Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penerapan Pemurnian Air Darurat Pasca Banjir Bandang dengan Pelatihan Masyarakat untuk Peningkatan Ketahanan Lokal di Aceh, Indonesia Ersa, Nanda Savira; Yusrizal, Teuku; Gustami, Heri; Akmal, Ajmir; Najmuddin, Najmuddin; Herdianti, Wenny; Prayogo, Wisnu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25352

Abstract

ABSTRAK Banjir bandang di Aceh sering merusak infrastruktur air minum sehingga masyarakat terdampak kehilangan akses terhadap air yang aman. Pemulihan cepat layanan air bersih yang disertai peningkatan kapasitas operasional masyarakat menjadi krusial untuk mencegah dampak kesehatan lanjutan. Artikel ini bertujuan menyajikan model terintegrasi antara penerapan teknologi pemurnian air darurat dan pelatihan teknis berbasis masyarakat pada konteks pascabanjir bandang di Aceh, Indonesia. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan bertahap yang meliputi asesmen kebutuhan cepat, commissioning unit pemurnian air bergerak tipe skid-mounted, pelatihan operator, serta pemantauan rutin. Hasil pengujian kualitas air menunjukkan penurunan parameter fisik-kimia dari air baku menuju air hasil olahan hingga air minum, yang mengindikasikan peningkatan kualitas air secara konsisten selama periode operasional, dengan tren stabilitas parameter yang menunjukkan efektivitas sistem dalam berbagai kondisi kualitas air baku lapangan yang berfluktuasi. Selain itu, evaluasi kepuasan masyarakat menunjukkan mayoritas responden menyatakan puas terhadap aspek layanan, kinerja sistem, serta dampak program terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar air, dengan tingkat kepuasan yang tinggi pada indikator aksesibilitas, keandalan sistem, dan kemudahan operasional di tingkat pengguna lokal. Unit yang diterapkan mampu memulihkan akses air yang lebih aman bagi masyarakat terdampak serta menjaga stabilitas operasional dalam kondisi lapangan yang fluktuatif. Selain itu, pelatihan meningkatkan kompetensi operator lokal dan memperkuat praktik penanganan air yang aman di tingkat rumah tangga. Model integrasi antara teknologi pemurnian non-kimia dan pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan pendekatan yang praktis dan replikatif untuk penyediaan air minum darurat pascabanjir, dengan menekankan pengendalian risiko rekontaminasi dan keberlanjutan operasional berbasis komunitas. Kata Kunci: Banjir Bandang, Pemurnian Air Darurat, Pelatihan Masyarakat, Air Minum Aman, Respons Bencana.  ABSTRACT Flash floods in Aceh frequently damage drinking water infrastructure, resulting in the loss of access to safe water for affected communities. Rapid restoration of clean water services, combined with strengthening community operational capacity, is essential to prevent further public health risks. This article aims to present an integrated model that combines the deployment of emergency water treatment technology with community-based technical training in a post-flash flood context in Aceh, Indonesia. The program was implemented through a participatory and phased approach, including rapid needs assessment, commissioning of a skid-mounted mobile water treatment unit, operator training, and routine monitoring. Water quality assessment results indicate a consistent reduction in physico-chemical parameters from raw water to treated water and final drinking water, demonstrating stable performance of the system under fluctuating field conditions. In addition, community satisfaction evaluation shows that most respondents expressed high satisfaction with service delivery, system performance, and program impact on health and basic water needs, particularly in terms of accessibility, system reliability, and operational ease at the local user level. The deployed unit successfully restored access to safer water for affected communities while maintaining operational stability under variable field conditions. Furthermore, the training program improved local operator competence and strengthened safe water handling practices at the household level. This integrated approach, combining non-chemical water treatment technology and community empowerment, provides a practical and replicable model for post-flood emergency drinking water supply, emphasizing recontamination risk control and community-based operational sustainability. Keywords: Flash Flood, Emergency Water Purification, Community Training, Safe Drinking Water, Disaster Response.