Herry Herman
Department Of Orthopaedic And Traumatology, Faculty Of Medicine, Universitad Padjadjaran, Bandung

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penilaian Fungsional Pasca Tindakan Operasi Preservasi 1 Tahun Kasus Kondrosarkoma Ekstraskeletal Tungkai Atas Juliando Juliando; Muhammad Naseh Irawan; Darmadji Ismono; Herry Herman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.318 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v5i1.23929

Abstract

Kondrosarkoma ekstraskeletal adalah tumor jaringan lunak yang jarang. Ini adalah tumor sel spindel penghasil tulang rawan (sarkoma) yang terjadi di jaringan lunak. Lokasi paling sering pada tungkai atas (Proximal Femur). Insidensi 1% dari semua sarkoma jaringan lunak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil fungsional jangka pendek pasca operasi preservasi kondrosarkoma ekstraskeletal. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif yang mempelajari kasus kondrosarkoma esktraskeletal yang dikelola di Rumah Sakit Hasan Sadikin selama periode September 2015-September 2016 yang ditindaklanjuti selama satu tahun. Pada Rekam medis Rumah Sakit Hasan Sadikin, didapatkan 2 kasus dengan diagnosis kondrosarkoma ekstraskeletal, seorang laki-laki 27 tahun, dan seorang wanita 45 tahun yang telah dilakukan tindakan pembedahan dengan preservasi setahun yang lalu dengan ukuran masing-masing 30x20x15cm dan 17x10x10cm. Dilakukan penilaian fungsional masing-masing dengan skor Musculoskeletal Tumor Society (MSTS) 33 & 31 dengan kategori sangat baik. Kesimpulan manajemen dengan prosedur reseksi luas pada pasien kondrosarkoma ekstraskeletal, telah memberikan hasil fungsional yang sangat baik bagi pasien. Tetapi tetap harus waspada dengan adanya rekurensi (kekambuhan).Kata kunci: Kondrosarkoma ekstraskeletal, tumor jaringan lunak, skor MSTS
Effect of Integrated Antenatal Care Training on Midwife Service Quality Improvement Melsa Sagita Imaniar; Hadi Susiarno; Adhi Pribadi; Herry Herman; Dida Akhmad Gurnida; Hadyana Sukandar
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.705 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i2.3457

Abstract

Antenatal care (ANC) is the most effective strategy for preventing complications in pregnancy. However, the current quality of midwife antenatal care services is still considered low. One of the indicators used for assessing midwifery service quality is the technical competency indicator that includes history taking, physical examination, case management and follow up, examination recording, and effective information, communication, and education (IEC). This study aimed to measure the effect on integrated antenatal care training on the quality of midwife services. The design was a pre-test and post-test quasi-experimental study conducted in Manonjaya Public Health Center, Tasikmalaya district, from November to December 2017. Simple random sampling was applied to get 20 respondents for each intervention and control groups. The bivariate analyses used in this study were the paired t test and the Mann-Whitney test. Results showed an overall increase in service quality scores in the intervention and control groups by 5.5% and 0.86%, respectively, with a significant difference in the increase between the two groups (p<0.05). Therefore, there is a significant increase in the quality of midwife after implementing the integrated ANC module and training to midwives. PENGARUH PELATIHAN ANTENATAL CARE TERPADU TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BIDANAntenatal care (ANC) merupakan strategi pencegahan komplikasi dalam kehamilan paling efektif. Namun, kualitas pelayanan antenatal care bidan saat ini dinilai masih rendah. Salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan kebidanan adalah indikator kompetensi teknis yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, penatalaksanaan dan tindak lanjut kasus, pencatatan pemeriksaan, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh pelatihan antenatal care terpadu terhadap kualitas pelayanan bidan. Desain penelitian ini menggunakan pre-test and post-test quasi-experimental yang dilaksanakan di Puskesmas Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dari November hingga Desember 2017. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling untuk mendapatkan 20 responden untuk tiap-tiap kelompok intervensi dan kontrol. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t berpasangan dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kualitas pelayanan secara keseluruhan pada kelompok intervensi dan kontrol sebesar 5,5% dan 0,86% masing-masing dengan perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p<0,05). Simpulan, terdapat peningkatan kualitas bidan yang signifikan setelah penerapan modul ANC terintegrasi dan pelatihan kepada bidan.
The Effect of the BC-MK15 Birth Chair on the Labor Pain Intensity in Multipara Yetti Purnama; Johanes Cornelius Mose; Herry Herman
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.576 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i3.2841

