Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Film Animasi sebagai Pembelajaran Practical Life untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini Kolbiah, Lutfi; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability of independence in early childhood education is a demand at this time, where this ability of independence is needed by early childhood to be able to survive and be able to mingle in an even bigger environment compared to the family environment, namely the community environment. Besides that, in stimulating independence abilities, the teacher's efforts are also needed in presenting interesting learning of independence skills so that children do not feel burdened, media that is interesting and fun for children is needed. Therefore this study aims to increase the independence abilities of group A children, namely children aged 4-5 years by learning practical life through animated films. This research method uses descriptive qualitative research with descriptive data analysis. The subjects of this study were 8 children in group A at RA Arafah Cimahi Selatan and data collection techniques were through observation and documentation. Based on the results of this study, it shows that there is an increase in the ability of independence in group A children by learning practical life through animated films. Obtained the final results of the study of 8 research subjects 1 child whose independence ability began to develop and 7 children's independence ability has developed very well
Peningkatan Kecerdasan Intrapersonal Guru Pendidikan Anak Usia Dini melalui Penyuluhan Program Parenting Alam, Syah Khalif; Wulansuci, Ghina; Rohmalina, Rohmalina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v7i3.21945

Abstract

Professional competence and teacher pedagogy are the main elements that are always considered in improving the quality of teachers and education. In carrying out their duties and roles as instructors as well as educators, teachers need to have the ability to manage emotions and understand themselves, namely intrapersonal intelligence. Early childhood education teachers in Padalarang Regency feel less able to manage their intrapersonal intelligence, this is due to the lack of communication and collaboration between parents and schools. Resulting in teachers feeling optimal about providing learning to their students. Teachers in Padalarang Regency are of the opinion that the ability to manage intrapersonal intelligence is important to improve, in order to be able to renew or make changes for themselves and for the world of education. The ability to manage intrapersonal intelligence sometimes can not with one's own awareness, it needs input from others in order to manage intrapersonal intelligence properly. the parenting counseling program for kindergarten teachers in Padalarang regency was carried out as an effort to increase teacher intrapersonal intelligence. The results of the activities that have been achieved are the Padalarang Regency Kindergarten teacher is understanding the importance of parent involvement in the school, as a bridge to increase teacher intrapersonal intelligence.
Kompetensi Guru PAUD dalam PJJ melalui Pelatihan Pendekatan STEAM pada Masa Covid-19 Komala, Komala; Rohmalina, Rohmalina
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v4i1.96

Abstract

Guru perlu memiliki kompetensi dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi secara jarak jauh. Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) maka perlu adanya pelatihan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui pelatihan pendekatan pembelajaran berbasis STEAM kepada guru-guru PAUD pada Masa Covid-19. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan mengenai peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pendekatan STEAM pada guru anak usia dini. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata peningkatan kompetensi guru dalam PJJ sebelum pembelajaran tidak berbeda secara signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.
“3R“ (Reduce, Reuse, Recycle) “SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PAUD DALAM MENYONGSONG INDONESIA BEBAS SAMPAH DI PAUD SIAGA KOTA CIMAHI” Rohmalina, Rohmalina
Tunas Siliwangi Vol 2 No 2 (2016): VOL 2 NO 2, OKTOBER 2016
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v2i2p43-53.333

Abstract

Alat permainan edukatif adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau alat permainan yang mengandung nilai pendidikan dan dapat mengembangkan seluruh aspek kemampuan anak,baik yang berasal dari lingkungan sekitar (sampah) maupun yang sudah dibuat. 3R Merupakan inovasi dalam rangka menyedikan media pembelajaran untuk anak usia dini, 3R merupakan strategi dalam pengadaan media pembelajaran. 3R yaitu (reduce, reuse, recycle) yaitu mengurangi, digunakan lagi dan mendaur ulang dalam pengadaan media pembelajaran, sedang tekhnik yang digunakan dalam pengadaan “mengolah sampah menjadi APE Sederhana”. Hasil langsung dari penerapan 3R adalah Pendidik semakin terpacu dan kreatif memanfaatkan barang bekas lainnya sebagai media pembelajaran, sehingga menghasilkan karya. Faktor pendukung penerapan 3R adalah : Komitmen untuk senantiasa berkarya membuat perubahan untuk anak bangsa. Komitmen yang kuat yang disertai dengan niat yang tulus dari seorang pendidik agar anak-anak menjadi anak-anak yang berkualitas akhlak dan kemampuannya. Dampak kegiatan 3R adalah: Memberdayakan dan mengaktifkan semua elemen pendidik anak usia dini agar menggunakan bahan bekas (sampah) untuk mengoptimalkan penanaman keteladanan dan pemibasaan dengan pendekatan saintifik anak dengan menggunakan 3R sebagai strateginya melalui program-program di Forum HIMPAUDI. Karena hasil yang positif yang dimunculkan, 3R direkomendasikan kepada : (1) Rekan – rekan pendidik PAUD, (2) Orang tua dan masyarakat, ( 3) Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan untuk menjadikan sebuah panduan agarsenantiasa memberikan dukungan penuh kepada setiap program dan metode pembelajaran di PAUD sehingga strategi 3R dapat lebih maksimal lagi.Kata kunci: Mengurangi, Digunakan Lagi Dan Mendaur Ulang 
STUDI DESKRIPTIF TENTANG METODE HYPNOTEACHING PADA ANAK USIA DINI zahro, ifat fatimah; rohmalina, rohmalina; nafiqoh, heni
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p64-72.1473

