Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN BURNOUT SEBAGAI FAKTOR PSIKOLOGI KERJA DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PEKERJA DI PT X SURAKARTA Kartika, Ayu Prima; Chahyadhi, Bachtiar; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Ada, Yeremia Rante; Nurriwanti, Nabylla Sharfina Sekar; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Intifada, Winda Suryani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49065

Abstract

Pekerja di industri tekstil khususnya di bagian produksi, sering menghadapi tekanan kerja yang tinggi, tuntutan produksi yang ketat, dan jam kerja yang panjang, yang berisiko menimbulkan burnout. Kondisi ini dapat berdampak pada peningkatan perilaku tidak aman di lingkungan kerja, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan perilaku tidak aman pada pekerja bagian produksi di PT. X Surakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja PT. X Surakarta sebanyak 1.000 orang, dengan sampel sebanyak 96 pekerja yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur burnout serta kuesioner perilaku tidak aman, keduanya menggunakan skala Likert. Hasil analisis bivariat dengan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara burnout dan perilaku tidak aman (p = 0,026; p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pekerja yang mengalami burnout cenderung  melakukan perilaku tidak aman, yang diindikasikan oleh gangguan fungsi kognitif dan emosional seperti kelelahan, depersonalisasi, dan penurunan prestasi diri pekerja, dimana burnout berdampak terhadap penurunan konsentrasi dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Oleh karena itu, pendekatan psikologis penting untuk meminimalkan risiko perilaku tidak aman di lingkungan kerja industri tekstil.
Hubungan Perilaku Penggunaan Laptop dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Dosen Wardani, Tyas Lilia; Fajariani, Ratna; Qadrijati, Isna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2610

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia mengharuskan adanya physical distancing dan pengurangan kegiatan di luar rumah. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengubah gaya hidup di berbagai bidang termasuk pada bidang pendidikan. Pendidik termasuk dosen, melakukan e-learning yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik akibat perilaku penggunaan laptop saat Work from Home (WFH). Salah satu dampak negatif pengunaan laptop yang buruk adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada penelitian ini parameter perilaku penggunaan laptop adalah ukuran laptop, durasi dan frekuensi penggunaan laptop serta postur tubuh saat menggunakan laptop. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku penggunaan laptop dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada dosen. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui cross sectional approach. Sampel penelitian ini sebanyak 175 dosen yang dipilih secara simple random sampling. Kuesioner perilaku penggunaan laptop yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta kuesioner Nordic Body Map yang dibagikan melalui Google form digunakan sebagai instrumen penelitian. Sebagai teknik analisis data digunakan uji korelasi Somers’d. Hasil uji korelasi Somers’d menunjukkan bahwa variabel ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop memiliki nilai p ​​= 0,003 dan 0,022, sedangkan variabel durasi dan frekuensi penggunaan laptop memiliki nilai p = 0,971 dan 0,732. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku penggunaan laptop yang berkorelasi signifikan dengan keluhan MSDs adalah ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop.
Hubungan Perilaku Penggunaan Laptop dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Dosen Wardani, Tyas Lilia; Fajariani, Ratna; Qadrijati, Isna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2610

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia mengharuskan adanya physical distancing dan pengurangan kegiatan di luar rumah. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengubah gaya hidup di berbagai bidang termasuk pada bidang pendidikan. Pendidik termasuk dosen, melakukan e-learning yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik akibat perilaku penggunaan laptop saat Work from Home (WFH). Salah satu dampak negatif pengunaan laptop yang buruk adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada penelitian ini parameter perilaku penggunaan laptop adalah ukuran laptop, durasi dan frekuensi penggunaan laptop serta postur tubuh saat menggunakan laptop. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku penggunaan laptop dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada dosen. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui cross sectional approach. Sampel penelitian ini sebanyak 175 dosen yang dipilih secara simple random sampling. Kuesioner perilaku penggunaan laptop yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta kuesioner Nordic Body Map yang dibagikan melalui Google form digunakan sebagai instrumen penelitian. Sebagai teknik analisis data digunakan uji korelasi Somers’d. Hasil uji korelasi Somers’d menunjukkan bahwa variabel ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop memiliki nilai p ​​= 0,003 dan 0,022, sedangkan variabel durasi dan frekuensi penggunaan laptop memiliki nilai p = 0,971 dan 0,732. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku penggunaan laptop yang berkorelasi signifikan dengan keluhan MSDs adalah ukuran laptop dan postur tubuh saat menggunakan laptop.
PENYULUHAN TENTANG DEHIDRASI DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KELOMPOK WANITA TANI PUTRI MANDIRI KARANGANYAR Sumardiyono; Fajariani, Ratna; Setyawan, Haris; Putri, Rachel Alma Syevina; Ratri, Auraningtyas Kurnia; Nurjanah, Fitriyani; Fitriani, Ila; Mahardika, Muiz; Pradetha, Nabila Dean; Widjanarko, Naufal Tio; Muzakki, Pambayun Khairul Rijal; Putranto, Rofi Shiddieq; Azzahra, Syifa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1449

