Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Kreativitas dan Interaksi Sosial Musik Metal pada Band Suropati di Kabupaten Serang Herdiana, Herdiana; Rizal, Syamsul; Septian, Dadang Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana proses kreativitas dan interaksi sosial band suropati dalam karya musik dan interaksi social internal maupun eksternalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etik emik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi dengan personil band suropati. Analisis menggunakan teori proses kreatif Graham Wallas dalam metode 4 tahap yaitu persiapan, inkubasi, illuminasi, dan verifikasi untuk memahami proses kreatif dalam menciptakan karya dan teori interaksi sosial sarwono dan meinarno dalam kerangkak bentuk interaksi social yaitu kerjasama, persaingan, konflik dan akomodasi untuk memahami interaksi social di internal maupun eksternal. Hasil peneltian menunjukan bahwa proses kreatif dan interaksi social band suropati terbentuk melalui perpaduan antara pemikiran intelektual, eksplorasi artistik, pengalaman pribadi, serta interaksi sosial yang saling mendukung.
GAYA BAHASA INFORMAL DALAM KONTEN YOUTUBE RADITYA DIKA Barokah, Melinda; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19936

Abstract

Melinda Barokah, 2108210076, Gaya Bahasa Informal Dalam Konten Youtube Raditya Dika (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Teks Anekdot), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa informal dalam konten Youtube Raditya Dika dan menganalisis potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks anekdot di sekolah. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara bahan ajar teks anekdot yang cenderung formal dengan kecenderungan siswa yang lebih akrab dengan gaya bahasa informal dari media digital, seperti Youtube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan analisis isi pada beberapa video Raditya Dika yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa informal yang digunakan Raditya Dika ditandai dengan penggunaan kosakata sehari-hari, struktur kalimat tidak baku, idiom, humor, dan sindiran yang komunikatif. Gaya bahasa ini efektif dalam membangun kedekatan dengan audiens dan meningkatkan pemahaman pesan. Adaptasi gaya bahasa informal tersebut sebagai bahan ajar teks anekdot terbukti dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa karena materi menjadi lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, gaya bahasa informal dalam konten Youtube Raditya Dika sangat potensial dijadikan alternatif bahan ajar inovatif pada pembelajaran teks anekdot.Kata kunci : Gaya Bahasa Informal, Youtube, Raditya Dika, Bahan Ajar, Teks Anekdot
GAYA BAHASA SINDIRAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN TIKTOK ANIES RASYID BASWEDAN Nadifa, Razwa; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam kolom komentar akun TikTok Anies Rasyid Baswedan serta mengkaji alternatif pengembangan bahan ajar teks anekdot berdasarkan gaya bahasa tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya ujaran sindiran dalam bentuk komentar pada media sosial, khususnya TikTok, yang mencerminkan dinamika komunikasi masyarakat digital dan berpotensi diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, simak, catat, dan analisis isi. Data berupa 52 komentar yang dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa sindiran menurut Gorys Keraf, yaitu ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan innuendo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gaya bahasa sindiran yang paling dominan digunakan adalah sinisme, disusul oleh ironi dan sarkasme. Komentar-komentar tersebut menggambarkan bentuk sindiran terhadap figur publik dengan cara yang bervariasi, mulai dari halus hingga kasar.Temuan ini kemudian dikembangkan menjadi alternatif bahan ajar teks anekdot untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase E kelas X SMA. Pengembangan didasarkan pada kriteria bahan ajar yang baik menurut Kosasih, meliputi keberadaan isi, penyajian materi, dan keterbacaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya bahasa sindiran dalam media sosial dapat dijadikan sebagai sumber yang kontekstual dan aktual dalam pembelajaran teks anekdot, sehingga mampu meningkatkan literasi kritis dan sensitivitas bahasa peserta didik terhadap dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci: gaya bahasa sindiran, TikTok, komentar media sosial, teks anekdot, bahan ajar. 
VARIASI BAHASA DALAM JUALAN ONLINE SHOP PADA AKUN SOSIAL MEDIA TIKTOK Dewi, Lina Melati Kusuma; Herdiana, Herdiana; Gunawan, Heryanto
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dari jualan oline shop pada akun sosial media tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui teknik simak katat dari media sosial tiktok akun @skintific_id, @camillebeauty_official dan @basreng.sultan.bandung yang kemudian dianalisis dengan teknik klasifikasi dan deskripsi. Dari hasil analisis, ditemukan tiga variasi bahasa yaitu variasi bahasa gaul, variasi bahasa gaul, dan variasi bahasa asing. Variasi bahasa gaul yaitu bahasa remaja yang unik dan menyimpang dari makna aslinya. Variasi bahasa gaul yaitu variasi bahasa yang rahasia dan dapat berubah seiring waktu. Variasi bahasa asing yaitu penggunaan dasar bahasa lain dalam kehidupan sehari-hari. Kemungkinannya variasi bahasa tersebut mempermudah antara penjual dengan pembeli pada penjualan online. Kata Kunci : variasi bahasa; tiktok; bahasa gaul; bahasa gaul; bahasa asing
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT SITU LENGKONG PANJALU KEDALAM BENTUK NOVEL Vaujiyatul A, Siva; Herdiana, Herdiana; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19980