Abstract

Metode Hypnoteaching merupakan suatu keahlian untuk memberikan ‘pesan’ ke dalam bawah sadar sehingga anak tersebut terdorong untuk melaksanakan pesan tersebut. Pesan yang dimaksud adalah sugesti berisi serangkaian kalimat verbal yang diucapkan oleh guru kepada anak dengan tujuan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran dengan metode Hypnoteaching di lembaga PAUD berikut faktor penghambat dalam penggunaan metode ini. Jadi fokus masalah dalam penelitian ini yakni belum optimal penggunaan metode yang digunakan dalam upaya pembelajaran yang menyenangkan bagi anak dan minimnya kemampuan sebagian guru dalam penggunaan beragam metode yang sesuai dengan tahap usia anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi dan subjek yang diteliti ialah PAUD Terpadu Tunas Siliwangi, anak usia 4-5 tahun dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan beberapa tahapan yang teorinya menggunakan teknik sugesti serta pola interaktif. sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu memberikan perubahan pada anak.Kata kunci: Metode Hyphnoteaching,anak usia dini
Gambaran Paternal Accesibility dalam Pendidikan Anak Usia Dini Dilihat dari Persepsi Guru Rohmalina, Rohmalina; Wulansuci, Ghina; Alam, Syah Khalif; Lestari, Ririn Hunafa
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1477

Abstract

Salah satu isu yang sedang berkembang di bidang pendidikan anak usia dini adalah pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga yang diberikan orang tua sebagai lingkungan belajar yang sangat dekat dengan anak usia dini. Kemudian dilanjut dengan pendidikan sekolah sebagai lembaga social yang bertujuan menyelenggarakan proses pendidikan. Peran orang tua dan sekolah dibutuhkan agar anak dapat mengembangkan diri secara optimal. Akan tetapi hasil pengamatan diperoleh bahwa orang tua yang terlibat dalam program sekolah identic dengan kehadiran ibu tanpa ayah. Maka dari itu tujuan penelitian ini ingin mengetahui salah satu dimensi keterlibatan ayah yaitu paternal accessibility di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket sebagai instrument yang dilakukan disalah satu gugus terpadu Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 responden sebanyak 2  responden (13, 3%) sudah paham dan 13 responden (86,7%) mulai memahami tentang paternal accessibility. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara lapangan guru belum banyak paham tentang dimensi keterlibatan ayah dengan kebutuhan anak atas kehadiran ayah tanpa adanya interaksi secara langsung.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN ANAK USIA DINI KELOMPOK B MELALUI METODE OPEN ENDED Rohmalina, rohmalina; Komala, Komala
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p%p.2135

Abstract

In this study the researcher concluded the results of the two groups studied, namely the experimental group and the control group. In the experimental class the researchers gave treatments using the open-ended method, while for the control group the researchers provided treatments using ordinary learning using children's worksheets (LKA). The study began with conducting a pretest and posttest in both groups. The results of this study are that the open-ended method can develop children's abilities in recognizing the concept of numbers (Rohmalina et al., 2021). Based on the results of the independent t-test, the posttest data shows that the p value is 0.01. And 0.01 <0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted, thus the posttest results (after the treatment) are stated to have increased after the treatment was carried out using the open-ended method. 
Balok sebagai Permainan Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Karakter Kerja Sama Wati, Irma; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.24402

