Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis perbedaan asupan kalsium, magnesium, zink, dan aktivitas fisik berdasarkan kejadian dismenorea pada remaja putri atlet di SMA Negeri Ragunan Yulia Wahyuni; Dhea Sabha Fasya; Anugrah Novianti
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i1.213

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri yang terjadi terutama di perut bagian bawah yang dapat menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis. Faktor yang memengaruhi dismenorea antara lain defisiensi asupan zat gizi dan aktivitas fisik. Asupan zat gizi yang berpengaruh pada dismenorea diantaranya adalah asupan kalsium, magnesium dan zink. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan asupan kalsium, magnesium, zink, dan aktivitas fisik berdasarkan kejadian dismenorea di SMA Negeri Ragunan (Khusus Olahragawan). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik dengan desain case control. Responden dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok dismenorea dan tidak dismenore, dengan masing-masing kelompok berjumlah 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik responden, data asupat zat gizi mikro yang dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner Physical Activity Level, data kram perut saat menstruasi dikumpulkan menggunakan Numerical Rating Scale. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Independent t-Test dan Mann Whitney. Hasil: Ada perbedaan yang signifikan pada variabel asupan kalsium, asupan magnesium, dan aktivitas fisik (p<0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada variabel asupan zink (p>0,05). Kesimpulan: Ada perbedaan asupan kalsium, asupan magnesium, dan aktivitas fisik pada remaja putri atlet yang mengalami dismenorea dan tidak mengalami dismenorea. Tidak ada perbedaan asupan zink pada remaja putri yang mengalami dismenorea dan tidak mengalami dismenorea.
Formulasi Dodol Tinggi Energi Untuk Ibu Menyusui dari Puree Kacang Hijau (Vigna radiata l), Puree Kacang Kedelai (Glycine max), Dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Annisa Millenda Sari; Vitria Melani; Anugrah Novianti; Lintang Purwara Dewanti; Mertien Sa&#039;pang
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 10, No 2 (2020): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.10.2.2020.49-60

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan ASI yang lancar akan membantu kesuksesan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui selama 6 bulan. Kandungan ASI dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dan status gizi. Asupan zat gizi makro makanan perlu ditingkatkan selama menyusui, selain itu harus didukung dengan mengkonsumsi bahan pangan yang dapat meningkatkan ASI karena selama menyusui ibu membutuhkan asupan energi yang lebih untuk pemulihan setelah persalinan dan proses metabolisme pembentukan ASI. Tujuan: Menganalisis perbedaan daya terima (warna, aroma, rasa, tekstur) dan analisis kandungan gizi dodol dengan penambahan puree kacang hijau, puree kacang kedelai, dan buah naga merah dari berbagai formula. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eskperimen dengan 4 formulasi yaitu F0, F1, F2, F3. Uji nilai gizi yang dilakukan yaitu kadar proksimat. Uji daya terima menggunakan Visual Analog Scale dengan 30 orang panelis konsumen. Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova (95% CI) dan Uji lanjut Duncan. Hasil: Hasil nilai gizi dan tingkat kesukaan panelis konsumen yang terpilih adalah formulasi (F3) dengan kadar lemak 6,56 g, kadar air 16,7 g kadar serat kasar 0,9 g, karbohidrat 71,5 g, protein 4,56 g, kadar abu 0,61 g, dan energi 363,3 g. Kesimpulan: Ada pengaruh penambahan puree kacang hijau, puree kacang kedelai, dan buah naga merah dengan daya terima terhadap parameter rasa, warna, aroma dan tekstur dan nilai gizi.
Pengetahuan gizi, asupan natrium, kalium, vitamin D berhubungan dengan tekanan darah ibu hamil Anugrah Novianti; Anindiya Billa Mustika; Erry Yudhya Mulyani
Darussalam Nutrition Journal Vol 5, No 2 (2021): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v5i2.5041