Abstract

ABSTRAK : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan alih wahana cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu kedalam bentuk novel. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah folkor atau cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah teknik studi pustaka, teknik observasi dan wawancara yang dilakukan kepada narasumber. Teknik analisis data pada penelitian ini sebagai berikut. Teknik pertama adalah teknik reduksi data, selanjutnya adalah penyajian data serta yang terakhir adalah penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini merupakan alih wahana cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu dengan menggunakan teori alih wahana Damono, terdapat  2 pengurangan dan 30 penambahan meliputi 18 penambahan dari segi tokoh, dan 12 penamabahan dari segi lattar atau setting.Kata kunci : alih wahana, cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu, novelAbstract : This study aims to describe the transfer of the Situ Lengkong Panjalu folklore into a novel. This study uses a qualitative descriptive method. The data source in this study is the Situ Lengkong Panjalu folklore. The data collection techniques used are library study techniques, observation techniques, and interviews conducted with informants. The data analysis techniques in this study are as follows. The first technique is the data reduction technique, then the data presentation and the last is drawing conclusions. The results of this study are the transfer of the Situ Lengkong Panjalu folklore using the Damono transfer theory, there are 2reductions and 30 additions including 18 additions in terms of characters, and 12 additions in terms of background or setting..Key words: folklore,novel, Situ Lengkong Panjalu folklore
FENOMENA BAHASA GAUL GENERASI Z DI INSTAGRAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA FORMAL Maulana, Rahmi Taufik; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20192

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan bahasa gaul oleh Generasi Z di media sosial Instagram Picky Picks yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan bahasa Indonesia secara formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik penggunaan bahasa gaul Generasi Z di Instagram Picky Picks dalam aplikasi dengan kemampuan berbahasa Indonesia secara formal serta mendeskripsikan alternatif pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi berdasarkan fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten dan analisis tematik. Sumber data berupa caption dan komentar pada akun Instagram Picky Picks, dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri bahasa gaul yang digunakan oleh Generasi Z meliputi singkatan, akronim, penggalan, dan kontraksi. Penggunaan yang masif dapat menurunkan sensitivitas siswa terhadap struktur dan kaidah bahasa formal. Oleh karena itu, dikembangkan bahan ajar menulis teks eksposisi fenomena berbasis bahasa gaul dengan memperhatikan aspek isi, penyajian, dan keterbacaan sesuai fase perkembangan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa gaul dapat dimanfaatkan sebagai jembatan pembelajaran kontekstual yang mampu meningkatkan kesadaran berbahasa formal secara kreatif dan adaptif.
GAYA BAHASA DALAM KONTEN YOUTUBE NADIA OMARA EDISI KRIMINAL INDONESIA Silvia, Ai Ayu; Herdiana, Herdiana; Andini, Siti
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20164

