Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN STATUS DEPRESI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Sepadha Putra Sagala, Deddy; Hutagaol, Aureliya; Ritonga, Imelda Liana; Anita, Sabrina Iwanda; Zamago, Jonta Hendrik Pratama
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i2.1489

Abstract

Hemodialysis is one of the treatments that can be carried out in patients with chronic kidney failure where hemodialysis can be a replacement therapy for kidney function. However, a long period of undergoing hemodialysis can affect a person's psychosocial factors due to dependence and limitations in carrying out activities. The aim of this study was to determine the relationship between the length of time undergoing hemodialysis and the depression status of chronic kidney failure patients at the Imelda Workers Indonesia General Hospital, Medan. This type of research is quantitative research with correlational methods and a cross-sectional approach design. This research was conducted in July-August 2023 in the Hemodialysis Room at the Imelda General Hospital for Indonesian Workers in Medan. This research used a Probability sampling technique using the Multistage Sampling method, namely the stratified sampling method in the first stage then the Quota sampling method in the next stage. second, so that the total research sample is 60 respondents. The instrument used in this research is a questionnaire that refers to the Beck Depression Inventory (BDI-II) to determine depression status. Data analysis used univariate and bivariate analysis with statistical tests (Chi-Square Test) in the SPSS application. The research results in this study show the results of the Chi-Square statistical test with a significant (p) value of 0.001 or p<0.05, meaning it exists. There is a relationship between the length of time undergoing hemodialysis and depression status in chronic kidney failure patients at the Imelda Workers Indonesia General Hospital, Medan. The conclusion that we got was that the tendency for depression increased in clients who had just undergone hemodialysis. The longer you undergo hemodialysis, the lower your depression status.
HUBUNGAN UPAYA PREVENTIF DALAM SEKSUAL MENYIMPANG PADA REMAJA DENGAN RESIKO PEYIMPANGAN SEKSUAL DI SMA IMELDA MEDAN Damanik, Hamonangan; Manurung, Sarida Surya; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Ritonga, Edisyah Putra; Naibaho, Eka Nugraha V; Siburian, Christine H
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i2.1498

Abstract

Sexual deviant behavior is also called abnormal or unnatural sexual behavior and has a tendency to lead to sexual crimes (Suherman, 2013). Deviant sexual behavior in question includes homosexuality (gays and lesbians), transexualism, sadism, masochism, sodomy, exhibitionism, voyeurism, bestialism, fetishism, incest, necrophilia, transvestism, sexualism, pedophilia, saliromania, frottage, mysophilia, and telephone scatologia. This study aims to analyze the relationship between preventive efforts (sex education) in sexual deviance in adolescents and the risk of sexual deviance at Imelda High School, Medan. The type of research used is descriptive correlation with a cross sectional study design. The research was conducted in July 2020. The population in this study was all students in class XI and XII of SMA Imelda Medan totaling 175 people. The sampling technique in this study was a proportional stratified random sampling technique, so the number of samples in this study was 30 people. The results of the research show that there is a relationship between preventive efforts for sexual deviance in adolescents and the risk of sexual deviance at Imelda High School, Medan. This is proven by the results of the chi square statistical test which obtained a significant number or probability value (0.031) which is lower than the significant standard of 0.05. It is hoped that teenagers understand the risks of sexual deviance and can control themselves with prevention efforts that have been provided through schools, families and communities in the form of sex education so that they do not easily fall into sexual deviant behavior that will harm themselves.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE DAN OLAH RAGA TEPAT PADA PEREMPUAN PERIMENOPAUSE DI GEREJA SILOAM INJILI (GSI) KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN Dewi, Ratna; Tampu Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Rostinah; Siregar, Sarmaida; Manurung, Nixson; Dame, Arta Marisi; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Handoko, Syahrul
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v4i1.1785

