Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Buah Lokal dalam Produksi Teh Kombucha sebagai Inovasi Minuman Probiotik Nadya Treesna Wulansari; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; I Gusti Agung Yogi Rabani RS1; Ni Wayan Kesari Dharmapatni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.83

Abstract

Teh kombucha merupakan salah satu minuman probiotik yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit. Namun, kesadaran remaja sekolah terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat masih rendah, diperparah oleh pola makan yang kurang seimbang. Indonesia dikenal sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi, dimana menyimpan kekayaan sumber daya hayati, termasuk tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Buah lokal yang memiliki potensi tinggi adalah kulit buah jeruk siam Kintamani (Citrus nobilis) dan salak Bali (Salaca zalacca). Edukasi ini bertujuan mengenalkan kepada remaja tentang buah-buah lokal yang berpotensi sebagai teh kombucha sekaligus mengenalkan proses pembuatannya. Siswa akan diperkenalkan pada konsep dasar probiotik, potensi bioaktif buah lokal seperti salak Bali, kulit jeruk siam Kintamani, serta teknik fermentasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi pre-test, pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan teh kombucha serta post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pretest, hanya 20,87% siswa yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 91,67%. Siswa dengan kategori cukup menurun dari 70,83% menjadi 8,33%, dan tidak ada yang tergolong kurang setelah mendapatkan edukasi dan pelatihan. Kata Kunci: buah lokal, edukasi, pelatihan, teh kombucha
STUDI GAYA HIDUP MAHASISWA TERKAIT FAKTOR RISIKO PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) Ni Wayan Kesari Dharmapatni; Ida Ayu Manik Damayanti; Nadya Treesna Wulansari; Ni Wayan Sukma Antari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronik (PGK) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus berkembang. Tidak hanya pada lanjut usia, kasus PGK di kalangan dewasa muda telah meningkat selama beberapa tahun terakhir di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran gaya hidup di kalangan generasi muda. Beberapa aspek gaya hidup ditemukan menjadi faktor risiko tinggi untuk terjadinya PGK.   Metode : Penelitian ini menggunakan design descriptive analitic dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dan pengukuran antropometri, tekanan darah, dan gula darah sewaktu (GDS) terhadap 316 responden dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji univariat.   Hasil : Dari total 316 responden mayoritas merupakan laki-laki (54.7%), memiliki IMT normal (48.1%), tekanan darah sistolik normal (46.8%), tekanan darah diastolik normal (61.1%), dan GDS normal (100%). Berdasarkan gaya hidup, lebih dari setengah responden tidak merokok (50.6%) dan konsumsi makanan tinggi gula (50.6%). Responden juga konsumsi makanan tinggi garam (56%), olahan/berminyak (61.4%), sayur/buah (74.4%) tetapi tidak setiap hari. Selain itu, responden melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit perhari (60.1%) dan tidak minum alkohol satu bulan terakhir (88%).   Kesimpulan : Gaya hidup mahasiswa saat ini menunjukkan berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesehatan. Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor-faktor utama yang memengaruhi kesehatan mahasiswa. Untuk itu, perlu ditingkatkan kembali penyebaran informasi kesehatan dikampus dan menyediakan fasilitas olah raga yang mendukung. 
