Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Nilai Karakter Kerjasama dalam Ice Breaking Permainan Kartu Huruf pada Siswa Kelas 2 SDN 1 Kawan Purnami, Ni Made Ayu; Damayanti, Avita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5851

Abstract

Kerjasama sangat efektif dibentuk melalui aktifitas permainan. Salah satu aktivitas pembentukan karakter kerjasama terimplementasi di SDN 1 Kawan Kabupaten Bangli, melalui kegiatan ice breaking kartu huruf. Pengabdian ini bertujuan untuk mengupas pembentukan karakter kerjasama dan nilai-nilai kerjasama yang terkandung di dalam ice breaking permainan berkelompok. Teknik pengumpulan data yang mendukung pengabdian ini adalah (1) observasi dan (2) tindakan. Teknik analisis data pada pengabdian menggunakan teknik Deskriptif kualitatif. Praktik baik ini menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking di SDN 1 Kawan adalah sebuah bentuk kegiatan pembentukan karakter kerjasama. Dalam proses pembentukan karakter kerjasama, fase pertama yang dilalui adalah adanya nilai yang diserap oleh siswa. Nilai tersebut berupa nilai saling memahami, saling menghargai, saling membantu, saling mengatasi kekurangan dan saling menguatkan kebersamaan. Sekolah dan guru perlu menanamkan karakter kerjasama baik saat ini dan secara berkelanjutan. Pembentukan dan pengembangan karakter kerjasama yang difasilitasi melalui kegiatan ini akan menciptakan siswa yang memiliki karakter yang kuat dalam membantu dan menghargai temannya dan mendorong siswa untuk semangat belajar.
Phonological Analysis in Delivering Stories through Video Recording Purnami, Ni Made Ayu; Junipisa, Ni Made Ernila; Wedayanthi, Luh Made Dwi
Linguistics and ELT Journal Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v11i1.15525

Abstract

Postulating the language as means of communication playing crucial role in our daily lives is truly indisputable. A lot of problems occurred in the field of phonology by the students in delivering their speaking performance. This research is intended to analyze the phonological error in the second semester students in performing stories in the form of speaking. The kind of this research is classified as qualitative research which focuses on analyzing students’ utterances, particularly in terms of English phonology. In this study, the data were collected in the form of video-recorded speaking performance and written transcription by the subjects of the research. Furthermore, after a careful and detailed analyzing process by the researcher, it is concluded that most students made several phonological errors in pronouncing some English words. The result of the study showed that diversity of language skills and components particularly pronunciation, fluency, and accuracy is dominantly due to the previous educational background, students’ motivation in learning, the intensity of students’ exercise, students’ current efforts in learning English, and having a grit. By having a grit, the students have passion and perseverance to train themselves in learning English and practicing the English skills for long-term.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Mendongeng Berbasis Cerita Rakyat Di Kelas 5 SD N 1 Kawan Sri Miana Aniari, Dewa Ayu; Purnami, Ni Made Ayu; Numertayasa, I Wayan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2539

Abstract

Pendampingan pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode mendongeng berbasis cerita rakyat di kelas 5 SD N 1 Kawan.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan warisan budaya lokal.  Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat dasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Metode mendongeng juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berbicara dan mendengarkan. Metode yang dipakai oleh peneliti ini metode kualitatif deskriptif yang digungkan wawancara dan observasi kepada wali kelas 5 SD N 1 Kawan yang dilaksakan pada saat kkn. Hasil dari peneliti ini menemukan 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut. Kelompok eksperimen yaitu  lebih dapat komunikasi yang efektif, semua angota kelompok dapat berkomunikasi dengan jelas dan terbuka dan juga berperan lebih jelas , memberikan umpan balik secara positif dan apresiasi untuk memontivasikan siswa kelas 5 . sedangkan kelompok kontrol yaitu  tidak membantu memastikan bahwa efek yang diamati dalam kelompok eksperimen disebabkan eloh intervensi ( mendengarkan cerita rakyat ) , dengan menggunakan kelompok kontrol siswa dapat mengendalikan variabel eksternal yang mungkin memengaruhi hasil eksperimen seperti latar belakang siswa atau factor – factor lingkungan, menerapkan kelompok kontrol tidak dapt membantu bahwa intervensi tidak menyebabkan dampak negative yang tidak diinginkan pada kelompok eksprimen .  
Analisis Kerja Sama Siswa Dengan Game Edukasi Mencocokkan Gambar Panca Indra di Kelas IVB SDN 1 Kawan Swandepi, Ni Luh Rina; Purnami, Ni Made Ayu; Numertayasa, I Wayan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3764

Abstract

Kerja sama memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menyelesaikan sebuah permainan edukasi berkelompok.  Pelaksanaan pengabdian ini sendiri yaitu bertempat di SDN 1 Kawan khususnya pada siswa kelas IV B, kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Jumlah siswa kelas IV B terdiri dari 16 siswa. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama siswa dalam bekerja sama secara tim saat mencocokkan gambar bersama temannya. Teknik pengumpulan data yang mendukung deskripsi best practice ini adalah (1) observasi, (2) kuesioner, (3) wawancara, (4) dokumentasi. Berdasarkan hasil kuesioner, hanya terdapat 4 orang anak memberikan response baik terhadap permainan mencocokkan gambar panca indera, sedangkan 12 siswa lainnya mengatakan lebih menyukai permainan mencocokkan gambar panca indera apabila dilakukan secara mandiri. Melalui kegiatan mencocokkan gambar ini siswa diharuskan untuk bekerja sama secara tim dan melatih kecekatan siswa dalam menyelaraskan antara kecepatan mata untuk melihat gambar dan tangan untuk mengambil gambar yang sesuai dengan gambar lainnya agar menjadi satu kesatuan dengan gambar yang lainnya. Sekolah dan guru perlu lebih banyak mengadakan game edukasi seperti ini sehingga siswa tidak hanya bisa bekerja sama secara tim tetapi siswa juga menjadi lebih bersemangat dalam pembelajaran dikarenakan game ini sangat menantang dan menyenangkan.
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SMKN 1 PAKUAN RATU Purnami, Ni Made Ayu; Santi, Ketut; Janawati , Desak Putu Anom
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5587

Abstract

Speaking skills influence someone in conveying messages in speaking or communicating activities. Not all students are able to speak Indonesian, because sometimes students are still carried away by their respective regional languages. Regional languages ​​are very attached so that students have difficulty explaining using Indonesian, therefore students find it easier to explain using their regional languages. This study seeks to identify the process of analyzing Indonesian speaking skills of class XI agribusiness food crops and horticulture (ATPH) at SMK N 1 Pakuan Ratu. A qualitative descriptive research design was used in this study. The research findings indicate that the majority of XI ATPH students at SMK N 1 Pakuan Ratu are interested in learning Indonesian, but are constrained by the habit of using regional languages ​​in communication. The results show that the motivation and interest of XI ATPH students of SMK N 1 Pakuan Ratu in learning Indonesian are quite high, this is reflected in every learning meeting, these students are very enthusiastic in learning Indonesian language skills. However, students' Indonesian speaking skills do not develop optimally due to environmental factors, habits, and parenting patterns. These students only learn Indonesian when they are in the school environment, while returning to using regional languages ​​in the family or community environment, thus the role of teachers is very crucial in teaching Indonesian, which is expected to enable students to start getting used to communicating in Indonesian outside the school environment.
Semiotic Analysis of Emotional Meaning in the Lyrics of "See You Again" by Charlie Puth, Wiz Khalifa, Justin Franks, and Andrew Cedar Sri Wardani, Ni Komang; Artila Dewi , Ni Putu; Ni Made Ayu Purnami
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.8112

