Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KARAKTER MANDIRI DALAM PELAKSANAAN EKSTRAKULIKULER DRUMBAND SISWA Bagastara, Deni; Sari, Sasmita
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.66541

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the development of students’ independent character through drum band extracurricular activities in elementary school. Independent character is an essential aspect of student development, reflecting their ability to take initiative, manage time, and take responsibility for their tasks. This research uses a qualitative descriptive method with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that students’ active participation in drum band practice enhances their discipline, sense of responsibility, and initiative. The cultivation of an independent character occurs through regular practice routines, role distribution, and periodic performance evaluations. In conclusion, drum band extracurricular activities contribute positively to fostering independent character in elementary school students, especially when supported by coaches and a conducive environment.   Keywords: Independent Character, Drum Band Extracurricular Activities   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter mandiri siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler drumband di sekolah dasar. Karakter mandiri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan peserta didik, yang mencerminkan kemampuan siswa dalam mengambil inisiatif, mengelola waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam latihan drumband dapat meningkatkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan inisiatif. Pembinaan karakter mandiri terjadi melalui rutinitas latihan, pembagian peran, serta evaluasi kinerja secara berkala. Kesimpulannya, ekstrakurikuler drumband berkontribusi positif dalam menumbuhkan karakter mandiri pada siswa SD, terutama ketika didukung oleh pelatih dan lingkungan yang kondusif. Kata Kunci: Karakter Mandiri, Ekstra Kurikuler Drumband
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Sari, Sasmita; Zuhdi, Muhammad; Taufik, Muhammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3798

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam menyediakan sumber dan strategi belajar yang efektif dalam proses pembelajara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent pretest-postest control group design. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 10 Mataram dengan sampel penelitian yaitu kelas XI A MIPA sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA B sebagai kelas control. Sampel penelitian diambil dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes awal dan tes akhir berupa 10 soal hasil belajar ranah kognitif dan 5 soal berpikir kritis setelah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan taraf kesukaran. Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar yang terkumpul dianalisis menggunakan uji hipotesis uji MANOVA dengan taraf signifikan p < 0,05. Diperoleh data hasil uji berpikir kritis sebesar sebesar 0,000 < 0,05 dan 0,036 < 0,05. Hal tersebut untuk mengetahui penolakan terhadap H01 maupun H02 untuk hipotesis pertama dan kedua yang telah ditetapkan. Berdasarkan pada perolehan nilai sig 0,000 dan 0,036, menunjukkan bahwa nilai sig < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya penolakan terhadap H01 dan H02, sehingga hipotesis Ha1 dan Ha2 yang diharapkan dapat diterima. Berdasarkan hasil uji multivariate test pada perbandingan nilai sig yang diperoleh yaitu 0,000 dengan nilai sig 0,05, menunjukkan nilai sig < 0,05 sehingga dapat disimpulkan adanya penolakan terhadap H03 dan penerimaan terhadap Ha3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika.
OPTIMALISASI KINERJA MANAJEMEN DAN SADAR LEGALITAS USAHA TERHADAP PEMBERDAYAAN UMKM DESA JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER Prabowo, Rachmat Udhi; Soejono, Djoko; Zahrosa, Dimas Bastara; Nugraheni, Dyah Ayu; Sari, Sasmita; Pratama, Akbar Yoga
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2800

