Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

POLA ASUH AYAH DAN IBU BEKERJA DALAM MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS (STUDI KASUS PADA ORANG TUA SISWA DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGRI AUTIS SUMATRA UTARA Azizah, Nur; Mazdalifah, Mazdalifah; Nurbani , Nurbani
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 9 No. 4 (2024): EDISI OKTOBER
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v9i4.167

Abstract

Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak memiliki peran penting dalam membentuk pola pengasuhan yang baik, terutama bagi anak dengan gangguan perkembangan autisme. Namun, seiring perkembangan zaman, pandangan terkait kesetaraan gender, serta meningkatnya kebutuhan ekonomi, banyak keluarga mengalami perubahan dalam pola komunikasi. Orang tua yang keduanya bekerja sering menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas komunikasi dengan anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh yang diterapkan oleh orang tua bekerja dalam membangun komunikasi dengan anak autis di SLB Negeri Autis Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga pasang orang tua yang anaknya bersekolah di SLB Negeri Autis Sumatera Utara, serta dua informan triangulasi, yaitu guru/terapis dan seorang ahli psikologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teori komunikasi antarpribadi, teori komunikasi keluarga, dan teori pola asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh demokratis yang didukung oleh kasih sayang, serta dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama: konsistensi, pemberian instruksi disertai contoh, dan solusi win-win. Pola komunikasi yang diterapkan ini membantu perkembangan anak autis dalam memahami instruksi dan membangun interaksi yang lebih baik dengan lingkungan.
Effects Parental Verbal and Non-Verbal Abuse on the Teenager’s Self-Disclosure in Pangkalan Mahsyur Villange, Medan Johor Subdistrict Medan Munipality Putri, Hazrina Syahirah; Mazdalifah, Mazdalifah; Kurniawati, Dewi
Journal of Social Science Utilizing Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jssut.v2i1.748

Abstract

Background. The first education that children encounter is from their parents. However, not all parents understand the importance of education. The reality, family becomes a place of ineffective communication. Office of Women’s Empowerment Women’s Empowerment and Child Protection Office of Medan Johor Sub-district, Medan City, in 2022 states that verbal communication violence is a problem today. Based on data from the Central Bureau of Statistics of Medan City in 2023, Kelurahan Pangkalan Mahsyur is the urban village with the largest population in the Medan Johor sub-district. Purpose. The purpose of this research is to determine and analyze the effect of verbal and nonverbal communication violence on adolescent self-disclosure. Method. This research method uses a quantitative approach with descriptive and correlation methods. The data collection technique is probability sampling with 370 samples in Pangkalan Mahsyur Village. Data shows the variable of verbal communication violence, the dimension of yelling obtained a value of 38.9%. Nonverbal communication violence variable, facial expression dimension obtained a value of 41.8%. Results. The results of The results show that the hypothesis H0 is rejected and H1 is accepted that there is an influence of verbal and nonverbal communication violence on self-disclosure. influence of verbal and nonverbal communication violence on the self-disclosure of adolescents in adolescents in Pangkalan Mahsyur Village, Medan Johor Subdistrict, Medan City, with an influence of 5.1%. with a magnitude of influence of 5.1%. Conclusion. The conclusion in this study found that verbal communication violence has a greater influence than nonverbal communication violence.  This means, there is a low categorised relationship between the relationship of verbal communication violence, nonverbal communication violence with adolescent self-disclosure in adolescents.
Family Communication Patterns in Preventing Child Sexual Abuse in Binjai City, North Sumatra Province Riani, Lia; Mazdalifah; Kurniawati, Dewi
Komunika Vol. 21 No. 01 (2025): Mass Communication and Interpersonal Communication
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/komunika.v21i01.18703

Abstract

The purpose of this research is to analyze Family Communication Patterns in Preventing Child Sexual Abuse in Binjai City, North Sumatra Province. The theories used in this research are interpersonal communication, family communication, and child sexual abuse which are relevant to the research conducted by researchers. The research method used in this research is descriptive research method with a qualitative approach. . The informants of this study were six families with the criteria of parents / guardians who have daughters / sons who live in Damai Village, North Binjai District, Binjai City, have never been recorded as perpetrators of sexual violence or victims of sexual violence and live in the same house with their children. The results showed that in preventing sexual violence against children, families in Damai Village, North Binjai District, Binjai City carried out a balanced split pattern of communication. The forms of messages used in preventing child sexual abuse are informative and persuasive. Factors that make family communication effective in preventing child sexual abuse in Kelurahan Damai are the surrounding environment. The local government actively educates the community about the prevention of sexual violence against children and the high level of concern of the surrounding community for child protection, which can be seen from the existence of self-help movements such as the Anak Damai Mengaji movement, the Al-Ma'un Orphan Care Community, and the last one is forming a women's case assistance team. The main obstacle to family communication in preventing sexual violence against children is psychological noise. They tend to feel taboo talking about things related to sexuality between fathers and daughters or mothers and sons. Keywords: Communication Patterns, Family, Sexual Violence
Fenomena Freelance Content Writer di Industri Media Online (Studi Kasus Prinsip Jurnalistik dan Nilai Berita Community Writer di IDN Times) Ritonga, Noniya Dewinta Anggi; Mazdalifah
CONTENT: Journal of Communication Studies Vol. 1 No. 01 (2023): Mass Communication, Political Communication and Interpersonal Communication
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/cjcs.v1i01.11641

