Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal sylva scienteae

HUBUNGAN PERUBAHAN KESEHATAN HUTAN DENGAN PENDAPATAN PETANI (STUDI KASUS HUTAN RAKYAT DI DESA KUBU BATU) Safe’i, Rahmat; Yuwono, Slamet Budi; Winarno, Gunardi Djoko; Asmarahman, Ceng; Darmawan, Arief; Hidayat, Wahyu; Gunawan, Rhezandy; Fajri, Ahmad Khairil
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13965

Abstract

A healthy community forest can provide optimal benefits for the environment and the economy, particularly in increasing farmers' income. This study aims to analyze changes in community forest health and its relationship to farmers' income in Kubu Batu Village, Way Khilau District, Pesawaran Regency. The Forest Health Monitoring (FHM) method was used to assess forest health, while quantitative analysis was employed to calculate farmers' income. Data were collected through interviews and ecological assessments in the field. The results showed a significant decline in forest health conditions from 2020 to 2024, with the average health score decreasing from 7.35 to 4.68. Additionally, a positive correlation was found between forest health and farmers' income, where better forest conditions resulted in higher income for farmers. However, the strength of this relationship slightly weakened in 2024. The decline in forest health was largely due to forest fires, which affected biodiversity and land productivity. Therefore, restoration efforts and better forest management are necessary to maintain productivity and improve the welfare of community forest farmers.Hutan rakyat yang sehat dapat memberikan manfaat optimal bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat, terutama dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi kesehatan hutan rakyat dan hubungannya dengan pendapatan petani di Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah Forest Health Monitoring (FHM) untuk menilai kondisi kesehatan hutan serta analisis kuantitatif untuk menghitung pendapatan petani. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penilaian ekologi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam kondisi kesehatan hutan dari tahun 2020 ke 2024, dengan rata-rata nilai kesehatan menurun dari 7,35 menjadi 4,68. Selain itu, terdapat hubungan positif antara kondisi kesehatan hutan dan pendapatan petani, di mana semakin baik kondisi hutan, semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh petani. Namun, kekuatan hubungan ini sedikit melemah pada tahun 2024. Penurunan kesehatan hutan sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan, yang berdampak pada biodiversitas dan produktivitas lahan. Oleh karena itu, upaya pemulihan dan pengelolaan hutan yang lebih baik diperlukan untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani hutan rakyat.
ANALISIS VEGETASI HUTAN MANGROVE DESA PEMATANG KUALA, KECAMATAN TELUK MENGKUDU, KABUPATEN SERDANG BERDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA Mahfudziah, Jilan Rona; Winarno, Gunardi Djoko; Iswandaru, Dian; Dewi, Bainah Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15035

Abstract

Desa Pematang Kuala merupakan salah satu desa di Kecamatan Teluk Mengkudu yang memiliki luas wilayah hampir 80% berupa hutan mangrove. Hutan mangrove di desa ini merupakan hutan mangrove yang dikelola secara bersama oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi mangrove guna mengetahui kelestarian hutan mangrove di Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan petak contoh berukuran 10x10 m² secara systematic sampling with random start, jalur transek yang diterapkan sepanjang 141,42 m. Pengumpulan data dilakukan pada 3 blok (perlindungan, pemanfaatan 1 dan pemanfaatan 2) dengan jumlah total 15 petak contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mangrove yang mendominasi pada setiap blok penelitian adalah Avicennia marina, dengan nilai Indeks Nilai Penting (INP) yang tinggi di semua fase pertumbuhan (semai, pancang, dan pohon) dengan rata rata nilai INP 136,13%. Keanekaragaman jenis mangrove pada blok perlindungan lebih tinggi dengan nilai (H’) 0,80 dibandingkan blok pemanfaatan dengan nilai (H’) 0,30 akibat dipengaruhi oleh tekanan aktivitas manusia seperti perikanan, tambak, dan pembuangan limbah. Nilai indeks keanekaragaman, kekayaan, dan kemerataan menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di lokasi penelitian masih tergolong rendah.