Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PERAWATAN LUKA UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II  DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nurhaminda; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/74pwvn79

Abstract

Diabetes melitus tipe II (DM) atau sering disebut penyakit kencing manis adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin atau karena tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan implementasi perawatan luka untuk mencegan infeksi pada klien diabetes melitus tipe II. Metode penelitian ini adalah desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang terdiri dari: pengkajian, diagnosa keperawatan yaitu resiko infeksi berhubungan dengan penyakit kronis (diabetes melitus), menentukan intervensi dan implementasi yaitu perawatan luka, setra melakukan evaluasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi luka dapat mencegah infeksi dengan hasil pada kasus 1 yaitu sebelum implementasi kedalaman luka yaitu 1 cm dan lebar 4 cm setelah implementasi kedalaman luka menjadi 1 cm dan lebar menjadi 3 cm, sedangkan pasien 2, sebelum diberikan implementasi perawatan luka dengan kedalaman 2 cm dan lebar 6 cm dan setelah dilakukan implementasi kedalaman luka menjadi 2 cm dan lebar menjadi 6 cm. Kesimpulan dan saran penelitian ini diharapkan implementasi perawatan luka dapat mencegah terjadinya infeksi pada pasien diebetes melitus tipe II..
Studi Kasus: Hipertermia dengan Kompres Hangat Pada Pasien Tuberculosis Hasanah, Putri; Susyanti, Deni; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
Media of Health Research Vol. 1 No. 1 (2023): Media of Health Research, April 2023
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/mohr.v1i1.7

Abstract

One of the symptoms of pulmonary tuberculosis is hyperthermia which is the body response to infection process. Tuberculosis sufferers are usually subfebrile, resembling fluenza, but sometimes they can be infected by influenza with body temperature ranging between 38,0oC and 38,5oC. The effort made to overcome hyperthermia is by giving warm compresses to reduce fever. Method this is descriptive research using case study approach that focuses on hyperthermia with warm compresses in pulmonary tuberculosis patients at Tk II Putri Hijau Hospital, Medan. Results after nursing interventions in patients 1 dan 2 with warm compresses on the forehead, axilla, tibia fibula, for 4 days, the patients body temperature decreases from 38oC to 37oC. Conclusion it is concluded that there is a nursing problem in patient 1 and patient 2, namely hyperthermia. Suggestions It is expected that the health workers improve their nursing skills in providing nursing care, especially in taking actions to reduce patients fever, so as to reduce is incidence.
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DARI OLAHAN IKAN PATIN Olivia, Nina; Pratama, Muchti Yuda; Nisrina, Nisrina; Af’idah, Huwaina; Gustina, Erita
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/85z5xn13

Abstract

Stunting is caused by various factors, such as nutritional intake during pregnancy or infancy, lack of maternal knowledge about nutrition before or during pregnancy, and postpartum conditions that impact intelligence, susceptibility to diseases, and overall health. The provision of Supplementary Feeding (PMT) involves offering safe and high-quality snacks for toddlers, prioritizing food quality and safety. An innovative approach to addressing this issue involves utilizing local wisdom by processing catfish into cookies. This initiative was carried out at Posyandu Flamboyan, Jaharun B Village, Galang, Deli Serdang, involving 50 toddlers and their mothers attending the posyandu activities. The results showed that all toddlers experienced weight gain and enjoyed the cookies provided. Considering stunting is a serious issue, this program should be continued by encouraging local stakeholders to promote fish farming in the community and explore other catfish-based food innovations.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DIRUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M. ILDREN MEDAN Syahfitri, Silla; Gustina, Erita; Pratama, Muchti Yuda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2565

Abstract

Kesehatan jiwa saat ini telah menjadi masalah kesehatan global bagi setiap negara termasuk Indonesia. Skizofrenia merupakan kondisi seseorang yang mengalami keretakan jiwa kronis, yang menyebabkan perilaku psikotik dan akan menunjukkan emosi yang ditandai pikiran kacau, delusi, halusinasi dan perilaku aneh. Halusinasi pendengaran merupakan kondisi dimana seseorang mendengar suara-suara aneh sehingga tidak dapat mengendalikan antara suara kehidupan nyata dan kehidupan palsu. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan 2 subjek dengan diagnosa dan masalah yang sama, yaitu Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan. Asuhan keperawatan yang dilakukan mulai dari pengkajian sampai evaluasi dengan menggunakan strategi pelaksanaan yaitu SP 1 sampai SP 4. Hasil penelitian dengan Asuhan Keperawatan klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, melakukan kegiatan dan sudah mau meminum obat secara teratur. Setelah melakukan penelitian, peneliti dapat mengambil kesimpulan, dimana kedua klien memiliki beberapa kesamaan yaitu pada klien 1 dan klien 2 dapat menerima stimulus yang diberikan perawat, dapat berespon verbal.
IMPLEMENTASI  PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP  NYERI  LUTUT OSTEOARTHRITIS Wulandari, Sephia Ayang; Olivia, Nina; Pratama, Muchti Yuda
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i7.1596