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Fenomena Freelance Content Writer di Industri Media Online (Studi Kasus Prinsip Jurnalistik dan Nilai Berita Tulisan Community Writer di IDN Times). Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemenuhan prinsip jurnalistik dan nilai berita dalam tulisan community writer di IDN Times. Teori-teori yang digunakan adalah komunikasi massa, prinsip jurnalistik dan nilai berita. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Objek penelitian adalah tulisan community writer di IDN Times kategori News dan Hype dalam kurun waktu tanggal 26-31 Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulisan community writer di IDN Times kategori News memenuhi dua prinsip jurnalistik, yaitu prinsip keenam memberikan ruang bagi publik untuk memberikan kritik dan ketujuh membuat hal penting menjadi menarik dan relevan, dengan tulisan kategori Hype hanya memenuhi prinsip jurnalistik keenam. Prinsip jurnalistik lainnya tidak ditemukan, karena penulis tidak melakukan liputan langsung melainkan melansirnya dari media lain dan tidak melakukan konfirmasi atau verifikasi sumber. Nilai berita dalam tulisan community writer kategori News ditemukan sebanyak tiga hingga tujuh nilai berita, dengan nilai berita yang selalu ditemukan adalah Timeless, Impact dan Proximity. Dua tulisan community writer kategori Hype memenuhi nilai berita Timeless, satu tulisan memenuhi nilai berita Impact dan tidak ditemukan satupun nilai berita dalam tulisan lainnya. Tidak ditemukannya nilai berita dalam tulisan Hype dipengaruhi oleh sajian berita yang kebanyakan hanya menampilkan foto tanpa narasi yang jelas, peristiwa tidak aktual dan tidak memberikan dampak bagi khalayak. Kata Kunci: Freelance Content Writer, Prinsip Jurnalistik, Nilai Berita
Komunikasi Inovasi dan Perilaku Adopsi Sorgum Bioguma di Kabupaten Langkat Andika Bakti; Iskandar Zulkarnain; Mazdalifah Mazdalifah
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4786

