Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWI KEPERAWATAN TINGKAT II ITEKES BALI TERKAIT PENGGUNAAN AKUPRESUR DALAM MENGATASI NYERI HAID Suptika Strisanti, Ida Ayu; Ayu Anom Rastiti , Ida; Kesari Dharmapatni , Ni Wayan
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1809

Abstract

Nyeri haid merupakan suatu kondisi yang seringkali dialami oleh wanita yang ditandai dengan adanya rasa nyeri pada uterus atau perut bagian bawah ketika menstruasi. Kondisi ini umumnya dapat dibedakan menjadi nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia pada tahun 2016 menunjukan 64.25% wanita mengalami nyeri haid dalam siklus kehidupannya dan sebanyak 54.89% dari data tersebut terindikasi mengalami nyeri haid primer. Terdapat pula data yang menyebutkan bahwa seorang perempuan harus kehilangan 3 hari perbulan untuk beristirahat dan tidak mengikuti proses pembelajaran yang disebabkan oleh nyeri haid sehingga penting diberikan pendidikan kesehatan terkait penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan terkait penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid pada mahasiswi keperawatan ITEKES Bali. Pada penelitian ini sebanyak 71 orang mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Tingkat II ITEKES Bali bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent terlebih dahulu. Pra-eksperiment digunakan sebagai metode penelitian dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah menggunakan uji Descriptive statistic dan Wilcoxon Signed Rank Test. Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid, terjadi peningkatan skor pengetahuan dimana skor pre-test adalah Md=5.00 meningkat secara sinifikan menjadi Md=8.00 dengan p-value 0.023, r=0.6, z= -7.301 post pemberian pendidikan kesehatan.  Dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan responden terhadap penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid. Selanjutnya diharapkan setelah terjadinya peningkatan pengetahuan ini, akan terjadi perubahan perilaku dimana remaja dapat mempergunakan metode pengobatan akupresur untuk mengatasi masalah nyeri haid.
Kombinasi Akupuntur dan Moxibustion dalam Menurunkan Skala Nyeri Haid Primer pada Mahasiswi Keperawatan Strisanti, Ida Ayu Suptika; Rastiti, Ida Ayu Anom; Harditya, Kadek Buja; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13071