Abstract

Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa dalam Konten YouTube Nadia Omara Edisi Kriminal Indonesia (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Membuat Teks Berita).” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa dalam konten YouTube Nadia Omara edisi kriminal Indonesia, sekaligus memberikan alternatif pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana gaya bahasa yang digunakan di dalam konten YouTube tersebut dapat dimanfaatkan sebagai referensi pengajaran yang kontekstual dan menarik bagi peserta didik dalam materi menulis teks berita di Fase F (kelas XI) Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, simak, catat, dan dokumentasi. Sumber data penelitian diambil dari dua video yang diunggah oleh Nadia Omara antara November 2024 hingga Januari 2025, yaitu “Tragedi Supir Maut Tugu Tani” dan “Soto ‘Daging’ Buatan Suami Tukang Selingkuh.” Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam konten tersebut bervariasi: gaya bahasa berdasarkan kata (resmi, tak resmi, percakapan), gaya bahasa berdasarkan nada (sederhana, mulia dan bertenaga, menengah), gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat (klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, repetisi), serta gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna (retoris dan kiasan). Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan bahan ajar digital yang kontekstual, menarik, dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
PERUBAHAN MAKNA KATA AKIBAT PERKEMBANGAN BUDAYA POPULER DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Cerita Teks Eksplanasi) Komalasari, Heti; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19933

Abstract

Heti Komalasari, 2108210005, PERUBAHAN MAKNA KATA AKIBAT PERKEMBANGAN BUDAYA POPULER DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Cerita Teks Eksplanasi), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kata yang dipengaruhi oleh perkembangan budaya populer dalam media sosial Instagram serta potensinya sebagai alternatif bahan ajar teks eksplanasi. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi unggahan, komentar, dan interaksi pengguna Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer yang berkembang pesat di media sosial menciptakan fenomena pergeseran makna kata, baik berupa perubahan total, disfemia, penghalusan makna, maupun perluasan dan penyempitan makna. Contoh perubahan makna kata seperti kata banjir, gledek, gas, story, caption, receh dan explore. Kata-kata yang sebelumnya memiliki arti tertentu sering kali mengalami re-interpretasi dalam konteks budaya populer, misalnya melalui penggunaan tagar, meme, atau tren viral. Pergeseran ini tidak hanya mencerminkan dinamika bahasa, tetapi juga memperlihatkan hubungan erat antara bahasa dan budaya dalam ruang digital. Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana media sosial berperan sebagai katalis dalam transformasi makna kata, dengan melibatkan unsur kreativitas, kolaborasi komunitas, dan kecepatan penyebaran informasi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya memahami konteks budaya digital dalam pembelajaran bahasa. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar bervariatif untuk teks eksplanasi. Dalam hal ini, siswa diajak memahami fenomena kebahasaan secara kontekstual dan kritis. Proses ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh perubahan makna kata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu tetapi juga sebagai media pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap perubahan bahasa yang dipengaruhi oleh dinamika sosial budaya di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan berbasis kontekstual yang selaras dengan realitas budaya digital siswa.Kata Kunci: Perubahan makna kata, budaya populer, Instagram, teks eksplanasi, bahan ajar.
INTERFERENSI DIALEK BANYUMASAN PADA PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA OLEH GENERASI ALPHA DI SMPN 3 GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP Delvia, Maya; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20054

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Interferensi Dialek Banyumasan pada Pemakaian Bahasa Indonesia oleh Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Permasalahan yang diteliti dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah yaitu bagaimana interferensi dialek Banyumasan memengaruhi pemakaian bahasa Indonesia oleh Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu kabupaten Cilacap?. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan interferensi dialek Banyumasan pada pemakaian bahasa Indonesia oleh Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu merupakan generasi penerus dialek Banyumasan. Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap cendrung menguasai dua bahasa yaitu antara bahasa daerah lokal dan bahasa Indonesia, akibat dari kemampuan bilingual ini cendrung terjadinya interferensi, yaitu penggunaan unsur dari bahasa pertama terhadap penggunaan Bahasa kedua. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan teknik random sampling atau menjadikan objek yang ada sebagai sampel kemudian dilakukan teknik rekam guna mendapatkan data yang relevan. Data yang didapatkan akan dianalisis untuk mendapatkan jenis-jenis interferensi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam cerita imajinasi dan komunikasi siswa kelas VIIC SMPN 3 Gandrungmangu terdapat interferensi di bidang fonologi, morfologi dan sintaksis.Kata Kunci: interferensi, sosiolinguistik, dialek Banyumasan
ANALISIS MAKNA PUISI “SENJA DI PELABUHAN KECIL” KARYA CHAIRIL ANWAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SEMIOTIKA RIFFA TERRE Andini,, Siti; Herdiana, Herdiana
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.21776

