Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Dewi, Intan Permata; Ulfa, Laila; Aprillia, Yuna Trisuci; Kurniasari, Hikmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.2494

Abstract

Masih adanya budaya dan mitos yang tidak mendukung pemberian ASI eksklusif, dan masih adanya promosi produk pengganti ASI secara terselubung melalui media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7 - 12 bulan di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dari Hasil uji regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (nilai p = 0,02), pendidikan (nilai p = 0,00), status pekerjaan (nilai p = 0,00), pengetahuan (nilai p = 0,01), sikap ibu (nilai p = 0,00), dukungan keluarga (nilai p = 0,03), dan dukungan petugas kesehatan (nilai p = 0,00) dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (nilai p = 0,03) dan promosi susu formula (nilai p = 0,13) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan (OR; 9,03, nilai p = 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan faktor penting untuk memperbaiki perilaku menyusui ASI eksklusif. Oleh karena itu upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap perilaku ASI eksklusif perlu ditingkatkan.
Screening for Nutritional Status and Strengthening Healthy Lifestyle in Adolescents: Skrining Status Gizi dan Penguatan Pola Hidup Sehat Remaja Ulfa, Laila; Adawiyah, Asyifa Robiatul; Lestari, Dini Indah; Samingan, Samingan; Fidzikri, Nanda Berliana Tania
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.20069

Abstract

Lack of awareness among adolescents towards healthy lifestyle has an impact on the risk of non-communicable diseases. The purpose of this community service activity was to improve adolescent knowledge of a healthy lifestyle and screening their nutritional status by measuring their BMI-for-age to prevent the risk of malnutrition (underweight or overweight). Improvement knowledge of healthy lifestyles carried out by providing counseling on nutrition-balanced and physical activity. The results of the activity showed an increase in the mean of knowledge score from 9.95(±SD1,29) to 11.57(±SD2,12). BMI measurements showed that the majority of adolescents (62%) had normal nutritional status, 21% were overnourished, 11.6% were obese, and 4.2% were undernourished. Counseling on nutrition-balanced and physical activity could increase healthy lifestyle knowledge for adolescence, and there is a tendency for adolescence to lead a problem with overnutrition. Therefore, sustainable youth education program required to provide a healthy lifestyle.
Faktor-faktor yang berhubungan kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap Hermawati, Siska; Trigono, Ahdun; Ulfa, Laila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1871

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarprofesi, dasar pengambilan keputusan klinis, dan bukti legal. Namun, masalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih sering dijumpai di rumah sakit, termasuk di ruang rawat inap. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) di ruang rawat inap, dengan sampel 109 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian menunjukkan 65,1% rekam medis dinyatakan lengkap, sedangkan 34,9% tidak lengkap. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kelengkapan pengisian rekam medis adalah pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,014), dan lama kerja (p=0,031). Analisis regresi logistik menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan dengan OR=6,21 (95% CI: 2,03–18,94). Kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap masih belum optimal. Pengetahuan, beban kerja, dan lama kerja berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Rumah sakit perlu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan rutin, mengatur beban kerja secara proporsional, serta memperkuat supervisi untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Burnout Di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang Bekasi Tahun 2024 Hanum, Nida Najibah; Ulfa, Laila; Nugraha, Susiana
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7886

Abstract

Burnout merupakan keadaan kelelahan baik secara fisik, mental serta emosional. Tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas perlu disikapi dengan peningkatan dari kualitas sumber daya manusia kesehatannya. Sumber daya manusia kesehatan yang mengalami burnout akan berdampak pada kinerja sehingga menurunkan kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor berupa usia, jenis kelamin, masa kerja, lama pendidikan, jenis pekerjaan, kepuasan kerja, kepuasan gaji serta gaya kepemimpinan terhadap burnout. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 217 responden dengan sampel yang diperoleh sebanyak 165 responden. Instrumen penelitian menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), Pay Satisfaction Questionnaire (PSQ) dan Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) dengan alih bahasa menggunakan metode back translation. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan bahwa 48.8% pekerja mengalami burnout derajat tinggi dan 51.2% mengalami burnout derajat rendah. Adapun faktor usia kurang dari 30 Tahun (59.3%), jenis kelamin laki-laki (47.9%), masa kerja lebih besar 2 tahun (47.1%), lama pendidikan lebih besar 15 tahun (46.5%), tenaga kesehatan (57.8%), kepuasan kerja tinggi (55.8%), kepuasan gaji tinggi (58.5%) dan gaya kepemimpinan efektif (59.5%) lebih tinggi mengalami burnout. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang paling berpengaruh terhadap burnout, yaitu usia lebih dari 30 tahun (p sama dengan 0.011, OR sama dengan 0.406) dan gaya kepemimpinan efektif (p sama dengan 0.031, OR sama dengan 0.400). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor usia lebih dari 30 tahun dan gaya kepemimpinan efektif menjadi faktor protektif terjadinya burnout. Rumah sakit disarankan dapat mengimplementasikan program manajemen stres dan keseimbangan kerja-hidup serta memberikan pelatihan kepemimpinan yang efektif sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mengurangi terjadinya burnout.
Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rsud Rokan Hulu Tahun 2024 Afki, Zuldi; Rahajeng, Ekowati; Ulfa, Laila
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8099

Abstract

Implementasi RME di RSUD Rokan Hulu bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, namun masih terkendala infrastruktur yang belum memadai, minimnya pelatihan, dan kebiasaan petugas yang masih menggunakan pencatatan manual. Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Rekam Medis Elektronik di RSUD Rokan Hulu tahun 2025. Studi dilakukan pada Januari 2024–Juni 2025. Penelitian ini merupan Mix Method dengan desain sequential explanatory. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa dukungan organisasi, dukungan sosial, persepsi kemudahan penggunaan, motivasi, kekurangan anggaran, dan kebiasaan menyukai cara lama berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi RME. Sementara itu, interaksi antar unit, persepsi manfaat, regulasi, hambatan komunikasi, resistensi perubahan, dan kurangnya literasi tidak berpengaruh. Faktor dominan yang memengaruhi adalah dukungan sosial (POR= 4,715). Nilai R-square sebesar 0,554 menunjukkan bahwa 55,4% variabilitas keberhasilan implem asi RME dijelaskan pleh dukungan organisasi/institusi, dukungan sosial, persepsi kemudahan pemakaian aplikasi RME, motivasi, kekurangan anggaran, menyukai kebiasaan lama dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil analisis kuantitatif diketahui Implementasi RME di RSUD Rokan Hulu telah meningkatkan efisiensi layanan, akurasi data, kepuasan pasien, dan koordinasi antarunit. Infrastruktur cukup mendukung, meski masih ada kendala teknis seperti gangguan jaringan dan keterbatasan perangkat. Interaksi antar unit mempercepat layanan, namun integrasi sistem dan input data masih perlu diperbaiki. Regulasi dan SOP sudah tersedia, namun butuh pembaruan dan evaluasi rutin. Hambatan seperti keterbatasan anggaran, rendahnya literasi digital, dan resistensi perubahan. RSUD Rokan Hulu perlu meningkatkan pelatihan dan pendampingan teknis guna memperkuat literasi digital dan mengurangi resistensi perubahan. Perlu juga optimalisasi infrastruktur, termasuk perangkat dan jaringan serta budaya kerja digital perlu dibangun melalui insentif, penghargaan, dan dukungan pimpinan bagi tenaga kesehatan yang konsisten menggunakan RME. Kata Kunci: Implementasi Rekam Medis Elektronik, Rumah Sakit, Petugas Kesehatan.