Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EDUKASI PERAWATAN DIRI TERHADAP AKTIVITAS SEHARI-HARI PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT IMELDA MEDAN PEKERJA INDONESIA TAHUN 2022 Sagala, Deddy Sepadha Putra; Manurung, Sarida Surya; Zamago, Jonta Hendrik Pratama; Hutagaol, Aureliya; Damanik, Hamonangan; Noradina, Noradina
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.538 KB) | DOI: 10.52943/ji-somba.v2i2.1146

Abstract

Kondisi pasien yang menjalani hemodialisa akan mempengaruhi pemenuhan aktivitas sehari-hari. Intervensi yang dapat mengatasi masalah ini melalui edukasi perawatan diri, yaitu suatu proses interaksi antara petugas kesehatan (perawat) dengan pasien untuk meningkatkan kemampuan pasien melakukan perawatan dirinya. Jenis penulisan ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequvalent pre-post test with control group. Sampel penulisan yaitu pasien hemodialisa yang mengalami gangguan aktivitas sehari-hari, terdiri dari 28 orang masing-masing kelompok dengan tekhnik aksidental sampling. Aktivitas sehari-hari manajemen nutrisi dan cairan, mobilisasi/pergerakan, aktivitas rumah, istirahat tidur dan tanggung jawab terhadap pengobatan sebelum dan sesudah edukasi intervensi pada kelompok intervensi dianalisis dengan Wilcoxon signed ranks test dengan nilai(p<0.05), pada kelompok kontrol dianalisa dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai (p>0.05). Aktivitas sehari-hari sesudah edukasi perawatan diri pada kelompok intervensi dan kontrol dianalisis dengan Mann-Whitney test dengan nilai (p<0.05). Penulisan ini menunjukkan ada pengaruh edukasi perawatan diri terhadap aktivitas sehari-hari responden. Edukasi perawatan diri dapat meningkatkan kemampuan perawatan diri sehari-hari pasien hemodialisa jika dilakukan secara berkelanjutan dengan waktu minimal 1 bulan dengan cara diingatkan kembali setiap minggu dan dievaluasi diminggu keempat. Edukasi ini dapat menjadi masukan kepada pelayanan kesehatan khususnya keperawatan untuk selalu memberikan edukasi perawatan diri kepada pasien yang menjalani hemodialisa secara terus-menerus
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT DAN LATIHAN JALAN SEHAT PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KOLAM KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Dewi, Ratna; Siregar, Sarmaida; Manurung, Rostinah; T. Bolon, Christina Magdalena; Manurung, Nixson; Sagala, Deddy Sepadha Putra
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v3i2.1657

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit dengan jumlah besar, morbiditas dan mortalitas tinggi serta biaya besar sehingga sangat penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi termasuk komplikasinya. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah berupa sistolik ? 140 mmHg dan diastolik ? 90 mmHg. Penatalaksanaan hipertensi dengan modifikasi gaya hidup sangat penting untuk mengontrol tekanan darah. Salah satu modifikasi gaya hidup untuk manajemen hipertensi yang dapat mengontrol tekanan darah yaitu dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat berupa berjalan kaki atau jalan sehat. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi adalah perilaku preventif dan gaya hidup sehat melalui pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penyuluhan penyakit hipertensi dan latihan jalan sehat untuk meningkatkan pengetahuan dan kontrol tekanan darah. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan pada bulan Oktober – Desember 2023 dengan metode pelaksanaan pengabdian meliputi: observasi, ceramah tanya jawab, dan pelatihan dengan 22 partisipan. Hasil evaluasi didapatkan peningkatan nilai pengetahuan dengan mayoritas baik setelah dilakukan pengabdian dan penurunan tekanan darah sistolik dengan mayoritas tekanan darah sistolik 120 – 139 mmHg. Pemberian pendidikan kesehatan tentang penyakit hipertensi dan pelatihan jalan sehat pada kelompok atau masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi agar mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial di masyarakat.
EDUKASI TENTANG HIPERTENSI KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PAYAH PASIR KECAMATAN MEDAN MARELAN Putra Ritonga, Edisyah; Silaban, Nataria Yanti; Sagala, Deddy Sepadha Putra
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/ji-somba.v3i2.1682

