Claim Missing Document
Check
Articles

Tipologi Nafkah Keluarga Penyadap Karet PTPN XII Sumber Tengah Di Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember ari eko, Ari Eko Wicaksono; Prayuginingsih, Henik; Fathiyah Fauzi, Nurul
Agri Analytics Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/agri.v2i2.2264

Abstract

Tanaman karet memiliki peranan yang besar dalam kehidupan perekonomian Indonesia, baik sabagai penghasil keuntungan usaha maupun sebagai tempat mencari nafkah, seperti masyarakat di sekitar kebun karet PTPN XII Sumber Tengah di Desa Silo Kabupaten Jember yang banyak berprofesi sebagai penyadap getah pohon karet. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tipologi nafkah keluarga penyadap karet, dan (2) menganalisis pengelolaan nafkah keluarga penyadap karet PTPN XII Sumber Tengah, Desa Silo, Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2023. Sampel Penelitian ini adalah penyadap karet di PTPN XII Perkebunan Sumber Tengah sebesar 44 orang atau 25% dari populasi penyadap karet di lokasi penelitian, terdiri atas 37 penyadap karet laki-laki dan 7 penyadap karet perempuan. Data diolah dengan metoda tabulasi silang dan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tipologi nafkah keluarga penyadap karet adalah pendapatan menyadap berkisar antara Rp1.050.000-Rp2.100.000 per bulan, selain itu 40% penyadap laki-laki memiliki pekerjaan sampingan, sedangkan penyadap perempuan yang memiliki pekerjaan sampingan sebanyak 42,86%, (2) rata-rata pengeluaran rumah tangga penyadap karet laki laki mencapai Rp1.073,883 per bulan sedangkan perempuan Rp1.215,756 per bulan, lebih dari 50% diantaranya digunakan untuk keperluan pangan dengan ratio pemenuhan pendapatan terhadap konsumsi sebesar 1,97 pada keluarga penyadap laki-laki dan 1,51 pada keluarga penyadap perempuan, kelebihan pendapatan digunakan untuk membeli ternak atau perhiasan.
Kemitraan Petani Tembakau Dengan PT. Pandu Sata Utama Di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Mohamad Holil Baihaki; Widjayanti, Fefi Nurdiana; Fauzi, Nurul Fathiyah
Agri Analytics Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/agri.v2i2.2313

Abstract

Abstrak: Tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui bentuk pelaksanaan kemitraan petani tembakau dengan PT. Pandu Sata Utama di Kecamatan Kalisat, (2) Mengetahui dampak yang dirasakan petani selama bermitra dengan PT. Pandu Sata Utama, (3) Mengetahui berapakah pendapatan usahatani tembakau yang melakukan kemitraan dengan PT. Pandu Sata Utama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, kualitatif dan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kalisat. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis pendapatan dengan jumlah responden 30 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Pola kemitraan yang dijalankan oleh petani mitra di Kecamatan Kalisat menggunakan pola Inti Plasma, (2) Pelaksanaan kemitraan antara PT. Pandu Sata Utama memberikan dampak positif seperti jaminan harga, adanya kemitraan dapat mengurangi resiko produksi dengan adanya pendampingan teknis, kemitraan bisa meningkatkan kesejahteraan petani, mendapatkan jaminan midal dari perusahaan, dan memberikan dampak negatif seperti harga tembakau tidak stabil, petani tidak dapat melakukan tawar menawar, peani memiliki resiko harga lebih rendah, adanya ketidakadilan petani satu sama lain, (3) Kemitraan yang terjalin memberikan keuntungan bagi petani. Besarnya pendapatan yang diterima Rp. 428,437,911. Dengan total biaya Rp. 760, 803,066 dan total penerimaan Rp. 1,189,240,978. Kata Kunci: Kemitraan, Usahatani dan Tembakau. Abstract: Tobacco is a leading commodity in Jember Regency. The objectives of this research are: (1) To find out the form of implementation of the partnership between tobacco farmers and PT. Pandu Sata Utama in Kalisat District, (2) Knowing the impact felt by farmers while partnering with PT. Pandu Sata Utama, (3) Find out how much income a tobacco farming business in partnership with PT. Pandu Sata Utama. This research uses quantitative, qualitative and descriptive methods. The research location was carried out in Kalisat District. The analysis method uses descriptive analysis and income analysis with a total of 30 respondents. The results of the research concluded that (1) The partnership pattern implemented by partner farmers in Kalisat District uses the Plasma Core pattern, (2) Implementation of a partnership between PT. Pandu Sata Utama provides positive impacts such as price guarantees, partnerships can reduce production risks with technical assistance, partnerships can improve farmers' welfare, get midal guarantees from companies, and negative impacts such as unstable tobacco prices, farmers cannot bargain, farmers have the risk of lower prices, there is injustice between farmers towards each other, (3) The existing partnership provides benefits for farmers. The amount of income received was Rp. 428,437,911. With a total cost of Rp. 760, 803,066 and total receipts Rp. 1,189,240,978. Keyword: Partnership, Farming and Tobacco.
Persepsi dan Ketertarikan Siswa SMA Terhadap Profesi Petani (Studi Kasus : SMA N 3 Jember) Rosa, Firlana; Prayuginingsih, Henik; Fauzi, Nurul Fathiyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.17333

