Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Keluarga Dengan Keikutsertaan Wanita Usia Subur Menjadi Akseptor Kb di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Kampung Baru Kelurahan Kampung Baru, Kec Medan Maimun Provinsi Sumatera Utara Kota Medan Tahun 2023 Tambun, Mastaida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3371

Abstract

Tingginya angka kelahiran di Indonesia merupakan salah satu masalah besar dan perluperhatian khusus dalam penanganannya. Salah satu bentuk perhatian khusus pemerintah dalam menanggulangi angka kelahiran yang tinggi tersebutyaitu dengan melaksanakan pembangunan dan keluarga berencana secara komprehensif. Gerakan Keluarga Berencana Nasional disiapkan untuk membangun sumber daya manusia yang optimal, dengan ciri semakin meningkatnya peran serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk dapat membangun keluarga sejahtera dalam rangka pelayanan Keluarga Berencana (KB) (BKKBN,2009). Tujuan penelitian ini Untuk Menganalisis Pengaruh Dukungan Keluarga dukungan keluarga dengan keikutsertaan wanita usia subur menjadi akseptor KB Aktif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini akan dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung BaruKelurahan Medan Baru kecamatan Medan Maimun Sumatera Utara, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita Usia Subur selama 3 bulan terkahir, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling yaitu sebanyak 48 orang. Hasil penelitian menunjukkan Dukungan keluarga mayoritas tidak mendukung program KB pada wanita usia subur di Wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung Baru, kecamatan Medan Maimun, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 yaitu 60,4%, Keikutsertaan program KB pada wanita usia subur mayoritas Tidak KB yaitu 58,3%., Ada pengaruh dukungan keluarga dengan keikutsertaan program KB aktif pada wanita usia subur di Wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung Baru, kecamatan Medan Maimun, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 yaitu dengan pvalue 0,000.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Wanita Usia Subur, Akseptor KBThe high birth rate in Indonesia is a big problem and requires special attention in handling it. One form of special attention from the government in overcoming the high birth rate is by implementing comprehensive development and family planning. The National Family Planning Movement is prepared to build optimal human resources, characterized by increasing community participation in meeting the needs to be able to build prosperous families in the context of Family Planning (KB) services (BKKBN, 2009). The aim of this research is to analyze the influence of family support on family support with the participation of women of childbearing age as active family planning acceptors. This research uses an analytical survey method with a cross sectional approach. This research will be carried out in the work area of the UPT Puskesmas Kampung Baru, Medan Baru sub-district, Medan Maimun sub-district, North Sumatra. The population in this study is all women of childbearing age during the last 3 months. The sampling technique in this study used a total sampling of 48 people. The results of the research show that the majority of family support does not support the family planning program for women of childbearing age in the working area of the UPT Puskesmas Kampung Baru, Medan Maimun subdistrict, North Sumatra Province in 2023, namely 60.4%. 3%., There is an influence of family support on active family planning program participation on women of childbearing age in the working area of the UPT Puskesmas Kampung Baru, Medan Maimun sub district, North Sumatra Province in 2023, namely with a p value of 0.000.Keywords: Family Support, Women of Childbearing Age, Family Planning Acceptors
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK N 8 PADANG BULAN TAHUN 2021 Tambun, Mastaida; Batubara, Zulkarnaen; Sinaga, Martaulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1736

