Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli, GAMBARAN HIGIENE PENJAMAH DAN SANITASI TEMPAT PENGOLAHAN MINUMAN ES TEH PADA WARUNG MAKAN DI KECAMATAN KADIA KOTA KENDARI Cahyani, Nabila Indah; Tosepu, Ramadhan; Zainuddin, Asnia
Preventif Journal Vol 8, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v8i2.48061

Abstract

ABSTRAK Es teh adalah minuman tradisional yang diminati banyak orang dan sering dijumpai di warung makan. Jika tidak diolah dengan baik, es teh dapat terkontaminasi oleh bakteri, yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi manusia. Salah satu bakteri yang menjadi kontaminan dalam minuman adalah Escherichia coli. Menurut laporan dari UPT BPOM, kasus KLB paling umum, dengan total 55 kejadian, terdiri dari 50 (69,44%) kejadian yang diduga dan 5 (6,95%) kejadian yang terkonfirmasi disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Pada tahun 2022, terdapat 2.614 kasus diare berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kendari, dengan 95 kasus tercatat di puskesmas Mekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli serta gambaran higiene penjamah dan sanitasi tempat pengolahan minuman es teh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional, dimana data diperoleh melalui observasi dan uji laboratorium. Dari 11 sampel ditemukan 8 (72,7%) minuman es teh mengandung bajteri Escherichia coli. Sebanyak 11 pedagang minuman es teh tidak memenuhi syarat dalam penerapan higiene penjamah dengan presentase 100%. Hasil observasi menunjukkan sanitasi pemilihan bahan baku tidak memenuhi syarat (45,5%), sanitasi penyimpanan bahan baku tidak memenuhi syarat (36,4%), sanitasi peralatan tidak memenuhi syarat (27,3%) dan sanitasi tempat penjualan tidak memenuhi syarat (100%). kualitas minuman es teh tidak memenuhi syarat karena teridentifikasi bakteri Escherichia coli (>0 per 100mL sampel) dan seluruh pedagang minuman es teh di warung makan tidak memenuhi syarat dalam menerapkan higiene dan sanitasi. Kata kunci: Echerichia coli, Es teh, Higiene Penjamah, Sanitasi Tempat Pengolahan ABSTRACT Iced tea is a popular traditional beverage enjoyed by many people and often found in eateries. It can become contaminated by bacteria if not processed properly, posing health risks when consumed by humans. One such contaminant is Escherichia coli. According to a report from the UPT BPOM, the most common outbreak cases, with a total of 55 incidents, consisting of 50 (69.44%) suspected and 5 (6.95%) confirmed cases, were caused by Escherichia coli bacteria. In 2022, there were 2,614 reported cases of diarrhea according to data from the Kendari City Health Office, with 95 cases recorded at the Mekar health center. This study aims to determine the presence of Escherichia coli bacteria as well as to describe handler hygiene and sanitation conditions in the processing of iced tea beverages. This research utilized an observational descriptive research method, where data were obtained through observatios and laboratory tests. Out of 11 samples, it was found that 8 (72.7%) iced tea beverages contained Escherichia coli bacteria. Furthermore, all 11 iced te vendors did not meet the requirements for handler hygiene implementation, with a compliance rate of 100%. Observational results indicated that ingredient selection sanitation did not meet the requirements (45,5%), raw material storage sanitation did not meet the requirements (36,4%), equipment sanitation did not meet the requirements (27,3%), and sales area sanitation did not meet the requirements (100%). The quality of iced to beverages did not meet the requirements due to the identification of Escherchia coli bacteria (>0 per 100mL sample), and all iced tea vendors in the eateries did not meet the requirements for implementing hygiene and sanitation. Keywords: Escherichia coli, Iced tea, Handler Hygiene, sanitation of the processing area
Peningkatan Pengetahuan dan Pemeriksaan Kesehatan Mata di SDN 2 TORonipa Kelurahan Toronipa, Kabupaten Konawe Yasnani; Suhadi; Zainuddin, Asnia; Kamrin; Pratiwi, Arum Dian; Nirmala, Fifi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v3i2.97

Abstract

Mata memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, namun perhatian terhadap kesehatan mata masih kurang, yang dapat menyebabkan gangguan seperti penurunan tajam penglihatan dan buta warna. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan mata pada siswa SDN 2 Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tajam penglihatan, pemeriksaan buta warna, serta penyuluhan kesehatan mata. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan 1 siswa mengalami buta warna parsial, 1 siswa mengalami rabun jauh, dan 8 siswa mengalami penurunan visus. Selain itu, hasil pre dan post tes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kesehatan mata yang signifikan setelah penyuluhan, dengan p-value 0,000 (p<0,05). Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin serta edukasi kesehatan mata untuk mencegah dan mengurangi gangguan penglihatan pada siswa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PENGRAJIN TENUN DI DESA SA’DAN TIROALLO KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Kadadi, Popy Pratiwi; Zainuddin, Asnia; Pratiwi, Arum Dian
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.14681