Abstract

Masyarakat sesungguhnya sangat menginginkan adanya keamanan pangan yaitu produk pangan yang bergizi dan tidak menimbulkan pada terganggunya kesehatan seseorang. Pada kenyataannya banyak produk pangan yang mengakibatkan masyarakat sakit. Pasalnya, produsen makanan tidak memperdulikan unsur keamanan pangan, namun ada juga pelaku bisnis yang sengaja melakukan kesalahan demi mendapatkan banyak keuntungan. Desa Jenggawah merupakan salah satu wilayah administrasi dari Struktur Pemerintahan Kabupaten Jember. Tujuan dari program pengabdian ini adalah penggalian potensi desa, desa Jenggawah merupakan salah satu daerah yang merupakan sentra dari para pelaku usaha khususnya usaha di bidang pengolahan pangan yang sehat. Hasil dari kegiatan tersebut adalah (1) Hasil yang diperoleh berupa masalah umum dan ide pemecahan masalah yang terdiri dari keinginan mayoritas pelaku usaha di Desa Jenggawah yang berkepentingan dengan diberlakukannya usaha yang sedang berlangsung (2) Meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan pelaku usaha yang selama ini menjadi masalah umum khususnya kegiatan penjualan produk. Selanjutnya didapatkan rekomendasi di dalam memberikan solusi yang terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan teknis dalam pentingnya pelaksanaan perijinan SPP-IRT dan optimalisasi manajemen usaha melalui proses manajemen keuangan digital.
Gerakan Literasi Sekolah pada Tahap Pembiasaan di Sekolah Dasar Rahmawati, Niken Nur; Sari, Sasmita
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 9 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v9i2.25884

Abstract

The research entitled “School Literacy Movement at the Habituation Stage in Elementary Schools” highlights the urgency of fostering early reading habits as a foundation to improve students’ literacy skills in elementary education. This study aims to examine the implementation of the School Literacy Movement (SLM) at the habituation stage in an elementary school (SD X) located in the city. The research design employs a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects consist of the principal, classroom teachers, and students, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. Data analysis used Miles & Huberman’s model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested through source and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of the SLM at the habituation stage in SD X has been carried out through several main activities, including 15 minutes of reading before lessons begin, the provision of reading corners in each classroom, the use of school bulletin boards, library optimization, community involvement such as parents and local residents, as well as the creation of a text-rich environment around the school. These activities aim to cultivate students’ reading habits, enhance their learning motivation, and develop their skills in comprehending and utilizing various types of reading materials. Keywords: School Literacy Movement, and Habituation Stage
Review Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 Tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu Supriono, Agus; Zahrosa, Dimas Bastara; Rosyadi, Mohammad Ghufron; Soetriono, Soetriono; Sari, Sasmita; Muhlis, Abdullah; Amam, Amam
JURNAL PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v32i3.679

Abstract

Upaya pemerintah untuk swasembada gula salah satunya ialah menganjurkan petani tebu untuk melakukan sistem budi daya tebu secara intensif, ironisnya sistem budi daya tebu secara intensif yang dilakukan oleh petani tebu terkendala biaya operasional budi daya dan regulasi kebijakan, khususnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mereviu Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012. Metode pengambilan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan responden petani tebu dan pihak manajemen pabrik gula. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik. Hasil penelitian didapatkan bahwa: 1) munculnya potensi konflik sebagai akibat dari ketidaktransparanan Pabrik Gula (PG) terhadap nilai rendemen tebu, 2) permasalahan sistem kemitraan bagi hasil antara petani tebu dengan PG, di mana pihak pemilik modal atau perusahaan sudah semestinya membiayai operasional budi daya tebu, sedangkan pihak petani sebagai pelaksana usaha tani atau pembudidaya yang hanya mempersiapkan lahan dan tenaga kerja; 3) secara umum petani tebu dan Pabrik Gula (PG) belum mengetahui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012 dengan alasan tidak ada sosialisasi perihal peraturan daerah tersebut, dan 4) pergeseran atau perubahan sistem agribisnis gula dari monopsoni-monopoli ke arah oligopsoni-oligopoli (lebih liberal), ditinjau dari sudut pandang konten (isi) kebijakan, pada kenyataannya telah menyebabkan tidak tercapainya dan/atau tidak terlaksananya amanat dari peraturan daerah tersebut. Kesimpulan kajian penelitian ini ialah merekomendasikan pergantian atau perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 17 tahun 2012 tentang Peningkatan Rendemen dan Hablur Tanaman Tebu.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN TEMBAKAU DI DESA SELOMUKTI KECAMATAN MLANDINGAN KABUPATEN SITUBONDO Sulistyaningsih, Sulistyaningsih; Sari, Sasmita; Kurniawan, Diky
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5744