Abstract

ABSTRACT Menstrual pain is a condition that characterized by presence of pain in the uterus or lower abdomen during menstruation. About 10% women who suffered from menstrual pain are still in the teenage age and they could not do their daily activity effectively as well as learning process. Furthermore, this condition shows that menstrual pain could not be underestimated because it can affect daily activities. Acupuncture and moxibustion as one of the complementary and alternative medicine is exist to used as a therapy for genyecological problem including menstrual pain. Based on the explanation before, this study was conducted to determine the efectivity of acupuncture combine with moxibustion (moxa) to reduced menstrual pain. Quasi Experimental Study One Group Pre test-Post test  was used as a design in this study. There were 25 nursing students that used as respondence in this study. Observation sheet with Comperative Pain Scale with pain scale 0 to 10 was used as a instrument to collected the data. The data was collected in two times in pre and post intervention. The intervention (acupuncture and moxa therapy) was given once time about one week before the menstruation time. The therapist who did the intervention was a legal and registred as an acupuncturist. The data that collected from this study was analyzed by SPSS 20. The Wilcoxon Signed Rank Test was used as to analyse the significant pain scale reduce before and after intervention.  After intervention there was a significant reducing in pain scale among respondence.  There were 8 (32%) state they did not felt pain anymore, 12 (48%) state their pain was reduce to scale 1, 3 (12.0%) respondence state the pain was decrease to scale 2 dan 2 (8%) state felt pain in scale 3.   The significancy of pain reducing in this study was proved by Wilcoxon test that showed there is a decrease from Md=3.00 pre intervention to Md=1.00 post intervention with p value 0.010, r= 0.60 dan Z= 4.348. Based on the explanation and the result from this study showed that acupuncture combine with moxa leaves is effective to reduce menstrual pain. Keywords: Menstrual Pain, Dysmenorrhea, Teenagers, Acupuncture, Moxa  ABSTRAK Nyeri haid atau dysmenorrhea merupakan kondisi ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada uterus atau perut bagian bawah saat menstruasi. Data profil kesehatan Indonesia tahun 2016 menunjukan 64.25% wanita mengalami nyeri haid dan 10% diantaranya masih tergolong remaja yang mengakibatkan terhambatnya aktivitas sehari-hari termasuk proses pembelajaran. Studi epidemiologi menyatakan bahwa rentangan usia remaja yang dilaporkan mengalami nyeri haid berkisar antara usia 16-24 tahun. Pada kasus nyeri haid yang berat, seorang perempuan harus kehilangan 3 hari perbulan untuk beristirahat dengan tidak mengikuti proses pembelajaran ataupun harus meninggalakan tempat kerjanya saat menstruasi. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian dengan memberikan intervensi berupa terapi akupuntur yang dikombinasikan dengan moxa kepada mahasiswi program studi ilmu keperawatan untuk mengatasi nyeri haid yang mereka alami. Sebanyak 25 orang mahasiswi bersedia menjadi responden penelitian. Intervensi diberikan saat 1 minggu atau maksimal 2 hari sebelum menstruasi. Lembar observasi dipergunakan dalam penelitian ini sebagai instrument untuk pengumpulan data serta pengkajian skala nyeri yang menggunakan Comperative Pain Scale yang terdiri dari 0-10 skala nyeri sebagai acuan untuk menentukan nyeri yang dirasakan oleh responden. Pengkajian skala nyeri akan diberikan sebelum diberikan intervensi (pre test) dan sesudah intervensi (post test). Data demography responden diolah menggunakan descriptive analysis sedangkan untuk membandingkan skala nyeri pre test dan post test  diolah menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Terjadi penurunan yang signifikan pada skala nyeri dan katagori nyeri haid responden setelah pemberian intervensi. Setelah intervensi terjadi penurunan yang siginifikan pada skala nyeri pada responden dimana terdapat 8 (32.0%) responden tidak merasakan nyeri atau nyeri haidnya hilang, 12 (48.0%) menyatakan nyeri haid turun menjadi skala 1, 3 orang (12.0%) menyatakan skala nyeri 2 dan 2 (8.0%) menyatakan skala nyeri 3. Siginfikasi penurunan skala nyeri ini dibuktikan uji Wilcoxon yang menunjukan terjadinya penurunan dari Md=3.00 pre akupuntur kemudian menurun secara signifikan menjadi Md=1.00 post akupuntur dengan p value 0.010 dengan r= 0.6 dan Z= 4.348. Hal ini menunjukan bahwa akupuntur efektif untuk menurunkan skala nyeri pada mahasiswi yang mengalami nyeri haid. Kata Kunci: Nyeri Haid, Akupuntur, Moxibustion, Moxa
Efektivitas Pemberian Terapi Akupuntur dalam Mengatasi Nyeri Haid Primer pada Mahasiswi Keperawatan Strisanti, Ida Ayu Suptika; Rastiti, Ida Ayu Anom; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 7 No 2 (2022): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v7i2.917

Abstract

Background: Menstrual pain or dysmenorrhea is characterized by pain in the uterus or lower abdomen during menstruation. Acupuncture, as a complementary and alternative medicine method, has been widely used to treat various health problems related to gynecological problems. This study aimed to determine the effectiveness of acupuncture therapy in reducing menstrual pain scale. Method: This study used One group pre-post-test research design. The research sample was 20 nursing students at ITEKES Bali level II. The data were collected using an observation sheet with a Comparative Pain Scale containing a pain scale of 0-10. Results: In the pretest, there were two responses (10%) with menstrual pain on a scale of 7, 3 respondents (13%) on a scale of 5, and 1 respondent (5%) on a scale of 6 and 2 respondents (10%) with a pain scale of 2. After the intervention in the form of acupuncture, the results obtained were seven respondents (35%) with a pain scale of 0, 10 respondents (50%) with a pain scale of 1, and 2 respondents (10%) with a pain scale of 3. The results of the Wilcoxon test showed an Md value = 3.50 in the pre-intervention decreased significantly to Md=1.00 at the post-intervention with p value 0.012 with r= 0.60 and Z= 3.975. Conclusion: This study shows that acupuncture effectively reduces the pain scale in female students who experience menstrual pain.
Contextual learning using Balinese salak (Salacca zalacca) probiotic drink to enhance science literacy in microbiology Nadya Treesna Wulansari; I Putu Gede Sutrisna; Ni Wayan Kesari Dharmapatni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.22246

