Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Refy Ristika; Safrida Napitupulu; Tiflatul Husna; Abdul Mujib; Isnan Nisa Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.
KONSEPTUALISASI UNSUR GEOMETRI DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR Dilla Silvani; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Tiflatul Husna; Wanoto
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.594

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan unsur dasar geometri berupa titik, garis, bidang, dan sudut. Sejumlah penelitian nasional melaporkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk, menganalisis sifat bangun, serta menghubungkan unsur geometri secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi unsur geometri dalam pembelajaran bangun datar di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan pembelajaran geometri di pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa berakar pada lemahnya fondasi konseptual serta pembelajaran yang terlalu berorientasi pada prosedur perhitungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis hasil penelitian nasional yang menegaskan pentingnya penguatan unsur geometri sebagai dasar sebelum pembelajaran bangun datar yang lebih kompleks. Disimpulkan bahwa penguatan konsep titik, garis, bidang, dan sudut secara sistematis dan kontekstual menjadi kunci peningkatan pemahaman bangun datar siswa sekolah dasar.
PENGEMBANGAN e-LKPD BERBASIS KEARIFAN BUDAYA JAWA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI KELAS V SDN 106830 SIDODADI RAMUNI Sutriono; Tiflatul Husna; Khairiah; Juliandi Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47440

Abstract

Basic education plays a strategic role in shaping character and enhancing students' cognitive abilities. However, the reality on the ground shows that learning is still dominated by conventional, less interactive methods, so students often experience difficulties in understanding the material. Furthermore, the minimal integration of local culture in learning causes students to become increasingly distant from the noble values of their region, including Javanese culture, which is rich in moral and social philosophy. This condition demands learning innovations that can connect material to the cultural context and students' daily lives. Based on observations at SDN 106830 Sidodadi Ramunia, as many as 85% of fifth-grade students are Javanese, yet learning still uses conventional, less engaging student worksheets (LKPD). As many as 70% of students stated that they were bored with the monotonous LKPD, and 65% had difficulty understanding the content because it was not contextual. On the other hand, technological developments provide a significant opportunity to create more engaging and interactive digital learning media, one of which is through the development of e-LKPD (Electronic Student Worksheets) based on local culture. The development of e-LKPD based on Javanese cultural wisdom is expected to be a solution to improve student motivation, understanding, and character. This media is designed with an attractive appearance, interactive features, and contains cultural values such as politeness, mutual cooperation, and gratitude. The integration of culture and technology in learning not only makes the learning process more meaningful and contextual but also plays a role in preserving local culture through education. Thus, e-LKPD based on Javanese cultural wisdom can be an effective innovation for creating relevant learning in the digital age.
MENGUBAH SAMPAH MENJADI TABUNGAN : Edukasi Daur Ulang dan Menabung Melalui Celengan Botol Bekas Di Desa Guntung, Batu Bara Mutia Syahara; Tiflatul Husna; Alya Sahputri Siregar; Ardini Jelita Rohmatika; Azizah Widya Shaharani; Waldi Agustinan
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5534

Abstract

This community service program aims to foster environmental awareness and a culture of saving among children in Guntung Village from an early age by creating piggy banks from used bottles. Students participating in the Community Service Program (KKN) act as facilitators, educators, and motivators to empower the village community, especially elementary school students. The program uses a participatory approach with creative training and educational outreach. Results show an increase in children's understanding of recycling and development of saving habits. This article also discusses the challenges encountered during implementation and sustainable strategies to maintain the program's impact.
ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI Siti Fadilah; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Abdul Mujib; Tiflatul Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.540

Abstract

Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Refy Ristika; Safrida Napitupulu; Tiflatul Husna; Abdul Mujib; Isnan Nisa Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.
KONSEPTUALISASI UNSUR GEOMETRI DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR Dilla Silvani; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Tiflatul Husna; Wanoto
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.594

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan unsur dasar geometri berupa titik, garis, bidang, dan sudut. Sejumlah penelitian nasional melaporkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk, menganalisis sifat bangun, serta menghubungkan unsur geometri secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi unsur geometri dalam pembelajaran bangun datar di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan pembelajaran geometri di pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa berakar pada lemahnya fondasi konseptual serta pembelajaran yang terlalu berorientasi pada prosedur perhitungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis hasil penelitian nasional yang menegaskan pentingnya penguatan unsur geometri sebagai dasar sebelum pembelajaran bangun datar yang lebih kompleks. Disimpulkan bahwa penguatan konsep titik, garis, bidang, dan sudut secara sistematis dan kontekstual menjadi kunci peningkatan pemahaman bangun datar siswa sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Genially Pada Materi Negaraku Kaya Sumber Daya Alam Kelas V SD Gusti Nawang Sari; Putri Juwita; Tiflatul Husna; Beta Rapita Silalahi
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 3 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i3.1893