Abstract

ABSTRAK Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan di bagian otot skeletal yang diakibatkan oleh beban statis yang berulang pada otot selama waktu yang lama. Ini dapat menyebabkan sakit pada sendi, ligamen, dan tendon. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berkorelasi dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengrajin tenun di desa Sa’dan Tiroallo kabupaten Toraja Utara tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji spearman. Jumlah sampel sebanyak 58 pengrajin yang merupakan total dari keseluruhan pengrajin tenun. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi usia (p = 0,000), masa kerja (p = 0,004), gerakan repetitif (p = 0,000) dan sikap kerja (p = 0,000), lama kerja (p= 0,390) dan status gizi (p = 0,084). Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara keluhan musculoskeletal disorders dengan usia, masa kerja, gerakan repetitif dan sikap kerja, sedangkan lama kerja dan status gizi tidak berkorelasi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada penenun di desa Sa’dan Tiroallo. Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders, Usia, Lama Kerja, Masa Kerja, Gerakan Repetitif, Status Gizi, Sikap Kerja
Comparative Analysis of the Implementation of Management Functions in Community Health Centers (Puskesmas) Accredited as Paripurna and Madya in Kolaka Regency Mauliah, Failal Ulfi; Asriati, Asriati; Zainuddin, Asnia
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 5 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v5i2.305

Abstract

This study aims to analyze the differences in the implementation of management functions between community health centers (Puskesmas) accredited as Paripurna and those accredited as Madya in Kolaka Regency. A descriptive qualitative approach was employed using a case study method involving six Puskesmas—three with Paripurna accreditation and three with Madya accreditation. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document review. The research focused on three main management functions of Puskesmas: planning (P1), organizing and implementation (P2), and supervision, control, and performance evaluation (P3). The findings show that Paripurna Puskesmas excel in strategic planning that involves cross-sector participation and data-based decision-making. The P2 function is optimally implemented through regular coaching, inter-unit coordination, and the use of information technology. In the P3 aspect, Paripurna Puskesmas demonstrate stronger internal supervision systems and periodic evaluations of service quality. In contrast, Madya Puskesmas still face challenges such as limited human resources, lack of managerial support, and low integration of information systems. The study emphasizes that synergy among human resources, organizational culture, leadership, and local government support is a key factor for effective management function implementation in Puskesmas. The practical implication of these findings highlights the importance of structural interventions and system strengthening to enhance the readiness of Madya Puskesmas toward Paripurna accreditation. This study also contributes to the development of evidence-based primary health care policies at the regional level.
Factors Related to Carpal Tunnel Syndrome Complaints among Computer Operators Zainuddin, Asnia; Magvira, Devi Ayu; Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4652

Abstract

The use of static electronic devices for a long time, especially computers, can affect the musculoskeletal system of office workers due to incorrect hand positions when using a mouse or keyboard and repetitive work. Computer operators at PT. X can spend time working in front of a computer for around 7-8 hours a day, even if they are facing a work deadline, they can spend more than 12 hours working in front of a computer. In general, the body part that is used most often in doing work is the hand where the fingers are repeatedly used for a long period of time when pressing keyboard buttons and operating the mouse. This has the potential to cause Carpal Tunnel Syndrome (CTS) complaints. This study aims to determine the relationship between work period, length of work, and awkward hand positions with Carpal Tunnel Syndrome (CTS) complaints in computer operators at PT. X, Kendari City. The design of this study is cross-sectional. The sampling technique uses total sampling where the sample is all 35 computer operators. A questionnaire is used to determine the characteristics of the respondents. To determine the awkward position of the hand while working, an observation sheet is used. Phalen's test is a test performed to identify if there is CTS in workers. Based on the results of bivariate analysis, it is known that the length of service is related to CTS complaints with a p value = 0.005. Length of service is related to CTS complaints with a p value = 0.004). Awkward hand positions are related to Carpal Tunnel Syndrome complaints with a p value = 0.001. In this study, it was found that the variables that had a relationship with CTS complaints in computer operators at PT. X, Kendari City were work period, length of work, and awkward hand positions were factors.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Low Back Pain Pada Pekerja Helper PT. Karyamakmur Agung Cemerlan Kota Kendari Damayanti, Suci Fitrah; Zainuddin, Asnia; Pratiwi, Arum Dian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.13658