Abstract

The implementation of microbiology learning in higher education is still dominated by conventional, lecture-based methods that emphasize rote memorization rather than critical thinking and problem-solving. This limits students’ ability to develop scientific literacy, particularly in applying microbiological concepts to analyze real-world environmental and health-related issues. Studies that specifically explore the utilization of probiotic products made from local plants as learning media in an effort to improve science literacy, especially in the field of biology, are still relatively limited. This study aims to investigate the effect of implementing contextual based learning through the utilization of probiotic drinks made from Balinese salak fruit (Salacca zalacca) on improving students science literacy in microbiology topics. This research is a pre-experimental study with One Group Pretest-Posttest design with a total sample of 60 people. Data analysis in this study was Paired Sample T-Test. The results of the analysis showed a significant increase in the average value of the pretest (65.91) and posttest (80.75). Contextual approach through the integration of Balinese salak fruit probiotic drink in microbiology learning proved effective in improving students’ science literacy significantly (p < 0.001). This approach contributes significantly to the improvement of student’s literacy, connection with the local context, and the ability to apply scientific concepts in everyday life.Abstrak. Pembelajaran mikrobiologi di pendidikan tinggi masih didominasi oleh metode konvensional berbasis ceramah yang menekankan hafalan dibandingkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah. Hal ini membatasi kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan literasi sains, terutama dalam mengaplikasikan konsep mikrobiologi untuk menganalisis permasalahan nyata di bidang lingkungan dan kesehatan. Kajian yang secara spesifik mengeksplorasi pemanfaatan produk probiotik berbahan dasar tanaman lokal sebagai media pembelajaran dalam upaya meningkatkan literasi sains, khususnya dalam bidang biologi, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual dengan memanfaatkan minuman probiotik dari buah salak Bali (Salacca zalacca) terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa pada topik mikrobiologi. Penelitian ini merupakan studi pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah Paired Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pretest (65,91) dan posttest (80,75). Pendekatan kontekstual melalui integrasi minuman probiotik buah salak Bali dalam pembelajaran mikrobiologi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains mahasiswa secara signifikan (p < 0,001). Pendekatan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan literasi mahasiswa, keterkaitan dengan konteks lokal, serta kemampuan mengaplikasikan konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.
Optimalisasi Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Toga Dalam Upaya Pengendalian Diabetes Melitus Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Wulansari, Nadya Treesna; Kusuma, Ida Bagus Separsa; Artha, I Wayan Oktapratama; Aristadewi, Ida Ayu Mas
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.857

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Kondisi ini berdampak pada kualitas hidup, serta risiko komplikasi kronis, sehingga diperlukan upaya pengendalian secara promotif dan preventif berbasis perubahan perilaku. Salah satu potensi lokal yang dapat dimanfaatkan adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun pemanfaatannya di masyarakat masih belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam optimalisasi manajemen pemberdayaan masyarakat berbasis toga dalam upaya pengendalian diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif dengan melibatkan 37 peserta di Desa Pedungan. Kegiatan meliputi pre-test, edukasi dan pelatihan (green training), pemeriksaan gula darah, pendampingan (green involvement), serta post-test dan evaluasi (green performance). Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired t-test serta skala Likert untuk perilaku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 54,86 menjadi 83,00 (p < 0,05). Selain itu, perilaku masyarakat berada pada kategori baik yang menunjukkan adanya perubahan ke arah pola hidup sehat. Pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis optimalisasi manajemen efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam pengendalian diabetes melitus secara mandiri dan berkelanjutan melalui pemanfaatan TOGA.  Kata kunci : Diabetes melitus, TOGA, pemberdayaan masyarakat, perilaku kesehatan
Edukasi Dan Terapi Akupunktur Sebagai Terapi Neuroimunomodulator Pada Rhinitis Alergika Harditya, Kadek Buja; Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji; Suweca, I Gede; Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.860