Abstract

Labor pain causes worry, anxiety, increases the secretion of the adrenaline, adrenocorticotropic hormone (ACTH), cortisol serum levels, catecholamines and the perception of pain. One method to decrease labor pain is through the mobilization and upright position during labor which is facilitated by the BC-MK15 birth chair to relax, decrease catecholamines, increase the release of β-endorphins and block the transmission of pain stimulus. This study aims was analyze the difference of the effect of using the BC-MK15 birth chair and the conventional bed on the intensity of labor pain in multipara. The design of this study was the posttest-only control group design in 60 samples of the first active phase of multipara at Public Health Centers Garuda, Ibrahim Adjie and Puter of Bandung city in April–May 2017. Each group consisted of 30 for treatment (using BC-MK15 birth chair) and control (using the conventional bed). Assessment of pain scores using the visual analogue scale (VAS) in cervical dilations of 4 cm (post 1), 7–9 cm (post 2) and 10 cm (post 3). The statistical test analysis uses the Mann-Whitney test and the chi-square test. There were significant differences among groups which are obtained by the treatment and control of post 2 and post 3 (p<0.05, RR=0.69 [0.531–0.896]). In conclusion, there is an effect of using the BC-MK15 birth chair and the conventional bed on the intensity of labor pain in multiparous mothers. PENGARUH KURSI PERSALINAN BC-MK15 TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA MULTIPARANyeri persalinan menimbulkan rasa khawatir, kecemasan, meningkatkan sekresi adrenalin, adrenocorticotropic hormone (ACTH), kadar kortisol serum, katekolamin, dan persepsi nyeri. Salah satu metode menurunkan nyeri persalinan adalah mobilisasi dan posisi tegak saat persalinan difasilitasi dengan kursi persalinan BC-MK15 sehingga menimbulkan relaksasi, menurunkan katekolamin, meningkatkan pelepasan β-endorfin, dan mengeblok transmisi stimulus nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengaruh penggunaan kursi persalinan BC-MK15 dan tempat tidur konvensional terhadap intensitas nyeri persalinan pada multipara. Desain penelitian eksperimen posttest-only control group design  dengan jumlah sampel 60 multipara kala I fase aktif di Puskesmas Garuda, Ibrahim Adjie, dan Puter Kota Bandung pada bulan April–Mei 2017. Tiap-tiap kelompok berjumlah 30 untuk perlakuan (menggunakan kursi persalinan BC-MK15) dan kontrol (menggunakan tempat tidur konvensional). Penilaian skor nyeri menggunakan visual analogue scale (VAS) pada dilatasi serviks 4 cm (post 1), 7–9 cm (post 2), dan 10 cm (post 3). Pengujian statistik menggunakan analisis Uji Mann-Whitney dan uji chi-square. Didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol pada post 2 dan post 3 (p<0,05; RR=0,69 [0,531–0,896]). Simpulan, terdapat pengaruh penggunaan kursi persalinan BC-MK15 dan tempat tidur konvensional terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu multipara.
Difference Duration of Labor at BC-MK15 Birth Chair with Conventional Bed in Multiparous Fitriani Fitriani; Johanes Cornelius Mose; Herry Herman
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.492 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i2.2847