Abstract

The cooperative character of children in Group B1 at Kober Griya Alam had not developed optimally, as seen in some children who were still focused on their activities during playtime, were unwilling to share toys with peers, tended to be selfish, did not want to compromise, and showed a lack of responsibility during learning. Therefore, block play media was used to foster a sense of responsibility and cooperation, as this type of play involves collaborative activities that can strengthen cooperative character. The purpose of this study was to examine the improvement in cooperative character among children in Group B1 aged 5–6 years through the use of block play media, using the Classroom Action Research method. Data were collected through observation and analyzed using quantitative descriptive techniques in the form of percentage calculations. The subjects of this study were 10 children from Group B1 at Kober Griya Alam. The results showed an improvement in children’s cooperative character from 40.83% initially to 45.83% in the first cycle, remaining at 45.83% in the second cycle, and increasing to 87.5% in the third cycle. It can be concluded that block play media can effectively improve the cooperative character of children in Group B1 at Kober Griya Alam.
Permainan Tradisonal sebagai Upaya dalam Meningkatkan Kemampuan Logika Matematika Anak Usia Dini Nirawati, Eliana; Rohmalina, Rohmalina; Azhar, Aghnia Farrassyania
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26454

Abstract

Kemampuan logika  matematika anak usia dini berhubungan erat dengan perkembangan kognitif pada anak usia dini. Salah satu kemampuan logika matematika anak yaitu mengenal lambang bilangan 1-10 dan berhitung awal. Tetapi sebagian besar anak kelompok B di paud Melati masih rendah dalam kemampuan logika matematikanya dan Salah satu faktor penyebabnya adalah media pembelajaran yang kurang menarik sehingga membuat anak kurang bersemangat dan termotivasi dalam belajar.  Untuk memotivasi anak diperlukan metode yang menarik salah satunya adalah permainan tradisional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan logika matematika setelah di stimulus melalui permainan tradisional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian 15 anak usia 5-6 tahun dengan 3 guru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data secara kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi dari ketiga permainan menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan kemampuan logika matematika anak. Dari 15 anak yang diteliti pada permainan engklek untuk mengenal lambang bilangan 3 anak sudah menunjukkan kategori berkembang sangat baik (BSB) 9 anak menunjukkan kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan 2 anak menunjukkan kategori mulai berkembang (MB). Melihat hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan logika matematika anak yang dilakukan oleh guru melalui permainan tradisional. The mathematical logic ability of early childhood is closely related to cognitive development in early childhood. One of the mathematical logic abilities of children is recognizing the symbols of numbers 1-10 and early counting. However, most children in group B at Melati Preschool are still low in their mathematical logic ability, and one of the causal factors is the learning media that is less interesting so children are less enthusiastic and motivated to learn. To motivate children, an interesting method is needed, one of which is traditional games. The purpose of this study was to determine the increase in mathematical logic ability after being stimulated through traditional games. The method used in this study was descriptive qualitative. The subjects of the study were 15 children aged 5-6 years with 3 teachers. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Qualitative data analysis techniques through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of observations from the three games showed that traditional games can improve children's mathematical logic abilities. Of the 15 children studied in the hopscotch game to recognize number symbols, three children showed a very good development category, nine children showed a category of developing according to expectations, and two children showed a category of starting to develop. Seeing these results shows an increase in children's mathematical logic abilities carried out by teachers through traditional games.
Urgensi Kemampuan Computional Thinking melalui Pembelajaran Coding di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Aminiati, Maria; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.24660

Abstract

Bonus demografi Indonesia dapat menjadi masalah serius jika tidak diimbangi dengan kesiapan kompetensi dan cara berpikir. Hal ini merupakan suatu tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini. Computational thinking sebagai salah satu cara berpikir merupakan salah satu jawaban untuk menjawab tantangan tersebut. Penerapan computational thinking dapat dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu melalui pembelajaran coding. Melalui pembelajaran coding diharapkan anak-anak memiliki kemampuan berpikir komputasi atau computational thinking yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan anak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai urgensi computational thinkingmelalui pembelajaran coding di lembaga PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku, modul dan artikel ilmiah mengenai urgensi computational thinking. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa  computational thinking sangat penting untuk diterapkan karena memiliki banyak manfaat.  Salah satu cara menerapkan computational thinking adalah melalui pembelajaran coding di satuan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.   Indonesia’s demographic bonus could become a serious challenge if not balanced with adequate competencies and a ready mindset. Therefore, early preparation is essential. Computational thinking, as a way of problem-solving, offers one potential solution to this challenge. The introduction of computational thinking can begin in early childhood education through coding lessons. Such lessons are expected to foster computational thinking skills in children, which provide numerous benefits for their future lives. The purpose of this study is to describe the urgency of developing computational thinking through coding lessons in early childhood education institutions. This research employed a literature study with a qualitative analysis approach. The data consisted of secondary sources such as books, modules, and scientific articles related to computational thinking. The results of the analysis indicate that computational thinking is highly important to implement due to its wide-ranging benefits. One effective way to introduce computational thinking is through coding lessons in early childhood education institutions.