Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Personal Branding Krisna Pratiwi sebagai Llifestyle Influencer di Instagram Artati, Dyah Gendis; Yustikasari, Yustikasari; Setianti, Yanti
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 14 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v14i2.9697

Abstract

Krisna Pratiwi memilih instagram untuk menjadi media utama dalam mata pencahariannya. Sebagai influencer yang menggunakan dirinya sebagai pusat dari pekerjaannya, sangat diperlukan untuk melakukan personal branding terhadap dirinya. Krisna membranding dirinya sebagai lifestyle influencer yang ditunjukkan melalui akun instagramnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memahami identitas diri, ekspresi, dan konsistensi Krisna Pratiwi dalam proses personal branding sebagai lifestyle influencer di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi pustaka dan observasi. Konsep yang digunakan adalah konsep Personal Branding oleh William Arruda. Hasil penelitian menunjukkan Krisna Pratiwi memahami identitas dirinya sebagai lifestyle influencer yang menginspirasi, percaya diri dan cinta diri melalui konten yang autentik dan informatif di Instagram. Ia mengekspresikan personal brandingnya dengan interaksi langsung dan konten yang konsisten, menekankan keaslian dan relevansi bagi audiensnya. Dalam menjaga konsistensi, Krisna tampil menarik dan sederhana, berkolaborasi dengan brand yang sesuai dengan nilai-nilai yang dipegangnya, dan selalu berusaha memberikan pengaruh positif kepada pengikutnya. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah Krisna Pratiwi telah melakukan tiga tahap personal branding yaitu extract, express, dan exude.
Marketing public relations strategy for Islamic Hospitals in Bandung City Dewi, Retasari; Rafli, Zahwa Putri; Anisa, Renata; Yustikasari, Yustikasari; Abdullah, Zulhamri bin
PRofesi Humas Vol 10, No 1 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v10i1.63121

Abstract

Background: The increasing prevalence of hospitals with comparable service offerings has resulted in heightened rivalry within the healthcare sector. This competition prompted three Islamic-based hospitals in Bandung to formulate strategies that integrate marketing public relations (MPR) with Sharia principles while maintaining competitiveness. Few studies on hospital MPRs have investigated the significance of religiosity in public relations techniques. This indicates a requirement for research that comprehends how Islamic hospitals reconcile Islamic ethical precepts with marketing imperatives via public relations methods. Purpose: This study aims to identify and examine MPR techniques employed by Islamic hospitals in Bandung City to align with Islamic ideals. Methods: This study employed a multi-site case study methodology involving three Islamic hospitals in Bandung City: RS Al Islam, RSIA Al Islam, and RS Muhammadiyah Bandung. Data were gathered via restricted contextual observation, semi-structured in-depth interviews, and secondary documentation. Results: The findings of this study indicate that Islamic hospitals predominantly employ pull and pass procedures over push tactics. The push method is implemented selectively to uphold integrity and Islamic beliefs. This study affirms that Islamic hospitals build their image through physical symbols, media, community engagement, and institutional obligations such as certification and accreditation. Conclusion: Islamic hospitals employ MPR methods to sustain competitiveness; nevertheless, these strategies are not exclusively utilized as marketing instruments or for image preservation. They also embody the institutions’ principles and identities, thereby fostering public trust over time. Implications: This research could enhance people’s understanding of MPR, particularly within the healthcare sector and Islamic public relations
Strategi Media Relations PT Persib Bandung Bermartabat: Studi Deskriptif Mengenai Strategi Media Relations PT Persib Bandung Bermartabat dalam Mengelola Publikasi di Media Massa Aristya, Zahra; Perbawasari, Susie; Yustikasari, Yustikasari
Journal of Digital Communication Science Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v3i1.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan taktik pengelolaan relasi, pengembangan perencanaan, dan pengembangan jaringan dalam strategi media relations PT Persib Bandung Bermartabat sebagai perusahaan yang menaungi klub sepak bola profesional, Persib melalui divisi Corporate Communication sebagai upaya mengelola publikasi di media massa untuk mendapatkan image positif bagi perusahaan melalui pemberitaan positif di media massa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan penyajian data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan dalam taktik pengelolaan relasi, Corporate Communication Persib membangun komunikasi yang intensif dengan media melalui bentuk komunikasi formal dan informal. Seluruh staff of Corporate Communication Persib bertugas sebagai penulis untuk memenuhi seluruh kebutuhan penulisan. Sementara itu, juru bicara menjadi tanggung jawab head of Corporate Communication Persib dan koordinator media dijalankan oleh salah satu staff of Corporate Communication Persib dengan latar belakang wartawan. Corporate Communication Persib telah menyusun daftar media massa berdasarkan jenis khalayak, cakupan, dan level media. Pada taktik pengembangan perencanaan, tujuan aktivitas media relations ditentukan setiap musim pertandingan, namun tujuan utamanya tetap untuk meningkatkan kesadaran, mengubah sikap, dan mendorong tindakan publik terhadap perusahaan serta mendapatkan image positif perusahaan. Pada tahap pengelolaan relasi, Corporate Communication Persib menjaga komunikasi secara personal dengan organisasi profesi kehumasan dan organisasi kewartawanan PWI. Head of Corporate Communication Persib merupakan anggota dari PERHUMAS dan para staff merupakan anggota PWI. Meskipun begitu, belum ada komunikasi yang terjalin secara resmi antara Corporate Communication Persib dengan organisasi-organisasi profesi.
Implementasi Strategi Marketing Public Relations pada Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung Renata Anisa; Retasari Dewi; Yustikasari, Yustikasari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.8049