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah di atas normal. Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Prevalensi Hipertensi tahun 2020 diperoleh dari data Riskesdas Tahun 2018 dimana angka prevalensi Provinsi Jawa Barat meningkat dari 34,5% menjadi 39,6%. Penyakit hipertensi disebut juga Silent Kiler. Rata-rata prevalensi penderita hipertensi di seluruh Indonesia adalah 31,7%. Diperkirakan bahwa pada tahun 2025 persentase orang dengan hipertensi akan meningkat 24% di negara maju dan 80% di negara berkembang. Tujuan PkM ini adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi. Metode yang dipergunakan dalam proses pengabdian ini terdiri dari metode ceramah dan diskusi dengan memberikan edukasi langsung kepada peserta/masyarakat tentang Hipertensi. Setelah diberikan edukasi dikakukan monitoring dan evaluasi peserta dengan menggunakan lembar kuisioner ceklist. Jumlah peserta edukasi dalam PkM ini adalah sebanyak 37 orang yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Kelurahan Payah Pasir Kecamatan Medan Marelan Provinsi Sumatera Utara Hasil Pelaksanaan kegiatan (PkM) menunjukkan diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta PkM tentang Hipertensi pada masyarakat Kelurahan Payah Pasir yang mana sebelum dilakukan edukasi pengetahuan masyarakat dalam kategori kurang yaitu sebanyak 31 orang (83,7%), dan kategori baik sebanyak 6 orang (16,3%). Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta PkM yaitu kategori baik sebanyak 35 orang (94,5%) dan kategori kurang sebanyak 2 orang (5,5%). Diharapkan kepada kader dan petugas kesehatan dari Puskesmas agar dapat melanjutkan edukasi kepada masyarakat.
The Effect Of Giving Cucumber Juice On Reducing Blood Pressure In Hypertension Patients At Imelda Pekerja Indonesia General Hospital 2023 Noradina Noradina; Meriani HS; Bernita Silalahi; Paskah rina Situmorang; Deddy Sepadha Sagala; Desmawati Ndruru
International Journal Of Health Science Vol. 3 No. 3 (2023): November : International Journal of Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v3i3.3166

Abstract

Hypertension or high blood pressure is the main cause of heart system disorders, because known as the number one killer in the world, called the silent killer silently) because people with high blood pressure often do not show symptoms . The aim of this research was to determine the effect of giving cucumber juice on lowering blood pressure hypertension sufferers. This type of research is Quantitative research uses a quasi-experimental design with this type of design One group pre-post test was used. The study population was 33 hypertensive patients. The sample research formula uses the Slovin formula so that the research sample is 30 0 people. By giving cucumber juice once a day in the morning before breakfast 15-30 minutes 250 ml for 7 consecutive days. And analyzed univariately and bivariately using a paired sample t-test (between before and after intervention). Research result showed that blood pressure values were obtained after the intervention was carried out decrease and seen from the p value of 0.000 <0.05 it can be concluded that there is an influence from giving cucumber juice to reducing blood pressure in hypertensive patients .
TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA Putra Sagala, Deddy Sepadha; Gandaria Purba, Anita Sri; Meriani Damanik, Candra; Gultom , Satriani Hartalina
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jophs.v1i2.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan jenis rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan mulai dari bulan Juni - Agustus Tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan sejak Januari – Mei 2023 sebanyak 263 pasien dengan rata-rata per bulan dari keseluruhan sebanyak 52 pasien. Besar sampel sebanyak 49 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data penelitian ini mengguakan uji Chi Square. Hasil Penelitian Mayoritas responden mengalami tingkat kecemasan berat sekali sebanyak 55% dan responden yang mengalami kualitas hidup baik sebanyak 67%. Mayoritas responden dengan tingkat kecemasan berat sekali memiliki kualitas hidup buruk yaitu sebanyak 94%.Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II dengan nilai signifikan (p) value sebesar 0,002 p < 0,05. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Kualitas Hidup, Diabetes Melitus Tipe II, Rumah Sakit Umum Imelda, Pekerja Indonesia
PENGALAMAN STRATEGI KOPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI DIALISIS DI RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2024 Putra Sagala, Deddy Sepadha; Simanjuntak, Mery Lestari; Nadia Furi
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1943

