Promosi perpustakaan adalah langkah strategis untuk mendorong ketertarikan dalam membaca dan meningkatkan kedatangan para pengunjung di perpustakaan sebuah universitas swasta seiring dengan kemajuan akses informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan promosi perpustakaan dengan menggunakan konsep bauran promosi dari Kotler dan Keller, dengan menerapkan metode studi literatur yang bersifat deskripsi kualitatif. Data diperoleh dari sejumlah artikel jurnal baik nasional maupun internasional yang mengeksplorasi praktik promosi di lima perpustakaan universitas swasta yang ada di Indonesia, yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Lancang Kuning, Universitas Megarezky Makassar, dan Universitas Multimedia Nusantara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan promosi perpustakaan lebih banyak menggunakan platform media sosial, terutama Instagram, dengan konten digital yang bersifat visual dan interaktif yang terbukti meningkatkan partisipasi pengguna, keberadaan layanan, dan citra positif perpustakaan. Meskipun demikian, penerapan berbagai elemen dalam bauran promosi masih dianggap kurang maksimal karena lebih bersifat informatif dan belum sepenuhnya persuasif. Oleh karena itu, perlu adanya strategi promosi yang lebih terintegrasi dan komprehensif dengan memadukan pendekatan digital dan tradisional untuk meningkatkan minat baca, jumlah kunjungan, serta memperkuat posisi perpustakaan universitas swasta sebagai pusat literasi akademik di era digital.