Abstract

Prolonged labor increases the mortality and morbidity of mother and baby. The philosophy of childbirth is a natural process by taking the upright positions. The BC-MK15 birth chairs can facilitate the vertical position of the delivery mother. This study aims to analyze the difference of childbirth duration in the BC-MK15 birth chair with the conventional bed in multiparous. This research was an experimental study of posttest-only control group design. Experimented at Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar/PONED (Basic Emergency Obstetric and Neonatal Care/BEONC) Puskesmas (Public Health Center) Garuda, Puter, and Ibrahim Aji Bandung from 17 April–26 May 2017. The research samples were 30 multiparous on their first stage active phase of treatment and control group. Sampling method using a random permuted block. Birth measurements using the digital Q & Q stopwatch. The results of the duration during the active phase of first stage BC-MK15 was shorter 250.44 minutes than conventional bed 271.61 minutes (p=0.038). The second stage of the BC-MK15 birth chair was shorter 20.67±2(1.02) minutes than the conventional beds of 26.06±2(1.08) minute (p=0.001). The total duration of the labor of BC-MK15 was 269.42 minutes shorter than conventional bed 299.09 minutes (p=0.011). In conclusion, the duration of childbirth is shorter in the BC-MK15 birth chair than the conventional bed in multiparous. PERBEDAAN LAMA PERSALINAN DI KURSI PERSALINAN BC-MK15 DENGAN TEMPAT TIDUR KONVENSIONAL PADA MULTIPARAPersalinan lama meningkatkan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Upaya yang dapat dilakukan sesuai filosofi persalinan adalah proses alamiah dengan memanfatkan posisi tegak. Kursi persalinan BC-MK15 dapat memfasilitasi posisi tegak pada ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan lama persalinan di kursi persalinan BC-MK15 dengan tempat tidur konvensional pada multipara. Penelitian ini merupakan studi eksperimental posttest-only control group design. Sampel penelitian multipara kala I fase aktif di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Garuda, Puter, dan Ibrahim Aji Kota Bandung. Penelitian dilakukan pada 17 April−26 Mei 2017 yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 30 sampel tiap-tiap kelompok perlakuan dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan random permuted block. Pengukuran lama persalinan menggunakan stopwatch digital merek Q&Q. Hasil penelitian lama persalinan kala I fase aktif kursi persalinan BC-MK15 lebih singkat 250,44 menit daripada tempat tidur konvensional 271,61 menit (p=0,038). Kala II kursi persalinan BC-MK15 lebih singkat 20,67±2(1,02) menit daripada tempat tidur konvensional 26,06±2(1,08) menit (p=0,001). Total lama persalinan kursi persalinan BC-MK15 lebih singkat 269,42 menit daripada tempat tidur konvensional 299,09 menit (p=0,011). Simpulan, lama persalinan lebih singkat pada kursi persalinan BC-MK15 daripada tempat tidur konvensional pada multipara.
Penggunaan Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) terhadap Asupan Zat Gizi Anak dan Pengetahuan Ibu Menerapkan Konsumsi Aneka Ragam Makanan Gizi Seimbang pada Anak Sekolah Dasar Giyawati Yulilania Okinarum; Irvan Afriandi; Dida Akhmad Gurnida; Herry Herman; Herry Garna; Tono Djuwantono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.938 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i3.2576