Abstract

Tindakan terapi hemodialisa merupakan salah satu penanganan yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik, akan tetapi tindakan hemodialisa memiliki dampak pada psikologis pasien, sehingga memerlukan strategi koping dalam beradaptasi terhadap kondisi yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman strategi koping pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani dialisis di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan dari bulan April 2024 hingga bulan Agustus 2024 di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan tahun 2024. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 8 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisa secara tematik. Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu pedoman wawancara, catatan lapangan dan alat rekam. Hasil penelitian terdiri dari 2 tema yaitu PFC (Problem Focused Coping) dan EFC (Emotion Focused Coping). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani dialysis/hemodialisa di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2024 sepenuhnya menggunakan strategi koping PFC (Problem Focused Coping) dalam bentuk atau aspek confrontatif coping, seeking social support, planful problem solving dan accepting responsibility. Sedangkan, pasien yang menggunakan strategi koping EFC (Emotion Focused Coping) hanya sebagian dengan menggunakan bentuk atau aspek Self Control, Positive Reappraisal dan sebagian Distancing. Kata Kunci : Strategi Koping, PFC, EFC
The Relationship Of Long Time Undergoing Hemodialisa And Functional Status In Chronic Kidney Failure Patients At Imelda Hospital For Indonesian Workers Medan Gultom, Satriani H; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Damanik, Candra Meriani; Nasution, Khoirotun Nasani
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 2 No. 02 (2024): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi), May 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/juk-medifa.v2i02.323

Abstract

Hemodialysis is a kidney function replacement therapy that is most often used to treat cases of chronic kidney disease. Most hemodialysis therapy procedures require 12-15 hours each week or on average the procedure is carried out 3 times a week where the implementation lasts 3-4 hours, so The length of hemodialysis therapy in patients with chronic kidney disease can cause limitations for the patient. The aim of this study was to determine the relationship between the length of time undergoing hemodialysis and the functional status of chronic kidney disease patients at the Imelda Workers Indonesia Hospital, Medan. This type of research is quantitative research with correlational methods and a cross-sectional approach design. This research was conducted in July-August 2023 in the Hemodialysis Room at the Imelda Workers Indonesia General Hospital, Medan. This research uses a probability sampling technique using the Multistage Sampling method, namely the stratified sampling method in the first stage then the simple random sampling method in the second stage, so that the total research sample is 60 respondents. The instrument used in this research is a questionnaire that refers to the Barthel Index to determine functional status. Data analysis used univariate and bivariate analysis with statistical tests (Chi Square Test) in the SPSS application. The research results in this study showed the results of the Chi-Square statistical test with a significant (p) value of 0.02 or p<0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship between the length of time undergoing hemodialysis and the functional status of chronic kidney disease patients at the Imelda Workers Indonesia General Hospital, Medan
PENGARUH TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP MOTIVASI PASIEN GAGAL GINJAL MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2024 Putra Sagala, Deddy Sepadha; Dewi, Ratna; Simanjuntak, Mery Lestari; Gulo, Ursula Uniat Kristina
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif terhadap motivasi pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa di RSU Imelda Pekerja Indonesia (IPI) Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design, yang melibatkan 30 responden, terdiri dari 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol, dipilih melalui teknik quota sampling. Data dikumpulkan dari tanggal 17 Juni hingga 27 Juli 2024, dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada kelompok kontrol maupun intervensi terjadi peningkatan motivasi setelah dilakukan terapi kelompok suportif, namun peningkatan yang lebih signifikan terlihat pada kelompok intervensi. Uji statistik paired-samples t-test menunjukkan nilai p=0,045 untuk kelompok kontrol dan p=0,009 untuk kelompok intervensi, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari terapi kelompok suportif terhadap peningkatan motivasi pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Dengan demikian, terapi kelompok suportif dapat menjadi intervensi efektif dalam meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan jangka panjang. Kata Kunci : Terapi Kelompok Suportif, Motivasi Pasien, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Quasi-Eksperimental
Effectiveness of Intradialytic Exercise on Muscle Strength and Fatigue Score in Chronic Kidney Failure (CKF) Patients in the Grandmed Hemodialysis Room Purba, Anita Gandaria; Sagala, Deddy Sepadha Putra; Ali Sabela Hasibuan; Yuni Suharnida Lubis
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i1.2338

