Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SD GMIH BIDO MOROTAI UTARA Irawati Sabban; Fahmi Jaguna; Mersi Reni Berbiru
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 2 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v2i1.28

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dan seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SD GMIH Bido. Penelitian ini dilaksanakan di SD GMIH Bido yang berlokasi di Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan paradigma penelitiannya menggambarkan hubungan kasual yang bersifat sebab-akibat sehingga variable independent mempengaruhi variable dependen atau variabel kepemimpinan kepala sekolah mempengaruhi kinerja guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai signifikansi t hitung 2,001 lebih kecil dari nilai t tabel yaitu 2,447 maka variable kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja guru. Kemudian jika dilihat dari nilai probabilitas 0,05 ternyata nilai yang diperoleh adalah 0,092 lebih dari probabilitas maka variable kepemimpinan kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja guru. Kemudian, nilai adjusted R-Square sebesar 0.06 (6%). Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variable indpenden dalam penelitian ini mempengaruhi variable depenen sebesar 6%, sedangkan sisanya sebesar dijelaskan oleh variable lain selain variable independent dalam penelitian.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI SD NEGERI UNGGULAN 1 PULAU MOROTAI Rakim, Sefri; Sabban, Irawati; Mahmud, Nurhani
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 2 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i2.77

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keterampilan Mengajar guru dalam Penerapan Kurikulum merdeka belajar dan kesiapan SD Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah Guru SD Unggulan 1 kabupaten Pulau Morotai yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana prasarana. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keterampilan Mengajar Guru di SDN Unggulan 1 Pulau Morotai lebih menekanankan pembelajaran yang di rancang sesuai dengan metode yaitu tahap demi tahap artinya setelah siswa menguasai materi lalu dilanjutkan dengan praktek sehingga siswa cepat memahami materi yang disampaikan. Diakhir pembelajaran guru selalu melakukan evaluasi lewat kegiatan remedial sebagai tindak lanjut setelah selesai. 2) Kesiapan sekolah dalam penerapan kurikulum merdeka belajar lebih kepada pemahaman guru terkait kurikulum merdeka yakni belum semua yang dipahami. Namun, guru sangat berperan dalam penerapan kebijakan merdeka belajar di sekolah. Sedangkan hambatan yang dialami sekolah adalah ketersediaan buku-buku penunjang. Dengan adanya hambatan, pihak sekolah melaksanakan evaluasi berkala sesuai dengan kondisi yang terjadi sebagai tindak lanjut dari penerapan kurikulum merdeka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pihak sekolah sudah siap menjalankan program merdeka belajar.
PENGUATAN PENGETAHUAN MENGENAI BULLYING UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR GMIH DAEO MALUKU UTARA Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i2.5707

Abstract

Bullying is a pattern of aggressive behavior, the most vulnerable children face a higher risk of being bullied. The Halmahera Christian Church (GMIH) Elementary School is located in Daeo Village, South Morotai District. As a school under the Ministry of Religion which is located in a Muslim-majority environment, it does not alienate the school community because the school has Muslim teachers and accepts Muslim students. Bullying education is appropriate for children from marginalized communities, children with different gender identities, these criteria are what moved us to create outreach activities about bullying so that religious harmony is maintained. The implementation method is by socializing and playing games to train cohesiveness between teams. The results of the activity provide an understanding of bullying, the impact on friends, and respect for differences. The principal and teachers were also very enthusiastic and received us very well, they hope that activities like this will not only happen once but repeatedly.
PERSEPSI GURU TENTANG PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SD NEGERI UNGGULAN 1 PULAU MOROTAI Kondihi, Oktopiyanus; Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.92

