Claim Missing Document
Check
Articles

Kurikulum Waldorf Berbasis Anthroposophy dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Usia Dini Dini, Hasna Aulia; Muqowim, Muqowim
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7688

Abstract

Banyak anak usia dini masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dirinya secara mandiri, kondisi demikian dipengaruhi oleh pola asuh, kebiasaan keluarga, serta dibentuk dari orang dewasa di lingkungan terdekat dalam pemenuhan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan kurikulum Waldorf berbasis filosofi Anthroposophy dapat mengembangkan kemandirian anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan guru serta orang tua wali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritme harian yang konsisten, pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menerapkan pengalaman langsung, dan melibatkan anak pada tugas rutin keseharian seperti merapikan alat sekolah, makan sendiri, berpakaian, serta mengelola emosi dalam aktivitas keseharian di lingkungan sekolah dapat meningkatkan kemandirian fisik, sosial, dan emosional anak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum Waldorf dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh dalam membentuk kemandirian anak usia dini. Secara teoritis, penelitian ini menambah kajian tentang penerapan Anthroposophy dalam pendidikan anak. Secara praktis penelitian ini memberikan acuan bagi guru, orang tua, dan lembaga PAUD dalam merancang lingkungan belajar yang memberi ruang bagi kemandirian anak sehingga dapat berkembang secara alami.
Learning the Values of Religious Moderation in the Context of Higher Education Andrianto, Andrianto; Sutrisno, Sutrisno; Muqowim, Muqowim
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v14i2.15929

Abstract

Indonesia, as a country with religious and cultural diversity, needs education that teaches moderate and tolerant attitudes, especially in higher education. Yogyakarta State University (UNY) has an important role in instilling religious moderation values to its students to encourage harmony in a plural society. This research aims to explore the implementation of religious moderation values education at UNY and analyse the application of such learning in the context of higher education. The approach used is qualitative with a case study method, where data is collected through in-depth interviews with students, lecturers, and managers of religious education programmes, as well as observations of activities related to religious moderation. The data obtained included interviews with relevant parties, as well as observations of religious education programs at UNY, such as religious education courses, interfaith dialogue forums, and student organisation activities. The results show that UNY has successfully integrated the values of religious moderation through various educational programmes and activities on campus. However, challenges such as differences in religious understanding, the influence of radicalisation from outside the campus, and limited facilities for wider dialogue are still obstacles in this effort.