Abstract

Pendahuluan: menopause mengacu pada perdarahan menstruasi terakhir dan merupakan proses alami yang dialami semua perempuan paruh baya. Perempuan tanpa adanya perubahan dalam siklus menstruasi dievaluasi sebagai pramenopause, perempuan dengan perubahan dalam siklusnya atau yang terakhir perdarahan menstruasi ? 12 bulan sebelumnya dievaluasi sebagai perimenopause, dan perempuan yang mengalami perdarahan menstruasi terakhir tanpa sebab apapun seperti kehamilan, menyusui atau pengobatan > 12 bulan sebelumnya dievaluasi sebagai pascamenopause. Menopause dapat menimbulkan serangkaian gejala seperti: vasomotor, somatik, psikologis, dan seksual dan keluhan utama yang sering muncul yaitu dari vasomotor yaitu hot flashes yang dikaitkan dengan perubahan kadar hormon dan perubahan norepinefrin serta serotonin. Salah satu faktor yang berpengaruh untuk meminimalisir keluhan saat menopause yaitu peningkatan pengetahuan sehingga berpengaruh pada sikap dan perilaku yang dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang menopause dan olahraga tepat pada perempuan perimenopause untuk meningkatkan pengetahuan tentang menopause. Metode: pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gereja Siloam Injili kecamatan Medan Perjuangan pada bulan Agustus – Oktober 2024 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi, ceramah tanya jawab, dan pelatihan dengan 30 partisipan. Hasil: evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang menopause dan olahraga tepat pada ibu – ibu perimenopause agar mencapai derajat kesehatan yang optimal, baik fisik, mental, dan sosiial di keluarga dan masyarakat.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) PADA KELUARGA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS Dewi, Ratna; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; T. Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Nixson; Dame, Arta Marisi; Nainggolan, Syahrul Handoko
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v4i2.1889

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah besar di dunia termasuk Indonesia yang berdampak pada masalah kesehatan, ekonomi dan sosial yang besar bagi pasien dan keluarganya. Saat orang mengalami PGK, ginjal sudah mengalami kerusakan yang bersifat progresif dan irreversible artinya tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga dapat menyebabkan uremia. Prevalensi penyakit dasar dari PGK yang menjalani dialisis terbanyak adalah penyakit ginjal hipertensi diikuti oleh nefropati diabetik dan diikuti oleh glomerulopati. Upaya kesehatan melalui edukasi untuk peningkatan pengetahuan bagi PGK penting meningkatkan kualitas hidup dan atau mempertahankan kualitas hidup yang sudah baik. Upaya kesehatan bagi keluarga yang berisiko dapat mencegah terjadinya PGK. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang PGK pada pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis untuk meningkatkan pengetahuan dalam mempertahankan kualitas hidup yang baik. Metode: pengabdian masyarakat dilaksanakan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan pada bulan Februari – April 2025 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi dan ceramah tanya jawab dengan 30 partisipan. Hasil: evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang PGK pada keluarga pasien yang menjalani hemodialisis agar mencapai derajat kesehatan yang optimal, baik fisik, mental, dan sosial pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT YANG BERISIKO MENGALAMI BATU SALURAN KEMIH (BSK) Dewi, Ratna; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Nainggolan, Syahrul Handoko; T.Bolon, Christina Magdalena; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; Dame, Arta Marisi; Manurung, Nixson
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i1.2078

Abstract

Pendahuluan: Batu saluran kemih (BSK) merupakan salah satu masalah kesehatan urologi tersering di dunia, dengan prevalensi bervariasi menurut faktor geografis, iklim, pola makan, dan genetik. Risiko kekambuhan BSK sangat tinggi dan berkaitan erat dengan modifikasi gaya hidup, hidrasi, serta pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan. Edukasi kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengurangi risiko pembentukan dan kekambuhan BSK. Tujuan: Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan tentang BSK terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat berisiko di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 menggunakan desain pre–post test tanpa kontrol. Sebanyak 31 partisipan mengikuti dua tahap kegiatan, yaitu observasi dan wawancara awal menggunakan kuesioner tertutup mengenai karakteristik, riwayat kesehatan, serta pengetahuan BSK; kemudian penyuluhan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Setelah intervensi, dilakukan pengukuran ulang untuk menilai perubahan pengetahuan. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Mayoritas partisipan berada pada rentang usia pra-lansia (58,1%) dan berjenis kelamin perempuan (74,2%). Sebelum penyuluhan, 70,9% partisipan memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, dan hanya 29,1% kategori baik. Setelah penyuluhan, pengetahuan meningkat signifikan, dengan 74,2% berada pada kategori baik. Terdapat perbedaan bermakna rerata skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001), menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko mengenai pencegahan BSK. Intervensi edukatif seperti ini perlu dilakukan secara rutin untuk mendorong perilaku hidup sehat, mengurangi kejadian BSK, serta mencegah kekambuhan pada individu dengan riwayat penyakit tersebut.
PENGALAMAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA: STUDI FENOMENOLOGI DI RUMAH SAKIT IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Ali Sabela Hasibuan; Deddy Sepadha Putra Sagala; Ratna Dewi; Anita Sri Gandria Purba; Juni Mariati Simarmata; Areta Jasa Halawa
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v12i1.2091

