Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN METODE IMLA’ DENGAN BANTUAN KARTU HURUF HIJAIYAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS HURUF HIJAIYAH PADA SISWA KELAS 3 MI DARUL ULUM PEKANBARU Abidin, Zaitun; Dwinabila, Hesty; Simbolon, Parlindungan; Ramadhan, Syahri
Al-Mafahim: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Al-Mafahim Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan keterampilan menulis huruf hijaiyah pada siswa kelas III MI Darul Ulum Pekanbaru. Hal tersebut dapat dilihat dari tes awal siswa sehingga hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode imla’ dengan bantuan kartu huruf hijaiyah untuk meningkatkan keterampilan menulis huruf hijaiyah pada siswa kelas III MI Darul Ulum Pekanbaru. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode imla’ dengan bantuan kartu huruf hijaiyah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 17 siswa. Pada penelitian ini terdiri atas dua siklus. Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yanag mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan refleksi. Data hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes dan lembar pedoman observasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan metode imla’ dengan bantuan kartu huruf hijaiyah uantuk meningkatkan keterampilan menulis huruf hijaiayah pada siswa kelas III MI Darul Ulum Pekanbaru. Hal ini dapat dibuktikan dari peningkatan keterampilan menulis huruf hijaiyah yang signitif yaitu pada siklus I pertemuan pertama dengan persentase 52,94% dan siklus I pertemuan kedua dengan persentase 64,70%. Dan pada siklus II pertemuan pertama dengan persentase 70,58% dan pada siklus II pertemuan kedua dengan persentase 82,35% dan mencapai tingkat ketuntasan yang diharapkan.
Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar dalam Al-Qur’an Yusrah, Yusrah; Yasin, Arbi; Simbolon, Parlindungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis akan menganalisis pendidikan berbasis Merdeka Belajar dalam Al-Qur''an, terutama di surah Al-Alaq ayat 1-5, surah Al-Mujadalah ayat 11. Kajian ini penting karena memberikan dasar teoretis dan praktis untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Selain itu, kajian ini juga mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menerapkan program Merdeka Belajar, sehingga kebijakan pendidikan dapat disempurnakan demi hasil yang optimal bagi peserta didik dan masyarakat luas.Penelitian ini tergolong sebagai penelitian kepustakaan, di mana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen lainnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata, baik tertulis maupun lisan, dari individu serta perilaku yang dapat diamati. Dengan demikian, metode ini menjelaskan dan menganalisis semua aspek yang berkaitan dengan konsep merdeka belajar yang terdapat dalam Q.S. Al-Alaq ayat 1-5, Q.S. Al-Mujadalah ayat 11.1. Nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur''an Surat Al-''Alaq ayat 1-5 mencakup: 1) nilai cinta membaca atau belajar, yang mendorong kita untuk membaca dan memahami, 2) nilai ketauhidan, yang mengajak manusia untuk beriman, 3) nilai keilmuan, yang mendorong pengembangan pengetahuan melalui pemikiran tentang ciptaan langit dan bumi serta observasi alam, 4) nilai menulis, yang mengarahkan pada penciptaan karya ilmiah, 5) nilai akhlak, yang jika diterapkan akan menciptakan kehidupan yang tertib, aman, damai, dan harmonis, 6) nilai ibadah dan ketakwaan, yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sedangkan Berdasarkan Qur''an Surat Al-Mujadilah Ayat 11, penulis menganalisis konsep pendidikan akhlak yang terkandung di dalamnya, yaitu: 1) pentingnya menuntut ilmu sebagai landasan pembentukan akhlak, 2) dorongan untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain, 3) perintah untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk, serta 4) penekanan pada etika dalam interaksi sosial. Konsep ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku individu.
Bibliometric analysis of research trends in islamic family law and counseling: a global perspective (1988–2024) Simbolon, Parlindungan; K, Hendri; Zatrahadi, M. Fahli
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020240949930

Abstract

This study aims to identify and analyze research trends in Islamic family law and counseling from 1988 to 2024 using a bibliometric approach. Islamic family law is an important branch of Islamic law that has a direct influence on the social, spiritual, and psychological life of Muslims. In the face of global social changes, such as secularization, family value shifts, and issues of gender justice and child protection, a more contextual understanding of the application of Islamic family law is needed. In this context, a counseling approach emerged as an important alternative to accommodating the emotional, psychosocial, and spiritual needs of Muslim families. This study analyzed 229 documents taken from the Scopus database, then filtered them through a systematic approach until 17 relevant major publications were obtained. Analysis was conducted with the help of VOSviewer and RStudio software to map keywords, thematic relationships, and collaboration networks between authors and journals. Research results show that the dominant issues that arise include child marriage, polygamy, inheritance, women's rights, family mediation, and interfaith marriage. Thematic cluster visualization highlights five main focuses in the discussion of Islamic family law that are interconnected with contemporary social and cultural issues. This study asserts that the integration between Islamic legal norms and counseling approaches can strengthen the resilience of Muslim families, as well as provide solutions that are not only legal-formal, but also empathic, adaptive, and sustainable. This finding is expected to be the basis for the development of Islamic law that is more responsive to the dynamics of modern society.