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Saluran Pemasaran yang ada pada Tembakau di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo dan mengetahui efisiensi pemasaran tembakau di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran usahatani tembakau di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan yaitu saluran pemasaran I yaitu: Petani → pedagang pengepul → konsumen; II yaitu: Petani → pedagang pengecer → konsumen; dan III yaitu: Petani → pedagang pengepul → pedagang pengecer →konsumen. Marjin pemasaran yang paling tinggi adalah pada tingkat pedagang pengepul dengan jumlah Rp. 14.000 per kg dan efisiensi pemasaran yang paling baik berdasarkan farmer’s share adalah tingkat pedagang pengecer dengan nilai 84,93%. Tingkat efisiensi pemasaran petani 2,09, pedagang pengepul 1,22 dan pedagang pengecer 1,12 lebih besar dari 1, hal tersebut berarti semua pelaku usahatani efisien
PENGENDALIAN HAMA LALAT BUAH (Bactrocera dorsalis) MENGGUNAKAN PERANGKAP Sari, Sasmita
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4663

Abstract

Hortikultura merupakan salah satu andalan masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan dan pendapatan. Salah satu komoditas hortikultura yang berpeluang untuk dikembangkan adalah jambu Kristal. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas dan kualitas jambu kristal di Indonesia adalah adanya gangguan dari serangan hama lalat buah (Batrocera dorsalis). Gejala serangan lalat buah ditandai oleh adanya lubang kecil di bagian permukaan kulit buah yang hampir masak. Kerusakan buah disebabkan oleh aktivitas larva memakan daging buah yang memicu terjadinya pembusukan kemudian meluas seiring dengan masaknya buah, akhirnya buah jatuh sehingga dapat menurunkan kuantitas dan kualitas buah. Oleh karena itu, pengamatan terhadap hama lalat buah harus dilakukan untuk mengetahui populasi, tingkat serangan serta upaya pengendaliannya, yaitu menggunakan senyawa antraktan. Metode yang digunakan adalah metode pengamatan langsung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Berdasarkan hasil pembahasan diketahui bahwa jumlah hama yang terperangkap didalam alat perangkap yang berisi senyawa antraktan bersifat fluktuatif atau naek turun. Sehingga ketika dilakukan uji menggunakan BNT taraf 5% tidak berbedanyata. Adapun penggunaan atraktan sebagai perangkap hama mampu menurunkan intensitas serangan hama lalat buah dari kategori intensitas serangan berat menjadi kategori intensitas serangan ringan.
LITERASI GIZI MELALUI PEMANFAATAN DALAM PENGOLAHAN DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK DI DESA PANGAN JAYA KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN Putri, Risky Juliansyah; Halid, Nur Hatidjah Awaliyah; Himaniarwati, Himaniarwati; Baco, Juliani; Mutma’innah, Putri; Indriani, Feni; Sari, Sasmita; Ningsih, Ratna; Mutiara, Mutiara
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.362