Abstract

Rumah sakit berperan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Pertumbuhan jumlah rumah sakit disertai fasilitas dengan teknologi tinggi mendorong bisnis pada sektor kesehatan semakin kompetitif. Rumah sakit mengimplementasikan strategi marketing public relations untuk membangun reputasi, awareness, kepercayaan, serta loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi marketing public relations pada salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Kota Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit mengimplementasikan strategi push, pull, pass untuk meningkatkan brand awareness, membangun kepercayaan, dan menciptakan loyalitas pelanggan, dengan masing-masing target yakni pasien dan keluarga pasien, distributor dan perusahaan, serta komunitas dan masyarakat. Strategi marketing public relations tersebut diturunkan kedalam program yang inovatif seperti promosi kesehatan, penggunaan mobile applications, handling complain, survey ,joint promotion, gathering, special event, talk show, dan optimalisasi media digital website, Instagram, youtube rumah sakit.
Kepemimpinan Berbasis Kekeluargaan Sebagai Modal Motivasi Dalam Bekerja dan kekompakan Organisasi Putri Lahade, Ruth Anggraeni; Yustikasari, Yustikasari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12782

Abstract

Tercapainya keberhasilan organisasi tidak bisa lepas dari peran pemimpin. Gaya kepemimpinan dalam organisasi menentukan kinerja dan motivasi karyawan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan UPMF FISKOM UKSW sebagai modal motivasi bekerja dalam organisasi. Dasar teori dalam penelitian ini adalah Path Goal Theory yang menyatakan bahwa pemimpin yang baik ketika dapat menyediakan informasi atau penghargaan yang sesuai dengan kebutuhan bawahannya. Hasil penelitian ditemukan gaya kepemimpinan UPMF adalah supportive leadership dengan basis kekeluargaan. Bentuk supportive leadership diperlihatkan dari sikap ketua UPMF yang mengedepankan kesejahteraan karyawan, ramah dan partisipatif. Karakteristik karyawan UPMF adalah ramah dan luwes dengan tingkat kemampuan bekerja dikategori sedang. Karakteristik lingkungan kerja UPMF adalah luwes dan lentur.
TAKTIK PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT DI JAWA BARAT DALAM MENINGKATKAN AWARENESS PUBLIK MENGENAI KESEHATAN Renata Anisa; Retasari Dewi; Yustikasari, Yustikasari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana taktik promosi kesehatan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Cirebon dalam meningkatkan awareness publik mengenai kesehatan, serta media komunikasi yang digunakan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Peneliti mendeskripsikan bagaimana taktik promosi kesehatan yang diaplikasikan oleh RSUD di Kabupaten Cirebon dalam meningkatkan awareness publik mengenai kesehatan. Peran dan Fungsi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Cirebon dilaksanakan oleh PKRS dan Humas. PKRS berfokus pada edukasi kesehatan kepada masyarakat rumah sakit dan publik. Sementara, humas memiliki fungsi untuk penghubung dengan masyarakat dan menjadi sarana komunikasi serta informasi. Taktik promosi kesehatan yang digunakan rumah sakit adalah penyuluhan kesehatan secara langsung sesuai topik yang diangkat pada pasien, keluaga pasien, dan tenaga kesehatan, edukasi kesehatan ke petugas puskesmas binaan, special event seperti jalan sehat serta talk show kesehatan di radio dan televisi. Pada taktik special event, kegiatan dilaksanakan dengan berkolaborasi degan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Pondok Pesantren di wilayah Cirebon. Rumah sakit telah menjalankan peran dan fungsi promosi kesehatan sesuai peraturan Menteri Kesehatan RI. Media komunikasi yang digunakan rumah sakit untuk mempublikasikan promosi kesehatan adalah media audio, video (televisi rumah sakit), dan cetak serta penggunaan media baru seperti website, facebook, instagram, dan youtube
ANALISIS SWOT WISATA DI DESA MANDE, KECAMATAN MANDE, KABUPATEN CIANJUR Lumongga, Az Zahrah; Setiawan, Setiawan; Yustikasari, Yustikasari