Abstract

In recent years, the agricultural sector has experienced the Aging Farmer phenomenon in almost all over the world, both developed and developing countries. The Aging Farmer phenomenon is a condition where the number of young farmers is less than the number of old farmers. This study aims to analyze: (1) the perception of SMAN 3 Jember students towards the profession of farmer; (2) the interest of SMAN 3 Jember students towards the profession of farmer.; (3) the relationship between the perception of SMAN 3 Jember students and their interest in the profession of farmer; (4) efforts to reduce the Aging Farmer phenomenon in SMAN 3 Jember students. The study used primary and secondary data with a sample size of 51 male students and 27 female students in grade XII. Data were analyzed using the Likert Scale, Descriptive Analysis and Spearman Rank Correlation. The results of the study showed that: (1) SM N 3 Jember students have a good perception of the profession of farmer with an average score of 72.19%; (2) the interest of SMAN 3 Jember students towards the profession of farmer is categorized as good with an average score of 71.54%; (3) There is a strong and significant relationship between perception and students' interest in the farming profession (rs= 0.702); (4) one of the efforts to reduce the aging of farmers in the SMAN 3 student environment is the existence of farmer income that guarantees life as answered by 35.90% of students.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT TEMPE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS MASYARAKAT Nurul Fathiyah Fauzi; Zuhrotul Eka Yulis; Ayesie Natasa Zulka
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.2088

Abstract

Desa Suci merupakan salah satu desa di Kabupaten Jember yang mempunyai prevalensi stunting tinggi dengan angka prevalensi sebesar 13,4%.  Pemberantasan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan gizi dan ketahanan pangan masyarakat melalui diversifikasi pangan. Usaha yang berkembang di Desa Suci adalah produksi tempe. Setiap kuintal produksi tempe menghasilkan 65% tempe dan 35% sisanya merupakan limbah padat (sisa ampas, tempe gagal, dan tempe busuk) yang tidak dimanfaatkan. Upaya penanggulangan stunting di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember dengan memanfaatkan limbah padat tempe sebagai kuah kaldu dengan sasaran ibu-ibu peserta Program Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan engan tahapan sosialisasi dan pendampingan, penyuluhan, pelatihan pengolahan limbah padat tempe dengan metode pengering nampan, evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan ini secara umum dapat terlaksana dengan baik, dimana setiap kegiatan dalam pengabdian ini berhasil diselesaikan. Peserta pelatihan anggota Program Kesejahteraan Keluarga diajarkan untuk memberikan bahan tambahan seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan merica untuk menambah cita rasa pada bubuk yang telah dibuat. Untuk memastikan kualitas rasa dari kaldu bubuk yang telah dibuat, tim pelaksana membandingkannya dengan produk kaldu MSG yang dijual di pasaran yang kemudian dievaluasi bersama dengan anggota Program Kesejahteraan Keluarga. Hasil yang diperoleh, menurut peserta, kaldu bubuk dari limbah tempe memiliki rasa yang lebih ringan dan gurih dibandingkan dengan produk kaldu komersial. Jadi lebih aman jika diberikan sebagai bahan tambahan makanan.
Studi Sosial Ekonomi Pekerja Musim Di PTPN IV Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Purwanto, Muhammad Syahrul Ramadhan; Nurdiana , Fefi; Fauzi , Nurul Fathiyah
SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities Vol 2 No 2 (2025): SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities
Publisher : Empat Sembilan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63232/ssh.v2i2.59

