman
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.643

Abstract

When the author carried out his service in Bojonegara Village, Cirebon, Telawang Village, Banjarmasin, and Maricaya Makassar. Primary level educators/teachers complain that elementary school children in their villages do not want to focus, complain easily, and some even intend to drop out of school because of boredom. On this basis, the author decided to educate teaching staff about educational game-based learning media with the following stages of problem discovery and solutions. The results in this article show 1). Educators complain that elementary school level children in Bojonegara Village, Cirebon, Telawang Village, Banjarmasin, and Maricaya Makassar are easily bored, fed up, and even intend to drop out of school. 2). The author approached and asked directly to rural children in Bojonegara Village, Cirebon, Telawang Village, Banjarmasin, and Maricaya Makassar about the causes of being easily bored, fed up, and even intending to drop out of school. 3). The author discussed with the teaching staff and decided to educate the teaching staff about educational games as a learning medium for two weeks. 4). Educational games are believed to have an urgency to overcome boredom, boredom, and intentions to drop out of school among elementary school level children in Bojonegara Village, Cirebon, Telawang Village, Banjarmasin, and Maricaya Makassar regarding the causes of easily getting bored, fed up, and intending to drop out of school.
Buku Cerita Bergambar: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Minat Baca Anak Usia Dini Patimah, Patimah; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.22714

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan membaca pada anak kelompok B di Kober Sabililhuda. Melalui media tersebut diharapkan dapat mengetahui dan terjadi peningkatan kemampuan minat baca anak, karena hal tersebut manjadi tujuan dalam penelitian ini. Penelitian deskriptif kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Sebanyak 15 anak kelompok B yang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data memakai analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui media tersebut terbukti anak kelompok B dapat mengulang kembali jawaban dari guru dan teman, mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan gambar yang ditunjukkan oleh guru, mampu menjawab secara tepat sesuai dengan pertanyaan guru. Hal ini terlihat hasilnya dari 15 anak yang diteliti, delapan anak menunjukkan berkembang sangat baik kemudian yang berkembang sesuai harapan yaitu empat anak, hanya tiga anak saja pada pertemuan kedelapan yang masih membutuhkan bimbingan dari guru, yang berarti guru dinilai sudah melakukan kegiatan seperti yang peneliti inginkan.   This research was conducted in response to the low reading ability observed among Group B children at Kober Sabililhuda. The study aimed to identify and improve children’s reading interest through the use of appropriate learning media. A qualitative descriptive approach was employed, with 15 Group B children participating as research subjects. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data were then analyzed using qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings from eight learning sessions revealed that Group B children were able to repeat responses from teachers and peers, answer questions based on images presented by the teacher, and respond accurately to the teacher’s questions. Furthermore, the results showed that out of the 15 children observed, eight demonstrated very good development, four developed according to expectations, and three still required guidance from the teacher during the eighth session. These findings indicate that the learning activities were implemented effectively and aligned with the objectives of the study.
Pelatihan teknologi untuk keluarga meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak dengan bantuan google site " PELAMORING (Pelatihan Model Fathering) Rohmalina, Rohmalina; Farrassyania Azhar, Aghnia; Aprianti, Ema; Dyah Putri Anggraeni, Regita; Sagita, Lely
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i3.30567

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Pelatihan Teknologi untuk Keluarga: Meningkatkan Keterlibatan Ayah dalam Pendidikan Anak dengan Bantuan Google Site PELAMORING (Pelatihan Model Fathering)” dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan rendahnya keterlibatan ayah dalam pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pelatihan selama tiga hari yang diikuti oleh guru PAUD. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, pendampingan pemanfaatan Google Site PELAMORING sebagai media pembelajaran keluarga, serta praktik langsung mengakses dan menggunakan fitur-fitur dalam website tersebut. Selama pelaksanaan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan latihan praktik. Proses evaluasi dilakukan melalui post-test, refleksi peserta, serta monitoring berkelanjutan dengan mendampingi guru dalam menyampaikan materi kepada ayah. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana keterlibatan ayah dalam pendidikan anak meningkat hingga 75%. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhasil memperkenalkan inovasi teknologi berbasis keluarga, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Meronce Berbasis Bahan Alam Pada Anak Usia Dini Laelasari, Laelasari; Rohmalina, Rohmalina; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31114

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena masih rendahnya kemampuan motorik halus anak dan media pembelajaran yang disajikan oleh guru kurang menarik, maka diperlukan media yang tepat dalam menstimulus kemampuan motorik halus anak, yaitu menggunakan media meronce bahan alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran meronce bahan alam dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan referensi model yang digunakan dari kemmis dan MC Taggrat. Alur penelitian yaitu tahap rancangan, penentuan tindakan, observasi dan evaluasi. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dari TK Melati yang berjumlah 16 anak yang terdiri dari enam perempuan dan sepuluh laki-laki. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif jenis statistika deskriptif, disajikan dengan nilai persentase. Hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak pada siklus berada 15% anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH0. Setelah adanya tindakanpada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 21% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada Siklus II terjadi peningkatan signifikan yaitu 81% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 19% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 0% Kategori Mulai Berembag (MB).   The low fine motor skills observed in children and the lack of engaging learning media provided by teachers motivate this research. To address these issues, appropriate media are required to stimulate fine motor development, specifically through the use of natural material stringing activities. This study aims to evaluate the effectiveness of stringing natural materials as a learning method to improve fine motor skills in early childhood. The methodology employed is Classroom Action Research (CAR), following the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects included 16 children aged 5–6 years at Melati Kindergarten, comprising six girls and ten boys. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as percentages. Preliminary results showed that only 15% of the children reached the "Developing as Expected" category. After the intervention in Cycle I, this figure increased to 21%. By Cycle II, a significant improvement was observed: 81% of the children reached the "Developing Very Well" category, 19% achieved the "Developing as Expected" category, and 0% remained in the "Starting to Develop" category. It is concluded that the use of natural material stringing media effectively enhances the fine motor skills of children at Melati Kindergarten.