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dalam pemanfaatan potensi alam dan budaya yang dimiliki oleh desa-desa yang ada di Indonesia. Desa Mande yang memiliki daya tarik utama yaitu wisata alam Waduk Cirata dan kebudayaan Pencak Silat, hal ini diharapkan bisa menjadi atraksi wisata yang menarik jika pengelolaannya dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi yang ada di Desa Mande serta memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisatanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode wawancara, studi pustaka dan observasi langsung ke Desa Mande. Peneliti melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh kunci di Desa Mande yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, anggota Bumdes dan kelompok penggerak wisata. Pengunaan analisis SWOT bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan pariwisata di Desa Mande. Kekuatan desa ini meliputi keindahan alam dan kebudayaan yang masih belum dikelola secara optimal. Adapun kelemahan pengembangan pariwisata di desa ini yaitu keterbatasan fasilitas pendukung wisata, rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya tenaga ahli di bidang pariwisata.
Strategi manajemen krisis ITB atas isu pinjaman online di akun @ITBfess (X) Shadrina, Alyani Nur; Priyatna, Centurion Chandratama; Yustikasari, Yustikasari
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i22025p407-414

Abstract

ITB’s crisis management strategy regarding the online loan issue on @ITBfess (X) The crisis experienced by ITB due to content of pinjaman online (pinjol) on the menfess social media account x @itbfess, in January 2024, has affected various aspects of education and public communication. Public dissatisfaction with the university's response, which was deemed non-transparent, triggered a crisis of trust and social protests. This study aims to analyze the crisis management strategy of the Bandung Institute of Technology (ITB) in maintaining the company's reputation during the crisis. The method used is a qualitative descriptive case study approach. Data were collected through interviews with two key informants and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The results show that ITB applies a combination of Situational Crisis Communication (SCCT) and Image Restoration Theory (IRT) in each phase of the crisis (pre-crisis, crisis, and post-crisis). Direct response strategies and solution provision are part of the effort to maintain public trust. These findings provide a theoretical contribution to the literature on vulnerable crisis management and demonstrate the importance of responsive and contextual communication in reputation mitigation. Krisis yang dialami ITB akibat akibat konten pinjaman online (pinjol) pada akun menfess sosial media x @itbfess, pada Januari 2024, telah mempengaruhi berbagai aspek pendidikan dan komunikasi masyarakat. Ketidakpuasan publik terhadap respons universitas yang dinilai tidak transparan memicu krisis kepercayaan dan protes sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen krisis Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam menjaga reputasi perusahaan selama amsa krisis tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dua informan kunci dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ITB menerapkan kombinasi teori Situational Crisis Communication (SCCT) dan Image Restoration Theory (IRT) pada tiap fase krisis (pra-krisis, krisis, pasca-krisis). Strategi respons langsung,serta pemberian solusi merupakan bagian dari upaya untuk mempertahankan kepercayaan publik. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur manajemen krisis yang rentan dan menunjukkan pentingnya komunikasi responsif dan kontekstual dalam mitigasi reputasi.
Health communication: the urgency and challenges of telenursing in remote nursing practice Yustikasari, Yustikasari; Baharuddin, Tawakkal; Subekti, Priyo; Anisa, Renata; Dewi, Retasari
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i1.9352