Abstract

Latar belakang: Hipertensi dalam kehamilan merupakan komplikasi pada kehamilan dan salah satu penyebab kematian ibu dan bayi di seluruh dunia. Sekitar 5% kehamilan terjadi pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi. Faktor risiko hipertensi pada kehamilan adalah pengetahuan, asupan natrium, kalium dan vitamin D. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan, asupan natrium, kalium dan vitamin D dengan tekanan darah ibu hamil. Metode: Observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional.  Untuk mengukur skor pengetahuan diperoleh dengan kuesioner pengetahuan hipertensi kehamilan. Asupan natrium, kalium, vitamin D menggunakan form recall 2x24 jam. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Pearson Product Moment untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan asupan vitamin D dengan tekanan darah, uji Spearman untuk menganalisis hubungan asupan natrium dan kalium dengan tekanan darah menggunakan metode cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan tekanan darah p=0,153 (p>0,05) dan nilai r=-0,205, asupan natrium berhubungan signifikan dengan tekanan darah p=0,001(p<0,05) dan nilai r=0,687, asupan kalium tidak berhubungan signifikan dengan tekanan darah p=0,056 (p>0,05) dan nilai r=0,326, sedangkan asupan vitamin D berhubungan signifikan dengan tekanan darah p=0,028 (p<0,05) dan nilai r=-0,311.
Hubungan Kebiasaan Olahraga, Rasio Lingkar Pinggang Pinggul, dan Kebiasaan Merokok dengan Kadar Kolesterol Total Pasien Poliklinik Jantung: The Relationship of Sports Habits, Circumference Waist Hip Ratio, and Smoking Habits with Total Cholesterol Levels Heart Policlinic Patients Reni Purnama Indah Lestari; Harna; Anugrah Novianti
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.755 KB) | DOI: 10.33860/shjig.v1i1.117

Abstract

High cholesterol levels constitute 56% of the factors that contribute greatly to the cause of CHD. Coronary heart disease (CHD) is a disease of the heart and blood vessels caused by narrowing of the coronary arteries. The purpose of this study to analyze the relationship of sports habits, circumference waist hip ratio, consumption pattern, level of fiber adequacy, and smoking habits with total cholesterol levels heart policlinic patients RSUD Banten. This type of research uses a cross sectional design, with a sample of 96 respondents namely heart policlinic patients. Analysis of the data used in this study is the Chi-square test. The Results show Respondents with normal nutritional status were 66.70%, respondents who consumed cholesterol-lowering drugs were 55.2%. Respondents with normal cholesterol levels were 53.10%, respondents with exercise habits were 56.25%, respondents with RLPP were at a risk of 71.87%. Respondents did not smoke as much as 66.70%. There was a relationship between exercise habits, hip waist circumference ratio, to total cholesterol levels (p <0.05). There is no relationship between smoking habits on total cholesterol levels (p> 0.05). This study concluded that the sports habits, RLPP, affect total cholesterol levels, while smoking does not affect total cholesterol levels.
Peningkatan Pengetahuan Mengatasi Alergi Pada Balita Melalui Edukasi Online Gizi Prita Dhyani Swamilaksita; Anugrah Novianti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): January
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.301 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v1i1.19

Abstract

Alergi pada balita telah berkembang menjadi masalah kesehatan yang cukup serius karena angka kejadiannya terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Prevalensi alergi telah meningkat maka alergi harus dianggap sebagai masalah kesehatan utama, dimana 5-15% populasi anak di seluruh dunia menderita alergi. Faktor resiko alergi pada balita disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Banyak kasus berhubungan dengan peranan pemberian ASI ekslusif dan paparan dini terhadap makanan pendamping ASI dapat digunakan sebagai faktor protektif terhadap kemuculan alergi pada balita. Pola pemberian makan pada anak, khususnya balita tidak terlepas dari peran ibu sebagai manajer rumah tangga yang juga dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, pendapatan, banyak anak dalam keluarga, paritas, dan sebagainya. Penanganan yang baik untuk anak penderita alergi dapat memperbaiki pola makannya sehingga lambat laun dapat beradaptasi dengan makanan yang dimakan. Tujuan utama dari pegabdian masyarakat ini yaitu meningkatan pengetahuan mengenai penanganan alergi pada balita kepada masyarakat luas dan ibu yang memiliki anak penderita alergi pada khsusunya sehingga pemberian makan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan dapat dilakukan dengan baik. Kegiatan edukasi perlu dilakukan secara lebih luas sehingga materi yang telah disusun dapat tersosialisasikan ke masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak dengan alergi melalui edukasi gizi secara online.
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik di Puskesmas Cikupa, Kabupaten Tangerang Anugrah Novianti; Tyas Putri Utami; Rifka Dewi Kherunnisa; Nisa Indriani
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2022): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.985 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v2i03.121