Abstract

Kesehatan dan gizi yang buruk pada anak usia sekolah dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan, dan kecerdasan. Konsumsi pangan masyarakat Indonesia belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Aplikasi Sayang ke Buah Hati (SEHATI) diharapkan dapat menjadi alat strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan asupan zat gizi anak dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah diterapkan aplikasi SEHATI. Periode penelitian 2–18 Maret 2017 di SDIT Jabal Nur Yogyakarta. Subjek adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar (8–12 tahun) dan anaknya yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini merupakan randomized controlled trial (RCT). Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Kelompok intervensi mendapatkan pemasangan aplikasi SEHATI dan kontrol diberikan pendidikan kesehatan, tiap-tiap kelompok terdiri atas 30 responden. Data diolah dengan uji nonparametrik, yaitu uji t berpasangan pada data yang berdistribusi normal dan uji Mann-Whitney pada data yang tidak berdistribusi normal. Terdapat perbedaan bermakna penggunaan aplikasi SEHATI terhadap peningkatan pengetahuan ibu pada kelompok intervensi (25,9%; p≤0,001), terjadi peningkatan skor asupan zat gizi anak pada kelompok intervensi yang bermakna, yaitu karbohidrat (13,8%; p=0,038) dan vitamin A (51,5%; p=0,005). Simpulan, terdapat perbedaan peningkatan asupan zat gizi dan pengetahuan ibu menerapkan konsumsi aneka ragam makanan gizi seimbang pada anak sekolah dasar sebelum dengan sesudah penggunaan aplikasi SEHATI.SAYANG KE BUAH HATI (SEHATI) APPLICATION USAGE ON CHILDREN NUTRIENT INTAKE AND MOTHERS’ KNOWLEDGE IN IMPLEMENTING NUTRITIONALLY BALANCED FOOD VARIETY AMONG PRIMARY SCHOOL CHILDRENNutrient imbalance affects children growth and development. Sayang ke Buah Hati (SEHATI) was an application developed for health promotion strategies to increase children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption on nutritionally balanced food variety. The purpose of this study was to analyze the differences of children nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food on primary school children before and after applying the SEHATI application. Subjects were 30 randomly selected mothers who have primary school age children (8−12 years) and their children. This study is a randomized controlled trial (RCT) conducted on 2–18 of March 2017 in SDIT Jabal Nur Yogyakarta. The intervention group got the SEHATI application installed and health education. The data collected is processed by the paired t test on normally distributed data and Mann Whitney tests on data that are not normally distributed. Results showed significant increased knowledge of mothers in the intervention group significantly (25.9%, p≤0.001). Increased nutrients scores of children in the intervention group were carbohydrates (13.8%, p=0.038) and vitamin A (51.5%, p=0.005). In conclusions, there are differences of child nutrient intake and mothers’ knowledge in implementing consumption of a variety of nutritionally balanced food in primary school children before and after SEHATI application usage.
Perinatal Al-Quran Sound to Novel Object Recognition Memory and Hippocampal Cell Count Tryando Bhatara; Achadiyani Achadiyani; Uni Gamayani; Herry Herman
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.875 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i3.3748

