Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Roti Kering dengan Penambahan Ikan Lele (Clarias Batracus) dan Bayam (Amarantus Tricolor, I.) Sebagai Snack Alternatif MP-ASI Sumber Protein dan Zat Besi Sita Pramesti Dewi; Anugrah Novianti; Reza Fadhilla; Dudung Angkasa; Lintang Purwara Dewanti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.33

Abstract

Kecukupan gizi sangat penting untuk kesehatan baduta, kesehatan baduta ini berhubungan erat dengan fase pertumbuhan mereka. Masa baduta disebut sebagai "Periode Emas" dimana pondasi tumbuh kembang, pola berpikir, kemampuan berbicara, perkembangan mental dan intelektual berkembang secara intensif. Pada periode ini, baduta membutuhkan camilan alternatif yang dibuat dari makanan lokal yang bergizi seperti lele dan bayam. Secara umum, pembuatan roti menggunakan tepung gandum yang hanya mengandung nutrisi makro dan beberapa nutrisi lainnya. Melalui penambahan lele dan bayam diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi roti, terutama protein dan zat besi. Mengetahui pengaruh penambahan lele dan bayam dari kue kering ke tingkat protein, zat besi dan penerimaan kue kering. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada 4 formula roti kering yang berbeda dengan tambahan lele dan bayam. Analisis yang dilakukan ialah uji daya terima (mutu hedonic dan uji hedonik), analisis proksimat dan analisis kandungan zat besi. Uji daya terima panelis dan karakteristik organoleptik yang paling disukai adalah formula F1. Sedangkan kandungan protein dan zat besi F1 ialah 12,78 g dan 12,93 mg. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan lele dan bayam ke dalam adonan roti, menunjukkan kandungan tinggi nilai protein dan zat besi. Formula F1 dapat dijadikan kudapan alternatif MP-ASI baduta karena mengandung sumber protein dan zat besi
PERBEDAAN IMT, HEMOGLOBIN, ALBUMIN, UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH (DATA SEKUNDER) Ainun Nurhaliza; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.705 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4821

Abstract

Malnutrisi pada pasien hemodialisis menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Untuk itu perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin, penilaian status gizi yang dapat dilakukan pada pasien hemodialisis adalah dengan menggunakan antropometri yaitu perhitungan IMT, dan biokimia. Adanya penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, menjadi salah satu resiko terjadinya malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Albumin, Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Hemodialisa Dengan Dan Tanpa Diabetes Melitus Di RSIJ Cempaka Putih (Data Sekunder). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 66 responden. Data IMT menggunakan BB kering dan TB pasien, serta kadar Hb, albumin, ureum, dan kreatinin yang diperoleh dari rekam medik responden. Analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independen dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara IMT (pValue=0,0001), kadar hemoglobin (pValue=0,0001), albumin (pValue=0,0001), ureum (pValue=0,0001), dan kreatinin (pValue=0,0281) pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus. Kesimpulannya, ada perbedaan antara IMT, kadar hemoglobin, albumin, ureum, dan kreatinin pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus.
Model Media Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Food Loss and Waste (FLW) Behavior pada Ibu Rumah Tangga selama Pandemi Covid-19 Prita Dhyani Swamilaksita; Harna Harna; Mertien Sa’pang; Anugrah Novianti; Jihan Salsabila Putri Azazi; Elisabeth Lasmaida Pakpahan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i2.919

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi pangan Indonesia, dimana terjadi peningkatan kebutuhan pangan akibat masyarakat dianjurkan untuk dirumah saja. Selain itu, akses pangan mengalami penurunan dikarenakan sebagian besar masyarakat harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Kesadaran masyarakat diperlukan dalam mengurangi kebiasaan FLW karena dampak kehilangan zat gizi yang diakibatkan dapat mempengaruhi asupan zat gizi individu. Tujuan penelitian yaitu menganalisa perbedaan pengetahuan ibu rumah tangga sebelum dan setelah diberikan media edukasi berupa buku saku mengenai FLW. Penelitian quasi experimental dilakukan selama 7 bulan, yaitu dimulai pada bulan Juni-Desember 2021. Penelitian dilakukan pada ibu rumah tangga di Tanah Sareal, Kota Bogor. Lebih dari separuh responden memiliki pengetahuan yang baik sebelum edukasi dan perilaku FLW yang kurang baik. Edukasi dengan media buku saku meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga khususnya, mengenai penyebab dan dampak FLW terhadap lingkungan, status gizi, dan ekonomi, serta strategi penanggulangannya. Meskipun contoh sisa makanan, terjadinya FLW, dan pemilihan bahan makanan sudah meningkat skornya tetapi masih sangat rendah (< 50%). Mayoritas ibu rumah tangga masih belum memahami benar mengenai materi tersebut sehingga pengembangan buku saku diperlukan, khususnya untuk lebih menjelaskan detail mengenai item pertanyaan yang belum dipahami. Penambahan contoh dan gambar mungkin membantu para ibu untuk memahami lebih baik lagi.
Do bagASI Change the Exclusive Breastfeeding Knowledge and Attitudes? Wido Gamani; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Lintang Purwara Dewanti; Anugrah Novianti
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.874 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4804