Abstract

  Rhinitis alergika merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas atas dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Gejala seperti bersin, rinore, hidung tersumbat, dan rasa gatal pada hidung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, konsentrasi, dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu mengurangi gejala rhinitis alergika melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis neuropuncture. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 80 responden usia remaja hingga lansia di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Intervensi meliputi edukasi kesehatan dan terapi akupunktur pada titik LI20 (Yingxiang), Bitong, Yintang, LI4 (Hegu), dan ST36 (Zusanli). Parameter yang dinilai meliputi skor pengetahuan, Total Nasal Symptom Score (TNSS), dan Visual Analog Scale (VAS) sumbatan hidung. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,002) serta penurunan signifikan skor TNSS (p = 0,002) dan VAS (p = 0,003) setelah intervensi. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, membantu mengurangi gejala rhinitis alergika, serta mendukung pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat komunitas lokal. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat dan kader kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Rhinitis alergika, neuropuncture, TNSS, VAS, edukasi kesehatan
Guided inquiry improves undergraduate students psychomotor skills in gram staining practicum Nadya Treesna Wulansari; Ni Wayan Kesari Dharmapatni; I Putu Gede Sutrisna; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; Kadek Buja Harditya; Ida Ayu Manik Damayanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i2.25954

Abstract

Gram staining of bacteria is an important practical material in Microbiology and Parasitology courses as part of Basic Nursing Science. This technique is widely used for the initial identification of pathogenic microorganisms. However, observations indicate that some students have not mastered the Gram staining technique optimally, leading to difficulties in interpreting microscopic findings. Until now, practical learning has been dominated by demonstration and one way instruction methods, so that the development of students' psychomotor skills has not been optimal. This study aims to evaluate the effectiveness of the guided inquiry method in improving the psychomotor skills of nursing students in Gram staining practical. The study used a quasi experimental design with a pretest–posttest control group design. The research subjects were students of the Nursing Study Program, semester II of the 2025/2026 Academic Year, consisting of two classes, namely the guided inquiry class (70 students) and the control class (72 students). Psychomotor skill data were analyzed based on the difference between posttest and pretest scores. The difference in psychomotor skill improvement between the two groups was analyzed using the Independent Samples t-test at a significance level of 0.05. The results showed a significant difference in the difference in psychomotor skill scores between the guided inquiry group and the control group, with the guided inquiry group having a higher average score. This indicates that guided inquiry learning is effective in improving students' psychomotor skills in Gram staining practicums.Abstrak. Pewarnaan Gram pada bakteri merupakan materi praktikum penting dalam mata kuliah Mikrobiologi dan Parasitologi sebagai bagian dari Ilmu Keperawatan Dasar. This technique is widely used for the initial identification of pathogenic microorganisms, so mastering these psychomotor skills is essential for students to ensure the accuracy of clinical diagnoses.  Namun, pengamatan menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa belum menguasai teknik pewarnaan Gram secara optimal, sehingga menimbulkan kesulitan dalam menafsirkan temuan mikroskopis. Hingga saat ini, pembelajaran praktikum masih didominasi oleh metode demonstrasi dan pengajaran satu arah, sehingga pengembangan keterampilan psikomotorik mahasiswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode inquiry terarah dalam meningkatkan keterampilan psikomotor mahasiswa keperawatan pada praktikum pewarnaan Gram. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Keperawatan, semester II Tahun Akademik 2025/2026, yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas inquiry terarah (70 mahasiswa) dan kelas kontrol (72 mahasiswa). Data keterampilan psikomotor dianalisis berdasarkan selisih skor posttest dan pretest. Perbedaan peningkatan keterampilan psikomotor antara kedua kelompok dianalisis menggunakan Uji-t Sampel Independen pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada selisih skor keterampilan psikomotor antara kelompok pembelajaran inquiry terarah dan kelompok kontrol, dengan kelompok pembelajaran berbasis penyelidikan terpandu memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inquiry terarah efektif dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa pada praktikum pewarnaan Gram.
Quality of Life and Its Associated Factors in Patients with Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis Ni Wayan Kesari Dharmapatni; Ida Ayu Suptika Strisanti; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.471