Abstract

ABSTRACT Health problems characterized by the presence of junctures or inflation in the joints, tendons, muscles, nerves, or spine that cause radicular pain local pain, or a combination of both, especially in the lumbosacral region are called LBP (Low Back Pain). Helper workers are often involved in tasks that require the use of back muscles, such as lifting, carrying, and moving heavy loads. These activities can increase pressure on the lower back area. The purpose of this research is to further analyze the susceptibility of helper workers of PT Karyamakmur Agung Cemerlang (Wings Kendari) Kendari City 2023 to LBP. The research design model implements cross-sectional with analytical observational research. Determination of the number of samples needed in the research implemented the Slovin equation and obtained 70 workers as sample subjects. Based on the results of data analysis, 52 (74.3%) workers experienced LBP. Statistical test results revealed the influence of LBP due to work duration (p=0.034) and work position (p=0.003), and there was no influence between age (p=0.053) and smoking habits with the incidence of LBP (p=0.604). In addition, based on multivariate analysis, work position has a risk of 14.7 times for the appearance of LBP symptoms in helper workers of PT Karyamkamur Agung Cemerlang. The research conclusion stated that there was an influence of age, work duration, and work position on LBP, while smoking habits did not affect the appearance of LBP symptoms. Work position has a greater risk level of 14.7 times while work duration is 9.4 times the incidence of LBP. Keywords: Age, Duration of Work, Helper, Smoking, Work Position  ABSTRAK Gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya jenjas atau inflasi dibagian sendi, tendon, otot, saraf ataupun tulang belakang yang menimbulkan radikuler nyeri atau lokal nyeri maupun kombinasi keduanya khususnya dibagian lumbosacral disebut dengan LBP (Low Back Pain). Pekerja helper sering kali terlibat dalam tugas-tugas yang memerlukan penggunaan otot-otot punggung, seperti mengangkat, membawa, dan memindahkan beban berat. Aktivitas ini dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang bawah. Pelaksanaan riset ini mempunyai tujuan yakni menganalisis lebih lanjut terkait kerawanan pekerja helper PT. Karyamakmur Agung Cemerlang (Wings Kendari) Kota Kendari 2023 bisa terjangkit LBP. Model perancangan riset mengimplementasikan cross sectional dengan risetnya berjenis observasional analitik. Penentuan banyaknya sampel yang dibutuhkan dalam riset mengimplementasikan persamaan slovin dan didapatkan 70 pekerja sebagai subjek sampel. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh 52 (74,3%) pekerja mengalami LBP. Hasil uji statistik mengungkapkan adanya pengaruh LBP akibat durasi kerja (p=0,034) dan posisi kerja (p=0,003), serta tidak ada pengaruh antara umur (p=0,053) dan kebiasaan merokok dengan kejadian LBP (p=0,604). Selain itu, berdasarkan analisis multivariat posisi kerja memiliki resiko  sebanyak 14,7 kali terhadap munculnya gejala LBP pada pekerja pekerja helper PT. Karyamkamur Agung Cemerlang. Kesimpulan riset dinyatakan adanya pengaruh umur, durasi kerja, dan posisi kerja terhadap LBP, sedangkan kebiasaan merokok tidak mempengaruhi kemunculan gejala LBP. Posisi kerja memiliki tingkat resiko lebih besar yakni 14,7 kali sedangkan durasi kerja sebesar 9,4 kali terhadap kejadian LBP. Kata Kunci: Durasi Kerja, Kebiasaan Merokok, Low Back Pain, Posisi Kerja, Umur
Penyuluhan Gizi Tentang Peningkatan Kualitas Hidup Pada Lansia Melalui Penerapan Pola Hidup Sehat Harleli, Harleli; Irma; Fithria, Fithria; Zainuddin, Asnia
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i1.4