Abstract

Chronic pain experienced by elderly individuals with osteoarthritis often leads to discomfort in performing various daily activities. One of the efforts to alleviate this issue is the application of warm compresses at a temperature of 40℃ when pain arises. This study aims to describe the implementation of warm compress therapy for knee pain in osteoarthritis. The research method used is a case study design with a nursing care approach, which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study involved two elderly participants diagnosed with osteoarthritis, conducted over a period of six days using nursing interventions based on SIKI (2018). The results showed a decrease in the knee pain scale from mild-moderate to mild. The warm compress intervention was applied for 20–30 minutes at a temperature of 40℃. Conclusion and Recommendation: Warm compress application in osteoarthritis patients can help reduce knee pain from a mild-moderate scale to a mild level. It is expected that the findings of this study can be applied in clinical settings and motivate patients to independently and routinely perform this intervention whenever pain occurs.
MANAJEMEN HIPOTERMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PASCA HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Rahayu, Anisyah; Jundapri, Kipa; Pratama, Muchti Yuda
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i3.1772

Abstract

Chronic kidney failure is a condition of decreased kidney function caused by the inability of the kidneys to remove metabolic waste from the body or perform their regular functions. Intervention in chronic kidney failure is performed with hemodialysis. The hemodialysis process can cause changes in body temperature to hypothermia, so it requires proper treatment. The purpose of this study is to provide an overview of the implementation of hypothermia management in patients with chronic kidney failure after hemodialysis. The research method is descriptive research with a medical-surgical nursing approach consisting of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study was conducted on two patients undergoing hemodialysis. Interventions and implementation of hypothermia management were carried out, such as monitoring body temperature, identifying the cause of hypothermia, monitoring signs and symptoms of hypothermia, providing a warm environment, changing wet clothing and/or linen, covering and applying warm compresses.The study found that body temperature returned to normal in both patients. The study concluded that monitoring body temperature, identifying the cause of hypothermia, monitoring signs and symptoms of hypothermia, providing a warm environment, changing wet clothing and/or linens, covering the patient with blankets, and applying warm compresses can help treat hypothermia in post-hemodialysis patients. This study recommends that hyperthermia management can help patients achieve normal thermoregulation, thus effectively managing hypothermia
MOBILISASI DINI DENGAN LATIHAN GERAKAN ROM (RANGE OF MOTION) KEKUATAN OTOT PASIEN PASCA STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Harianja, Anita Sari; Susyanti, Deni; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa; Siregar, Nita Mayrani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2023): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v2i12.1880

Abstract

Ischemic stroke is a condition of hypoxia or decreased oxygenation to brain tissue and is the result of poor blood supply, causing disability. The prevalence of stroke in Indonesia increases at ages > 75 years (50.3%). Objective: This study discusses nursing care for ischemic stroke patients at the Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan Hospital, with a focus on two patients who have the same diagnosis but different main complaints. Method: The first patient experienced impaired physical and neuromuscular mobility, with symptoms such as pain on the left side of the body, numbness, weakness, and difficulty sleeping. Meanwhile, other patients experience disorders in different body systems, requiring specific treatment to overcome these complaints. This study emphasizes that appropriate nursing care is needed in treating ischemic stroke patients. Result: Based on the assessment, planning and implementation of nursing actions, this research confirms the importance of correct nursing care in handling Ischemic Stroke at the Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan Hospital. This has the potential to increase the understanding and implementation of effective nursing practices for Ischemic Stroke patients.
ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M. ILDREM MEDAN Simanjuntak, Tiara Hartati; Gustina, Erita; Pratama, Muchti Yuda; Olivia, Nina
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.1975

Abstract

Isolasi sosial adalah kesendirian yang dialami oleh individu dan dianggap timbul karena orang lain serta sebagai suatu keadaan negatif atau mengancam. Defisit perawatan diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami hambatan ataupun gangguan dalam kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri, seperti mandi, berpakaian, makan, dan eliminasi untuk dirinya sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien isolasi sosial dengan masalah keperawatan defisit perawatan diri. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis pendekatan pada Studi Kasus berupa Asuhan Keperawatan yang dilaksanakan dalam tiga hari di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.M.Ildrem Medan, menggunakan dua orang pasien isolasi sosial menarik diri “defisit perawatan diri”. Instrumen penelitian yang digunakan peneliti adalah lembar format pengkajian keperawatan Jiwa, pemeriksaan fisik, dan lembar observasi penilaian kemampuan perawatan diri pasien menggunakan Index katz.  Pengumpulan data pengkajian dilakukan secara auto dan allo anamnesa. Diagnosis Keperawatan merupakan analisis terhadap semua data yang diperoleh, Intervensi Keperawatan Peneliti menyusun rencana tindakan keperawatan untuk mengontrol defisit  perawatan diri meliputi : mandi, berpakaian, makan dan eleminasi. Implementasi Keperawatan Peneliti melakukan rencana tindakan yang telah disusun, pada Evaluasi keperawatan peneliti melakukan penilaian dari hasil yang telah di laksanakan dalam mengatasi masalah yang terjadi. Hasil Penelitian adalah tingkat kemandirian pasien dalam melaksanakan perawatan diri meningkat setelah dilakukan asuhan keperawatan. Peneliti dapat mengambil Kesimpulan Asuhan keperawatan yang dilakukan perawat dapat meningkatkan ketergantungan pada pasien isolasi sosial dengan masalah defisit perawatan diri.
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN DAN TUTORIAL ASI EKSKLUSIF Suharto, Suharto; Pratama, Muchti Yuda; Olivia, Nina; Syafrinanda, Virginia; Simamora, Endang Roswati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/6mpdec95

