Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Perencanaan Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Calon Guru Matematika Nur Farida; Vivi Suwanti; Tatik Retno Murniasih; Rahaju Rahaju; Udik Yuwono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada calon guru pendidikan matematika di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang untuk menyusun rencana pembelajaran menggunakan media e-learning. Pelatihan ini bertujuan agar calon guru dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Proses pelatihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga analisis dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa calon guru berhasil menyusun rencana pembelajaran menggunakan e-learning dan mengimplementasikannya, salah satunya melalui pembuatan video pembelajaran. Kesimpulannya, penggunaan media e-learning terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan di masa mendatang, perlu diperhatikan kualitas jaringan internet, karena hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan penggunaan media e-learning.
Koordinat Cartesius: Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Pembelajaran Talking Stick dan Multimedia Interaktif Yahya, Gigih Zulkani; Rahaju, Rahaju; Murniasih, Tatik Retno
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Vol 6 No 2 September 2023
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamath.v6i2.2846

Abstract

Matematika dianggap sebagai pelajaran yang membosankan, sehingga siswa enggan berpartisipasi dalam pembelajaran. Hal ini berakibat siswa kurang memahami materi, sehingga prestasi belajarnya rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan model pembelajaran talking stick berbantuan multimedia interaktif yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah tiga belas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Karangploso Satu Atap. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Multimedia interaktif menggunakan media power point yang memiliki navigasi untuk berinteraksi dengan pengguna dan terdiri dari gabungan animasi, tulisan, gambar, dan suara. Multimedia interaktif meningkatkan konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Pembelajaran talking stick dilakukan secara berkelompok agar siswa mempunyai kesempatan berdiskusi. Talking stick digunakan untuk memilih siswa yang harus mengerjakan soal di depan kelas, yaitu dengan memberikan tongkat secara estafet diiringi dengan musik. Ketuntasan belajar pada tahap pratindakan sebesar 38,46%, pada siklus 1 menjadi 76,93%, dan pada siklus 2 menjadi 92,31%. Dengan demikian, peningkatan prestasi belajar dari tahap pratindakan ke siklus 1 sebesar 38,46% dan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 13,39%.
Exploring Pre-Service Teachers’ Critical Thinking and Mathematical Beliefs Through Contextual Problem Analysis Rahaju, Rahaju; Murniasih, Tatik Retno; Hariyani, Sri; Hafis, Hafis
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.18754

Abstract

The ability to create contextual problems is essential for pre-service teachers. However, many teachers simply adapt or adopt existing problems when creating contextual problems. This study aims to explore the critical thinking skills in analysing contextual problems and the mathematical beliefs that underlie the analysis process. This qualitative study involved 40 pre-service primary school teacher participants, with four participants selected for in-depth interviews. The research instruments included vignettes, interview guidelines, and observation sheets. The data were validated using triangulation methods. The study indicates that pre-service primary school teachers can be categorised into non-critical thinkers (35 participants), emergent critical thinkers (3 participants), and advanced critical thinkers (2 participants). Non-critical thinkers demonstrate an ability to understand problems that they have previously studied, as their understanding constrained to the formulae and procedures demonstrated by their teachers. Emergent critical thinkers showed the ability to question the problem formulation and evaluate its contextual relevance, although their reasoning remained influenced by teacher authority. Advanced critical thinkers are characterised by a high level of critical thinking aptitude, often attributed to their perception of mathematics as a discipline rooted in logical reasoning.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Siswa Materi Bentuk Aljabar dengan Model Berkirim Salam dan Soal Hamdani, Helda Nur'ami; Rahaju, Rahaju; Wulandari, Tri Candra
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jmtk.v4i1.10084

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran berkirim salam dan soal. Sebanyak 41 siswa kelas VII menjadi subjek penelitian ini. Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Pembelajaran berkirim salam dan soal diawali dengan mengelompokan siswa secara heterogen. Setiap kelompok membuat salam, soal, dan kunci jawaban pada dua lembar kertas yang disediakan. Lembar pertama untuk menuliskan salam dan soal, sedangkan lembar kedua untuk menuliskan kunci jawaban. Selanjutnya, perwakilan kelompok mengirimkan soal kepada kelompok lain yang diawali dengan mengucapkan salam. Masing-masing kelompok menyelesaikan soal, kemudian mempersentasikan jawaban. Kelompok pengirim soal serta kelompok lain memberi tanggapan. Hasil akhir setiap siklus menunjuk peningkatan prestasi belajar siswa dari 47% (pra tindakan), menjadi 75,61% (pada siklus 1), dan meningkat lagi menjadi 87,8% (siklus 2). The purpose of this study was to determine the increase in student achievement after participating in learning to send greetings and questions. A total of 41 grade VII students were the subjects of this study. The data collection instruments consisted of observation sheets, tests, and documentation. Learning to send greetings and questions begins with a heterogeneous grouping of students. Each group makes greetings, questions, and answer keys on the two sheets of paper provided. The first sheet is for writing greetings and questions, while the second sheet is for writing down the answer keys. Next, the group representative sent the questions to the other groups which began with saying hello. Each group completed the questions, then presented the answers. The question-sending group and other groups gave their responses. The end result of each cycle shows an increase in student achievement from 47% (pre-action), to 75.61% (in cycle 1), and increases again to 87.8% (cycle 2).