Abstract

Music is an artistic form that can transmit feelings and societal messages. Banoe (2003) argues that music arranges sounds in comprehensible patterns. The art of arranging tones to create a harmonic composition is what the Big Indonesian Dictionary defines as music. The song "See You Again" by Wiz Khalifa and Charlie Puth, released in 2015, is an illustration of how music blends social messages with feelings. The song, which was written as a memorial to Paul Walker, explores themes of friendship, hope, and sadness. The song reached the top of the Billboard Hot 100 and became a worldwide sensation after receiving over 6.3 billion views on YouTube. Using critical discourse analysis and Ferdinand de Saussure’s semiotic theory, this study examines the lyrics of "See You Again" in order to determine the emotional meaning they convey. Exhaustion, an emotional voyage, and hope for a reunion are all described in the lyrics, according to the signifier and sign analysis. This study demonstrates how the song's lyrics inspire a universal message about friendship and loss while also establishing a strong emotional bond with the listener. Key word : music, semiotics, emotional meaning, song lyrics, see you again.
PKM pendampingan pembuatan e-book aplikatif dan penguatan pojok baca di SD Desak Putu Anom Janawati; Ni Made Ayu Purnami; I Ketut Dedi Agung Susanto Putra; I Putu Bayu Andika; Kadek Yogi Dwipayana Putra; Pande Komang Yogi Mahardika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27566

Abstract

Abstrak  Menumbuhkan kapabilitas guru di bidang pembuatan e-book aplikatif dan memperkuat penggunaan pojok baca di sekolah dasar merupakan sasaran dari program. Metode yang digunakan adalah pendampingan yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dimulai dengan identifikasi kebutuhan sekolah, penyusunan materi pelatihan, dan koordinasi dengan pihak sekolah. Tahapan pelaksanaan meliputi pelatihan pembuatan e-book aplikatif dan penguatan pojok baca, yang meliputi sosialisasi teknologi e-book, pelatihan teknis, praktik pembuatan e-book, pengadaan buku, desain dan pengelolaan pojok baca, serta pengenalan kepada siswa.Setelah pelatihan, evaluasi dilakukan melalui angket dan wawancara untuk mengukur keberhasilan program. Hasil angket dari 8 peserta menunjukkan rata-rata skor di atas 4.0, yang mencerminkan kepuasan tinggi terhadap pelatihan. Wawancara dengan guru mengungkapkan pengalaman positif, materi implementasi yang baik, serta tantangan terkait akses teknologi. Peningkatan minat baca siswa juga dilaporkan sebagai dampak positif dari program ini.Program ini berhasil mencapai tujuan dalam meningkatkan keterampilan guru dan memperkuat penggunaan pojok baca. Namun, ada beberapa area yang perlu diperhatikan untuk perbaikan di masa depan, seperti penyediaan akses teknologi yang lebih baik dan sesi pelatihan lanjutan. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada dukungan pihak sekolah dan komitmen guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran mereka.     Kata Kunci : pengabdian kepada masyarakat; aplikatif e-book; pojok baca; keterampilan guru, minat baca siswa.  Abstract    Cultivating the abilities of educators in the field of creating practical e-books and strengthening the use of reading corners in elementary schools are the goals of the program. The method employed is mentoring, those are planning, carrying out, and assessing. Starting by conducting  a needs assessment of the school, develops training materials, and coordinates with the school authorities. The implementation phase includes training on creating practical e-books and reinforcing reading corners, which involves socializing e-book technology, technical training, hands-on practice in e-book creation, procuring books, designing and managing reading corners, and introducing them to students.After the training, evaluation is conducted through surveys and interviews to measure the program's success. Survey results from 8 participants indicate an average score above 4.0, reflecting high satisfaction with the training. Interviews with teachers revealed positive experiences, effective material implementation, and challenges related to technology access. An increase in student reading interest was also reported as a positive outcome of this program.This program successfully achieved its goals of improving teachers' skills and enhancing the use of reading corners. However, there are several areas that need attention for future improvement, such as providing better access to technology and offering follow-up training sessions. The sustainability of this program heavily relies on support from school authorities and teachers' commitment to continuously innovate their teaching methods. Keywords: community service; practical e-book; reading corner; teacher skills; student reading interest.