Abstract

Lansia adalah seseorang yang mencapai usia lebih dari 65 tahun yang banyak mengalami perubahan penurunan kemampuan fungsional tubuh sehingga lebih rentan terhadap berbagaai penyakit degeneratif dan berbagai permaslahan kesehatan lainnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia melalui penyuluhan pola gizi seimbang pada lansia yang dilakukan di Poliklinik Geriyatrik RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai satu – satunya RS yang memiliki pelayanan poli geriyatrik. Subjek atau peserta dalam kegiatan penyuluhan ini adalah pasien poliklinik geriyatrik sebanyak 23 orang. Hasil evaluasi dari pengabdian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan responden atau lansia tentang pola gizi seimbang setelah dilakuan penyuluhan. Oleh karena itu penting dilakukakn kegiatan yang sama dimasa – masa mendatang dengan menitipberatkan pada aspek yang lain.  
HUBUNGAN LOCUS OF CONTROL, BEBAN KERJA, STRES DAN MOTIVASI DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2025 Muhammad Fahrul Syahadat; Zainuddin, Asnia; Lestari, Hariati
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout syndrome adalah masalah kesehatan mental yang sering dialami tenaga kesehatan, khususnya perawat, ditandai dengan kelelahan fisik, emosional, dan mental yang berkepanjangan serta penurunan kinerja kerja. Kondisi ini umumnya terjadi pada profesi yang memiliki interaksi langsung dan intens dengan orang lain, seperti keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control, beban kerja, stres, dan motivasi dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 129 perawat yang dipilih secara proporsional dari 11 ruangan (ICCU, NICU, PICU, Anggrek, Sakura, Aster, Mawar, Melati, Lavender, Seruni, dan Perinatologi) dari total 216 perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan pendekatan univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara locus of control (p=0,694), beban kerja (p=1,000), stres (p=0,952), dan motivasi (p=0,509) dengan burnout syndrome. Dengan demikian, faktor-faktor tersebut tidak secara signifikan memengaruhi burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari.
Analysis of medication compliance in elderly hypertension in the Benu-Benua community health center: A cross-sectional study Sulasry, Sulasry; Zainuddin, Asnia; Fristiohady, Adryan
Lentera Perawat Vol. 6 No. 4 (2025): October - Desember
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i4.591

Abstract

Background: Hypertension in the elderly increases the risk of stroke, heart disease, and kidney failure, while adherence to pharmacological therapy remains a major issue requiring attention. Objective: This study aimed to analyze factors associated with antihypertensive medication adherence among elderly patients in the working area of the BLUD UPTD Benu-Benua Community Health Center. Methods: A cross-sectional design was employed involving a total of 67 hypertensive elderly respondents, determined using the Slovin formula (margin of error 10%) from a total population of 207 elderly individuals and selected through random sampling. Data were collected from November to December 2024 using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability (α = 0.685–0.922). Data analysis was conducted bivariately using the Chi-Square test with continuity correction and multivariately using binary logistic regression. Results: The results showed that medication adherence was higher among elderly individuals with good knowledge (76.9%) compared to those with poor knowledge (29.3%; p = 0.000), positive attitude (80.6%) compared to negative attitude (19.4%; p = 0.000), good motivation (63.6%) compared to low motivation (32.4%; p = 0.020), good family support (61.0%) compared to poor support (26.9%; p = 0.014), and good health worker support (64.1%) compared to poor support (25.0%; p = 0.004). Multivariate analysis showed that only the attitude variable significantly influenced medication adherence (p = 0.009 < 0.05; OR = 7.881; 95% CI = 1.678–37.021). Elderly individuals with positive attitudes were 7.881 times more likely to adhere to medication compared to those with negative attitudes. Attitude was the most dominant factor influencing antihypertensive medication adherence. Conclusion: These findings highlight the importance of educational interventions and family support to improve treatment adherence among elderly individuals with hypertension.
Stik Teri Nasi (Stolephorus commersonnii) Sebagai Camilan Tinggi Protein Dalam Mencegah Stunting Bagi Balita di Wilayah Pesisir Bungkutoko Nirmala, Fifi; Zainuddin, Asnia; Rusliafa, Jusniar
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.219

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Salah satu faktor penyebab utama stunting adalah rendahnya asupan protein hewani pada anak balita. Wilayah pesisir Bungkutoko di Kota Kendari memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, salah satunya ikan teri nasi (Stolephorus commersonnii) yang mengandung protein, kalsium, fosfor, dan omega-3 tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah ikan teri nasi menjadi stik camilan tinggi protein sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Metode kegiatan meliputi tahap edukasi, pelatihan, praktik langsung pembuatan stik teri nasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Edukasi diberikan melalui seminar dan leaflet gizi, sedangkan pelatihan dilakukan dengan demonstrasi langsung yang melibatkan ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kandungan gizi ikan teri nasi serta keterampilan dalam proses pengolahan menjadi stik. Produk yang dihasilkan memiliki cita rasa gurih, tekstur renyah, dan diterima dengan baik oleh anak-anak. Selain bermanfaat dalam pencegahan stunting, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis pangan lokal. Dengan demikian, pemanfaatan ikan teri nasi sebagai camilan tinggi protein merupakan inovasi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan status gizi masyarakat pesisir.