Abstract

Al-Quran sound as auditory stimulation may influence the development of systems related to memory. This study aimed to investigate the effect of Al-Quran acoustic stimulation to novel object recognition (NOR) memory and amount of hippocampal formation cells at postnatal day (PND) 21 Wistar rats. This study was conducted in September 2016 to January 2017. Adult Wistar rats divided into intervention and control groups were bred at Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung. Rat pups in the intervention group were exposed to Quranic sound from postcoital day 0 to the PND 20. Rats of PND 20 was involved in the NOR test by documenting the value of the duration of exploration of the familiar and novel object. The rats’ brains were extracted and processed at Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran for cell counting of hippocampal formation stained with hematoxylin-eosin. The results displayed a higher value of D1 (exploration time difference) and a total number of hippocampal formation cells in the Al-Quran groups. These results can be related to the role of the Quranic voice in suggesting higher learning aspects, activating neurogenesis or cell survival transcription factors. However, there was no difference in discrimination index (DI) value between groups which could be indicating inadequate habituation period, interval, testing age, or stress factors. Numerous limitations from this field of research suggest that the biological role of sound stimulation is still in its early stages of development. In conclusion, exposure to perinatal Al-Quran sound may serve as stimulation which enhances learning, memory, neurogenesis or cell survival of hippocampal formation. SUARA AL-QURAN PERINATAL PADA MEMORI NOVEL OBJECT RECOGNITION DAN JUMLAH SEL HIPOKAMPUSSuara Al-Quran sebagai stimulasi pendengaran diperkirakan dapat memengaruhi perkembangan sistem tubuh terkait memori. Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh stimulasi suara Al-Quran terhadap memori novel object recognition (NOR) dan jumlah sel formasi hipokampus pada tikus Wistar 21 hari setelah lahir (postnatal day/PND). Penelitian ini dilaksanakan pada September 2016 sampai Januari 2017. Tikus Wistar dewasa yang dibagi dalam kelompok perlakuan dan kontrol dibiakkan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Anak tikus Wistar dipaparkan dengan suara Al-Quran sejak hari postcoital 0 sampai anak tikus lahir dan berumur 20 hari setelah lahir (PND 20). Tikus PND 20 dilibatkan dalam tes NOR dengan dokumentasi nilai durasi eksplorasi objek lama dan baru. Otak tikus diproses di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk penghitungan jumlah sel formasi hipokampus dengan pewarnaan hematoxylin-eosin. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai D1 (perbedaan durasi eksplorasi objek lama–baru) dan jumlah sel formasi hipokampus lebih tinggi pada kelompok perlakuan dengan Al-Quran. Hasil tersebut dapat terkait dengan peran suara Al-Quran dalam aktivasi faktor pertumbuhan atau transkripsi. Namun, tidak terdapat perbedaan bermakna pada nilai indeks diskriminasi antarkelompok yang dapat terkait dengan faktor stres atau kurangnya periode habituasi atau periode uji. Berbagai keterbatasan penelitian ini serta riset di bidang stimulasi embriologi mengindikasikan bahwa peran biologis suara Al-Quran masih harus diteliti lebih lanjut. Simpulan, paparan suara Al-Quran perinatal dapat berlaku sebagai stimulasi yang meningkatkan pembelajaran, memori, neurogenesis atau ketahanan sel formasi hipokampus.
The Differences in Maternal Compliance in Completing Basic Immunization between Two Groups Ita Susanti; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Eddy Fadlyana; Herry Herman; Kusnandi Rusmil; Firman Fuad Wirakusumah
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.936 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i3.3280

Abstract

Immunization programs are implemented in Indonesia since 1956. Although the government has established a complete basic immunization program for infants aged 0–12 months, there are still more than 1.4 million child deaths in the world each year due to various infectious diseases. The diseases can be prevented by immunization. Low basic immunization coverage in infants is related to parental non-compliance in fulfilling primary immunization. The purpose of this study was to measure the differences in maternal compliance in completing basic immunization in two groups. Samples are a group of mothers provided with Maternal Child Health (MCH) book and special booklet, and another group provided with MCH book only. This study used a quasi-experiment design with quantitative methods with a sample of 76 respondents chosen by simple random sampling—this research conducted in August–October 2017 in Pir Batee Puteh Health Center, West Woyla district. The results indicate that there were differences in maternal compliance in completing basic immunization in mothers with MCH book and special booklet to mothers with only MCH book. Immunization health education interventions based on the MCH book and special booklet can improve the mother's compliance in completing the baby's basic immunization. PERBEDAAN KEPATUHAN IBU DALAM MELENGKAPI IMUNISASI DASAR ANTARA DUA KELOMPOKProgram imunisasi mulai dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956. Meskipun pemerintah telah menetapkan program imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0–12 bulan, masih terdapat lebih dari 1,4 juta kematian anak di dunia setiap tahun karena berbagai penyakit menular yang pada dasarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan imunisasi dasar yang rendah pada bayi berkaitan dengan ketidakpatuhan orangtua dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengukur perbedaan kepatuhan ibu dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada dua kelompok. Sampel adalah kelompok ibu yang diberikan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan booklet, serta kelompok ibu yang diberikan buku KIA saja. Penelitian ini menggunakan desain quasy-experiment dan metode kuantitatif dengan sampel 76 responden yang dipilih secara simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Agustus–Oktober 2017 di wilayah kerja Puskesmas Pir Batee Puteh, Kecamatan Woyla Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepatuhan ibu dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada ibu yang diberikan buku KIA dan booklet dengan ibu yang hanya diberikan buku KIA. Intervensi pendidikan kesehatan imunisasi berdasar atas buku KIA dan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi pada bayi sehingga meningkatkan kepatuhan ibu dalam melengkapi imunisasi bayinya.
Asuhan Nutrisi dan Stimulasi dengan Status Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Usia 12‒36 Bulan Erliana Ulfah; Sri Endah Rahayuningsih; Herry Herman; Hadi Susiarno; Dida Akhmad Gurnida; Uni Gamayani; Hadyana Sukandar
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2141.245 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i1.2323