Abstract

This study examined the challenges and opportunities for telenursing services’ success in remote regions of Indonesia, particularly the role of health communication in addressing these issues. This research was done using Online Research Methods (ORMs) and analysed using NVivo 12 Plus. The results reveal the desperate need to use telenursing to enhance access to and efficiency and quality of services, especially in regions far removed from healthcare facilities. The analysis showed the existence of significant barriers to the care and technological infrastructure of the area, the scant digital literacy among healthcare providers and patients, and fears concerning data security and privacy. Additionally, there is a lack of sufficient government policies and resource funding, which would otherwise improve the situation. To respond to such challenges, this study advocates for adopting other tools such as health communication models, particularly promotional and trust-building therapeutic communication designed for interaction with patients at the clinic, to increase trust and responsiveness among healthcare workers towards telemedicine. Programmatic, regulatory, and institutional documents, schemes, and strategies for digital literacy, public advocacy, and services for training healthcare workers of advanced age are also enabling and essential factors for the practical and sustained application of telenursing in Indonesia.
PEMBERDAYAAN POKDARWIS DESA BANDASARI MELALUI LITERASI DIGITAL UNTUK PENGUATAN SMART RURAL TOURISM BERBASIS KOMUNITAS Novianti, Evi; Endyana, Cipta; Yustikasari, Yustikasari; Lukman, Kevin Muhamad; Putra, Adhika Graha Irianto; Lazuardina, Annisa; Delamontano, Eldo; Baituloh, Taqiy Gusdi; Prasetya, Zendra Haris; Zahra, Izzatun
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.69181

Abstract

Digitalization in rural tourism villages is often reduced to social media promotion, emphasizing visual branding instead of data-based destination management. This Community Service Program (PKM) aims to strengthen digital literacy in Bandasari Tourism Village by integrating Global Positioning System (GPS) technology, GPS Exchange Format (GPX) data, and storytelling as community-based destination management tools. Using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, residents were positioned as active decision-makers. The program consisted of three stages: identifying tourism potential through participatory discussions, training residents to collect and interpret GPS–GPX spatial data, and developing narrative descriptions of tourism waypoints. Data were obtained through participatory observation, focus group discussions, and documentation. The results show a shift in the community’s perception of digitalization. Waypoints, initially viewed only as coordinates, evolved into narrative points representing local identity, enabling the creation of a digital story map. The community also began linking waypoints to local micro-businesses, strengthening the village’s economic network and reducing dependence on individuals with localized knowledge.Digitalisasi di desa wisata perdesaan sering kali direduksi hanya pada promosi melalui media sosial, dengan penekanan pada pencitraan visual dibandingkan pengelolaan destinasi berbasis data. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital di Desa Wisata Bandasari melalui integrasi teknologi Global Positioning System (GPS), data GPS Exchange Format (GPX), dan pendekatan storytelling sebagai alat pengelolaan destinasi berbasis komunitas. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat diposisikan sebagai pengambil keputusan aktif. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu: identifikasi potensi wisata melalui diskusi partisipatif, pelatihan masyarakat dalam pengumpulan dan pembacaan data spasial GPS–GPX, serta penyusunan deskripsi naratif pada titik-titik wisata (waypoints). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pergeseran persepsi masyarakat terhadap digitalisasi. Waypoints yang semula dipahami hanya sebagai koordinat berkembang menjadi titik-titik naratif yang merepresentasikan identitas lokal, sehingga memungkinkan terbentuknya peta cerita digital (digital story map). Masyarakat juga mulai mengaitkan waypoints dengan usaha mikro lokal, yang memperkuat jejaring ekonomi desa serta mengurangi ketergantungan pada individu-individu dengan pengetahuan lokal yang bersifat personal.