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Persepsi Guru Tentang Penerapan Profil Pelajar Pancasila Di SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai dan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan P5. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai, memberikan persepsi positif terhadap konsep dan juga pelaksanaan Profil Pelajar Pancasila. Namun, masih terdapat beberapa guru SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai yang belum memahami konsep dan pelaksanaan P5. Kemudian yang menjadi kendala dalam pelaksanaan P5 yaitu: 1). Kurangnya pemahaman guru tentang tahapan pelaksanaan dalam proses pembelajaran, 2). Kurangnya pelatihan yang didapatkan, 3). Kurangnya sarana prasarana seperti pedoman pelaksanaan, 4). Kurangnya dukungan orang tua. Sedangkan kelebihan dalam penerapan P5 diantaranya yaitu, 1) Menambahkan kepercayaan diri bagi peserta didik, 2) Meningkatkan kreativitas dan inovatif, 3) Menumbuhkan sifat kemandirian, dan 4) Dapat membentuk karakter dan moral siswa.
UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CLASROOM READING PROGRAM KELAS IV-B SDN UNGGULAN III PULAU MOROTAI Mursalin, Sultilawati; Sabban, Irawati; Lessy, Ledy Yanti
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Upaya Guru Meningkatkan Minat Baca Menggunakan Model Pembelajaran Clasroom Reading Program Kelas IV-B SDN Unggulan III Pulau Morotai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu mendeskripsikan setiap tahapan (siklus) yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model Clasroom Reading Program pada siswa kelas IVB SDN Unggulan III Pulau Morotai meningkatkan minat baca. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami peningkatan minat baca menggunakan model pembelajaran Clasroom Reading Program yang diterapkan. Pada siklus I, Diketahui terdapat 8 siswa (36,36%) yang dinyatakan tuntas, sementara sisanya 14 siswa (63,63%) belum mencapai ketuntasan dari jumlah keseluruhan 22 siswa. Namun pada siklus II terjadi peningkatan nilai diatas rata-rata (70%) atau diketahui 18 siswa(81,81%) yang dinyatakan tuntas, sementara diketahui jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa(18,18%) dari jumlah keseluruhan 22 siswa.
Peningkatan Kecakapan Digital Pada Siswa SD Inpress Kolorai Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara Sabban, Irawati
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 3 (2023): Vol.2 No. 3, 2023 : Desember 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v1i4.25518

Abstract

The purpose of this service is to provide knowledge and instill digital attitudes and skills to the students of the Inpres Elementary School in Kolorai Village, Morotai Island Regency, North Maluku Province. This service is important to do in Kolorai Village because the village has a uniqueness on a small island and the village is designated as one of the marine villages by the Morotai Island Regency Government. This activity is carried out through three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The method used is a comment poster. As a nautical village, of course, digital skills must be given from the time the child is of primary school age, it's just that this island has not been supported by infrastructure. What digital kids understand is content and social media accounts. This activity really provides a learning experience for the students of SD Inpres Kolorai because most of them are active users of friendship applications and content that feeds city life. So that students can understand that everything learned from the accounts and applications they are happy with today can have a negative impact on themselves and their environment. So that they can do positive things, as well as protect themselves from newly recognized people through gadgets.
Penguatan Pengetahuan Mengenai Bullying untuk Anak Sekolah Dasar GMIH Daeo, Maluku Utara Sabban, Irawati
Journal of Social and Community Development Vol. 2 No. 02 (2025): Journal of Social and Community Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jscd.v2i02.930

Abstract

Bullying adalah pola perilaku agresif, anak-anak yang paling rentan menghadapi risiko lebih tinggi diintimidasi. Sekolah Dasar Gereja Masehi Injil Halmahera (GMIH) terletak di Desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan. Sebagai sekolah dibawah Kementrian Agama yang berada pada lingkungan mayoritas muslim tidak membuat para warga sekolah terasingkan sebab sekolah tersebut memiliki guru-guru beragama Islam dan menerima siswa beragama Islam. Edukasi bullying tepat dilakukan pada anak-anak dari masyarakat yang terpinggirkan, anak-anak dengan identitas gender yang berbeda, kriteria inilah yang membuat kami untuk tergerak membuat kegiatan sosialisasi tentang bullying  agar kerukunan hidup beragama tetap terjaga. Metode pelaksanaanya adalah dengan sosialisasi dan bermain game untuk melatih kekompakkan antar tim. Hasil kegiatan memberikan pemahaman tentang bullying atau perundungan, dampak bagi teman, dan menghargai perbedaan. Kepala sekolah dan guru-guru juga sangat antusias dan menerima kami dengan sangat baik, mereka berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sekali tetapi berulang.
Pelatihan dan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka di SD Negeri Unggulan 11 Pulau Morotai Irawati Sabban; Risky Richlos Sarapung; Nurhani Mahmud
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v4i2.3227