Abstract

Jember Regency is known as one of the main tobacco producing regions in Indonesia. The number of tobacco processing factories has increased labor absorption. Small family income is still the main factor that causes many housewives and even family heads to become seasonal workers: (1) Describe the seasonal worker recruitment system; (2) identify the factors driving workers to become seasonal workers at PTPN I Regional IV; (3) analyze the contribution of seasonal workers' income. This research uses a quantitative descriptive approach with factor identification using a research questionnaire. Sampling used total sampling, which amounted to 40 people. Data collection was done through observation, interviews, literature study, and documentation. Data analysis used intervals from the total answers to the research questionnaire. From the research results it can be concluded that: (1) the recruitment system at PTPN I Regional IV is divided into five stages; (2) the wage indicator is the main driver of someone becoming a seasonal worker; (3) the contribution of seasonal workers' income to family income is moderate with an average percentage of 58.87%..
Rencana Pengembangan Kedai Kopi Angkringan Helikopter di Kabupaten Bondowoso Ajusalanov, Tirta Ashar; Widjayanti, Fefi Nurdiana; Fauzi, Nurul Fathiyah
Agri Analytics Journal Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/agri.v3i1.2712

Abstract

Kedai kopi merupakan tempat tren saat ini yang biasa disebut angkringan, banyaknya angkringan yang muncul membuat persaingan semakin ketat. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui faktor internal (2) faktor eksternal yang dimiliki angkringan helikoper serta, (3) mencari alternatif strategi pengembangan dalam mempertahankan bisnis di Angkringan Helikoper Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada Angkringan Helikopter. Sampling sebanyak 5 orang terdiri dari 2 owner dan 3 konsumen tetap. Penelitian ini menggunakan perhitungan IFAS dan EFAS dengan metode Analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa: (1) faktor internal angkringan helikopter yaitu variasi menu yang beragam, harga yang terjangkau, menjaga kualitas produk, citarasa produk, pelayanan yang baik terhadap konsumen, suasana kedai nyaman, lokasi berdekatan dengan yang lain, promosi penjualan belum maksimal, SDM yang terbatas, pengelolaan keuangan secara manual dan kurangnya fasilitas penunjang, (2) faktor eksternal angkringan helikopter yaitu lokasi strategis dipusat kota, adanya paguyuban angkringan, tren penjualan meningkat, perubahan gaya hidup masyarakat, dukungan kebijakan pemerintah terhadap UMKM, tingkat persaingan yang tinggi, ketergantungan pada cuaca, harga bahan baku yang tidak stabil, lemahnya daya beli masyarakat, razia petugas keamanan dan adanya protes dari warga, (3) alternatif strategi yang bisa diterapkan Angkringan Helikopter adalah memperluas jangkauan pasar, menciptakan menu inovasi baru dengan mengikuti tren dan memberikan promosi diskon dihari tertentu.
Analisis Perilaku Konsumen dalam Pembelian Buah Lokal di Kabupaten Jember Nurul Fathiyah Fauzi; Rafazri Akbar Hartanto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53709

Abstract

Perilaku konsumen buah diperlukan sebagai bahan informasi bagi pedagang buah dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku konsumen, menentukan proses pengambilan keputusan pembelian dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian buah-buahan di kios wilayah kota Jember. Data diperoleh dari 75 responden dengan menggunakan metode convenience sampling dan diteliti dengan analisis sikap (Ab), analisis norma subjektif (SN), analisis perilaku konsumen (B~BI) dan analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam membeli buah-buahan di kios wilayah kota Jember adalah sebagai berikut: (1) pada kios Wilayah Kaliwates (kios Sari Buah), berada dalam perilaku pasti iya, yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan; (2) pada kios Wilayah Sumbersari (kios Pandawa), pasti iya perilaku yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan; (3) pada kios Wilayah Patrang (barokah), berada dalam perilaku pasti iya, yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian buah-buahan di wilayah kota Jember berturut-turut adalah faktor harga (harga sesuai manfaat dan harga lebih terjangkau), faktor produk (keyakinan, motivasi dan persepsi), faktor distribusi (ketersediaan, pelayanan penjual dan lokasi) , faktor budaya (kebiasaan konsumsi), faktor individu (usia, Pendidikan, pekerjaan dan gaya hidup) dan faktor sosial (keluarga, teman dekat dan rekan kerja).
Analisis Wilayah Komoditas Cabai Rawit di Kabupaten Jember Torik, Rifky; Widjayanti, Fefi Nurdiana; Fauzi, Nurul Fathiyah
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i1.1953