ANALISIS PERBEDAAN GENDER TERHADAP KARAKTERISTIK PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON-DIALISIS Ni Wayan Kesari Dharmapatni; I Kadek Budi Adnyana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Perbedaan gender berperan dalam karakteristik klinis dan gaya hidup pasien PGK, namun bukti pada pasien PGK non-dialisis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gender tehadap karakteristik pada pasien PGK non-dialisis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 165 pasien PGK non-dialisis yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner demografi, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Modified Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data klinis dan laboratorium diperoleh dari rekam medis satu bulan terakhir. Seluruh data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji univariat. Hasil: Mayoritas responden adalah laki-laki (67,3%). Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa dan lansia. Mayoritas responden memiliki indeks massa tubuh normal, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik ringan. Sebagian besar responden memiliki satu penyakit penyerta. Pada parameter klinis, mayoritas responden berada pada kategori tekanan darah ≥140/≥90 mmHg, kadar gula darah sewaktu normal, kadar hemoglobin rendah, serta laju fitrasi glomerulus 30–59 mL/menit/1,73 m², dengan dominasi responden laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas pasien PGK non-dialisis adalah laki-laki dan menunjukkan karakteristik klinis serta gaya hidup yang kurang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis gender dalam penatalaksanaan PGK non-dialisis
Co-Authors AA Istri Mas Padmiswari Adiana, I Nengah Adnyana, I Kadek Budi Agastya, I Gusti Ngurah Anak Agung Istri Mas Padmiswari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andang Adi Fitria Hananto Andi Pancanugraha Andrew John Macnab Ariani, Ni Komang Sri Ariestya Indah Permata Sari Aristadewi, Ida Ayu Mas Artha, I Wayan Oktapratama Ary Norsaputra Ayu Anom Rastiti , Ida Canggih Puspo Wibowo Darmini , A.A.A. Yuliati Darmini, Yuliati Destiwi, Monita Dharmayanti, Ni Putu Diah Diary, Dwina Gustia Dimas Sondang Dimas Sondang Irawan Doni Marisi Sinaga Doni Marisi Sinaga, Doni Marisi Donny Nauphar Dwina Gustia Diary Dyah Anantalia Widyastari Dyah Anantalia Widyastari Fattah, Rifqi Abdul Febrian Hendra Kurniawan Galih Albarra Shidiq Galih Albarra Shidiq Hafizh Muhammad Noor Hananto, Andang Adi Fitria I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Tresna Wicaksana I Gusti Agung Yogi Rabani RS1 I Gusti Ngurah Agastya I Gusti Ngurah Edi Putra I Kadek Budi Adnyana I Kadek Nuryanto I Ketut Swarjana I Made Bayu Jaya Kusuma I Putu Gde Yudara Sandra Putra I Putu Gede Sutrisna I Putu Gede Sutrisna Ida Ayu Anom Rastiti Ida Ayu Manik Damayanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Separsa Kusuma Ivana Aprilia Pratiwi Jamhari Jamhari Kadek Buja Harditya Kadek Buja Harditya Kadek Maya Cyntia Dewi Kurniawan, Febrian Hendra Macnab, Andrew John Made Dian Shanti Kusuma Mahendrawan Nugraha Aji Pratama Maretalinia Maretalinia Maretalinia Maretalinia, Maretalinia Marina Ayu Viniriani Moehas, Puput Kusumawardani Monita Destiwi Nadya Treesna Wulansari Nadya Treesna Wulansari Nadya Treesna Wulansari Ni Made Manik Elisa Putri Ni Made Manik Elisa Putri Ni Putu Kamaryati Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Erviana Puspita Dewi Ni Wayan Sukma Antari Noor, Hafizh Muhammad Norsaputra, Ary Padmiswari, A.A Istri Mas Pamuko Aditya Rahman Pancanugraha, Andi Pichpisith Pierre Vejvisithsakul Pratama, Mahendrawan Nugraha Aji Pratiwi, Ivana Aprilia Puput Kusumawardani Moehas Putra, I Gusti Ngurah Edi Putra, Komang Ardidhana Nugraha Putra, Wahyu Manggala Putu Rima Sintyadewi Rahman, Pamuko Aditya Raningsih, Ni Made Rastiti, Ida Ayu Anom Ricky Alexander Samosir Rifqi Abdul Fattah Samosir, Ricky Alexander Sari, Ariestya Indah Permata Serinadi, Desak Made Sri Dewi Megayanti Sri Dewi Megayanti Strisanti, Ida Ayu Suptika Sukaningsih, Ni Wayan Suptika Strisanti, Ida Ayu Sutrisna , I Putu Gede Suweca, I Gede Tiara Fatmarizka Veithzal Rivai Zainal Vejvisithsakul, Pichpisith Pierre Viniriani, Marina Ayu Wahyu Manggala Putra Wibowo, Canggih Puspo Widiatmaja, Gusti Panji Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Wulansari , Nadya Treesna