Abstract

Insufficient knowledge regarding hydration, posture, and ergonomic work practices can potentially lead to dehydration and lower back pain among female farmers in Karanganyar. This community service activity focuses on providing education to address these issues. The program aims to educate female farmers on the importance of adequate hydration, maintaining good posture, and performing stretching exercises to prevent dehydration and lower back pain, ultimately promoting their overall health and well-being. This extension activity aims to enhance female farmers' knowledge and understanding regarding the importance of drinking sufficient water, maintaining good posture, and performing stretching exercises. By improving their knowledge and habits, it is expected that female farmers can prevent dehydration and lower back pain. The extension activity was conducted using a combination of lecture, demonstration, and question-and-answer methods. The materials were developed based on a literature review, consultation with a doctor, and considering the participants' educational level. The evaluation was conducted using pre-test and post-test. The follow-up activities of this extension include providing information, submitting data to the Puskesmas (Community Health Center), and reactivating the Pos UKK (Health Promotion Post). A Self-Awareness Survey revealed high-risk hazards among female farmers, including exposure to extreme weather (heat) which poses a risk of dehydration, and repetitive work movements that potentially lead to lower back pain. This extension activity aimed to improve participants' understanding of the importance of drinking water, maintaining good posture, and performing stretching exercises. The participants' understanding scores increased from an average of 70.5 to 82.5, and this increase was statistically significant (p < 0.05). As a follow-up, the community service team provided posters on dehydration prevention and congratulated the Putri Mandiri Karanganyar female farmer group on the reactivation of their UKK Pos activities. Extension activity on dehydration and lower back pain among female farmers of the Putri Mandiri Karanganyar group effectively improved their understanding (p < 0.05).
PROGRAM MITIGASI BENCANA KEBAKARAN PADA INDUSTRI PENGELOLAHAN PAKAN TERNAK KARANGANYAR Setyawan, Haris; Qadrijati, Isna; Fajariani, Ratna; Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet; Sari, Ica Yuniar; Putri, Pinka Widiani; Utami, Panca Anisa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1707

Abstract

Bencana kebakaran akan menimbulkan banyak kerugian, baik kerugian pada manusia dan harta benda. Oleh karena itu, kesiapsiagaan darurat sangat diperlukan untuk dapat mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran, salah satunya melalui program mitigasi bencana kebakaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan 3 program mitigasi bencana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan tenaga kerja menghadapi kebakaran. Ada 3 metode program dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi program peringatan dini, program simulasi pemadaman api dan program evakuasi bencana. Evaluasi program menggunakan kuestioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 22 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan terjadi peningkatan skor pengetahuan kebakaran, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 6,82 meningkat menjadi skor post-test sebesar 7,6. Penerapan 3 program mitigasi bencana kebakaran ini dapat meningkatkan skor rata-rata pengetahuan pekerja, akan tetapi tidak menunjukkan hasil yang signifikan saat diuji perbedaan menggunakan Uji Paired Sample T-Test (p-value= 0.053).  
RISK FACTORS FOR COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) IN HOSPITAL ADMINISTRATION WORKER Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Qadrijati, Isna; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2587

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau perangkat elektronik. Kondisi ini mengacu pada kumpulan gejala kelelahan mata yang timbul akibat kebiasaan menatap layar komputer atau gadget dalam durasi yang panjang. Pekerja administrasi rumah sakit merupakan bagian penunjang pelayanan pasien yang bekerja selama 8 jam per hari di depan layar komputer yang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan administrasi secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit di Surakarta. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel peneltian ini yaitu pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta sebanyak 128 responden dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak. Instrumen penelitian yang dipakai terdiri dari kuesioner faktor risiko CVS yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner CVS-Q yang disebarkan melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia berhubungan signifikan dengan CVS (p = 0,028 < 0,05), sedangkan faktor risiko masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata tidak berhubungan dengan CVS (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta. Oleh karena itu, responden sebaiknya melakukan senam mata untuk menurunkan gejala CVS.