Abstract

This study aims to develop Genially-based learning media on the material "My Country is Rich in Natural Resources". The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model consisting of the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. The research subjects involved media experts and material experts as validators of products and student responses. And the object of research is the development of Genially learning media. Data collection instruments in the form of observation, interviews, and validation questionnaires were used to assess the feasibility of media and learning materials. This study was conducted on June 3-June 11, 2025. The validation results showed that the Genially learning media obtained a feasibility percentage of 70.66% from media experts (valid category) and 84% from material experts (very valid category), so it was declared suitable for use in the learning process. Product trial data was also carried out with a student response questionnaire filled out by 16 students, with a percentage of 92.74% indicating that this media is suitable for use. This media is expected to help students' understanding of natural resources material, as well as provide innovative alternatives for teachers in delivering technology-based learning.
Miskonsepsi Terhadap Numerasi Calon Guru SD Mahasiswa PGSD UMN Al-Washliyah Tiflatul Husna; Fita Fatria; Putri Juwita
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i01.3148

Abstract

Numerasi adalah kemampuan penting yang mencakup pengaplikasian konsep dan prinsip matematika dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Kompetensi ini lebih dari sekadar matematika karena melibatkan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Namun, literasi numerasi di Indonesia masih rendah, seperti tercermin dari hasil PISA 2015, dituliskan skor Indonesia jauh di bawah rata-rata internasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya numerasi dalam pembelajaran dasar dan rendahnya pemahaman numerasi calon guru SD. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi dan analisis miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah untuk mencegah kesalahan konseptual yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah semester 5. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 123 mahasiswa PGSD semester 5. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan empat pernyataan terkait pemahaman numerasi (1) Literasi baca tulis lebih penting daripada literasi numerasi, (2) Numerasi adalah matematika (3) Diperlukan mata pelajaran khusus untuk belajar numerasi. (4) Numerasi identik dengan soal cerita. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola miskonsepsi dan mengevaluasi tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep numerasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting yakni (1) sebanyak 31,7% mahasiswa beranggapan bahwa literasi baca tulis lebih penting dibandingkan literasi numerasi, menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya numerasi. (2) Sebanyak 52% responden salah memahami bahwa numerasi adalah sinonim dari matematika. (3) Sebanyak 35% mahasiswa merasa numerasi harus diajarkan sebagai mata pelajaran khusus, mengindikasikan kurangnya pemahaman tentang integrasi numerasi dalam berbagai disiplin ilmu. (4) Sebanyak 34,1% responden menganggap numerasi identik dengan soal cerita, yang menunjukkan pemahaman yang sempit tentang konsep numerasi. Luaran penelitian ini adalah jurnal nasional/internasional. Penelitian ini berada pada TKT 3, yaitu tahap eksplorasi dan analisis konsep. Hasil penelitian menjadi dasar untuk pengembangan intervensi lanjutan. Miskonsepsi numerasi pada mahasiswa PGSD UMN Al- Washliyah masih cukup tinggi, khususnya terkait esensi dan integrasi numerasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan pemahaman numerasi dan menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi calon guru SD.
IMPROVING THE ABILITY TO WRITE Fiction PROSA (SHORT STORY) USING INTERACTIVE LEARNING MEDIA SEMESTER 7A PBSI UNIVERSITY OF MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH YEAR 2020/2021 Fita Fatria; Putri Juwita; Tiflatul Husna
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 1 No. 2 (2021): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v1i2.22

Abstract

This study aims to determine the ability to write prose fiction and drama by applying the use of video-based interactive learning media in the 7 semester of PBSI, University of Muslim Nusantara Al Washliyah year 2020/2021. The research method used in this research is quantitative descriptive method using Classroom Action Research (CAR). The population in the study amounted to 91 in 7 semester students of the PBSI Department at the Muslim Nusantara Al-Washliyah University. The sample in this study was 32 students in semester 7A PBSI University of Muslim Nusantara Al Washliyah year 2020/2021. Before carrying out cycle I, the initial test obtained an average score of 66.9, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 66.9%. The next step is to carry out the action with II cycles. In cycle II, the average score of 72.4, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 72.4%, is higher than the initial test, but has not met the target of implementing the action. To achieve better learning, reflection is carried out for further action. Then proceed to cycle II with an average value of 80.4, or the percentage of outcome assessment (PPH) of 80.4%. The target for the implementation of the measures was an average of 70 individually and classically. This means that there is a very significant increase