Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

THE ROLE OF THE MADRASAH PRINCIPAL IN LEARNING QUALITY MANAGEMENT THROUGH A TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP PERSPECTIVE IN MADRASAH IBTIDAIYAH Nurul Hidayah; Meisuri Meisuri
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i3.3112

Abstract

Objective: This study aims to analyze the role of madrasah principals in the management of learning quality from the perspective of transformational leadership in Madrasah Ibtidaiyah. Methods: The method used is qualitative research with a case study approach. The research subjects were madrasah principals, vice principals in charge of curriculum, teachers, and madrasah committees at three State Madrasah Ibtidaiyah in Bandar Lampung City, selected purposively based on A accreditation criteria and academic achievement. Data collection techniques included in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldaña model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was ensured through source triangulation and methodological triangulation. Results: The research findings indicate that madrasah principals who consistently practice transformational leadership are able to improve the quality of learning through four main channels, namely (1) building a shared vision that inspires the entire madrasah community; (2) developing teachers’ professional capacity through needs-based coaching; (3) the creation of an innovative and collaborative learning culture; and (4) the strengthening of a learning evaluation system oriented toward continuous improvement.
Model Pembelajaran Social Emotional Learning (SEL) Terhadap Perkembangan Sosial Generasi Alpha Pada Mata Pelajaran PPKN Kelas IV Di MIN 2 Bandar Lampung Dewanti Intan Lestari; Nurul Hidayah; Yuliyanti; Mardiyah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan sosial generasi alpha pada peserta didik kelas IV, khususnya dalam kemampuan berinteraksi sosial berbasis teknologi pada mata pelajaran PPKn di Madrasah Ibtidaiyah. Pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah menyebabkan peserta didik kurang aktif dalam berpartisipasi dan berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Social Emotional Learning (SEL) terhadap perkembangan sosial generasi alpha pada mata pelajaran PPKn kelas IV di MIN 2 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasi Experimental Design melalui desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 112 peserta didik kelas IV, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur indikator perkembangan sosial generasi alpha meliputi kemampuan menghargai orang lain dan norma sosial, kemandirian, responsivitas terhadap informasi, kemampuan berinteraksi sosial berbasis teknologi, fleksibilitas sosial, dan kreativitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (t-test). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SEL efektif dalam meningkatkan perkembangan sosial generasi alpha pada mata pelajaran PPKn. Model SEL juga diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan aspek sosial emosional peserta didik.
STRATEGIC MANAGEMENT IN SUSTAINABLE EDUCATION THROUGH INTEGRATION OF ENVIRONMENTAL EDUCATION IN THE NATIONAL CURRICULUM Nurul Hidayah; Murtando; Muhammad
Evaluasi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Evaluasi-Edisi Maret
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/400wd643

Abstract

Abstract . Environmental education in the national curriculum plays an important role in shaping the awareness of the younger generation towards global environmental issues. This study aims to describe a comprehensive strategic management to integrate environmental education into the national curriculum, considering the local and global contexts of sustainable education towards implementation, obstacles, challenges and supporting and inhibiting factors. The research method with a qualitative descriptive approach, this study focuses on Madrasah Ibtidaiyah Masyarikul Anwar IV Sukabumi, which has successfully implemented environmental education through the Adiwiyata program. Data were collected through observation, documentation, and content analysis of school activities. Data were analyzed using content analysis where researchers analyzed the contents of the documents that had been collected. The stages in data analysis include data reduction; data presentation; and drawing conclusions. The results of the study indicate that the success of the implementation of environmental education is greatly influenced by school commitment, community involvement, and support from teachers. However, there are obstacles in the form of limited resources, lack of teacher training, and dynamic curriculum changes. In conclusion, the strategic management framework can support the integration of sustainable environmental education, with important notes on the existence of policy support, adequate resources, and collaboration between stakeholders so that environmental education can develop optimally and consistently in the national education system.  
Pengaruh Inquiry Learning Berbantuan Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Diva Soleha Hasanah; Nurul Hidayah; Yuli Yanti
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 2 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i2.11673

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan konvensional sehingga kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Inquiry Learning berbantuan Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Tata Surya di kelas V MI Miftahul Ulum Waringinsari. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,5820 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 0,2435 (kategori rendah). Temuan tersebut menunjukkan bahwa model Inquiry Learning berbantuan Augmented Reality efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA materi Tata Surya di sekolah dasar.
INOVASI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA INSTITUSI: TINJAUAN TERKINI DAN IMPLIKASI PRAKTIS Nurul Hidayah; Agus Apriansyah; Dewi Ningsih; Viggy Anggini; Wakidi Wakidi; Siti Patimah
AT-TAJDID Vol 8 No 2 (2024): JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i2.3380

