Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Determinan Status Vaksinasi Covid 19 Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka Kota Serang Provinsi Banteh Tahun 2023 Saanah, Saanah; Utami, Sri; Ulfa, Laila
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i2.3403

Abstract

The Covid 19 vaccination is still a matter of pros and cons in society, giving rise to doubts among them about being able to receive it. including the effectiveness of the vaccine itself. Education and support from the family greatly influences a person's ability to receive the Covid 19 vaccination. This research aims to determine the determinants of the Covid 19 vaccination status of the community in the Walantaka Health Center working area, Serang City, Banteh Province in 2023. The method uses quantitative research with a cross sectional approach. The sample in this study used a two-proportion difference hypothesis test formula with the minimum number of samples obtained being multiplied by two to 146. The research instrument was a questionnaire. Hypothesis testing used a multiple logistic regression test. The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between education, knowledge, attitudes and family support and Covid 19 vaccination coverage. Meanwhile, those that were not related were the variables age and beliefs. Multivariate analysis shows that family support is the dominant variable in Covid 19 vaccination coverage. Conclusions and Suggestions. Most respondents took the vaccine twice, because they were of a non-vulnerable age, low education and knowledge, beliefs, negative attitudes and received family support for the Covid 19 vaccine. There is a significant relationship between knowledge, attitudes and family support and Covid 19 vaccination coverage. Family support is the most dominant and has a 6,781 times chance of successful Covid 19 vaccination coverage compared to those who do not receive support. It is hoped that the Community Health Center can provide education and understanding about Covid 19 vaccination, either through individual, family, group and community outreach, as well as encouraging the public to maintain health protocols not only to reduce the possibility of contracting Covid 19 but also other infectious diseases. Keywords: Vaccine coverage, Knowledge, Attitude, Family support.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Dewi, Intan Permata; Ulfa, Laila; Aprillia, Yuna Trisuci; Kurniasari, Hikmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.2494

Abstract

Masih adanya budaya dan mitos yang tidak mendukung pemberian ASI eksklusif, dan masih adanya promosi produk pengganti ASI secara terselubung melalui media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7 - 12 bulan di Puskesmas Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dari Hasil uji regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (nilai p = 0,02), pendidikan (nilai p = 0,00), status pekerjaan (nilai p = 0,00), pengetahuan (nilai p = 0,01), sikap ibu (nilai p = 0,00), dukungan keluarga (nilai p = 0,03), dan dukungan petugas kesehatan (nilai p = 0,00) dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (nilai p = 0,03) dan promosi susu formula (nilai p = 0,13) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang paling dominan adalah pendidikan (OR; 9,03, nilai p = 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan faktor penting untuk memperbaiki perilaku menyusui ASI eksklusif. Oleh karena itu upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap perilaku ASI eksklusif perlu ditingkatkan.
Screening for Nutritional Status and Strengthening Healthy Lifestyle in Adolescents: Skrining Status Gizi dan Penguatan Pola Hidup Sehat Remaja Ulfa, Laila; Adawiyah, Asyifa Robiatul; Lestari, Dini Indah; Samingan, Samingan; Fidzikri, Nanda Berliana Tania
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.20069

Abstract

Lack of awareness among adolescents towards healthy lifestyle has an impact on the risk of non-communicable diseases. The purpose of this community service activity was to improve adolescent knowledge of a healthy lifestyle and screening their nutritional status by measuring their BMI-for-age to prevent the risk of malnutrition (underweight or overweight). Improvement knowledge of healthy lifestyles carried out by providing counseling on nutrition-balanced and physical activity. The results of the activity showed an increase in the mean of knowledge score from 9.95(±SD1,29) to 11.57(±SD2,12). BMI measurements showed that the majority of adolescents (62%) had normal nutritional status, 21% were overnourished, 11.6% were obese, and 4.2% were undernourished. Counseling on nutrition-balanced and physical activity could increase healthy lifestyle knowledge for adolescence, and there is a tendency for adolescence to lead a problem with overnutrition. Therefore, sustainable youth education program required to provide a healthy lifestyle.
Faktor-faktor yang berhubungan kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap Hermawati, Siska; Trigono, Ahdun; Ulfa, Laila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1871