Abstract

Dari sisi ekonomi, cabai rawit termasuk komoditas dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi yang tercermin dari kontribusi dalam perkembangan inflasi Indonesia. Hal ini disebabkan permintaan konsumen terhadap komoditas cabai rawit cukup tinggi sementara ketersediaan cabai rawit dipasaran sangat minim. Hal inilah yang menyebabkan harga jual cabai rawit di pasaran mengalami peningkatan signifikan (Wehfany et al., 2022). Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui kecamatan di Kabupaten Jember yang merupakan sektor basis cabai rawit. (2) mengetahui derajat lokalita dan (3) mengetahui derajat spesialisasi komoditas cabai rawit di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah metode analitik dan deskriptif dan analisis data (1) Location Quetiont (LQ) (2) analisis lokalita (Lp) dan (3) analisis  spesialisasi (Sp). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) sektor basis komoditi cabai rawit di Kabupaten  Jember berada di 29 Kecamatan dari 31 Kecamatan yaitu Kecamatan Ajung, Ambulu, Arjasa, Bangsalsari, Balung, Gumukmas, Jelbuk, Jenggawah, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Kencong, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari, Panti, Pakusari, Patrang, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumberjambe, Sumbersari, Tanggul, Tempurejo, Umbulsari, dan Wuluhan, dengan nilai LQ rata-rata yaitu 2,21 yang artinya Kabupaten Jember  dapat memenuhi kebutuhan wilayahnya sendiri sebesar 1 dan untuk ekspor ke wilayah lain sebesar 1,21 (2) Karakteristik persebaran komoditas cabai rawit di wilayah Kabupaten Jember tidak terlokalita dengan nilai koefisien rata-rata lokalita sebesar 0,07. (3) Karakteristik pengusahaan komoditas cabai rawit di Kabupaten Jember tidak terspesialisasi dengan nilai koefisien spesialisasi rata-rata sebesar 0,09.
Analisis Perilaku Konsumen Cokelat Vicco di Kabupaten Jember Fauzi, Nurul Fathiyah; Aprillia, Sugesti Dwi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18183

Abstract

One of the main commodities that become the superior of the plantation sector is cocoa. The Covid-19 outbreak has an impact on Vicco's chocolate sales turnover at the Indonesian Coffee and Cocoa Research Center. This study aims to analyze: (1) the profile of respondents and the purchasing decision-making process; (2) the level of consumer satisfaction with Vicco Chocolate.. This research was conducted in Indonesian Coffee and Cocoa Research Center. The selection of this location was done purposively with the consideration that Vicco Chocolate is one of the Counverture chocolate products produced in Jember Regency. The type of research method chosen is descriptive analytical. Determination of sample size was calculated using the Slovin formula with 96 respondents. Data were analyzed using descriptive analysis, Customer Satisfaction Index (CSI), and Importance Performance Analysis (IPA). The results show that (1) the majority of Vicco Chocolate consumers are female with an age range of 17-25 years, domiciled in Jember, the last education level they have is High School (SMA), works as a student, and has an average income average per month < Rp 1.500.000,-; (2) the consumer satisfaction index as measured by CSI is 77.86%, meaning that the majority of consumers are satisfied with the overall performance of the outlet;
Potensi Kehilangan Ekonomi akibat Food Loss dan Food Waste di Kalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Nadiroh, Siti; Prawitasari , Saptya; Fathiyah Fauzi, Nurul
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53704

Abstract

Food loss dan food waste (FLFW) menjadi isu penting yang ada di Indonesia, dimana Indonesia menduduki angka yang tinggi terkait sampah makanan. Dalam pemenuhan makanan setiap harinya rentan akan menyebabkan pemborosan dan mubazir makanan, baik oleh mahasiswa, rumah tangga dan cave, perilaku FLFW memiliki dampak negatif seperti ekonomi, lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi jenis food loss dan food waste yang sering dibuang per  harinya oleh mahasiswa  UNMUH Jember, (2) Menakar jumlah  food loss dan  food waste yang terbuang per hari, (3) Menganalisis potensi kehilangan (ekonomi) food loss dan food waste per hari. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif. dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan food records  dan perhitungan kehilangan ekonomi food loss dan food waste oleh BAPPENAS (2021). Jumlah sampel penelitian yaitu 150 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis food loss dan food waste yang ditemukan dikalangan mahasiswa UNMUH Jember adalah jenis buah-buahan, sayuran, dan lauk,susu dan Sumber Karbohidrat. (2) Temuan jumlah food loss dikalangan mahasiswa UNMUH Jember sebesar 3108,5 gram/hari, dengan nilai rata-rata 20,72 gram per hari dan temuan jumlah food waste sebesar 6727,5 gram/hari, dengan nilai rata-rata 44,85 gram per hari. (3) Potensi kehilangan ekonomi yang diakibatkan oleh food loss dikalangan mahasiswa UNMUH Jember bernilai Rp 68.833/hari dan potensi kehilangan ekonomi yang diakibatkan oleh food waste dikalangan mahasiswa UNMUH Jember sebesar Rp 133.892/ hari.