Abstract

AbstractThe achievement of exclusive breastfeeding (EBF) in the world and in Indonesia is still low. One of the obstacles to EBF is that the mother works. Cooler bag is a familiar media for working mothers to provide breast milk. This research uses modified cooler bags which contain information on how to provide EBF for working mothers, called bagASI. This study aims to determine the effect of bagASI on the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women. The research method is Quasi Experimental with Pre Test - Post Test and the number of respondents is 34 working pregnant women. Respondents were divided into 2 groups, namely the intervention group who received education using bagASI and the control group using leaflets. The Paired Sample T-test showed an effect on the level of knowledge and attitudes (p≤0.05) in both two groups. The Independent Sample T-test found that there was a difference in knowledge (p≤0.05) between the intervention and the control group, while in the attitude there was no difference (p≥0.05). Providing education using bagASI can increase the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women, so bagASI can be utilized as education tool.AbstrakCapaian pemberian ASI Eksklusif di dunia dan di Indonesia masih rendah. Kendala pemberian ASI Eksklusif di antaranya adalah karena ibu bekerja. Salah satu media yang dikenal ibu bekerja untuk memberikan ASI adalah cooler bag. Penelitian ini menggunakan cooler bag yang didesain dengan penambahan informasi cara pemberian ASI Eksklusif bagi ibu bekerja pada bagian luarnya, disebut bagASI. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bagASI terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil yang bekerja. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan Pre Test-Post Test Control Group Design dan jumlah responden sebanyak 34 orang ibu hamil yang bekerja. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi menggunakan media bagASI dan kelompok kontrol menggunakan leaflet. Berdasarkan uji Paired Sample T-test menunjukkan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap (p≤0.05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji Independent Sample T-test didapatkan hasil ada perbedaan pengetahuan (p≤0.05) antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sedangkan pada sikap tidak terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p≥0.05). Pemberian edukasi menggunakan bagASI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil sehingga bagASI dapat digunakan sebagai media edukasi.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI DAN TINGKAT KECUKUPAN SERAT DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PASIEN POLIKLINIK JANTUNG Reni Purnama Indah Lestari; Harna Harna; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v1i1.4551

Abstract

Kadar kolesterol yang tinggi merupakan 56% faktor yang berkontribusi besar dalam penyebab terjadinya PJK. Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung dan pembuluh darah yang disebabkan karena penyempitan arteri koroner. Tujuan dari analisis ini adalah untukmengetahui hubungan kebiasaan olahraga, RLPP, pola konsumsi, tingkat kecukupan serat, dan kebiasaan merokok dengan kadar kolesterol total pasien poliklinik jantung RSUD Banten.Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan sampel sebanyak 96responden yaitu pasien poliklinik jantung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil analisis didapatResponden dengan status gizi normal sebanyak 66.70%, responden yang mengonsumsi obat penurun kolesterol sebanyak 55.2%. Responden dengan kadar kolesterol normal sebanyak 53.10%. Responden dengan pola konsumsi baik sebanyak 68.75%. Responden dengan asupan serat cukup sebanyak 47.90%. Terdapat hubungan antara pola konsumsi dan tingkat kecukupan serat, terhadap kadar kolesterol total(p<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pola konsumsi, dan tingkat kecukupan serat,mempengaruhi kadar kolesterol total.
HUBUNGAN SISA MAKAN DAN KONSUMSI MAKANAN DARI LUAR TERHADAP LAMA HARI RAWAT PADA PASIEN ANAK YANG MENDAPATKAN MAKAN BIASA DI RSJ. Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Ulfah Sulistiowati Sudarto; Laras Sitoayu; Mertien Sa’pang; Prita Dhyani; Anugrah Novianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.9