Abstract

Stress adalah suatu kejadian atau stimulus lingkungan yang menyebabkan individu merasa tegang. Stresor dapat mempengaruhi semua bagian dari kehidupan seseorang, menyebabkan stres mental, perubahan perilaku, masalah- masalah dalam interaksi dengan orang lain dan keluhan-keluhan fisik salah satunya gangguan siklus menstruasi. Dalam pengaruhnya terhadap pola menstruasi, stress melibatkan system neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat stress terhadap siklus menstruasi pada remaja di SMK.N.8 Padang Bulan Medan Tahun 2021. Penenlitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectiona dengan jumlah sampel 31.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data primer adalah data yang diambil langsung dari responden melalui kusioner.Dari hasil penelitian yang di dapat bahwa 31 responden, mayoritas mengalami tingkat stress 19   orang (61,3%).dan minoritas mengalamitingkat stress ringan sebanyak 12 orang (38,7%), Bahwa dari 31 responden, mayoritas responden yang mengalami gangguan menstruasi berjumlah 17 orang (54,8%), dan minoritas responden yang tidak mengalami gangguan menstruasi berjumlah 14 orang (45,2%). (siklusmenstruasi), dimananilai (p=0,000) ˂ 0,005.Kata kunci: Tingkat Stres, Siklus Mesntruasi, dan Remaja
Efektivitas Belerang (Sulfur) Terhadap Proliferasi Luka pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Johor Kecamatan Medan Johor Tahun 2023 Sinaga, Martaulina; Tambun, Mastaida; Batubara, Zulkarnain; Sembiring, Adelina; Aritonang, Febrina Asapani; Berutu, Lilis Hartati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3464

Abstract

Dampak yang ditimbulkan akibat komplikasi Diabetes Melitus salah satunya adalah luka yang sulit sembuh, secara langsung berdampak pada status kesehatan Masyarakat. Kejadian kasus Diabetes Melitus yang terus meningkat di kota Medan sebanyak 39.699 tahun 2022, Tujuan penelitian ini untuk mengobservasi Efektivitas Belerang (Sulfur) terhadap Proliferasi Luka pada Penderita Diabetes Melitus. kelompok kasus 5 orang diperoleh keadaan luka sesudah terapi Sulfur yaitu Pada kasus 5 orang diperoleh keadaan luka sesudah terapi Sulfur yaitu pasien mengalami Ukuran luka <4 cm, tidak ada mengalami kedalam luka, tepi luka samar tidak terlihat dengan jelas, tidak ada goa, tidak mengalami tepi jaringan nekrosis, tidak tampak jaringan nekrotik, tidak ada eksudat, tidak terdapat eksudat, luka kering, 4 pasien mengalami warna kulit putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, 1 pasien putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, tidak ada pembengkakan atau edema perifer/tepi jaringan luka, tidak ada indurasi jaringan perifer, pada jaringan granulasi putih atau abu-abu, pucat atau hipopigmentasi, 1 pasien Terang, merah seperti daging; 75 % s/d 100 % luka terisi granulasi, 4 pasien menagalami < 25 % epitelisasi, 1 pasien 75 % s/d < 100 % epitelisasi.Kata kunci: Belerang, Diabetes_Melitus, Efektivitas, Luka, Proliferasi.The impact caused consequence One of the complications of Diabetes Mellitus is difficult wounds recovery, has a direct impact on the health status of the community. Incident continuing cases of Diabetes Mellitus will increase in the city of Medan by 39,699 in 2022. The aim of this research is to observe Effectiveness Sulfur (Sulfur) against Wound Proliferation in Diabetes Mellitus Patients. In the case of five people, the condition of the wound after Sulfur therapy was that the patient had a wound size of <4 cm, there was no depth to the wound, the edges of the wound were faint and not clearly visible, there were no caves, no edges of necrotic tissue, no visible necrotic tissue, no exudate, no exudate, dry wound, 4 patients had white or gray skin color, pale or hypopigmented, 1 patient white or gray, pale or hypopigmented, no swelling or peripheral edema/edge of wound tissue, no induration peripheral tissue, in white or gray granulation tissue, pale or hypopigmented, 1 patient Bright, fleshy red; 75% to 100% of the wound was filled with granulation, 4 patients experienced < 25% epithelialization, 1 patient 75% to < 100% epithelialization.Keywords: Sulfur, Diabetes_Mellitus, Effectiveness, wound, Proliferation.
Implementation Penurunan Tensi Lansia Slow Deep Breating ( Apium Graveolens &Black Garlick) Desa Bangun Rejo Tahun 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Mastaida Tambun; Indra Agussamad; Tahan Tahan; Dina Afriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47395

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal baik tekanan systolic atau diastolic. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas kombinasi metode slow deep breathing dan konsumsi Apium graveolens (seledri) serta black garlic (bawang hitam) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest with control group design, di mana terdapat dua kelompok: Kelompok intervensi: Mendapatkan terapi slow deep breathing serta konsumsi Apium graveolens dan black garlic. Kelompok kontrol: Tidak diberikan intervensi atau hanya perawatan standar. Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik rata-rata berkisar antara 150 mmHg hingga 160,06 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik rata-rata berkisar antara 97,29 mmHg hingga 101,29 mmHg selama periode tujuh hari. Fluktuasi harian terlihat, dengan tekanan darah tertinggi tercatat pada hari ketujuh (160,06/101,29 mmHg) dan terendah pada hari kedua (155,06/97,29 mmHg). Menariknya, standar deviasi untuk tekanan sistolik (9,098 mmHg) dan diastolik (7,051 mmHg) konsisten di seluruh pengukuran, menunjukkan variabilitas yang stabil dalam sampel. Implementasi program penurunan tensi menggunakan metode Slow Deep Breathing dan pemberian Apium graveolens serta Black Garlic terbukti efektif menurunkan tekanan darah lansia di Desa Bangun Rejo tahun 2025. Program ini berpotensi diterapkan lebih luas di desa-desa lain sebagai pendekatan promotif-preventif dalam penanganan hipertensi lansia
Pelaksanaan Pendamping Penggunaan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Terhadap Prilaku Ibu Dalam Pelayanan Kesehatan Selama Hamil, Puskesmas Gomo kec. Gomo Kab. Nias Selatan Tahun 2023 Miswita Manao; Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Dewi Sartika Hutabarat
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i1.266

Abstract

Menstrual cycle disorders are menstrual disorders, also known as abnormal uterine The maternal and child health program is one of the priorities of the Ministry of Health and the success of the MCH program is one of the main indicators in the National Long Term Development Plan (RPJPN) 2005 – 2025. The aim of implementing assistance in the use of maternal and child health books (KIA) on the behavior of pregnant women in services. Health During Pregnancy, Maternity and Postpartum in the Working Area of ​​the Gomo Health Center, Gomo District, South Nias Regency, 2023. Pre-Experimental Designs research method. The population in this study was all pregnant women at the Gomo District Health Center, Gomo District Health Center. South Nias in 2023 as many as 102 people. Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a p value < 0.05. The results of the research were that the majority of pregnant women who had a positive attitude before the implementation of assistance (pre test) were 31 people (62.00%) after (post test) for four visits there was an increase There were 43 positive attitudes among pregnant women (86.00%). Then the results of the Wilcoxon statistical test obtained p (0.001) < 0.005, so it can be concluded that the null hypothesis was rejected, meaning that there was effectiveness in the actions of pregnant women after being accompanied by the KIA book compared to before being accompanied by the KIA book. Based on the results research, a way to find out early detection of the dangers of pregnancy at the nearest health service on a regular or periodic basis.
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berbasis inovasi E-Leaflet untuk Mendukung Peran Serta Suami Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kampung KB Pangkalan Masyhur Medan Johor Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Mastaida Tambun; Lusiatun Lusiatun; Indra Agussamad; Sri Rezeki; Damayanti Damayanti; Adelina Sembiring
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5vjga845

Abstract

Partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih sangat rendah, termasuk di Kampung KB Pangkalan Masyhur, Medan Johor. Pada tahun 2025 jumlah pasangan usia subur (PUS) mencapai 3.262 jiwa, namun pengguna kontrasepsi pria hanya 0,8% untuk kondom dan 0,1% untuk vasektomi. Kondisi ini berdampak pada masih tingginya angka kelahiran yang berimplikasi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pria adalah kurangnya dukungan keluarga, pandangan negatif dan mitos, serta minimnya akses informasi mengenai kontrasepsi pria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemberdayaan melalui lima tahap: persiapan, sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Media utama yang digunakan adalah aplikasi E-Leaflet SIKOPRI (Sistem Informasi Kontrasepsi Pria), didukung leaflet, poster, dan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan kontrasepsi pria, perubahan sikap suami yang lebih positif terhadap KB pria, serta meningkatnya keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan ber-KB. Capaian nyata ditunjukkan dengan adanya tiga akseptor vasektomi baru dan peningkatan pengguna kondom sebanyak 15 orang dalam tiga bulan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.7 tentang kesehatan reproduksi dan poin 5 tentang kesetaraan gender. Inovasi E-Leaflet SIKOPRI terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB.
Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi SIKOPRI untuk Menurunkan Angka Kelahiran pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 Mastaida Tambun; Lasriasimamora Lasriasimamora; Lusiatun Lusiatun; Sri Mulati Nenda; Rohanita Rohanita
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/9e0kfe93

Abstract

Tingginya angka kelahiran di Kabupaten Deli Serdang, khususnya di Kecamatan Tanjung Morawa, masih menjadi permasalahan serius dalam bidang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) yang disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan dan persistennya misinformasi mengenai metode kontrasepsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SIKOPRI sebagai media edukasi digital guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku PUS dalam penggunaan kontrasepsi, sehingga berpotensi menurunkan angka kelahiran di wilayah tersebut. Metode yang diterapkan adalah pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat (community-based education) melalui empat tahapan sistematis, yaitu sosialisasi program, pelatihan penggunaan aplikasi, penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, sedangkan perubahan sikap dan perilaku diobservasi secara kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan PUS mengenai jenis, manfaat, dan cara penggunaan kontrasepsi pascaintervensi. Selain itu, terjadi perubahan sikap yang lebih positif, peningkatan kesediaan penggunaan alat kontrasepsi, dan meningkatnya partisipasi suami dalam program Keluarga Berencana. Optimalisasi aplikasi SIKOPRI terbukti efektif sebagai media edukasi digital dan berpotensi mendukung upaya penurunan angka kelahiran di Kecamatan Tanjung Morawa.
EFEKTIVITAS APIUM GRAVEOLENS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI LANSIA KAMPUNG KB PANGKALAN MASYHUR MEDAN JOHOR TAHUN 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Adelina Sembiring; Lisbet Gurning; Suci Rani Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3636

Abstract

Hypertension is a predominant health issue in the geriatric population, contributing significantly to an increased risk of cardiovascular disease, stroke, and frailty. Major challenges in managing hypertension in the elderly include polypharmacy, declining organ function, and medication adherence. Apium graveolens (celery) contains apigenin and 3-n-butylphthalide, which are known to possess vasodilatory effects. This study aims to evaluate the effectiveness of Apium graveolens administration as a complementary therapy for the prevention and control of stage I hypertension among the elderly in a rural community setting. Methods:This study employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group approach, conducted in Bagun Rejo Village from January to March 2025. The subjects comprised 80 elderly individuals (aged 60 years) with grade I hypertension, selected via purposive sampling. Subjects were divided into two groups: the Intervention Group (n=40), which received a standardized dose of Apium graveolens extract for 8 weeks, and the Control Group (n=40), which received standard lifestyle education. The primary parameters measured were changes in Systolic Blood Pressure (SBP) and Diastolic Blood Pressure (DBP). Data analysis was performed using the Paired t-test and Independent t-test with a 95% confidence level (=0.05).Results: Baseline characteristics between the two groups were homogeneous. After 8 weeks of intervention, the Intervention Group demonstrated a significant reduction in SBP from a mean of 152.4 mmHg to 138.2 mmHg (p 0.001) and a reduction in DBP from 94.5 mmHg to 86.1 mmHg ($p 0.05$). Conversely, the Control Group showed no statistically significant changes. Furthermore, no significant gastrointestinal side effects or electrolyte disturbances were observed in the group consuming Apium graveolens, indicating a favorable safety profile for the elderly. Conclusion:The administration of Apium graveolens proved effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with grade I hypertension . These findings support the potential of Apium graveolens as a safe and affordable adjuvant therapy in community-based hypertension management strategies, aiming to reduce the burden of polypharmacy in the geriatric population. Integration of this program with the Integrated Healthcare Center for the Elderly (Posyandu Lansia) is recommended for sustainability.Keywords: Apium graveolens, Geriatrics, Hypertension, Elderly, Herbal Therapy
Effect of combined Moringa oleifera juice and oxytocin massage on lactogenesis II onset Lasria Simamora; Mastaida Tambun; Riska Susanti Pasaribu; Nur Azizah; Mediana Br Sembiring; Misno Misno
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 5 (2026): Volume 9 Number 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i5.3966

Abstract

Background: Delayed onset of lactogenesis II often triggers early formula feeding, which hinders the success of exclusive breastfeeding. Nutritional fulfillment and mechanical stimulation are needed simultaneously to optimize prolactin and oxytocin hormones. Purpose: To analyze the synergy between consuming fresh Moringa oleifera (moringa) juice and oxytocin massage on accelerating the onset of lactogenesis II in postpartum mothers. Method: This study used a cross-sectional descriptive comparative-correlational design involving 70 postpartum mothers. This quantitative study used a quasi-experimental design with a posttest-only control group design, conducted in Bangun Rejo Village, North Sumatra, from February to April 2026. A sample of 36 normal postpartum mothers was selected using purposive sampling and divided equally into two groups (n=18 each). The intervention group was given juice from 20 grams of fresh Moringa leaves twice daily and oxytocin massage for 10–15 minutes daily, while the control group received only standard care. Data normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and bivariate analysis was performed using the Independent T-Test. Results: The baseline demographic characteristics (age, parity, education, and Body Mass Index) of both groups were homogeneous (p > 0.05). The mean onset time of lactogenesis II in the combination intervention group was significantly faster (34.50 ± 4.25 hours postpartum) than in the control group (56.60 ± 5.80 hours postpartum), with a difference of 22.10 hours. Independent T-Test results showed a highly significant statistical difference (p < 0.001). Conclusion: The synergy between fresh Moringa oleifera juice consumption and oxytocin massage significantly accelerated the onset of lactogenesis II. This dual-action approach efficiently combines the natural galactagogue properties of Moringa oleifera to stimulate prolactin with the neuroendocrine reflex of massage to facilitate milk ejection.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Metode Amenore Laktasi dalam Pencegahan Kehamilan Dini Julia Anggraini; Mastaida Tambun; Yudha Anggriani Putri Nasution; Elisabet Ompusunggu; Misno Misno
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62264

Abstract

Metode Amenore Laktasi (MAL) merupakan metode kontrasepsi alami pascapersalinan yang efektif apabila diterapkan sesuai dengan kriteria yang direkomendasikan. Namun, pengetahuan ibu yang kurang memadai dan sikap yang kurang mendukung dapat menurunkan efektivitas metode ini dalam mencegah kehamilan dini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap Metode Amenore Laktasi dengan pencegahan kehamilan dini pada ibu pascapersalinan. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 40 ibu pascapersalinan di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Indonesia. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher's Exact pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (75,0%) dan sikap yang positif (75,0%) terhadap Metode Amenore Laktasi. Pengetahuan ibu berhubungan secara signifikan dengan pencegahan kehamilan dini (p=0,015), dan sikap ibu juga berhubungan secara signifikan dengan pencegahan kehamilan dini (p=0,012). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif lebih berpeluang mencegah kehamilan dini yang tidak direncanakan selama masa pascapersalinan. Kesimpulan pengetahuan dan sikap positif ibu terhadap Metode Amenore Laktasi berkontribusi secara signifikan terhadap pencegahan kehamilan dini. Penguatan konseling pascapersalinan dan edukasi kesehatan mengenai Metode Amenore Laktasi direkomendasikan untuk meningkatkan pemanfaatannya secara tepat.