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarprofesi, dasar pengambilan keputusan klinis, dan bukti legal. Namun, masalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih sering dijumpai di rumah sakit, termasuk di ruang rawat inap. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) di ruang rawat inap, dengan sampel 109 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian menunjukkan 65,1% rekam medis dinyatakan lengkap, sedangkan 34,9% tidak lengkap. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kelengkapan pengisian rekam medis adalah pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,014), dan lama kerja (p=0,031). Analisis regresi logistik menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan dengan OR=6,21 (95% CI: 2,03–18,94). Kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap masih belum optimal. Pengetahuan, beban kerja, dan lama kerja berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Rumah sakit perlu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan rutin, mengatur beban kerja secara proporsional, serta memperkuat supervisi untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis
Evaluasi Pelaksanaan dan Pengelolaan Kebijakan Pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Baransano, Karolina; Windiyaningsih, Cicilia; Ulfa, Laila
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.34428

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan Papua Barat termasuk di antara provinsi dengan angka notifikasi kasus tertinggi. Di Kabupaten Manokwari, tercatat 927 kasus TB paru dengan tingkat kematian 3% pada tahun 2023. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pengendalian TB di Manokwari berdasarkan kerangka implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang dilaksanakan pada April–Juni 2025 melalui diskusi kelompok terarah (FGD) dengan 26 partisipan dan wawancara mendalam (IDI) dengan 3 partisipan, terdiri atas tenaga kesehatan, pasien TB, pendamping pengobatan, tokoh masyarakat, LSM, dan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten. Data dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan Braun dan Clarke, mengacu pada kerangka Policy Implementation Process dan model Input–Process–Output–Outcome, dengan triangulasi sumber dan metode untuk validitas. Hasil: Program TB masih bergantung pada regulasi nasional tanpa adaptasi lokal yang kuat, menghadapi keterbatasan sumber daya, infrastruktur, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Kesimpulan: Diperlukan penyusunan regulasi daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor sebagai prioritas jangka pendek, serta integrasi program TB ke dalam rencana pembangunan kesehatan daerah untuk menjamin keberlanjutan program.
Analysis Of Factors Affecting Nurse Performance At Moh Ridwan Meuraksa Hospital, Jakarta Putro, Ardhestiro Harnindyo; Kodyat, Alih Germas; Ulfa, Laila; Yanuar, Ignatius Erik Sapta
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 1 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i1.7224

Abstract

Nurse performance plays a crucial role in improving hospital service quality. Level II Hospital Moh Ridwan Meuraksa faces challenges in ensuring optimal nurse performance, including aspects of leadership, job satisfaction, organizational commitment, and recognition and rewards. This study aims to analyze the influence of transformational leadership style, job satisfaction, organizational commitment, and recognition and rewards on nurse performance at the hospital. The method used is a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through a questionnaire completed by 180 respondents and analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that job satisfaction (p = 0.000, OR = 5.57) and recognition (p = 0.000, OR = 6.00) had a significant relationship with nursing performance. Meanwhile, leadership style (p = 0.006, OR = 2.67) and organizational commitment (p = 0.000, OR = 4.76) were also significantly related but were not included in the final model. In the multivariate analysis, rewards (OR = 7.270) and job satisfaction (OR = 6.78) were found to be significant, with rewards as the dominant factor. The Hosmer and Lemeshow test indicated good model fit (p = 0.702). In conclusion, nurse performance is significantly influenced by rewards and job satisfaction. Therefore, hospitals are advised to optimize performance-based reward systems and improve job satisfaction to enhance the quality of healthcare services.
The Effect Of Service Quality And Effective Communication On The Level Of Satisfaction Of Service Users At The Blood Transfusion Unit Of The Oku Timur Regional General Hospital In 2025 Lestari, Indah Putri; Rumengan, Grace; Ulfa, Laila; Agustin, Dinni
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 1 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i1.7226