Abstract

The increasing prevalence of CKD has become a global concern. Moreover, hemodialysis is one of the therapies that patients must undergo for life, which significantly impacts their overall well-being. Of course, the process greatly affects the patient's quality of life. This study aimed to assess the quality of life and its associated factors in patients with CKD undergoing hemodialysis. The study used a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The respondents were all patients undergoing hemodialysis in the room, totalling 74 respondents. Data collection was carried out through a questionnaire, namely demographic data and KDQOL SF-36 that are valid and reliable. Data analysis used bivariate tests, namely chi-square. The results showed that half of the respondents had a good quality of life (55.4%). Age, gender, and number of comorbidities had a significant relationship with the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis (p-value < 0.05). Hence, the importance of a multidisciplinary approach in the management of hemodialysis patients that includes psychological and social interventions. By understanding the factors that influence quality of life, healthcare professionals can design more targeted and effective intervention programs to improve patients' overall well-being.
Co-Authors AA Istri Mas Padmiswari Adiana, I Nengah Adnyana, I Kadek Budi Agastya, I Gusti Ngurah Anak Agung Istri Mas Padmiswari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andang Adi Fitria Hananto Andi Pancanugraha Andrew John Macnab Ariani, Ni Komang Sri Ariestya Indah Permata Sari Aristadewi, Ida Ayu Mas Artha, I Wayan Oktapratama Ary Norsaputra Ayu Anom Rastiti , Ida Canggih Puspo Wibowo Darmini , A.A.A. Yuliati Darmini, Yuliati Destiwi, Monita Dharmayanti, Ni Putu Diah Diary, Dwina Gustia Dimas Sondang Dimas Sondang Irawan Doni Marisi Sinaga Doni Marisi Sinaga, Doni Marisi Donny Nauphar Dwina Gustia Diary Dyah Anantalia Widyastari Dyah Anantalia Widyastari Fattah, Rifqi Abdul Febrian Hendra Kurniawan Galih Albarra Shidiq Galih Albarra Shidiq Hafizh Muhammad Noor Hananto, Andang Adi Fitria I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Tresna Wicaksana I Gusti Ngurah Agastya I Gusti Ngurah Edi Putra I Kadek Nuryanto I Ketut Swarjana I Made Bayu Jaya Kusuma I Putu Gde Yudara Sandra Putra I Putu Gede Sutrisna I Putu Gede Sutrisna Ida Ayu Anom Rastiti Ida Ayu Manik Damayanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Separsa Kusuma Ivana Aprilia Pratiwi Jamhari Jamhari Kadek Buja Harditya Kadek Buja Harditya Kadek Maya Cyntia Dewi Kurniawan, Febrian Hendra Macnab, Andrew John Made Dian Shanti Kusuma Mahendrawan Nugraha Aji Pratama Maretalinia Maretalinia Maretalinia Maretalinia, Maretalinia Marina Ayu Viniriani Moehas, Puput Kusumawardani Monita Destiwi Nadya Treesna Wulansari Nadya Treesna Wulansari Nadya Treesna Wulansari Ni Made Manik Elisa Putri Ni Made Manik Elisa Putri Ni Putu Kamaryati Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Erviana Puspita Dewi Ni Wayan Sukma Antari Noor, Hafizh Muhammad Norsaputra, Ary Padmiswari, A.A Istri Mas Pamuko Aditya Rahman Pancanugraha, Andi Pichpisith Pierre Vejvisithsakul Pratama, Mahendrawan Nugraha Aji Pratiwi, Ivana Aprilia Puput Kusumawardani Moehas Putra, I Gusti Ngurah Edi Putra, Komang Ardidhana Nugraha Putra, Wahyu Manggala Putu Rima Sintyadewi Rahman, Pamuko Aditya Rastiti, Ida Ayu Anom Ricky Alexander Samosir Rifqi Abdul Fattah Samosir, Ricky Alexander Sari, Ariestya Indah Permata Serinadi, Desak Made Sri Dewi Megayanti Sri Dewi Megayanti Strisanti, Ida Ayu Suptika Sukaningsih, Ni Wayan Suptika Strisanti, Ida Ayu Sutrisna , I Putu Gede Suweca, I Gede Tiara Fatmarizka Veithzal Rivai Zainal Vejvisithsakul, Pichpisith Pierre Viniriani, Marina Ayu Wahyu Manggala Putra Wibowo, Canggih Puspo Widiatmaja, Gusti Panji Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Wulansari , Nadya Treesna