Abstract

Keberhasilan pendidikan tidak hanya terjadi melalui tatanan pendidikan, tetapi juga diperlukan peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam melakukan pelaksanaan pendidikan. Sumber daya manusia merupakan proses yang dilakukan oleh seorang pimpinan (kepala sekolah) kepada bawahan (tenaga pendidik dan kependidikan) untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Untuk analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, sajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas kinerja institusi berdasarkan tinjauan terkini dan implikasi praktis ialah pentingnya kolaborasi antara staf pengajar, staf manajemen, dan pihak berkepentingan eksternal juga ditemukan sebagai kunci keberhasilan. Rekrutmen yang cermat, pengembangan karyawan yang terfokus, kepemimpinan yang visioner, sistem manajemen kinerja yang terstruktur, dan integrasi teknologi membentuk suatu kesatuan strategis. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan juga menjadi kunci untuk keberlanjutan dan keberhasilan kualitas kinerja lembaga pendidikan. Dengan melakukan hal tersebut sehingga dapat mengelola sumber daya manusia yang lebih efisien, merespon perubahan dengan cepat, dan menciptakan budaya organisasi yang dinamis.Success in education is not only achieved through the educational system but also requires the improved performance of educational institutions in implementing education. Human resource development is a process carried out by a leader (school principal) towards subordinates (educators and education staff) to achieve the goals of the educational institution. The research method used is descriptive qualitative, with data collection conducted using observation and interview techniques. Data analysis involves three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The research results show that human resource development innovation in improving the quality of institutional performance, based on recent reviews and practical implications, highlights the importance of collaboration among teaching staff, management staff, and external stakeholders as a key to success. Careful recruitment, focused employee development, visionary leadership, structured performance management systems, and technology integration form a strategic unity. Collaboration among various stakeholders is also crucial for the sustainability and success of the educational institution's performance quality. By doing so, it can manage human resources more efficiently, respond quickly to changes, and create a dynamic organizational culture.
The Effect of the CIRC Learning Model Using Flipbook Media on the Reading Comprehension Skills of Fourth-Grade Students at Madrasah Ibtidaiyah Dwi Andika Saputra; Nurul Hidayah; Anton Tri Hasnanto
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 11 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v11i2.23208

Abstract

This study was conducted in response to issues faced by students regarding the gap in reading proficiency between those who read fluently and those who still struggle, the limited use of interactive learning media and cooperative learning approaches, and the predominant reliance on conventional methods in face-to-face instruction. This study aims to determine the effect of the CIRC learning model assisted by flipbook media on the reading comprehension skills of fourth-grade students at MIMA 7 Labuan Ratu. This is a quantitative study using a quasi-experimental design. The study population consists of all 47 fourth-grade students. Class IVA, with 23 students, served as the experimental class implementing the learning model supported by flipbook media, while Class IVB, with 24 students, served as the control class implementing the SQ3R model. The sampling technique used was census sampling, employing multiple-choice questions to measure reading comprehension skills. The results of this study indicate that there is a significant effect of the CIRC learning model assisted by flipbook media on the reading comprehension skills of fourth-grade students at MIMA 7 Labuan Ratu. The results of the hypothesis test, normality test, and paired-sample t-test showed a significance value (two-tailed) of 0.000 < 0.05; therefore, H0 was rejected and H1 was accepted, indicating that the implementation of the CIRC learning model aided by flipbook media has an effect on the reading comprehension skills of fourth-grade students at MIMA 7 Labuan Ratu
Model Pembelajaran Paired Storytelling dalam Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar: Tinjauan Systematic Literature Review (2021-2025) Siti Nurhaliza; Nurul Hidayah; Wan Jamaluddin
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai implementasi model pembelajaran Paired Storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa Madrasah Ibtidaiyah pada periode 2021–2025. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar menggunakan Publish or Perish dan penelusuran manual, sehingga diperoleh 226 artikel. Setelah melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, serta seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang dianalisis. Data dianalisis secara tematik dengan bantuan Microsoft Excel dan bibliometrik menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Paired Storytelling secara konsisten meningkatkan keterampilan berbicara siswa, terutama pada aspek kelancaran berbicara, kepercayaan diri, kemampuan bercerita, dan partisipasi dalam pembelajaran. Implementasinya masih didominasi media berbasis teks, meskipun beberapa penelitian telah memanfaatkan media visual, audio-visual, manipulatif, dan keyword notes. Efektivitas model dipengaruhi oleh kesesuaian media pembelajaran dan strategi penerapannya di kelas. Dengan demikian, Paired Storytelling merupakan model pembelajaran kooperatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa Madrasah Ibtidaiyah serta berpotensi mendukung pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih interaktif dan inovatif melalui integrasi media digital.
Pengaruh Joyful Learning Berbasis Gamifikasi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Annisa Oktavia; Nurul Hidayah; Yudesta Erfayliana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.3188

