Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Konsep Dan Teori And Fecktor: Kajian Literatur Ariani, Rini; Izzatunnisa, Fida; Istiqomatunnisa, Istiqomatunnisa; Nurafni, Salma; Subhan, Mhd
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1858

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menjelaskan konsep dan teori and fecktor dalam konteks ilmu sosial dan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan metode library research melalui telaah terhadap berbagai sumber literatur Indonesia yang relevan, baik berupa buku, artikel ilmiah, maupun jurnal akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep berfungsi sebagai representasi abstrak untuk memahami fenomena, teori berperan memberikan kerangka sistematis dalam menjelaskan hubungan antarvariabel, sedangkan and fecktor merepresentasikan faktor-faktor internal dan eksternal yang saling memengaruhi dalam proses pembentukan suatu fenomena. Dengan demikian, keterpaduan antara konsep, teori, dan and fecktor memberikan dasar yang komprehensif bagi analisis fenomena pendidikan maupun sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman akademik sekaligus menjadi rujukan untuk penelitian lanjutan.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN SARJANA DI INDONESIA: ANALISIS TERHADAP DATA BPS 2025 Syahri, Alvi; Nabila, Annisa Alifia; Warda, Selfia; Izmi, Ulfiya; Subhan, Mhd
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 No. 4 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i4.51901

Abstract

Fenomena pengangguran sarjana di Indonesia merupakan persoalan struktural dan kultural yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan ekonomi makro seperti perluasan lapangan kerja atau investasi industri. Faktor non-ekonomi, seperti kurangnya kesiapan mental, etika kerja, dan orientasi tanggung jawab sosial lulusan, juga memiliki kontribusi signifikan terhadap masalah ini (Sukamto, 2020). Oleh karena itu, solusi komprehensif harus mencakup pendekatan pendidikan karakter dan konseling, terutama dalam konteks nilai-nilai Islam. Dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki potensi jasmani, akal, dan ruhani yang harus dikembangkan secara seimbang (Musfiroh, 2019). Melalui layanan BKI di perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mencapai keberhasilan akademik, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai seperti etika kerja (al-akhlaq al-karimah), tanggung jawab (amanah), dan orientasi pada kemaslahatan (maslahah ‘ammah). Nilai-nilai ini menjadi fondasi moral dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang kompetitif dan dinamis (Hidayat, 2021). Pendekatan BKI juga mengajarkan kesadaran diri (self-awareness) dan pengembangan potensi diri (self-development) sebagai bentuk implementasi dari konsep tazkiyatun nafs proses penyucian diri agar individu mampu mengenali dan mengoptimalkan kemampuannya untuk kemanfaatan sosial (Rahman, 2022). Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan sebagai sarana ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan kontribusi sosial. Selain itu, BKI berperan preventif dan kuratif. Secara preventif, BKI membantu mahasiswa memahami realitas dunia kerja dan mengembangkan soft skills seperti komunikasi, tanggung jawab, dan etos kerja Islami. Secara kuratif, BKI mendampingi lulusan yang mengalami kebingungan karier (career confusion) atau tekanan psikologis akibat pengangguran, dengan memberikan konseling berbasis spiritual dan nilai-nilai Islam (Nurdin & Fauzan, 2023). Oleh sebab itu, penerapan BKI di perguruan tinggi dapat menjadi strategi integral dalam menghadapi masalah pengangguran sarjana. Ia tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara intelektual, tetapi juga berkarakter, beretika, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Islam yang menekankan kesatuan antara ilmu, iman, dan amal (Azra, 2018).
Integrasi Teori Belajar Ausubel dan Rogers dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Antara Kognisi dan Hati Nurani Manar, Al; Afandi, Muslim; Subhan, Mhd
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi teori belajar bermakna David Ausubel dan pendekatan humanistik Carl Rogers dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MA Al-Qasimiyah Sorek Satu. Metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus digunakan untuk menganalisis implementasi advance organizer berbasis peta konsep hierarkis dan diskusi reflektif berbasis student-centered learning. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep (62% ke 78%) dan keterlibatan afektif siswa (45% ke 82%). Temuan kunci meliputi: (1) efektivitas peta konsep dalam menghubungkan materi baru dengan pengetahuan awal siswa, (2) peran iklim belajar empatik (unconditional positive regard) dalam menginternalisasi nilai akhlak, dan (3) tantangan guru dalam merancang materi tematik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Ausubel-Rogers mampu menyeimbangkan aspek kognitif dan afektif, meski memerlukan pelatihan lesson study untuk mengatasi resistensi guru. Implikasinya, model hybrid dua fase (struktur kognitif → eksplorasi nilai) direkomendasikan untuk pembelajaran Akidah Akhlak di era digital.
Perkembangan Teori Personality HNN Roe Arifa, Abellia Putri; Aulia, Athaya Sifa; Jultari, Wina; Nupus, Ayatun; Subhan, Mhd
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i2.7352

