Burnout syndrome adalah masalah kesehatan mental yang sering dialami tenaga kesehatan, khususnya perawat, ditandai dengan kelelahan fisik, emosional, dan mental yang berkepanjangan serta penurunan kinerja kerja. Kondisi ini umumnya terjadi pada profesi yang memiliki interaksi langsung dan intens dengan orang lain, seperti keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control, beban kerja, stres, dan motivasi dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 129 perawat yang dipilih secara proporsional dari 11 ruangan (ICCU, NICU, PICU, Anggrek, Sakura, Aster, Mawar, Melati, Lavender, Seruni, dan Perinatologi) dari total 216 perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan pendekatan univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara locus of control (p=0,694), beban kerja (p=1,000), stres (p=0,952), dan motivasi (p=0,509) dengan burnout syndrome. Dengan demikian, faktor-faktor tersebut tidak secara signifikan memengaruhi burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari.