Claim Missing Document
Check
Articles

Penertiban Anak Jalanan oleh Satpol PP Di Limba B Kota Selatan Kota Gorontalo Aldi Podungge; Funco Tanipu; Dewinta Rizky R. Hatu
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i2.388

Abstract

The phenomenon of street children in Gorontalo City represents a complex social problem influenced by economic factors, environmental conditions, and weak family supervision. The presence of street children not only affects their own lives but also raises public order issues. Efforts by the Public Order Agency (Satpol PP) to manage street children have been implemented, yet remain ineffective as children tend to return to the streets after being removed. This study aims to evaluate the implementation of street children management by Satpol PP in Limba B, South City, Gorontalo, and to identify the obstacles faced during its execution. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observation, and documentation involving both street children and Satpol PP officers. The data were analyzed descriptively to gain an in-depth understanding of the phenomenon. Findings indicate that street children primarily work as buskers, street performers, and beggars, with family economic conditions as the main factor. The management efforts are temporary and lack deterrent effects due to budget constraints, limited ongoing guidance, weak inter-agency coordination, and environmental and peer influences. A more comprehensive and sustainable strategy is needed through enhanced inter-agency cooperation, adequate guidance facilities, and a humanistic social approach to support children’s rights and effectively reduce the number of street children.
Dampak Sosial Ekonomi Pariwisata di Pulau Saronde oleh PT. Blue Bay Divers Rivaldi Unti; Rauf A. Hatu; Dewinta Rizky R. Hatu
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i2.510

Abstract

This study aims to analyze the socio-economic impacts of tourism on Saronde Island after its management was taken over by PT. Blue Bay Divers, focusing on the community of Ponelo Village, North Gorontalo Regency. The research is based on the decreasing participation of local residents in tourism activities following privatization. The study employs a qualitative descriptive method using field studies through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the presence of PT. Blue Bay Divers has significantly affected the social and economic dynamics of the local community. Economically, local workforce involvement decreased by up to 90%, and only two small businesses remain from the original fifteen. Socially, there has been a decline in social cohesion and a widening gap between groups involved in tourism and those excluded. The community has lost access and participation opportunities, resulting in social alienation and new economic dependency on tourism. The study concludes that the development of tourism on Saronde Island remains exclusive and has not provided equitable benefits to local residents. Inclusive policies and human resource empowerment are needed to ensure that tourism becomes a vehicle for social solidarity and economic independence in Ponelo Village.
Perilaku Seksual Di Kalangan Mahasiswa Suatu Kajian Sosiologi Fitriyanti Djahuno; Yowan Tamu; Dewinta Rizky R. Hatu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku seksual serta faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku seksual di kalangan mahasiswa Jurusan Sosiologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang menjadi informan penelitian. Analisis penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual telah menjadi bagian dari dinamika hubungan pacaran di kalangan mahasiswa. Bentuk perilaku seksual yang paling dominan ditemukan adalah perilaku afeksi fisik, seperti berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dan petting, sedangkan hubungan seksual dilakukan oleh sebagian informan dan umumnya berlangsung di tempat yang dianggap aman dan memiliki privasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa lingkungan pertemanan merupakan faktor utama yang memengaruhi munculnya perilaku seksual pada mahasiswa. Interaksi yang intens dengan teman sebaya, terutama melalui pembahasan mengenai pengalaman seksual dalam hubungan pacaran, membentuk pemahaman bahwa perilaku tersebut merupakan sesuatu yang umum dan wajar dilakukan. 
Motivasi Sosial Penggunaan Second Account Instagram Pada Generasi Z Dalam Membangun Identitas Ganda Funco Tanipu; Dewinta Rizky R. Hatu; Vanya Dyah Pitaloka Maharani; Sri Ramdina Putri Andi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi sosial penggunaan second account Instagram serta memahami proses pembentukan identitas ganda pada mahasiswa Generasi Z di Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo. Fenomena penggunaan second account semakin berkembang seiring meningkatnya intensitas penggunaan media sosial sebagai sarana interaksi dan ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan second account Instagram. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan second account didorong oleh kebutuhan untuk memperoleh ruang yang lebih aman, nyaman, dan bebas dalam mengekspresikan diri tanpa tekanan maupun penilaian sosial. Selain dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan, penggunaan second account juga berfungsi sebagai media penyimpanan dokumentasi pribadi dan sarana berbagi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa membangun identitas ganda melalui pemisahan fungsi antara first account dan second account. First account digunakan untuk menampilkan citra diri yang positif, formal, dan sesuai ekspektasi sosial, sedangkan second account menjadi ruang privat untuk menampilkan diri yang lebih autentik, spontan, dan apa adanya. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas ganda merupakan strategi pengelolaan kesan dalam interaksi sosial di media digital.