Abstract

Innovation communication is an approach in development communication that aims to introduce an innovation to the community so that it creates a certain effect as something useful. One of the innovations created by the government is sorghum bioguma as an alternative commodity for the purpose of food diversification. This study aims to analyze the innovation communication model of sorghum bioguma; analyze the innovation communication channels of sorghum bioguma; and analyzing the adoption behavior of sorghum bioguma in Pasar VI Kwala Mencirim village, Sei Bingai sub-district, Langkat Regency, North Sumatra. The informants in this study were the Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut) and farmers in Pasar VI Kwala Mencirim village. The research was conducted using a qualitative approach with descriptive methods. The theory used is Everett M Rogers' diffusion of innovation and Ban and Hawkins' Agricultural Extension. Data collection techniques were carried out by interviews, observation and documentation. The results of the study indicated: Communication of sorghum bioguma innovations carried out by BPTP Sumut through four activities namely carrying out coordination, involving farmer groups, making demonstration plots, and carrying out technical guidance. These four activities are a model of a centralized diffusion system, which means the spread of innovation is carried out linearly from the central government to farmers; The innovation communication channels used by BPTP Sumut are interpersonal, group, audio-visual, and social media communication channels. Interpersonal communication is the most effective channel in changing farmers' attitudes; Farmers in Pasar VI Kwala Mencirim adopt unsustainable. This decision was included in the type of active rejection, which means that the farmers had tried the sorghum bioguma innovation but then decided not to adopt it because there was no economic advantage.ABSTRAK Komunikasi inovasi merupakan satu pendekatan dalam komunikasi pembangunan yang bertujuan untuk mengenalkan suatu inovasi kepada masyarakat hingga menimbulkan efek tertentu sebagai sesuatu yang bermanfaat. Salah satu inovasi yang diciptakan pemerintah adalah sorgum bioguma sebagai komoditas alternatif untuk tujuan diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi inovasi sorgum bioguma; menganalisis saluran komunikasi inovasi sorgum bioguma; dan menganalisis perilaku adopsi sorgum bioguma di desa Pasar VI Kwala Mencirim kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Informan pada penelitian ini adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara dan petani di desa Pasar VI Kwala Mencirim. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah difusi inovasi milik Everett M Rogers dan Penyuluhan Pertanian milik Ban dan Hawkins. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan: Komunikasi inovasi sorgum bioguma yang dilakukan BPTP Sumut melalui empat kegiatan yakni melaksanakan koordinasi, melibatkan kelompok tani, membuat demonstrasi plot, dan melaksanakan bimbingan teknis. Empat kegiatan tersebut merupakan model centralized diffusion system atau sistem difusi tersentralisasi yang berarti penyebaran inovasi dilakukan secara linear dari pemerintah pusat kepada petani; Saluran komunikasi inovasi yang digunakan BPTP Sumut adalah saluran komunikasi interpersonal, kelompok, audio visual, dan media sosial. Dari empat saluran tersebut, komunikasi interpersonal menjadi saluran yang paling efektif dalam mengubah sikap petani; Petani di desa Pasar VI Kwala Mencirim melakukan adopsi tidak berkelanjutan. Keputusan tersebut masuk dalam jenis penolakan aktif (active rejection) yang artinya petani telah mencoba inovasi sorgum bioguma tapi kemudian memutuskan untuk tidak mengadopsi karena tidak adanya keuntungan secara ekonomi.
Interpersonal Communication Model of Breadwinner Moms in Building a Harmonious Household in Bandar Klippa Village, Percut Sei Tuan Subdristrict, Deli Serdang Regency, North Sumatera, Indonesia Anggraini, Qorry; Mazdalifah; Nurbani
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 3 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v3i1.7921

Abstract

This research aims to analyze the communication process, role exchange, and interpersonal communication model of breadwinner mothers in building a harmonious household in Bandar Klippa Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, Indonesia. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach so that the data is then explained in sentence form. Researchers used interviews and documentation techniques to collect data from informants and triangulation. The results found by researchers include that the communication process continues because there is an element of mutual love and need for each other, the exchange of roles that occurs is contrary to functional structure and cultural norms, so the word "boru" appears. For Batak husbands who help with household work, the communication model that occurs is the Schramm model combined with the theory of the division of roles and needs from the discipline of psychology.
The phenomenon of begging in the comment columns of public figures’ Instagram account viewed by the lens of Media Ecology Theory Siregar, Rafiqah Yusna; Mazdalifah, Mazdalifah; Sembiring, Sri Ulina Br
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.556

Abstract

The phenomenon of digital begging in Instagram comments by public figures reflects changing patterns of social interaction influenced by digital media. This study aims to analyze the practice of openly asking for help on social media through the lens of McLuhan's media ecology theory. Using a descriptive qualitative approach, this study combines thematic and critical discourse analyses of netizen comments directed at seven Indonesian public figures with a luxurious lifestyle. The analysis shows that these comments form a discourse pattern that emphasizes the glorification of wealth, emotional dependence, representations of suffering, and the legitimacy of public pleas. Media, in this case, Instagram, functions as a symbolic environment that shapes perceptions, behaviors, and social values. This study offers novelty by revealing the dark side of social media as a mediating space for economic hope and parasocial interaction while also highlighting the changing power relations between public figures and digital society. These findings broaden our understanding of the impact of media ecology on shaping communication culture in the platform era.
Bijak Mengelola Screen Time Pada Anak Usia Dini (Edukasi Untuk Orang Tua Murid Di TK Nurul Huda di Desa Sukaluwei Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang) Mazdalifah, Mazdalifah; Sitepu, Yovita Sabarina; Moulita, Moulita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7212