Abstract

Asuhan nutrisi dan stimulasi yang kurang memadai pada masa awal kehidupan anak, terutama anak usia 1–3 tahun berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal. Pada usia tersebut anak tumbuh dan berkembang secara pesat. Peran orangtua dalam proses pengasuhan sangat penting, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar anak (asah, asuh, asih), salah satunya adalah asuhan nutrisi dan stimulasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asuhan nutrisi dan stimulasi dengan status pertumbuhan dan perkembangan balita usia 12−36 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method dengan strategi concurrent triangulation. Metode penelitian kuantitatif menggunakan strategi penelitian analitik cross sectional, penelitian kualitatif menggunakan strategi studi kasus. Subjek penelitian adalah 156 orang ibu dan balita usia 12–36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cibatu Kabupaten Garut. Pengambilan sampel kuantitatif dengan teknik proporsi, multistage, dan simple random sampling. Sampel kualitatif menggunakan teknik non-probability sampling dengan purposive sampling. Pengujian satatistik menggunakan uji chi-kuadrat dengan kemaknaan berdasar nilai p<0,05. Penelitian dilakukan periode 25 Januari−1 Februari 2017. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan karakteristik responden dengan asuhan nutrisi dan stimulasi, meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, paritas dan pengasuh, kecuali pekerjaan dan penghasilan, terdapat hubungan dengan asuhan nutrisi (p=0,048 dan p=0,01). Tidak terdapat hubungan asuhan nutrisi dengan status pertumbuhan balita (p=0,272) dan status perkembangan balita (p=0,919). Terdapat hubungan stimulasi dengan status perkembangan balita (p=0,027). NUTRITION CARE AND STIMULATION WITH GROWTH AND DEVELOPMENT TODDLERS AGES 12−36 MONTHSInadequate of nutrition care and stimulation in early childhood development, especially children aged 1−3 years, have an impact on growth and development are not optimal. At that age children grow and develop rapidly. The role of parents in the parenting process is very important, especially in meeting the basic needs of children (teaser, foster care, compassion), one of which is the care of nutrition and stimulation. The purpouse of research was to corelation of nutrition care and stimulation with growth status and development toddler ages 12−36 months. This study used a mixed method design with concurrent triangulation strategy. Quantitative research methods using cross sectional analytical research strategy, qualitative research using case study strategy. Subjects were 156 mothers and toddlers aged 12−36 months, in Community Health Center Cibatu Garut regency. Quantitative sampling technique proportions, with multistage sampling and simple random sampling, qualitative sample using non-probability sampling technique, with purposive sampling.  Chi-square test statistics with significance based on the value of p<0.05. This research done periode 25 January−1 February 2017. The results showed there was no correlation characteristics of respondents (age, education, occupation, income, parity and caregivers) with nutritional care and stimulation, but job and income relationship with the care of nutrition (p=0.048 and p=0.01). There was no correlation with the growth of nutritional care toddler (p=0.272) and the development of nutritional care toddler (p=0.919). There was a correlation with the stimulation of early childhood development (p=0.027).
Mobile Phone Text Messaging Cross Platform Intervention for Cervical Cancer Screening: Changes in Knowledge and Attitude in Rural Areas Pre-Post Intervention Niken Bayu Argaheni; Firman F Wirakusumah; Maringan D.L. Tobing; Herry Herman; Deni K. Sunjaya; Yudi Mulyana Hidayat
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2020.8(2).123-133