Abstract

Hemodialysis is one of the treatments for chronic kidney disease. Because of this condition, it not only causes problems with declining physical health, but also has the potential to cause psychological, social and even spiritual problems, therefore family support from various aspects is one way to overcome this. Family is the closest person who can form interpersonal relationships in attitudes and actions. Therefore, family support has an important influence on chronic kidney disease patients to improve physical, psychological, social and even spiritual health. The purpose of this study was to determine family support for chronic kidney disease patients at the Imelda Buruh Indonesia Hospital, Medan. With qualitative descriptive research through a phenomenological approach. This study was conducted from December 2024 to April 2025. The sampling technique in this study used Purposive Sampling with a total of 8 participants. The research data were collected through interviews and analyzed thematically. The instrument in this study was the researcher himself with interview guideline tools, field notes and recording tools. The results of the study consisted of 4 themes, namely emotional support, information support, instrumental support and appreciation support. The conclusion of this study is that emotional support from the family to the patient is given in the form of the family's willingness to be a companion and provide encouragement and motivation, information support is given in the form of advice and reminders for the patient, instrumental support is given in the form of financing treatment, fulfilling transportation, accompanying and accompanying the patient, while appreciation support is given in theform of assessment and positive encouragement to the patient.
KEPATUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS SECARA MANDIRI Nixson Manurung; Deddy Sepadha Putra Sagala
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i2.1764

Abstract

Health is a state of well-being, physically, mentally, spiritually and socially that enables everyone to live a socially and economically productive life. Pulmonary tuberculosis is a global health problem that can impact productivity and quality of life. According to WHO, there are an estimated 1,020,000 new TB cases per year (399 per 100,000 population) with 100,000 deaths per year (41 per 100,000 population). Compliance of pulmonary tuberculosis patients in taking medication is key to the success of tuberculosis treatment. This study aimed to explore patients' perceptions of pulmonary tuberculosis and medication adherence. This study is a qualitative study with a phenomenological approach. Data were collected using in-depth interviews and then analyzed by content analysis. The informants in this study consisted of eight tuberculosis patients. The results of this study found three themes, namely (1) understanding of tuberculosis disease, (2) the impact of tuberculosis disease, (3) patients' perceptions of tuberculosis disease. It was concluded that a better understanding of tuberculosis disease and treatment adherence can contribute to treatment success. It is suggested that patients can be aware and encouraged to take medication regularly.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DAN KELUARGA MELALUI PENYULUHAN TENTANG FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA PGK YANG MENDAPATKAN TERAPI HEMODIALISIS Ratna Dewi; Deddy Sepadha Putra Sagala; Sarmaida Siregar; Christina Magdalena Tampubolon; Rostinah Manurung; Nixson Manurung; Arta Marisi Dame; Syahrul Handoko Nainggolan; Ali Sabela Hasibuan
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v5i2.2246

