Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS RANCANGAN KURSI KULIAH ERGONOMIS TERHADAP MUSKULOSKELETAL DISORDERS PADA MAHASISWA KIDAL Raning, Indrawati; Tosepu, Ramadhan; Zainuddin, Asnia; Sety, La Ode Muhammad; Saptaputra, Syawal Kamiluddin; Sudayasa, I Putu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33890

Abstract

Abstrak: Sebagian besar fasilitas pendidikan termasuk kursi kuliah dirancang untuk pengguna tangan kanan, sehingga mahasiswa kidal menulis dengan postur tidak ergonomis yang meningkatkan risiko Musculoskeletal Disorders (MsDs) seperti nyeri punggung dan leher. Postur kerja yang salah dalam jangka panjang dapat memicu ketegangan otot dan kelelahan. Secara global, 1,71 miliar orang mengalami gangguan musculoskeletal salah satu beban kesehatan terbesar. Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, mahasiswa kidal melaporkan ketidaknyamanan signifikan saat menggunakan kursi berlengan kanan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test post-test pada 30 mahasiswa kidal yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria aktif kuliah dan tidak memiliki riwayat cedera muskuloskeletal. Kelompok intervensi menggunakan kursi ergonomis dengan papan tulis kiri, sedangkan pembanding memakai kursi existing. Keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan Nordic Body Map dan postur dinilai dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil menunjukkan penurunan signifikan ketidaknyamanan setelah penggunaan kursi ergonomis (p=0,001), meski perbaikan postur belum optimal. Kesimpulannya, kursi ergonomis sesuai dominasi tangan efektif meningkatkan kenyamanan dan berpotensi menurunkan risiko MsDs pada mahasiswa kidal.Abstract: Most educational facilities, including lecture chairs, are designed for right-handed users, forcing left-handed students to adopt non-ergonomic postures that increase the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs), such as back and neck pain. Prolonged improper posture can lead to muscle strain and fatigue. Globally, approximately 1.71 billion people suffer from musculoskeletal disorders, making them one of the leading global health burdens. At the Faculty of Public Health, Halu Oleo University, left-handed students reported significant discomfort when using right-handed armchairs. This study employed a quasi-experimental design with a pre-test–post-test approach involving 30 left-handed students selected through purposive sampling, based on criteria of being actively enrolled and having no history of musculoskeletal injury. The intervention group used ergonomically designed chairs with left-side writing boards, while the comparison group used standard chairs. Musculoskeletal complaints were assessed using the Nordic Body Map, and posture was evaluated using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA). The results indicated a significant reduction in discomfort after using ergonomic chairs (p = 0.001), although posture improvement remained suboptimal. In conclusion, ergonomic chairs designed according to hand dominance effectively enhance comfort and have the potential to reduce MSDs risk among left-handed students.
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL PADA PEREMPUAN PESISIR DALAM MEMANFAATKAN POTENSI WILAYAH PESISIR Muchtar, Febriana; Lisnawaty, Lisnawaty; Suhadi, Suhadi; Zainuddin, Asnia; Salsabila, Syefira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19551

Abstract

Abstrak: Ikan dan kelor merupakan pangan lokal yang memiliki potenzi zat gizi dan mudah ditemukan di wilayah pesisir. Keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang manfaat dan pengolahan ikan dan kelor menjadi penyebab pemanfaatan keduanya tidak optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan perempuan pesisir dalam mengolah potensi pangan lokal. Kegiatan dilakukan di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe dan diikuti oleh 45 peserta. Metode yang digunakan dengan cara penyuluhan dan pelatihan pengolahan pemanfaatan potensi pangan di wilayah pesisir, melalui praktik pembuatan produk pangan yaitu nugget ikan cakalang dan stik kelor. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara penilaian menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan mencapai 96,44%, hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat dikategorikan sangat baik. Pengolahan ikan dan kelor sebagai pangan lokal wilayah pesisir menjadi nugget ikan dan stik kelor mendukung diversifikasi produk olahan pangan lokal dan menambah nilai ekonomis ikan dan kelor.Abstract: Fish and moringa are local foods with nutritional potential which are available in coastal areas. Despite their availability, limited awareness about the benefits of those food and inadequate knowledge about the proper processing techniques prevented optimal utilization of those foods. This community service was administered to address this gap by educating and empowering women community living in coastal areas. This program was carried out in Leppe Village, Soropia District, Konawe Regency, involving 45 participants. Through counseling and hands-on training, participants learned to process fish and moringa into culinary delights, such as skipjack tuna nuggets and moringa sticks. The evaluation showed an impressive 96.44% comprehension rate, highlighting the program's excellence. Processing fish and moringa into processed local foods in coastal areas supports the food diversification program, while improving the diets and the livelihoods of local community in coastal areas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TENAGA MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNA BARAT TAHUN 2025 Saharudin, Saharudin; Saptaputra, Syawal Kamiluddin; Zainuddin, Asnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56780

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena tenaga medis memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, paparan bahan infeksius, serta penyakit akibat kerja. Lingkungan kerja rumah sakit yang kompleks menuntut adanya sistem keselamatan yang terstruktur untuk melindungi tenaga kesehatan dan menjamin kualitas pelayanan kepada pasien. Penerapan K3 di rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta budaya organisasi yang mendukung perilaku kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan SOP, kepatuhan penggunaan APD, dan budaya organisasi terhadap penerapan K3 pada tenaga medis di RSUD Kabupaten Muna Barat tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 157 responden yang terdiri dari perawat dan bidan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi karakteristik responden, analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP (p=0,000), kepatuhan penggunaan APD (p=0,000), dan budaya organisasi (p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap penerapan K3 tenaga medis. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerapan K3 (p=0,019; Wald=5,503). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,243 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 24,3% variasi penerapan K3.