Abstract

The P5 training at SD Negeri Unggulan 11 Pulau Morotai aims to enhance teachers' understanding and skills in implementing the Pancasila Student Profile (P5) as part of the Kurikulum Merdeka. This training is designed with consideration for the region's limited access and understanding, covering three main aspects: P5 concept socialization, project design, and the implementation of P5 projects in schools. The program is conducted in two stages, namely project planning and implementation, followed by evaluation using quantitative and qualitative methods. The training results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pretest score of 36.5 rising to 83 in the posttest. The first P5 project implemented was themed "Build the Body and Soul," focusing on reforestation activities aimed at increasing students' environmental awareness. The evaluation revealed a better understanding of the P5 dimensions, including values of collaboration, independence, and critical thinking skills. Moreover, the training succeeded in strengthening collaboration among school stakeholders, such as the principal, teachers, and supervisors. With this training, it is expected that SD Negeri Unggulan 11 can independently develop and implement P5 projects that are relevant to local needs, sustainable, and improve the quality of education in the school.
PENGUATAN PENGETAHUAN MENGENAI BULLYING UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR GMIH DAEO MALUKU UTARA Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i2.5707

Abstract

Bullying is a pattern of aggressive behavior, the most vulnerable children face a higher risk of being bullied. The Halmahera Christian Church (GMIH) Elementary School is located in Daeo Village, South Morotai District. As a school under the Ministry of Religion which is located in a Muslim-majority environment, it does not alienate the school community because the school has Muslim teachers and accepts Muslim students. Bullying education is appropriate for children from marginalized communities, children with different gender identities, these criteria are what moved us to create outreach activities about bullying so that religious harmony is maintained. The implementation method is by socializing and playing games to train cohesiveness between teams. The results of the activity provide an understanding of bullying, the impact on friends, and respect for differences. The principal and teachers were also very enthusiastic and received us very well, they hope that activities like this will not only happen once but repeatedly.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Negeri 1 Unggulan Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi; Papingka, G. Karlos; Lessy, Ledy Yanti; Mahmud, Nurhani; Salim, M. Rais; Hayun, Subhan; Sibua, Sarman
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i1.37998

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian penting dalam rencana strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan visi dan misi yang tertuang didalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Pelajar Pancasila yang digagas sebagai perwujudan pelajar Indonesia yang mengaplikasikan belajar sepanjang hayat perlu disosialisasikan oleh para akademisi di Satuan pendidikan dasar di Kabupaten Pulau Morotai. Build Character for bright future merupakan tema besar kegiatan pengabdian masyarakat sebagai salah satu instrument untuk menyebarluaskan profil Pancasila yang diharapkan sebagai karakter pelajar Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan karakter siswa masa depan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang digagas dalam enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ruang kelas. Adapun yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah guru dan siswa di SD Negeri 1 Unggulan Pulau Morotai yang merupakan Sekolah Percontohan di Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan ini mendapatkan dukungan positif berdasarkan pada tanggapan yang diberikan oleh kepala sekolah, guru-guru, dan siswa melalui wawancara. Selain itu kegiatan ini berjalan efektif sesuai hasil pengamatan kegiatan berlangsung, baik guru dan siswa memperlihatkan semangat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir sehingga profil pelajar Pancasila dapat dipahami dan diaplikasikan.