Abstract

Salah satu indikator standar mutu penyelenggaraan makanan Rumah Sakit adalah sisa makan. Kurang dari 20% merupakan angka yang harus dicapai dalam tolak ukur keberhasilan dalam standar pelayanan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan banyaknya sisa makanan dan konsumsi makanan luar rumah sakit terhadap lama hari rawat pada pasien anak yang mendapatkan diit biasa di RSJ. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan uji Chi-Square dengan sampel sebanyak 26 pasien. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Hasil Analisis deskriptiff dengan uji Chi-Square berdasarkan sisa makan didapat nilai p-value 0,05 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan lama hari rawat dengan nilai p-value 0,280, 0,937, 0,583, 0,640, 0,271. Untuk makanan dari luar dan lama hari rawat dengan uji didapatkan nilai p-value 0,05 atau 0,275. Kesimpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara  sisa makan dan konsmsi makanan dari luar dengan  lama hari rawat. Saran : Agar sisa makanan pada pasien anak tidak tinggi, perlu adanya evaluasi menu anak serta standar porsi yang sesuai dengan kondisi pasien. Kata Kunci: lama hari rawat, makanan dari luar, sisa makanan
Praktik Pemberian Makan dan Status Gizi Balita di Masa Pandemi Covid 19 : Praktik Pemberian Makan dan Status Gizi Balita di Masa Pandemi Covid 19 Salma Rasyidah; Anugrah Novianti; Dudung Angkasa; Idrus Jus'at; Harna
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.92-98

Abstract

Background: Nutritional problems in children under five in Indonesia, such as stunting, obesity, and wasting, are still nutritional problems that are a concern to be addressed, especially during this Covid-19 pandemic. There are limitations in several ways, including access to get healthy food. These influences mothers' feeding practices to fulfill their children's needs less to fulfilled. The feeding practiced  to children under five is one of the indirect factors which changes in nutritional status. Objectives: To identify the association between feeding practices and the nutritional status children under five during the Covid-19 pandemic. Methods: The research design was using cross-sectional with a sample of 57 respondents of mothers with children 3-5 years old in Cikupa Health Center Tangerang District. Feeding practice data using the CFPQ (Comprehensive Feeding Practice Questionnaire) from 12 aspects of feeding practiced characteristics there are giving pressure when eating, limitations food for controlling body weight, using food for rewards, using food for controlling children's emotions, limitations food for healthy, controlling children eating behavior, education about food nutrition, encourage children eating variations and balanced food, using the healthy environment for eating healthy at home, influence children for planning and serving food, monitoring children intake, and giving the example of good and right eating and for the nutritional status data using the Z-score indicators of weight for age, height for age, and weight for height. For bivariate analysis using Spearman rho correlation. Results: The results of the analysis using Spearman rho correlation showed there is a positive relationship between feeding practices where mothers involved children in meal planning and nutritional status of weight for age (p=0,019; r=0,3116), monitoring intake and nutritional status of height for age (p=0,005; r=0,366), encouraging varied and balanced children's food intake in weight for height (p=0,012; r=0,331). Conclusion: Feeding practice with aspect of involving children in meal planning, a monitoring children intake and encouraging varied and balanced diet of children has a positive relationship with children nutritional status changes in pandemic Covid-19.
Model Media Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Food Loss and Waste (FLW) Behavior pada Ibu Rumah Tangga selama Pandemi Covid-19 Prita Dhyani Swamilaksita; Harna Harna; Mertien Sa’pang; Anugrah Novianti; Jihan Salsabila Putri Azazi; Elisabeth Lasmaida Pakpahan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i2.919

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi pangan Indonesia, dimana terjadi peningkatan kebutuhan pangan akibat masyarakat dianjurkan untuk dirumah saja. Selain itu, akses pangan mengalami penurunan dikarenakan sebagian besar masyarakat harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Kesadaran masyarakat diperlukan dalam mengurangi kebiasaan FLW karena dampak kehilangan zat gizi yang diakibatkan dapat mempengaruhi asupan zat gizi individu. Tujuan penelitian yaitu menganalisa perbedaan pengetahuan ibu rumah tangga sebelum dan setelah diberikan media edukasi berupa buku saku mengenai FLW. Penelitian quasi experimental dilakukan selama 7 bulan, yaitu dimulai pada bulan Juni-Desember 2021. Penelitian dilakukan pada ibu rumah tangga di Tanah Sareal, Kota Bogor. Lebih dari separuh responden memiliki pengetahuan yang baik sebelum edukasi dan perilaku FLW yang kurang baik. Edukasi dengan media buku saku meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga khususnya, mengenai penyebab dan dampak FLW terhadap lingkungan, status gizi, dan ekonomi, serta strategi penanggulangannya. Meskipun contoh sisa makanan, terjadinya FLW, dan pemilihan bahan makanan sudah meningkat skornya tetapi masih sangat rendah (< 50%). Mayoritas ibu rumah tangga masih belum memahami benar mengenai materi tersebut sehingga pengembangan buku saku diperlukan, khususnya untuk lebih menjelaskan detail mengenai item pertanyaan yang belum dipahami. Penambahan contoh dan gambar mungkin membantu para ibu untuk memahami lebih baik lagi.
PERBEDAAN IMT, HEMOGLOBIN, ALBUMIN, UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH (DATA SEKUNDER) Ainun Nurhaliza; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4821