Abstract

Critical thinking is a key twenty-first-century competency that remains insufficiently developed in primary education, particularly in Indonesian language learning. This study aimed to examine the effect of gamification-based joyful learning on the critical thinking skills of fifth-grade students. A quasi-experimental method with a non-equivalent control group design was employed. The study involved 37 fifth-grade students at SDN 1 Purwodadi, Central Lampung, consisting of an experimental group (18 students) and a control group (19 students). The experimental group received gamification-based joyful learning, whereas the control group was taught using a scientific approach. Data were collected through validated and reliable essay-based Pre-test and Post-test instruments and analyzed using an independent samples t-test. The results showed that the experimental group achieved a higher mean Post-test score (82.12) than the control group (72.86). Hypothesis testing revealed a significance value of p < 0.001 (p < 0.05), indicating a statistically significant effect of gamification-based joyful learning on students’ critical thinking skills. These findings demonstrate that integrating gamification elements, including points, badges, leaderboards, and tiered challenges, within an enjoyable learning environment can effectively enhance students’ critical thinking, confidence in expressing opinions, and ability to analyze information in Indonesian language learning.
Pengaruh Pendekatan Model Double Loop Problem Solving (DLPS) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Semester Genap SD Islam At-Tamam Bandar Lampung Halimah; Nurul Hidayah; Reza Ayu Ningrum
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1642

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik tentu berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik.  Apabila kemunduran hasil belajar terjadi secara terus menerus maka dapat berdampak buruk bagi sekolah.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester genap di SD Islam At-Tamam Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksperimen di kelas V Zubair bin Awwam jumlah peserta didik 25 orang dan kelas kontrol di kelas V Thalhah bin Ubaidillah dengan jumlah peserta didik 25 orang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrument dalam bentuk tes dengan jenis pilihan berganda sebanyak 15 soal. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogentitas dan uji hipotesis uji t satu pihak (one tail test). Nilai rata-rata pre-tes diperoleh hasil belajar siswa pada kelas kontrol dan eksperimen adalah 55,736 dan 53,068. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas sama. Setelah diberi perlakuan diperoleh nilai rata-rata post-test pada kelas kontrol dan eksperimen 76,804 dan 91,2. Hasil pengujian hipotesis dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh thitung > ttabel = (6,356 >1,67) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran DLPS (Double Loop Problem Solving) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester genap di SD Islam At-Tamam Bandar Lampung.
Hubungan Pemahaman Membaca dengan Kemampuan Numerasi Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Dwi Arlinda Sari; Nurul Hidayah; Ayu Reza Ningrum
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 4: September 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i4.76758

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya numerasi matematika peserta didik sekolah dasar yang kerap dipicu keterbatasan pemahaman membaca teks kontekstual. Penelitian ini bertujuan menguji korelasi antara pemahaman membaca dan numerasi matematika. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan pada subjek 47 peserta didik kelas V di SDN 03 Bukit Kemuning, Lampung Utara, selama semester genap tahun ajaran 2026 menggunakan teknik sampling jenuh. Alur penelitian dirancang secara terstruktur meliputi tahap persiapan, uji coba instrumen pada 22 siswa non-sampel, pengumpulan data utama, hingga analisis data. Data dikumpulkan melalui teknik tes pilihan ganda (24 butir membaca dan 22 butir numerasi valid), lalu dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji linearitas ANOVA, dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05) dan linear (p=0,484). Uji hipotesis memperoleh koefisien korelasi r=0,442, signifikansi p=0,002<0,05, serta koefisien determinasi R^2=0,195. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan berkategori sedang antara pemahaman membaca dan numerasi matematika dengan kontribusi 19,5%. Penelitian selanjutnya direkomendasikan memperluas cakupan lokasi sekolah dasar dan mengintegrasikan variabel kognitif lain seperti kapasitas memori kerja.