Abstract

The key to the success of cervical cancer control programs is screening followed by adequate treatment. The socio-economic status gap and the low level of education lead to limited awareness and understanding of women of childbearing age. Increasing the capacity of knowledge of women of childbearing age through health education either directly or indirectly is important. Therefore, there is need to develop health education by utilizing the rapidly growing media today such as through the application of cross platform messages on smartphones. This study aims to analyze the effect of the application of health education on detection of cervical cancer through the application of cross-platform messages to increase knowledge and attitude of Women in Childbearing Age. A quasi-experimental research of pre-posttest design with control groups conducted consisting of 72 subjects of Women in Childbearing Age. Fogg's Behavior Model was the conceptual framework that guided the development of the cross-platform messaging intervention. A series of checklist from expert panel conducted to inform the development of the cross-platform messaging intervention. The messages are delivered for a 7-day period in the morning. Data collection using a checklist instrument. Univariable analysis through Rasch and bivariable modeling using numerical categorical comparative test, difference using T test. Findings revealed a significant increase in participants’ knowledge and attitude of cervical cancer screening. Women of Childbearing Age whose health education through cross-platform application has a 3.5 times probability of knowledge and good attitude compared to women of childbearing age who are not getting health education through cross-platform applications. Health education through cross-platform messaging services can be a cheap and effective method to improve the knowledge and attitude of women of childbearing age, as well as reaching individuals who have never done early detection of cervical cancer.
Hubungan antara Akseptabilitas X-Ray Servikal Lateral dengan Tingkat Kesadaran dari Pasien Cedera Kepala di RS Hasan Sadikin Taufan Herwindo Dewangga; Venansius Herry Perdana Suryanta; Herry Herman
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG Fraktur, subluksasi dan dislokasi servikal sering luput akibat dari gambaran xray servikal yang tidak adekuat sehingga pentingnya memahami korelasi antara akseptabilitas x-ray servikal lateral dengan tingkat kesadaran dari pasien-pasien cedera kepala adalah agar dapat menghindari hasil xray servikal lateral yang tidak adekuat, terutama pada pasien cedera kepala. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui hubungan antara akseptabilitas x-ray servikal lateral dengan tingkat kesadaran dari pasien-pasien cedera kepala METODE Analisa retrospektif pada pasien-pasien trauma yang datang ke RS Hasan Sadikin pada periode waktu Januari 2016 – Januari 2017. Akseptabilitas dari x-ray servikal lateral berdasarkan tampaknya dari seluruh tulang servikal dan celah C7-T1. Pasien-pasien cedera kepala dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan skor GCS (Ringan, sedang, dan berat). Hubungan antara akseptabilitas hasil x-ray servikal dengan tingkat kesadaran pasien diukur menggunakan tes Chi-square dengan SPSS 24 untuk Windows. HASIL Terdapat 137 sampel, dengan dominasi laki-laki (78.50%) dan rerata usia 44 tahun. Pasien umumnya memiliki GCS > 13 (76 pasien). X-ray servikal lateral yang akseptabel sebanyak 39 (28% dari seluruh kasus cedera kepala; ringan (35) 90%, sedang (4) 10% dan berat (0) 0%. X-ray servikal lateral yang tidak akseptabel sebanyak (98) 72%; ringan (76) 78%, sedang (19) 19% dan berat (3) 3%. SIMPULAN Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara akseptabilitas x-ray servikal lateral dengan tingkat kesadaran pasien cedera kepala (p=0.072) pada penelitian