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan agar dapat meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Pangan Jaya tentang pentingnya pengetahuan tentang stunting pada anak dengan mengupayakan penanggulangan stunting pada balita adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka penimgkatan pengetahuan dan kesadaran akan penanggulangan stunting serta edukasi dalam pemberian makanan tambahan dengan memanfaatkan bahan makanan bersumber daya lokal. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara sosialisasi tentang literasi gizi kepada masyarakat didampingi dengan cara pembuatan pudding untuk anak pada yang diikuti oleh kurang lebih 48 orang warga desa di desa pangan jaya kecamatan lainea kabupaten konawe Selatan serta dilakukan pula pre test dan post test untuk mengukur Tingkat keberhasilan yang dilakukan. Pada pengukuran pre-test  hasil yang diperoleh rata-rata kategori nilai baik sebanyak 39,8% dan kurang baik yaitu sebanyak 60,4% . Setelah dilakukan sosialisasi maka diperoleh hasil baik sebanyak 81,2 % dan kurang baik sebanyak 18,7 %. Sehingga kesimpulan pada kegiatan sosialisasi ini terdapat peningkatan nilai pengetahuan mengenai stunting pada anak dan gizi yang terkandung dalam pudding kelor.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI BARANG BERNILAI Sahrul Hidayatulloh; Dani, Baiq Onteng Purwe; Rizkyantara, Eky; Litah, Popyn Nur; Mariadi, Maliki; Sari, Sasmita; Putri, Ade Iasyah; Pratama, Lalu Aditya Artha; Munawarah, Jannatul; Kusmala, ilvia Sri; Atsar, Abdul
Jurnal Wicara Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i3.6750

Abstract

Lantan Village is located in Batukliang Utara District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The village covers an area of approximately 5,777.05 hectares and consists of ten hamlets. Lantan Village is one of the tourist villages with highly attractive tourism potential, including waterfalls, an international motocross circuit, and a camping ground. This study aims to enhance the understanding and skills of the community in processing waste into valuable products while preventing environmental pollution caused by unmanaged waste. This, in turn, will create a clean, healthy, and comfortable environment. This research employs a qualitative approach with a case study method. The subjects of this study are the residents of Lantan Village. The results of this socialization activity are expected to increase the creativity, knowledge, and awareness of the community regarding waste management, turning waste into valuable products. This effort can contribute to the community's welfare by improving the local economy while minimizing waste accumulation to maintain the village’s environment. In conclusion, the waste management socialization program in Lantan Village has successfully raised awareness and improved the skills of the community in independently managing waste. By transforming waste into economically valuable products, this program has had a positive impact on environmental, social, and economic aspects.
Implementation of Differentiated Learning in Improving Problem-solving Skills in Collaborative Projects Based on Science and Technology Aprima, Desy; Sari, Sasmita
Jurnal Inovasi Matematika Vol 7 No 1 (2025): Inovasi Matematika (Inomatika)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/inomatika.v7i1.487

Abstract

The urgency of this research is that the implementation of differentiated learning is important because it encourages the development of critical problem-solving skills at the Elementary School level. Through this approach, each student can receive learning that is appropriate to their ability level, allowing them to actively participate in collaborative science and technology projects. The purpose of this study was to determine the implementation of differentiated learning in improving problem-solving skills in collaborative science and technology-based projects for elementary school students. The method used in this study is a mixed method with a Sequential Exploratory design. Sequential Explanatory research is a type of quantitative-qualitative research design that combines both approaches in two consecutive phases. The first phase is the collection and analysis of quantitative data, followed by the collection and analysis of qualitative data to explain the findings of the first phase. The population used in this study were all 5th grade students of Rejodadi Elementary School. The sample used in this study was 29 students of Rejodadi Elementary School and 1 teacher. The research instruments used in this study were test instruments, observation instruments, and interview instruments. The data collection techniques used in this study were tests with objective test types, observations to observe the learning process directly and interviews to dig deeper into the views of the research subjects. The data analysis techniques in the study were descriptive quantitative data analysis and descriptive qualitative data analysis. The results of the study in the implementation of differentiated learning in elementary school students' collaborative science and technology projects showed that teachers succeeded in designing projects that accommodated students' needs well with a differentiated learning approach, through the division of roles based on individual abilities, which allowed each student to contribute according to their understanding of the cognitive level accompanied by science and technology-based project learning, and the results showed that the ability to understand problems got the highest results for students compared to the ability to plan problems, solve problems, and recheck. By designing science and technology projects that are more responsive to students' needs, it is hoped that students' involvement and problem-solving abilities can increase, as well as encourage more effective and comprehensive learning in the classroom.