Abstract

Chronic kidney failure is a progressive and irreversible kidney dysfunction in which the body's ability to maintain metabolism, fluid and electrolyte balance is disrupted, resulting in uremia or azotemia. Hemodialysis is a form of treatment for patients with chronic kidney failure, in which the patient's blood is diverted out of the body through a dialyzer, which occurs through diffusion and ultrafiltration, after which the blood is returned to the patient's body. Several methods to maintain muscle strength and reduce fatigue scores, namely intradialytic exercise is an exercise program developed that can increase muscle strength, muscle endurance and physical activity. The general objective of this study was to determine the effectiveness of intradialytic exercise involvement interventions on muscle strength and fatigue scores in hemodialysis patients at GrandMed Lubuk Pakam Hospital. This research method is a quantitative study, using a quasy experiment with a one group pre-test post-test design. The population in this study were all patients with Chronic Kidney Failure who were recorded at the Medical Records Hospital Grandmed Lubuk Pakam from October 2021 to December 2022. With inclusion criteria: respondents experienced movement disorders, muscle cramps, and weakness. The number of samples was 22 respondents. The sampling technique used in this research is non-probability sampling, namely purposive sampling. The statistical test used is the Wilcoxon test. The Wilcoxon test results obtained significant results from the intradialytic exercise technique on muscle strength and fatigue scores with a p value of 0.00 each. So that it can be concluded that there is an effect of giving good intradialytic exercise interventions on muscle strength & fatigue scores in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis
The Relationship Of Family Support To The Level Of Ability To Perform Daily Activities In Stroke Patients In Imelda Pekerja Indonesia General Hospital Sagala, Deddy Sepadha Putra; Damanik, Hamonangan; Hutagaol, Aureliya; Dewi, Ratna; Pasaribu, Sri Delvia
COVID-19 : Journal of Health, Medical Records and Pharmacy Vol. 1 No. 02 (2024): COVID-19 : Journal of Health, Medical Records and Pharmacy
Publisher : CV. Devitara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke is one of the leading causes of death and third cause of disability in the world. Someone who has a stroke will have limitations in carrying out daily activities or Activity Of Daily Living (ADL) and support from family both in physical, psychological and emotional forms is needed by stroke patients The purpose of this study was to determine family support for the level of ability to carry out daily activities in stroke patients at Imelda Pekerja Indonesia General Hospital. This type of research is quantitative research with correlational methods and Cross Sectional approach design. This research was conducted in July-August 2023 at the Imelda Hemodialysis Room of Imelda Pekerja Indonesia General Hospital. This study used NonProbability sampling technique using purposive sampling method, so that the total research sample was 30 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire. Data analysis using univariate and bivariate analysis with statistical tests (Chi Square Test) in the SPSS application. The results of the study showed the results of the Chi-Square statistical test with a significant value (p) value of 0.01 or p< 0.05. The conclusion in this study is that there is family support for the level of ability to carry out daily activities in stroke patients at Imelda Pekerja Indonesia General Hospital in 2023.