ini. Beberapa faktor seperti kesalahan teknis saat pemeriksaan radiografi dan keberagaman postur pasien mungkin berperan.Kata Kunci:  Xray Servikal Lateral, Akseptabilitas, Cedera Kepala, Tingkat Kesadaran BACKGROUND Cervical fractures, subluxation and cervical dislocation are often missed due to inadequate cervical xray images, thus the importance of understanding the correlation between acceptability of the lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients is to avoid the results of inadequate cervical xray, especially in patients with head injuries. The purpose of this study was to determine the relation between acceptability of lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients METHODS Retrospective analysis in trauma patients who came to Hasan Sadikin Hospital in the period of January 2016 - 2017. Acceptability of x-ray Lateral cervical based on the view of the entire cervical bone and C7-T1 space. Head injury patients were divided into 3 groups based on GCS scores (mild, moderate and severe). The relation between acceptability of lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients was measured using the Chi-square test with SPSS 24 for Windows. RESULTS There were 137 samples, with male dominance (78.50%) and average age of 44 years. Patients generally have GCS> 13 (76 patients). Acceptable lateral cervical x-rays are 39 (28% of all cases of head injury; mild (35) 90%, moderate (4) 10% and severe (0) 0%. Non-acceptable lateral cervical x-rays (98) 72%; mild (76) 78%, moderate (19) 19% and severe (3) 3% CONCLUSION There is no significant correlation between acceptability of lateral cervical x-ray with the level of awareness of head injury patients (p = 0.072) on this study: Several factors such as technical errors during radiographic examination and diversity of patient postures may play a role.Keywords: Lateral Cervical Xray, Acceptability, Head Injury, Level of Awareness
Co-Authors Abdul Hadi Hassan Abdurrahman Abdurrahman Achadiyani Ade Zayu Cempaka Sari Adhi Pribadi Agnes Dwi H Agoes, Ridad Agus Hadian Rahim Ahmad Ramdan Ahmad Rizal Ahmad Rizal Ambrosius Purba Andri Rezano Anita Deborah Anwar Ashifa, Ade Nurul Aziiz Mardanarian Rosdianto Basuki Hidayat Benny Hasan Purwara Bethy Suryawathy Hernowo Dany Hilmanto Darmadji Ismono Deni K. Sunjaya Dewi Marhaeni Diah Herawati Dida Akhmad Gurnida Diki Julkarnain Eddy Fadlyana Endah Indriani Wahyono Endang Sutedja Erliana Ulfah Farid Husin Firman Fuad Wirakusumah Fitri Fadhilah Fitriani Fitriani Giyawati Yulilania Okinarum Gregorius Batara Sutardi Hadi Susiarno Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hanna Goenawan Hartinah Hartinah Hendy Rachmat Primana Hermawati, Ike Herry Garna Husen, Ike R. Husin, Farid Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ieva Baniasih Akbar Imtihanul Munjiah Intan Rina Susilawati Irvan Afriandi Ita Susanti Jessica Ubercaprita Johanes C Mose Johanes C. Mose Johanes Cornelius Mose Juliando Juliando Kartasasmita, Arief Sjamsulaksana Kusnandi Rusmil Linda Rofiasari MARINGAN DIAPARI LUMBAN TOBING Mas Adi Sunardi Maulida Hayati Meita Dhamayanti Melsa Sagita Imaniar Muhammad Naseh Budi Muhammad Naseh Irawan Muhammad Naseh Setiawan Nanan Sekarwana Niken Bayu Argaheni Nurihsan, Achmad Juntika Nurrasyidah Nurrasyidah Preodita Agradi Ramadiputra, Gamal Rizki Diposarosa Ronny Lesmana Ruswana Anwar Sakinah Innama Samuel Jason Rolando Tua Shelly Novianti Ismanda Siahaan, Denny Maulana Sri Endah Rahayuningsih Sukandar Hadyana Susiarno, Hadi Taufan Herwindo Dewangga Taufan Herwindo Dewangga Tita Husnitawati Madjid Tita Husnitawati Madjid Tita Husnitawati Madjid Tody Pinandita Tono Djuwantono Tono Djuwantono Tryando Bhatara Uni Gamayani Uni Gamayani Venansius Herry Perdana Suryanta Vita Muniarti Tarawan Yetti Purnama Yoyos Dias Ismiarto Yudi Mulyana Hidayat Yunia Sribudiani Yunisa Pamela Yuwansyah, Yeti