Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Burnout Di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang Bekasi Tahun 2024 Hanum, Nida Najibah; Ulfa, Laila; Nugraha, Susiana
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7886

Abstract

Burnout merupakan keadaan kelelahan baik secara fisik, mental serta emosional. Tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas perlu disikapi dengan peningkatan dari kualitas sumber daya manusia kesehatannya. Sumber daya manusia kesehatan yang mengalami burnout akan berdampak pada kinerja sehingga menurunkan kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor berupa usia, jenis kelamin, masa kerja, lama pendidikan, jenis pekerjaan, kepuasan kerja, kepuasan gaji serta gaya kepemimpinan terhadap burnout. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 217 responden dengan sampel yang diperoleh sebanyak 165 responden. Instrumen penelitian menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), Pay Satisfaction Questionnaire (PSQ) dan Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) dengan alih bahasa menggunakan metode back translation. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan bahwa 48.8% pekerja mengalami burnout derajat tinggi dan 51.2% mengalami burnout derajat rendah. Adapun faktor usia kurang dari 30 Tahun (59.3%), jenis kelamin laki-laki (47.9%), masa kerja lebih besar 2 tahun (47.1%), lama pendidikan lebih besar 15 tahun (46.5%), tenaga kesehatan (57.8%), kepuasan kerja tinggi (55.8%), kepuasan gaji tinggi (58.5%) dan gaya kepemimpinan efektif (59.5%) lebih tinggi mengalami burnout. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang paling berpengaruh terhadap burnout, yaitu usia lebih dari 30 tahun (p sama dengan 0.011, OR sama dengan 0.406) dan gaya kepemimpinan efektif (p sama dengan 0.031, OR sama dengan 0.400). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor usia lebih dari 30 tahun dan gaya kepemimpinan efektif menjadi faktor protektif terjadinya burnout. Rumah sakit disarankan dapat mengimplementasikan program manajemen stres dan keseimbangan kerja-hidup serta memberikan pelatihan kepemimpinan yang efektif sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mengurangi terjadinya burnout.
Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rsud Rokan Hulu Tahun 2024 Afki, Zuldi; Rahajeng, Ekowati; Ulfa, Laila
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8099

Abstract

Implementasi RME di RSUD Rokan Hulu bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, namun masih terkendala infrastruktur yang belum memadai, minimnya pelatihan, dan kebiasaan petugas yang masih menggunakan pencatatan manual. Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Rekam Medis Elektronik di RSUD Rokan Hulu tahun 2025. Studi dilakukan pada Januari 2024–Juni 2025. Penelitian ini merupan Mix Method dengan desain sequential explanatory. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa dukungan organisasi, dukungan sosial, persepsi kemudahan penggunaan, motivasi, kekurangan anggaran, dan kebiasaan menyukai cara lama berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi RME. Sementara itu, interaksi antar unit, persepsi manfaat, regulasi, hambatan komunikasi, resistensi perubahan, dan kurangnya literasi tidak berpengaruh. Faktor dominan yang memengaruhi adalah dukungan sosial (POR= 4,715). Nilai R-square sebesar 0,554 menunjukkan bahwa 55,4% variabilitas keberhasilan implem asi RME dijelaskan pleh dukungan organisasi/institusi, dukungan sosial, persepsi kemudahan pemakaian aplikasi RME, motivasi, kekurangan anggaran, menyukai kebiasaan lama dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil analisis kuantitatif diketahui Implementasi RME di RSUD Rokan Hulu telah meningkatkan efisiensi layanan, akurasi data, kepuasan pasien, dan koordinasi antarunit. Infrastruktur cukup mendukung, meski masih ada kendala teknis seperti gangguan jaringan dan keterbatasan perangkat. Interaksi antar unit mempercepat layanan, namun integrasi sistem dan input data masih perlu diperbaiki. Regulasi dan SOP sudah tersedia, namun butuh pembaruan dan evaluasi rutin. Hambatan seperti keterbatasan anggaran, rendahnya literasi digital, dan resistensi perubahan. RSUD Rokan Hulu perlu meningkatkan pelatihan dan pendampingan teknis guna memperkuat literasi digital dan mengurangi resistensi perubahan. Perlu juga optimalisasi infrastruktur, termasuk perangkat dan jaringan serta budaya kerja digital perlu dibangun melalui insentif, penghargaan, dan dukungan pimpinan bagi tenaga kesehatan yang konsisten menggunakan RME. Kata Kunci: Implementasi Rekam Medis Elektronik, Rumah Sakit, Petugas Kesehatan.