Abstract

The background of this research is the demand of the community in public services where hospitals must provide quality services according to the needs and desires of patients while still referring to the professional and medical code of ethics. The purpose of this study is to analyze the influence of service quality and effective communication on the level of satisfaction of blood service users at the East OKU Hospital. This study is a quantitative study with a cross sectional design. Data was collected through a questionnaire to 206 blood service users at UTD East OKU Hospital in January 2025 using accidental sampling techniques. Data analysis was carried out by linear regression test. The results showed that service quality partially had a positive and significant effect (t-Count 10,306) on service user satisfaction and effective communication partially had a positive and significant effect (t-Count 2,604) on service user satisfaction. The quality of service and effective communication simultaneously had a positive and significant effect on the satisfaction of service users (F count 108.963) where the quality of service had a greater influence on satisfaction. The conclusion of this study is that the respondents' perception good satisfaction, good service quality, and very good effective communication. Improvements are needed in the cleanliness and comfort of facilities, waiting rooms, buildings and the environment as well as the attitude and communication of officers. Inhouse Training Hospital Service Excellent, Internal/External Quality Control and evaluation of other factors such as product quality, cost and customer sentiment can be an effort to improve service and satisfaction
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Burnout Di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang Bekasi Tahun 2024 Hanum, Nida Najibah; Ulfa, Laila; Nugraha, Susiana
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7886

Abstract

Burnout merupakan keadaan kelelahan baik secara fisik, mental serta emosional. Tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas perlu disikapi dengan peningkatan dari kualitas sumber daya manusia kesehatannya. Sumber daya manusia kesehatan yang mengalami burnout akan berdampak pada kinerja sehingga menurunkan kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor berupa usia, jenis kelamin, masa kerja, lama pendidikan, jenis pekerjaan, kepuasan kerja, kepuasan gaji serta gaya kepemimpinan terhadap burnout. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 217 responden dengan sampel yang diperoleh sebanyak 165 responden. Instrumen penelitian menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), Pay Satisfaction Questionnaire (PSQ) dan Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) dengan alih bahasa menggunakan metode back translation. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan bahwa 48.8% pekerja mengalami burnout derajat tinggi dan 51.2% mengalami burnout derajat rendah. Adapun faktor usia kurang dari 30 Tahun (59.3%), jenis kelamin laki-laki (47.9%), masa kerja lebih besar 2 tahun (47.1%), lama pendidikan lebih besar 15 tahun (46.5%), tenaga kesehatan (57.8%), kepuasan kerja tinggi (55.8%), kepuasan gaji tinggi (58.5%) dan gaya kepemimpinan efektif (59.5%) lebih tinggi mengalami burnout. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang paling berpengaruh terhadap burnout, yaitu usia lebih dari 30 tahun (p sama dengan 0.011, OR sama dengan 0.406) dan gaya kepemimpinan efektif (p sama dengan 0.031, OR sama dengan 0.400). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor usia lebih dari 30 tahun dan gaya kepemimpinan efektif menjadi faktor protektif terjadinya burnout. Rumah sakit disarankan dapat mengimplementasikan program manajemen stres dan keseimbangan kerja-hidup serta memberikan pelatihan kepemimpinan yang efektif sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mengurangi terjadinya burnout.
Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rsud Rokan Hulu Tahun 2024 Afki, Zuldi; Rahajeng, Ekowati; Ulfa, Laila
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8099