Abstract

Nutritional problems that are often encountered in pregnant women include Chronic Energy Deficiency (CED). Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition of a person who suffers from chronic (chronic) food shortages, which is characterized by an upper arm circumference (LILA) < 23.5 cm, resulting in health problems. The purpose of community service activities is to look at the effectiveness of the supplementary feeding program for pregnant women with SEZ for 3 weeks. According to the service team survey, the high number of pregnant women who are at high risk (experiencing anemia and CED) from 10 villages in the Cikupa District Health Center, namely around 247 pregnant women with SEZ and 494 pregnant women with anemia throughout 2021. The method of service is case study, persuasive and educative to the community. The results of the service showed that there was a difference in the weight of pregnant women (n=27) before and after the PMT intervention for 3 weeks, so that giving PMT was considered effective for increasing the weight of pregnant women with SEZ significantly.
Penilaian Status Gizi dan Pengetahuan Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah Sebagai Bentuk Aktivasi Kegiatan UKS Anugrah Novianti; Tyas Putri Utami
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.122 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i1.908

Abstract

Permasalahan gizi anak usia sekolah di Indonesia menurut data Riskesdas 2018 adalah anak dengan kategori pendek/stunting mencapai 30,7%, sementara yang gemuk 8% dan anemia 26%. Permasalahan gizi pada anak sekolah inilah yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa datang, dikarenakan anak merupakan generasi penerus bangsa. Sehingga pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang dan penilaian status gizi serta dapat mengoptimalkan kembali fungsi UKS dan berfokus pada permasalahan gizi anak sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SDN Kedoya Utara 01 Jakarta Barat dengan responden yaitu seluruh siswa sekolah dasar yang berjumlah 422 anak. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk gabungan dari beberapa bentuk kegiatan, yaitu pengambilan data status gizi siswa, penilaian pengetahuan gizi seimbang serta edukasi gizi seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas 1-6 memiliki status gizi normal, namun terdapat 18,8% siswa kelas 1-3 yang berstatus gizi obesitas dan 9,1% berstatus gizi kurang. Dilihat dari tingkat pengetahuan siswa kelas 4-6 rata-rata memiliki skor pengetahuan ?50 yang artinya memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Hasil dari pengabdian masyarakat ini pun menunjukkan distribusi tingkat kecukupan energi protein pada siswa kelas 4-6, dimana didapatkan bahwa 67,8% dan 42,7% siswa memiliki tingkat kecukupan energi protein defisit ringan hingga berat, selain itu sebesar 54,9% dan 75,2% siswa memiliki tingkat kecukupan lemak dan karbohidrat dengan kategori defisit ringan hingga berat.
Pembuatan Roti Kering dengan Penambahan Ikan Lele (Clarias Batracus) dan Bayam (Amarantus Tricolor, I.) Sebagai Snack Alternatif MP-ASI Sumber Protein dan Zat Besi Sita Pramesti Dewi; Anugrah Novianti; Reza Fadhilla; Dudung Angkasa; Lintang Purwara Dewanti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.33