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komplikasi yang kerap dialami oleh penderita penyakit ginjal kronik (PGK) stadium 5 adalah gangguan tidur, yang apabila berlangsung dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tidur. Gangguan tidur ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, dimana ada kesenjangan antara tingginya kejadian gangguan tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis dengan masih terbatasnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas tidur, sehingga diperlukan edukasi kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pencegahan gangguan tidur. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga terkait faktor – faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada penderita PGK stadium 5. Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan pada bulan Februari – April 2026. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi : observasi serta penyuluhan melalui ceramah dan sesi tanya jawab yang melibatkan 25 partisipan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan dengan mayoritas peserta memiliki kategori pengetahuan baik setelah kegiatan dilakukan. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan mengenai faktor – faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis dapat meningkatkan pengetahuan keluarga sehingga mendukung tercapainya derajat kesehatan yang optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial pada pasien dan keluarga PGK yang menjalani hemodialisis.
TERAPI ROM BERBASIS MORSE FALL SCALE PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK TAHUN 2025 Deddy Sepadha Putra Sagala; Ratna Dewi; Ali Sabela Hasibuan; Aureliya Hutagaol; Jhoon pieter Hulu
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3439

Abstract

Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) memiliki risiko tinggi mengalami Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) memiliki risiko tinggi mengalami penurunan mobilitas dan kejadian jatuh akibat kelemahan otot, gangguan keseimbangan, serta komplikasi akibat terapi hemodialisis yang dijalani. Risiko jatuh yang tidak ditangani dapat meningkatkan morbiditas, memperpanjang lama rawat inap, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Morse Fall Scale (MFS) merupakan instrumen yang digunakan untuk menilai tingkat risiko jatuh secara sistematis, sedangkan terapi Range of Motion (ROM) berfungsi mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot untuk meningkatkan stabilitas postural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi ROM berbasis MFS terhadap risiko jatuh pada pasien PGK di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest, melibatkan 32 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa latihan ROM aktif-pasif pada ekstremitas atas dan bawah dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, masing-masing sesi 15–20 menit. Risiko jatuh diukur menggunakan Morse Fall Scale sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test menggunakan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor MFS yang signifikan (p = 0,000), di mana kategori risiko tinggi menurun dari 59,4% menjadi 18,8%, sedangkan risiko rendah meningkat menjadi 71,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi ROM efektif menurunkan risiko jatuh dan meningkatkan mobilitas pasien PGK. Oleh karena itu, latihan ROM berbasis MFS direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi keperawatan rutin di unit hemodialisa untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien. Kata kunci : Penyakit Ginjal Kronik, Range of Motion, Morse Fall Scale, Risiko Jatuh, Rehabilitasi.
Relationship between Sodium Intake and Nutritional Knowledge with the Incidence of Hypertension in Inpatients of Harapan Indah Sendawar Hospital Juni Mariati Simarmata; Mudhrikah Mudhrikah; Deddy Sepadha Putra Sagala; Elfrida Simanjuntak; Debi Dinha Octora
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/asan8n89

Abstract

Hypertension is a major public health problem with a prevalence that continues to increase both globally and nationally. This condition is often referred to as a “silent killer” because it usually presents without symptoms yet may lead to severe complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. Data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) revealed that the prevalence of hypertension in Indonesia reached 34.1% among individuals aged ≥18 years, showing an increase compared to 2013. One contributing risk factor is excessive sodium intake that exceeds daily recommendations, combined with poor nutritional knowledge influencing individual dietary behaviors. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach to analyze the association between sodium intake and nutritional knowledge with the incidence of hypertension among inpatients at Harapan Insan Sendawar General Hospital. The study population included all elderly patients aged over 60 years (n = 36), selected through total sampling. Primary data were collected via interviews using a semi-FFQ questionnaire and blood pressure measurements, while secondary data were obtained from hospital records. Findings showed that most respondents were over 60 years old (61.1%), had high sodium intake (80.5%), and low nutritional knowledge (72.2%). The prevalence of hypertension among respondents was remarkably high at 94.4%. Statistical analysis demonstrated a significant association between sodium intake and hypertension (p = 0.010), as well as between nutritional knowledge and hypertension (p = 0.032). In conclusion, high sodium consumption and low nutritional knowledge significantly contribute to the incidence of hypertension among elderly patients. These findings highlight the importance of nutrition education and sodium intake control as preventive strategies for hypertension.