Abstract

Puisi adalah bentuk kesusastraan yang paling tua. Dalam sebuah puisi biasanya terkandung makna yang tersirat. Maka untuk memahami makna dari suatu karya sastra berbentuk puisi harus dilakukan melalui sebuah analisis agar penilaian yang dilakukan tidak 100% bersifat subjektif. Analisis karya sastra bisa dilakukan melalui berbagai cara atau pendekatan. Pendekatan yang digunakan dalam analisis puisi "Senja di Pelabuhan Kecil" ini adalah pendekatan Semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna serta mendeskripsikan hasil analisis terhadap puisi tersebut secara semiotik. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan teknik interpretasi dan baca simak.
Co-Authors Adhim, Muhammad Fauzan Agustina, Sinta Dewi Alfaruq, Atep Rifal Ali, Kadir Andiana, Baiq Dewi Lita Andini,, Siti Angka, Awerawe Asminah , Asminah Atsani K.H, Syahla Ayinun, Aminah Ayu Fitriani Baiq Inggar Linggarweni Barokah, Melinda Barus, Lidya Hariaty Dasopang, Ramadhana S.M. Delvia, Maya Dewi, Lina Melati Kusuma Diah Meidatuzzahra Fauzi, Salman Fikri, Lutfi Ahmad Gunawan Gunawan Gunawan, Heryanto Hafizin, Ahmad Hajat Hermawati, Nurul Hartiningrum, Chanty Yunie Hendaryan, Hendaryan Hermawan, Yudi Hidayah, Nadia Hidayatullah, Asep hotimah, Siti lia husnul Hutabarat, Vitrilina Ida, Andi Syintha Iis Apriany, Baiq Ilham, Ilmiawan Imron Rosyadi Inggar Linggarweni, Baiq Islami, Aziziyah Al Islami, Hujjatul Kartika Kartika Komalasari, Heti Krismayanty, Wiwit Krismayanty Kurahman, Fatwa Kurnelia, Ega Lisdawati, Riska Lisnawati, Shinta Dety Mahdawarti, Mahdawarti Mardesela, Ega Mariana Mariana Maulana, Rahmi Taufik Mawar Mawar, Mawar Miftahul Jannah Mudiana, Sula Muhammad Hamsyuni Muhammad Nasir Muhammad Zakaria Muhsin Muhsin Mularahman, Mularahman Mulyadi, U. Andi Munisah, Yeni Mutmainah, Novianti Muzzamil, Adira Taufik Nadifa, Razwa Nadiya, Della Nirmawati, Nirmawati Noviadi, Andri Novida Sari Nur'asih, Ela Sri Nurlaila Nurlaila Nurlailah Mappanganro Octavia, Marta P, Adrian Wirahardi Padilah, Rizki Paflefi, Alfi Reza Pramesty, Merrina Rafika Rafika Ramdhani, Tasya Yuda Ramdiawan, Ramdiawan Rohayati, Nia Rolena, Nitamara Rosadi, Narita Amni ROYANI ROYANI Saputri, Rissa Fadilla Sartika Sartika Sasmito, Priyo Septian, Dadang Dwi Silvia, Ai Ayu Sirojul Munir Sitepu, Stefani Anastasia Siti Andini Sri Mulyani Suardana, I Wayan Agus Suherman, Doni Sunandar, Sunandar . Susiyanti, Hera Syamsul Rizal Ubudiyah, Lailatul Vaujiyatul A, Siva WIDARTI WIDARTI Wulan Sondarika Yasin, Muhamad Yasmina, Yasmina Yunadi, Marwan Zuhda, Hayati