Abstract

Proses pemberian ASI tanpa tambahan makanan lain pada bayi berumur 0-6 bulan disebut ASI eksklusif. sejumlah riset menunjukkan bayi yang diberi asi lebih jarang terserang Gastroenteritis, infeksi pernapasan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, alergi, asma, dan eksim. Pendidikan kesehatan yang melibatkan pendampingan dan tutorial merupakan salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Pendidikan kesehatan ini diyakini lebih efektif ketika disampaikan secara personal melalui komunikasi tatap muka. Peran tenaga kesehatan memiliki kaitan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu yang mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan ASI.  Kegiatan PKM bertujuan meningkatkan dan merubah perilaku pemberian ASI yang optimal pada ibu yang menyusui. Metoda dilakukan dengan pendampingan dan pemberian tutorial tentang ASI Eksklusif dengam 42 peserta di posyandu Flamboyan Jaharun B di bawah pembinaan Puskesmas Kecamatan Galang Deli serdang serta menggunakan instrumen tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.
Studi Kasus Home Based Exercise Training Terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberculosis Parudi Rumah Sakit TK II Putri Hijau Alfi, Alfi Syahri; Susyanti, Deni; Pratama, Muchti Yuda
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2023): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v4i2.10506

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) Paru merupakan suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penyakit ini bila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Penderita TB sepanjang perjalanan penyakit akan mengalami beberapa gejala yang mengganggu kehidupannya. Gejala utama TB yaitu batuk dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, penderita TB juga mengalami demam yang tidak terlalu tinggi, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, lemah, serta rasa tidak enak (malaise). Berbagai gejala klinis tersebut akan sangat mengganggu penderita TB sehingga mengganggu kualitas hidupnya. Penatalaksanaan secara nonfarmakologis yang diterapkan yaitu latihan endurance di rumah yaitu berjalan kaki secara terstruktur pada pasien di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan. Teknik ini dapat mengalami peningkatan kualitas hidup. Tujuan: Penulis bertujuan untuk membantu ketahanan yang dapat memperbaiki efisiensi dan kapasitas sistem transportasi oksigen. Metode: Menggunakan asuhan keperawatan dengan studi kasus. Partisipan adalah Tn. T dan Tn. P dengan Tuberculosis paru yang mengalami penurunan kualitas hidup. Instrumen adalah SOP teknik berjalan kaki secara terstruktur. Hasil: Menunjukan bahwa setelah dilakukan teknik berjalan kaki secara terstruktur dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Kesimpulan: Berjalan kaki secara terstruktur dapat mempertahankan keadaan fisik untuk  kualitas hidup, sehingga pasien dapat melakukan aktivitasnya. Kata kunci: Home Based Exercise Training, kualitas hidup, tuberculosis paru   Background: Pulmonary Tuberculosis is a communicable disease caused by mycobacterium tuberculosis that may attack various organs, particularly lungs. If this disease is incompletely treated, it may lead to dangerous complications and to cause death. Patients suffering from pulmonary tuberculosis will show symptoms bothering life. The primary symptom of pulmonary tuberculosis is coughing for long time. In addition to this symptom, the patients also have not too high fever, decreased appetite, weight loss, feeling weak, and malaise. These clinical symptoms will much annoy patients life and their life quality. The non-pharmacological management that can be applied is the training of endurance at home, i.e. training the patients to have a structured walk at Level II Putri Hijau Hospital, Medan. This technique is effective to increase life quality. Objective: this research aims at helping endurance that can improve efficiency and transportation system capacity of oxygen. Methods: case study is employ in this nursing care. The participants taking part in this research are Mr. T and Mr. P who suffer from Pulmonary tuberculosis and experience decreased lige quality. Standart operatimg procedures in having structured walk is used as the instrument. Results: it is showed that structured walk, after applied to the patients, is effective to increase their life quality. Conclusion: Structured Walk is effective to maintain physical condition for better life quality, so that the patients are able to perform their activities.