Abstract

Kecukupan gizi sangat penting untuk kesehatan baduta, kesehatan baduta ini berhubungan erat dengan fase pertumbuhan mereka. Masa baduta disebut sebagai "Periode Emas" dimana pondasi tumbuh kembang, pola berpikir, kemampuan berbicara, perkembangan mental dan intelektual berkembang secara intensif. Pada periode ini, baduta membutuhkan camilan alternatif yang dibuat dari makanan lokal yang bergizi seperti lele dan bayam. Secara umum, pembuatan roti menggunakan tepung gandum yang hanya mengandung nutrisi makro dan beberapa nutrisi lainnya. Melalui penambahan lele dan bayam diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi roti, terutama protein dan zat besi. Mengetahui pengaruh penambahan lele dan bayam dari kue kering ke tingkat protein, zat besi dan penerimaan kue kering. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada 4 formula roti kering yang berbeda dengan tambahan lele dan bayam. Analisis yang dilakukan ialah uji daya terima (mutu hedonic dan uji hedonik), analisis proksimat dan analisis kandungan zat besi. Uji daya terima panelis dan karakteristik organoleptik yang paling disukai adalah formula F1. Sedangkan kandungan protein dan zat besi F1 ialah 12,78 g dan 12,93 mg. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan lele dan bayam ke dalam adonan roti, menunjukkan kandungan tinggi nilai protein dan zat besi. Formula F1 dapat dijadikan kudapan alternatif MP-ASI baduta karena mengandung sumber protein dan zat besi
HUBUNGAN POLA KONSUMSI DAN TINGKAT KECUKUPAN SERAT DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PASIEN POLIKLINIK JANTUNG Reni Purnama Indah Lestari; Harna Harna; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v1i1.4551

Abstract

Kadar kolesterol yang tinggi merupakan 56% faktor yang berkontribusi besar dalam penyebab terjadinya PJK. Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung dan pembuluh darah yang disebabkan karena penyempitan arteri koroner. Tujuan dari analisis ini adalah untukmengetahui hubungan kebiasaan olahraga, RLPP, pola konsumsi, tingkat kecukupan serat, dan kebiasaan merokok dengan kadar kolesterol total pasien poliklinik jantung RSUD Banten.Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan sampel sebanyak 96responden yaitu pasien poliklinik jantung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil analisis didapatResponden dengan status gizi normal sebanyak 66.70%, responden yang mengonsumsi obat penurun kolesterol sebanyak 55.2%. Responden dengan kadar kolesterol normal sebanyak 53.10%. Responden dengan pola konsumsi baik sebanyak 68.75%. Responden dengan asupan serat cukup sebanyak 47.90%. Terdapat hubungan antara pola konsumsi dan tingkat kecukupan serat, terhadap kadar kolesterol total(p<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pola konsumsi, dan tingkat kecukupan serat,mempengaruhi kadar kolesterol total.
HUBUNGAN SISA MAKAN DAN KONSUMSI MAKANAN DARI LUAR TERHADAP LAMA HARI RAWAT PADA PASIEN ANAK YANG MENDAPATKAN MAKAN BIASA DI RSJ. Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Ulfah Sulistiowati Sudarto; Laras Sitoayu; Mertien Sa’pang; Prita Dhyani; Anugrah Novianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.9

Abstract

Salah satu indikator standar mutu penyelenggaraan makanan Rumah Sakit adalah sisa makan. Kurang dari 20% merupakan angka yang harus dicapai dalam tolak ukur keberhasilan dalam standar pelayanan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan banyaknya sisa makanan dan konsumsi makanan luar rumah sakit terhadap lama hari rawat pada pasien anak yang mendapatkan diit biasa di RSJ. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan uji Chi-Square dengan sampel sebanyak 26 pasien. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Hasil Analisis deskriptiff dengan uji Chi-Square berdasarkan sisa makan didapat nilai p-value 0,05 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan lama hari rawat dengan nilai p-value 0,280, 0,937, 0,583, 0,640, 0,271. Untuk makanan dari luar dan lama hari rawat dengan uji didapatkan nilai p-value 0,05 atau 0,275. Kesimpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara  sisa makan dan konsmsi makanan dari luar dengan  lama hari rawat. Saran : Agar sisa makanan pada pasien anak tidak tinggi, perlu adanya evaluasi menu anak serta standar porsi yang sesuai dengan kondisi pasien. Kata Kunci: lama hari rawat, makanan dari luar, sisa makanan