Claim Missing Document
Check
Articles

Rekayas Lingkungan Mikro untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. var italica) di Lahan Kering Muanifa, Siti; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.6

Abstract

Tanaman brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) dikenal oleh masyarakat karena banyak manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi produksi nasional brokoli menurun akibat semakin sempitnya luas lahan di dataran tinggi. Upaya yang harus dilakukan yaitu dengan pengembangan usahatani di lahan kering, akan tetapi adanya beberapa kendala seperti suhu yang tinggi dan ketersediaan air rendah, maka dilakukan rekayasa lingkungan mikro melalui sistem tumpangsari untuk mendapatkan hasil tanaman brokoli yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Januari-Mei 2020. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Jarak tanam ditempatkan sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu J1: 75 cm x 25 cm, J2: 60 cm x 25 cm dan J3: 45 cm x 25 cm. Sedangkan waktu tanam tanaman jagung ditempatkan sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf yaitu T-7: 7 hari sebelum penanaman tanaman brokoli, T0: bersamaan dengan waktu tanam tanaman brokoli dan T+7: 7 hari setelah penanaman tanaman brokoli. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F). Apabila terdapat pengaruh diantara perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jarak tanam 60 cm x 25 cm dengan waktu penanaman tanaman jagung 7 hari setelah tanaman brokoli (T+7) diperoleh bobot konsumsi brokoli tertinggi dibandingkan dengan waktu penanaman yang lain, yaitu sebesar 6,67 ton ha-1. Nisbah Kesetaraan Lahan menunjukkan tumpangsari antara tanaman jagung dengan tanaman brokoli pada semua jarak tanam lebih efisien dibandingkan dengan monokultur.
Study of Length of Time to Reach Heat Unit due to Various Volumes and Frequencies of Watering in Garlic Plant (Allium sativum L.) Amin, Bahrul Mubin; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.5

Abstract

Garlic is one of the important horticultural commodities in Indonesia which is widely used its tubers as a cooking and medicinal ingredient. The large number of land conversion activities and competition between horticultural crops in the highlands have led to the development of garlic plants directed to lower land with different environmental conditions. The aim of this research is to study the volume and frequency of watering to length of time to reach heat unit of garlic. The research was carried out in February-May 2020 at the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University in Jatimulyo, Lowokwaru, Malang. The tools used are polybags, hoe, measuring cup, knife, tape measure, leaf area meter, camera, treatment board, stationery, lux meter, alcohol thermometer and thermohigrometer. The materials used are Lumbuh Putih variety, soil, and NPK fertilizer. This research was compiled with Split Plot Design with volume of watering as a main plot: J1: 400 mm / season, J2: 600 mm / season, J3: 800 mm / season, and J4: 1000 mm / season, while the frequency watering as a sub-plot: P1: watering once a day, P2: watering once every 2 days, and P3: watering once every 3 days. Total combination of treatments from the two factors was 12 treatments, each treatment repeated 3 times, so there were 36 experimental plots. Each experimental plot consist of 15 plants so there were 540 plants in total. Data observations were analyzed using the F test. If there is an interaction or effect of the treatment, a further test is carried out using the HSD test at 5% level. The results of J4 and P1 treatments required a longer time to reach the heat unit for each phase of garlic plant growth.
The Effect of Source of Organic Materials and Application Time on Growth and Yield of Beetroot (Beta vulgaris L.) in Dry Land Suprihantono, Natalia Devinta; Suminarti, Nur Edy; Fajriani, Sisca
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.1

Abstract

Beetroot (Beta vulgaris L.) is a horticultural plant that has many benefits that lie in tubers. Red beets are widely planted in highland areas with loose soil conditions. Currently, the expansion of land for food crops is experiencing problems due to limited productive land. The use of dry land as agricultural land has the main obstacles, namely low soil fertility, low organic matter content, and generally clay and dust-dominated soil. The application of organic matter needs to be added aiming to improve the physical properties of the soil, especially soil texture so that the soil becomes loose so that it does not hinder the tuber development process. The research was carried out from April 2020 to August 2020 at the Agro-Techno Park (ATP) Jatikerto garden. The study used a split-plot design with organic material sources as the main plot, namely B1: goat manure, B2: Azolla compost, B3: UB compost, and the time of application as subplots, namely T1: simultaneously planting, T2: 1 month before planting, and T3 : 2 months before planting. Observational data were analyzed using analysis of variance (Test F), if there was an influence between treatments, further tests were carried out using the Honest Significant Difference (BNJ) test. The results showed that the use of UB compost was better applied 1 month before planting because it produced high tuber weight per harvest plot and was more profitable. Based on the results of farming analysis, the use of UB compost with an application time of 1 month before planting is feasible to cultivate with an R/C reaching 3.67.
Respon Tanaman Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) pada Berbagai Prosentase dan Waktu Pemangkasan Pucuk (Topping) Adhim, Fauzul; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.04