Abstract

Teori kepribadian (personality theory) merupakan salah satu fondasi penting dalam psikologi, terutama dalam memahami perilaku dan perkembangan manusia. Hilda Naess Roe (HNN Roe) mengembangkan teori kepribadian yang menekankan pada hubungan antara kebutuhan dasar individu dengan pilihan karier serta arah perkembangan hidupnya. Artikel ini membahas perkembangan teori personality HNN Roe melalui kajian pustaka terhadap literatur yang relevan, baik buku maupun artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Roe berakar pada psikologi kebutuhan, teori motivasi, serta pengalaman masa kecil yang membentuk pola minat dan kecenderungan karier. Perkembangan teorinya kemudian dikaitkan dengan psikologi kepribadian modern dan konseling karier. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai hubungan antara faktor kepribadian dan orientasi profesional individu.
Teori Tipologi Karier John Holland: Suatu Kajian Literatur dalam Konseling Karier Meylani, Ade Siska; Zulaikha, Fatin; Aulia, Nesa; Pala, Ropelta; Naila Safitri, Umniyyah; Subhan, Mhd
Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/pandohop.v6i1.23291

Abstract

This study examines John Holland’s Career Typology Theory within the context of career counseling through a literature review approach. Holland’s theory posits that individuals’ career choices reflect their personality characteristics and that career satisfaction and success are more likely to be achieved when there is congruence (person–environment fit) between individuals and their work environments. The typological model classifies personality into six primary types known as RIASEC: Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, and Conventional. Relevant national and international scholarly sources were systematically reviewed to analyze the conceptual development, application, and contemporary relevance of Holland’s theory in career counseling practice. The findings indicate that Holland’s typology remains highly relevant in supporting individuals’ understanding of their interests, abilities, and personality tendencies, as well as in facilitating structured and rational career exploration and decision-making. Furthermore, the theory has provided a foundational framework for the development of widely used career assessment instruments. Nevertheless, the literature underscores the need to adapt and integrate Holland’s theory with contemporary career approaches to address the increasingly complex and dynamic nature of the digitalized world of work. This article contributes theoretically and practically by offering insights for career counselors and educators on applying Holland’s theory in a more contextual and sustainable manner in modern career counseling.
TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL KRUMBOLTZ'S   Pengelola, Pengelola; Lestari, Fadilla Sri; Mutia, Fatma; Wati, Intan Kurnia; Mardhiyyah, Syifa; Salsabilla, Salsabilla; Subhan, Mhd
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/3bhmck73

Abstract

Guidance and counseling play a crucial role in developing students' potential and career planning through various learning experiences. The theory developed by John D. Krumboltz emphasizes that career choice and development are not the result of chance, but are shaped through a lifelong learning process. Four key factors influencing career decisions include genetic inheritance, environmental conditions, learning experiences, and task-based skills. This study used a literature review method by searching relevant national and international journals, textbooks, and proceedings from the past five years. The analysis indicates that counselors can utilize this theory to help clients change maladaptive behaviors, improve decision-making skills, and prevent career problems. Learning through observation, imitation, and experience is key to planning an adaptive career path. These findings confirm the relevance of Krumboltz's Theory in developing career guidance programs in schools and universities.
Analisis Dampak Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Ramadhan, Muhammad Aryo; Gunawan, Agus; Lorenza, Saddam; Ainy, Zulfa; Subhan, Mhd
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1111

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa serta menawarkan solusi agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara bijak dalam lingkungan akademik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana berbagai artikel ilmiah dan laporan penelitian terkini dianalisis untuk mengidentifikasi pola pengaruh AI terhadap proses berpikir kritis. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan AI bersifat ambivalen: di satu sisi, AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mendorong pemikiran reflektif, analitis, dan argumentatif ketika digunakan secara aktif dan didampingi dengan literasi digital yang memadai. Namun di sisi lain, penggunaan AI secara pasif dan instan berpotensi mengurangi motivasi berpikir mandiri, melemahkan kemampuan menyusun argumen, serta menurunkan integritas akademik mahasiswa. Ketergantungan terhadap teknologi dapat menyebabkan degradasi proses kognitif yang seharusnya menjadi inti dari pendidikan tinggi. Untuk itu, artikel ini merekomendasikan strategi seperti penguatan literasi AI, integrasi AI dalam pembelajaran berbasis masalah, penggunaan chatbot reflektif, serta evaluasi berbasis proses. Dengan pendekatan yang etis dan pedagogis yang tepat, AI dapat diarahkan menjadi mitra intelektual yang memperkuat daya nalar mahasiswa, bukan sebaliknya.