Abstract

Implementasi RME di RSUD Rokan Hulu bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, namun masih terkendala infrastruktur yang belum memadai, minimnya pelatihan, dan kebiasaan petugas yang masih menggunakan pencatatan manual. Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Rekam Medis Elektronik di RSUD Rokan Hulu tahun 2025. Studi dilakukan pada Januari 2024–Juni 2025. Penelitian ini merupan Mix Method dengan desain sequential explanatory. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa dukungan organisasi, dukungan sosial, persepsi kemudahan penggunaan, motivasi, kekurangan anggaran, dan kebiasaan menyukai cara lama berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi RME. Sementara itu, interaksi antar unit, persepsi manfaat, regulasi, hambatan komunikasi, resistensi perubahan, dan kurangnya literasi tidak berpengaruh. Faktor dominan yang memengaruhi adalah dukungan sosial (POR= 4,715). Nilai R-square sebesar 0,554 menunjukkan bahwa 55,4% variabilitas keberhasilan implem asi RME dijelaskan pleh dukungan organisasi/institusi, dukungan sosial, persepsi kemudahan pemakaian aplikasi RME, motivasi, kekurangan anggaran, menyukai kebiasaan lama dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil analisis kuantitatif diketahui Implementasi RME di RSUD Rokan Hulu telah meningkatkan efisiensi layanan, akurasi data, kepuasan pasien, dan koordinasi antarunit. Infrastruktur cukup mendukung, meski masih ada kendala teknis seperti gangguan jaringan dan keterbatasan perangkat. Interaksi antar unit mempercepat layanan, namun integrasi sistem dan input data masih perlu diperbaiki. Regulasi dan SOP sudah tersedia, namun butuh pembaruan dan evaluasi rutin. Hambatan seperti keterbatasan anggaran, rendahnya literasi digital, dan resistensi perubahan. RSUD Rokan Hulu perlu meningkatkan pelatihan dan pendampingan teknis guna memperkuat literasi digital dan mengurangi resistensi perubahan. Perlu juga optimalisasi infrastruktur, termasuk perangkat dan jaringan serta budaya kerja digital perlu dibangun melalui insentif, penghargaan, dan dukungan pimpinan bagi tenaga kesehatan yang konsisten menggunakan RME. Kata Kunci: Implementasi Rekam Medis Elektronik, Rumah Sakit, Petugas Kesehatan.
Evaluasi Penanganan Klaim Tertunda Rawat Inap Bpjs Kesehatan Di Rs Sentra Medika Cibinong Tahun 2025 Roshita, Dian; Kodyat, Alih Germas; Ulfa, Laila
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8243

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan menjadi tulang punggung pembiayaan kesehatan di Indonesia. Namun, fenomena klaim tertunda masih menjadi kendala serius bagi rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab klaim tertunda rawat inap BPJS Kesehatan di RS Sentra Medika Cibinong tahun 2025, menilai dampaknya terhadap operasional dan mutu pelayanan, serta merumuskan strategi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur dan telaah dokumen klaim rawat inap periode Januari–Oktober 2025. Informan dipilih secara purposive, melibatkan corporate casemix, kepala divisi, koder, verifikator, case manager, dan DPJP pendukung. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sepanjang Januari–Oktober 2025 tercatat 1.305 kasus klaim tertunda dengan nominal Rp19,09 miliar atau sekitar 10,2% dari total klaim layak. Faktor utama penyebab klaim tertunda meliputi ketidaklengkapan dokumen medis, kesalahan koding diagnosis dan tindakan, ketidaksesuaian administrasi, kedisiplinan proses pengajuan berkas, serta keterbatasan integrasi SIMRS–eKlaim. Dampak klaim tertunda terlihat pada terganggunya arus kas, keterlambatan pembayaran vendor, penurunan motivasi tenaga medis, serta potensi menurunnya mutu pelayanan. Klaim tertunda merupakan fenomena sistemik yang menuntut perbaikan menyeluruh. Rumah sakit perlu memperkuat kompetensi SDM melalui pelatihan rutin, meningkatkan disiplin dokumentasi, menegakkan kepatuhan prosedur, memperkuat koordinasi lintas unit, serta mempercepat integrasi teknologi informasi. Monitoring rutin dan harmonisasi regulasi dengan praktik klinis juga diperlukan untuk menekan angka klaim tertunda dan menjaga keberlanjutan pelayanan. Kata Kunci: Klaim Tertunda, BPJS Kesehatan, Rawat Inap, Manajemen Rumah Sakit, SIMRS