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan konsumsi media pada anak-anak, termasuk screen time yang berlebihan. Penggunaan media digital tanpa pengawasan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, seperti hiperaktivitas, kurangnya keterampilan sosial, dan kecenderungan menjadi lebih individualis. Fenomena menunjukkan masih banyak orang tua yang belum memiliki pemahaman cukup mengenai dampak negatif dari media khususnya media digital. Orang tua belum memiliki keterampilan dalam mengelola screen time dengan bijak. Tim pengabdian FISIP USU telah menyelenggarakan Workshop "Bijak Mengelola Screen Time pada Anak Usia Dini" di TK Nurul Huda. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam membimbing serta membatasi penggunaan media digital oleh anak-anak. Kegiatan akan mencakup penyuluhan mengenai baik buruknya media, screen time, serta peran orang tua dalam membatasi screen time pada anak. Program ini diharapkan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak. Pengabdian ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua serta perubahan pola pengawasan dan pendampingan mereka terhadap screen time anak. Diharapkan program ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan anak dan memberikan kontribusi dalam mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas).
Inklusi Sosial Sebagai Strategi Reintegrasi Tunawisma: Pembelajaran Komparatif Kota Medan dan Pulau Penang Thamrin, Husni; Singh, Paramjit Singh Jamir; Yahaya, Mohd Haizzan; Ridho, Hatta; Mazdalifah, Mazdalifah; Moulita, Moulita
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v19i1.46879

Abstract

Fenomena tunawisma di wilayah perkotaan terus menjadi isu sosial yang kompleks dan belum tertangani secara efektif melalui pendekatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi inklusi sosial sebagai upaya transformasi sosial yang mampu mendorong tunawisma menuju kehidupan mandiri. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: faktor-faktor penyebab seseorang menjadi tunawisma, pendekatan konvensional dalam penanganannya, serta bagaimana strategi inklusi sosial dapat diusulkan sebagai alternatif yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif di dua lokasi: Kota Medan (Indonesia) serta Pulau Pinang (Malaysia). Data diperoleh dari wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan analisis dokumen hukum serta kebijakan terkait. Hasil penelitiannya yakni penyebab utama tunawisma meliputi masalah keluarga, kemiskinan, kehilangan pekerjaan, dan keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial. Di Medan, pendekatan yang digunakan bersifat represif dan berorientasi pada penertiban, sementara di Pulau Pinang bersifat karitatif namun temporer. Keduanya belum menyentuh aspek pemberdayaan dan reintegrasi sosial secara menyeluruh. Strategi inklusi sosial yang diusulkan mencakup kolaborasi lintas sektor, pelatihan kerja berbasis kebutuhan, pemulihan relasi sosial, serta penyediaan akses terhadap layanan dasar. Temuan ini memperkuat pentingnya pergeseran paradigma dari pendekatan kontrol dan bantuan darurat ke arah pemberdayaan dan keadilan sosial yang berkelanjutan.
Pengaruh Kekerasan Verbal terhadap Kecemasan Komunikasi dan Kepercayaan Diri Remaja di Kota Medan Pili, Mela Sari; Mazdalifah; Ramadhani, Emilia
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2393

Abstract

This study aims to analyze the impact of verbal bullying on communication anxiety and self-esteem of adolescents at SMK Negeri 5 Medan using a quantitative approach based on Bandura's cognitive behavioral theory. Data were collected from 266 students in grades X and XI through questionnaires distributed using stratified random sampling technique, then analyzed with single table, cross table, and Spearman Rho correlation test. The results showed that verbal bullying had a moderate influence on communication anxiety with a correlation value of 0.578 and a contribution of 33%. In addition, the effect of verbal bullying on students' self-esteem is also classified as moderate with a correlation value of 0.510 and a contribution of 26%. Simultaneously, verbal bullying had an effect of 32% on communication anxiety and overall self-esteem (r = 0.570). This finding indicates that the more often students experience verbal bullying, the greater their communication anxiety and the lower their self-esteem. Therefore, the results of this study emphasize the importance of the school's role in preventing verbal bullying and providing adequate psychological support to create a safe, comfortable and conducive learning environment for students' social-emotional development. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perundungan verbal terhadap kecemasan komunikasi dan harga diri remaja di SMK Negeri 5 Medan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis teori perilaku kognitif Bandura. Data dikumpulkan dari 266 siswa kelas X dan XI melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan teknik stratified random sampling, lalu dianalisis dengan tabel tunggal, tabel silang, dan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan verbal memiliki pengaruh sedang terhadap kecemasan komunikasi dengan nilai korelasi sebesar 0,578 dan kontribusi sebesar 33%. Selain itu, pengaruh perundungan verbal terhadap harga diri siswa juga tergolong sedang dengan nilai korelasi 0,510 dan kontribusi 26%. Secara simultan, perundungan verbal memberikan pengaruh sebesar 32% terhadap kecemasan komunikasi dan harga diri secara keseluruhan (r = 0,570). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering siswa mengalami perundungan verbal, semakin besar pula kecemasan mereka dalam berkomunikasi dan semakin rendah tingkat harga diri yang dimiliki. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam melakukan pencegahan perundungan verbal serta menyediakan dukungan psikologis yang memadai guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan sosial-emosional siswa.