Abstract

Kacang tunggak  (Vigna unguiculata L.) adalah salah satu tanaman legume yang bijinya berpotensi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Biji kacang tunggak juga dapat dijadikan berbagai produk olahan seperti kecap, susu, keju, tauco, dan beberapa makanan tradisional lain (lepet, bubur, dan peyek). Saat ini produksinya cukup rendah karena masih jarangnya tanaman tersebut dibudidayakan oleh petani dan masih jarang diterapkannya manajemen tanaman yang baik oleh petani. Salah satu bentuk dari kegiatan manajemen tanaman adalah pemangkasan pucuk yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan cabang lateral. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2021 di lahan percobaan milik Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Muneng yang berlokasi di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Perlakuan prosentase pemangkasan (kontrol, pangkas 20%, pangkas 35%, dan pangkas 50%) sebagai petak utama dan waktu pemangkasan (dipangkas 21 HST, dipangkas 28 HST, dan dipangkas 35 HST) sebagai anak petak. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan diuji menggunakan F tabel pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan pucuk pada prosentase dan waktu yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Berdasarkan  hasil  analisis  usahatani,  perlakuan kontrol lebih efektif dan efisien untuk diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,19.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Konsentrasi PGPR pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) Suminarti, Nur Edy; Aldiansyah, Hernando
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.1.10

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman terong sebagai akibat rendahnya daya dukung lahan. Hal ini sangat terkait bahwa umumnya tanaman terong saat ini banyak dibudidayakan di lahan pekarangan yang syarat dengan rendahnya nutrisi maupun bahan organik tanah. Oleh karena itu dalam upaya untuk dapat meningkatkan produksi buah terong per satuan luas dan waktu, maka aplikasi pupuk kandang ayam dan PGPR perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan kombinasi yang sesuai antara pupuk kandang ayam dan konsentrasi PGPR telah dilakukan pada bulan Mei – September 2023, di Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terletak pada 7°54′38″ Lintang Selatan dan sekitar 112°36′05″ Bujur Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan menempatkan pupuk kandang ayam pada petak utama, terdiri dari 3 taraf, yaitu (tanpa, dengan 50%, dan 100%) pupuk kandang ayam.  Konentrasi PGPR dietmpatkan pada anak petak, terdiri dari 3 taraf, yaitu (tanpa, dengan 15 mL, dan 30 mL) PGPR/L air.  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata hanya pada peubah jumlah daun.  Pupuk kandang ayam maupun PGPR juga memberi pengaruh nyata pada bobot buah terong ekonomis ha-1r. Aplikasi 100% dosis pupuk kendang ayam mampu meningkatkan bobot segar buah rerong konsumsi masing -masing sebesar  38,55% (7,27 t ha-1) dan 233,71% (18,3 t ha-1) dari pemberian (50% dan tanpa) pupuk kandang ayam.  Penggunaan 15 mL dan 30 mL PGPR L-1 air mampu meningkatkan bobot segar buah terong ekonomis masing-masing sebesar 22,95% (3,48 t ha-1) dan 25,71% (4,71 t ha-1) dari pada tanpa PGPR.
Climate Change and Vector-Borne Diseases in Southeast Asia: A Systematic Literature Review Akbar, Putri Wulan; Suminarti, Nur Edy; Arifani, Nisa
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 1 (2026): Journal of Islamic Medicine
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i1.41558