Abstract

Malnutrisi pada pasien hemodialisis menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Untuk itu perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin, penilaian status gizi yang dapat dilakukan pada pasien hemodialisis adalah dengan menggunakan antropometri yaitu perhitungan IMT, dan biokimia. Adanya penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, menjadi salah satu resiko terjadinya malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Albumin, Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Hemodialisa Dengan Dan Tanpa Diabetes Melitus Di RSIJ Cempaka Putih (Data Sekunder). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 66 responden. Data IMT menggunakan BB kering dan TB pasien, serta kadar Hb, albumin, ureum, dan kreatinin yang diperoleh dari rekam medik responden. Analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independen dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara IMT (pValue=0,0001), kadar hemoglobin (pValue=0,0001), albumin (pValue=0,0001), ureum (pValue=0,0001), dan kreatinin (pValue=0,0281) pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus. Kesimpulannya, ada perbedaan antara IMT, kadar hemoglobin, albumin, ureum, dan kreatinin pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus.
Asupan Energi, Lemak, Beban Glikemik, Indeks Massa Tubuh Dengan Persen Lemak Visceral Anugrah Novianti; Mertien Sa’Pang; Diva Cynthia Putri
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v4i1.9667

Abstract

Central obesity is a condition of excess abdominal fat (central fat) which occurs due to lack of physical activity and an unbalanced diet so that more fat accumulation occurs in the abdomen (Visceral Fat). Central obesity also increases the risk of degenerative disease causing a reduced response of pancreatic beta cells to increased blood glucose. To determine the relationship between Energy Intake, Fat, Glycemic Load, Body Mass Index (BMI), and Percent of Visceral Fat in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Kebon Jeruk Public Health Center. This study used a cross-sectional design and a descriptive correlation study. The sample is about 62 respondents.Data collection techniques used a 2 x 24-hour food recall questionnaire, BIA (Bioelectrical Impedance Analysis), glucometer, food photo books, and the Nutrisurvey application. Correlation tests showed that there are corre Energy Intake (p = 0.014), Fat Intake (p = 0.013), BMI (p = 0.006), and Glycemic Load (p = 0.035). Energy intake, fat intake, glycemic load, and BMI have a significant relationship with visceral fat percentages in type 2 DM patients. Keywords: Central Obesity, Energy, and Glycemic Load
Co-Authors Abna, Inherni Marti Ahzaini Laili, Nur Ainun Nurhaliza Anindiya Billa Mustika Anna Yuliana, Anna Annisa Millenda Sari Aprianti, Linda Aprilita Rina Yanti Cahyani, Cahyani Cahyani Della Mahdalia Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Sita Pramesti Dewi, Tyas Laksita Dhea Sabha Fasya Diva Cynthia Putri Dudung Angkasa Dwi Juliani, Kurnia Edi Dharmana Elisabeth Lasmaida Pakpahan Elsye Meilinda Br Sembiring Meliala Elysia Rafa Azzahrah Erlita Cahaya Rizkiah Erry Yudhya Mulyani Faradillah, Gladys Gifari, Nazhif Hana Atikah Hanifah Reviana Hartono Harna Harna, Harna Hartati, Lilik Sri Hazadina, Tsabitah Idrus Jus'at Idrus Jus’at Jihan Salsabila Putri Azazi Laras Sitoayu Lia Efriyanurika Lubis, Stefany Muh Asrul Irawan, Andi Muhandiyah, Megi Nadiya, Feren Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah, Nadiyah Nadiyah Nisa Indriani Nur Ahzaini Laili Nurbaiti, Syifa Nurhapini, Fatimah Nuzrina, Racmania Nyoman Suci Widyastiti Palupi, Khairizka Citra Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ronitawati Rachmanida Nuzrina Rafa Azzahrah, Elysia Raysah Sadiyah Shidiqah Reni Purnama Indah Lestari Reni Purnama Indah Lestari Retno Widiastuti Reza Fadhilla Rifka Dewi Kherunnisa Rohmah, Alfy Daniyati Sa'pang, Mertien Salma Rasyidah Salma Rasyidah Shidiqah, Raysah Sa’diyah Sita Pramesti Dewi Suci, Nyoman Sukarno, Anita Sundjaya, Tonny Tyas Putri Utami Ulfah Sulistiowati Sudarto Ulfi, Eriliyabuduni Utami, Dessy Aryanti Vitria Melani, Vitria Wahyuni, Yulia Wido Gamani Yulia Wahyuni Zelsya Nabilla Widodo