Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pengukuran Dan Perhitungan Tonase Kapal Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 45 Tahun 2021 Pada Perajin Kapal Kayu Tradisional Di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Wahyuddin Mustafa; Syamsul Asri; Farianto Fachruddin L; Moh. Rizal Firmansyah; Misliah .; Rosmani .; Hamzah .; Fadhil Rizki Clausthaldi; Wihdat Djafar; Wishal Wijdan A.N
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Community Development
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i1.452

Abstract

The basic idea of ​​tonnage measurement is to determine the capacity and withdrawal of levies of a ship, which then develops into proof of ship ownership and the ship's nationality. In 1969, a conference was held regarding the measurement of ship tonnage, known as Tonnage Measurement of Ship (TMS) 1969. This rule was enacted internationally in 1982 and ratified by the Republic of Indonesia in 1989. As a form of ratification commitment, the Republic of Indonesia has regulations outlined in Law No. 17 of 2008 concerning shipping, Government Regulation No. 51 of 2002 concerning shipping, and Minister of Transportation Regulation Number PM 45 of 2021 concerning ship measurements. Regulation of the Minister of Transportation Number PM 45 of 2021 concerning ship measurements is a new regulatory product. Hence, it is necessary to disseminate the regulation to the community of traditional ship owners and craftsmen. The dissemination was conducted in the Galesong District for a group of wooden boat craftsmen, TORANI, in the form of training in measuring and calculating wooden boat GT (gross tonnage) and NT (net tonnage) using domestic methods. During the training, participants showed high enthusiasm and enthusiastically asked questions about these regulations, including how to measure the GT and NT of a boat. The Training Success Indicator (IKP) is 85%, obtained from the average post-test score. The indicator percentage shows that the training was satisfactory in delivering the new regulation to the participants.
KAJIAN TARIF ANGKUTAN PENYEBERANGAN LINTAS BIRA – SIKELI - TONDASI BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN ABILITY TO PAY (ATP) Arnika Syamsul; Misliah Misliah; A. St Chairunnisa; Abd. Haris Djalante; Wihdat Djafar
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v4i1.19414

Abstract

Abstrak Usaha pelayaran merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang penyediaan jasa angkutan perairan, meliputi kegiatan memindahkan penumpng dan/atau barang menggunakan kapal. Bergerak di bidang jasa meharuskan suatu badan usah mengeluarkan cost yang sekecil mungkin untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Sehingga perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan sangat penting dan berperan dalam menentukan tarif. Perhitungan biaya operasional kapal yang sangat berpengaruh dalam penentuan tarif moderat antara pengusaha pelayaran dengan kemampuan pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tarif minimum dan kemampuan pengguna jasa angkutan penyeberangan trayek Bira – Sikeli –Tondasi. Metode yang digunakan untuk menghitung tarif minimum adalah metode Required Freigh Rate (RFR) berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) berdasarkan PM 66 Tahun 2019 dan metode Ability to Pay (ATP). Penelitian ini dilakukan pada kapal yang melayani trayek Bira – Sikeli – Tondasi yaitu KMP. Bontoharu. Hasil penelitian ini diperoleh BOK pertahun sebesar Rp. 3.701.164.843 sehingga tarif minimum untuk Trayek Bira – Tondasi Rp. 116.911/SUP. Tarif ini lebih besar dari tarif yang yang diberlakukan saat ini yaitu Rp. 105.000/SUP. Kemampuan membayar pengguna jasa rata – rata untuk trayek Bira – Tondasi yang diperoleh (Ability to Pay) sebesar Rp.190.667. Dengan demikian maka tarif yang diberlakukan pada taryek ini harusnya berdasrakan biaya operasi kapal yaitu 116.911/SUP (Penumpang Kelas Ekonomi) karena masih dibawah daya beli masyakakat (Ability to Pay). Kata Kunci: Tarif Minimum (RFR), Biaya Operasional (BOK), Kemampuan Membayar (ATP)
Co-Authors ., Misliah A Ardianti A. Ardianti A. Sitti Chairunnisa A. St Chairunnisa Abd Haris Djalante Abd. Haris Djalante Abdul Haris Djalante Abdul Haris Djalante Akbar Azis, Muhammad Alex, Juan Anugrah Andi Chairunnisa Mappangara Andi Dian Eka Anggriani Andi Mursid Nugraha Arifuddin Andi Siti Chaerunnisa Andi Sitti Chairunnisa Andi Sitti Chairunnisa Mappangara Ardianti, Andi Arnika Syamsul Asis, Muhammad Akbar Chairunnisa, A. Sitti Chairunnisa, Andi Sitti Chairunnisa, Sitti Clausthaldi, Fadhil Rizki Clauthaldi, F. R. Djalante, A. H. Djalante, Abd Haris Djalante, Abd. Haris Djalante, Haris Editya . Fachruddin, Farianto Fadhil Rizki Clausthaldi Farianto Fachruddin Farianto Fachruddin L Firmansyah, M. Risal Firmansyah, Mohammad Rizal Firmansyah, Muhammad Rizal Fitrah, Rifkah Fitriah, Rifkah Ganding Sitepu Ganding Sitepu Hamzah Hamzah . Hamzah A. Hamzah Hamzah Haris Abd Kadir Haris Djalante, Abdul Idris, Misliah Indrawansyah . Lukman Bochary Lukman Bochary M. Rizal Firmansyah M. Rusydi Alwi Mansyur Hasbullah Mansyur Hasbullah Marampa, Yorinda Matemmu, Jeferi Misliah . Misliah Idrus Misliah Idrus Misliah Idrus Misliah Indrus Misliah Misliah Misliah, Misliah Moh. Rizal Firmansyah Mohammad Rizal Firmansyah Mohammad Rizal Firmansyah Mohammad Rizal Firmansyah Muh. Akbar Aziz Mustafa, Wahyuddin Nasruddin, Rini Safitri Rifkah Fitriah Rifkah Fitriah Riski Clausthaldi, Fadhil Rosmani Rosmani - Rosmani - Rosmani . Rosmani Rosmani Sabir, Sabnur St. Chaerunnisa, Andi Suandar Baso Syamsul Asri Syamsul Asri Syamsul Asri Syarifuddin Dewa Wahyuddin Mustafa Welsy Kristianto Wishal Wijdan A.N