Abstract

 Background: Climate change contributes to the increasing risk of vector-borne diseases by altering environmental conditions that influence vector dynamics and disease transmission patterns. Southeast Asia is a region highly vulnerable to the impacts of climate change while simultaneously bearing a substantial burden of vector-borne diseases. However, scientific evidence that systematically examines the relationship between climatic variables and vector-borne diseases in this region remains limited and fragmented. Objective: This study aims to synthesize the most recent scientific evidence on the relationship between climate change and climate variability and the occurrence of vector-borne diseases in Southeast Asia. Methods: A literature search was conducted in the Scopus, EBSCOhost, and PubMed databases using combinations of keywords related to climate change and vector-borne diseases. Included studies were original research articles published in English between 2021 and 2026 and conducted in Southeast Asian countries. The selection process followed the PRISMA guidelines. Methodological quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. Data synthesis was performed narratively. Results:Seven studies met the inclusion criteria. Temperature exhibited a non-linear relationship with disease risk, whereby increases within an optimal range enhanced transmission, while extreme temperatures tended to exert a protective effect. Absolute humidity and rainfall were generally positively associated with increased incidence, although their effects depended on intensity and temporal distribution. Heatwaves and drought demonstrated delayed effects that may elevate risk, whereas extremely wet conditions showed potential to reduce transmission in certain contexts. Environmental factors also played a significant role: high urban density supported the dominance of specific vectors, and air pollutants demonstrated protective associations in several studies. Conclusion: The relationship between climate variables and vector-borne diseases is complex, non-linear, and context-specific. The integration of extreme climate indicators and environmental factors into early warning systems and area-based control strategies is essential to address the challenges posed by climate change in Southeast Asia.     
Co-Authors Abda Abda Adhim, Fauzul Agus Nurchaliq Agustin, Rema Ruska Agustin, Rema Ruska Akbar, Alfin Nur Akbar, Alfin Nur Aldiansyah, Hernando Alfaridzy, Rizky Amin, Bahrul Mubin Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Apriliani, Iin Nur Apriliani, Iin Nur AR, Raisa Friska Ardani, Primarini Dayu Arga P.H., Bagus Harits Arga P.H., Bagus Harits Arifani, Nisa Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arifin Arifin Ariska, Tri Ariska, Tri Aziiz, Abdul Aziiz, Abdul Azizah Azizah Azizah, Azizah Azizah, Nur Bambang Guritno Bayu, Pamungkas Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Chatarina Umbul Wahyuni Choirunnisa, Adzra Chriswanto, Deby Alfian Danaparamita, Galuh Hayu Danaparamita, Galuh Hayu Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Dewi, Resqiana Dewi, Tika Noviana Dewi, Tika Noviana Didik Hariyono Diyah, Sulinda Istining Diyah, Sulinda Istining Eko Susanto Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Gita Pramudika Guntoro, Andi Yuono Guntoro, Andi Yuono Heddy, Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Heddy, Y.B. Suwasono Hendra, Archippus Christopher Hendra, Archippus Christopher Hermawanti, Vashti Rahma Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Kurnia, Refri Fahmi Kurnia, Refri Fahmi Lazuardian, Faizal Achmad Manurung, Winda Karla Manurung, Winda Karla Mariyam, Reni Mariyam, Reni Medha Baskara Milladina, Shofa Haditsa Milladina, Shofa Haditsa Mochamad Zainal Mohamad Ridwan Muanifa, Siti Mudji Santoso Mulyanto, Febri Dwi Mulyanto, Febri Dwi Mushoffan Prasetianto Nagano, Muhammad Nagano, Muhammad Natalia Devinta Suprihantono Ninuk Herlina Novelia, Riana Novrianti, Ratih Novrianti, Ratih Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nurchaliq, Agus Oktavia, Esa Damayanti Pahlevi, Reza Widhi Pahlevi, Reza Widhi Pamungkas Bayu Pangesti, Febrina Dwi Pangesti, Febrina Dwi Pangestu, Inggil Luji Pangestu, Inggil Luji Pitoyo, Alief Cahyo Pitoyo, Alief Cahyo Pradana, Adwar Ardhi Pradana, Adwar Ardhi Pramudika, Gita Prayogo, Yusmani Putri Wulan Akbar Putri, Yoladeva Anneke Putri, Yoladeva Anneke Rachma, Ariyadni Devi Rachma, Ariyadni Devi Rahmiana, Elvira Ambarasti Ratih Novriani Ratih Novriani, Ratih Rehan Putra, Muhammad Retno Wulandari Ridho, Mochamad Nukman Ridwan, Mohamad Rofiatun, Siti Rofiatun, Siti Safitri, Devi Anggraini Safitri, Devi Anggraini Sari, Maria Yunita Sari, Maria Yunita Sebayang, Husni Thamrin Sebayang, Husni Thamrin Setyaningsih, Nurul Setyaningsih, Nurul Setyawan, Syahidda Farah Dita Setyono Yudo Tyasmoro Simangunsong, Muhammad Rakha Aditya Sisca Fajriani Sri Ngenana Br Tarigan Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sudy, Fredrik Lero Sukresna, Surya Cahya Sukresna, Surya Cahya Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Suprihantono, Natalia Devinta Surya Pradana, Gede Bayu Surya Pradana, Gede Bayu Susanto, Eko Suwasono Heddy Syaifudin, Muhamad Syaifudin, Muhamad Tarigan, Sri Ngenana Br Tika Noviana Dewi Titiek Islami Twisty Tjahyani, Retno Wulan Twisty Tjahyani, Retno Wulan Uliyah, Vika Noer Uliyah, Vika Noer Widyastuti, Erlita Dian Widyastuti, Erlita Dian Wulandari, Retno Yahfi, Muchamad Arif Yahfi, Muchamad Arif YUSMANI PRAYOGO Zainal, Mochamad Zaini, Akbar Hidayatullah Zulfahmi, Hafizh Zulfahmi, Hafizh