Claim Missing Document
Check
Articles

TERAPI LATIHAN FUNGSIONAL DI AIR MENINGKATKAN KEKUATAN KONTRAKSI ISOMETRIK OTOT PAHA PASIEN POST REKONSTRUKSI CEDERA ANTERIOR LIGAMENTUM CRUCIATUM PHASE 2 DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA Bertha Melyana; Susy Purnawati; S Indra Lesmana; Tjokorda Gde Bagus Mahadewa; I Made Muliarta; I Putu Adiartha Griadhi
Sport and Fitness Journal Vol 9 No 1 (2021): Volume 9, No. 1, Januari 2021
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2021.v09.i01.p08

Abstract

Pendahuluan: Penurunan kekuatan kontraksi otot paha merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien post operasi rekontruksi cedera Anterior Cruciatum Ligament (ACL) yang dapat menimbulkan penurunan fungsi gerak bahkan sampai kepada kecacatan. Pemberian terapi latihan fungsional di air terbukti efektif meningkatkan kekuatan kontraksi otot paha yang sangat menentukan perbaikan range of motion dan fungsi sendi lutut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa latihan fungsional di air lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan kontraksi isometrik otot paha dibandingkan dengan latihan di darat (klinik fisioterapi rumah sakit). Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental (the randomized pre-posttest control group design), melibatkan semua pasien post rekontruksi cedera ACL yang berjumlah 38 orang sebagai subjek penelitian. Ditentukan usia responden pada rentang 20-50 tahun, yang dibagi menjadi dua Kelompok perlakuan berbeda dengan random alokasi. Kelompok I diberikan latihan fungsional di darat (dan berperan sebagai Kelompok kontrol), sedangkan Kelompok II diberikan latihan fungsional di air. Frekuensi latihan 2 kali seminggu selama 6 minggu, selama 60 menit pada setiap sesi latihan. Kekuatan kontraksi isometrik otot paha di ukur menggunakan Spygmomanometer. Hasil: Data awal rerata kekuatan kontraksi isometrik otot paha pada Kelompok 1 adalah sebesar 117,37±7,14 dan setelah diberikan latihan fungsional di darat meningkat menjadi sebesar 133,42±12,47. Sedangkan pada Kelompok 2 didapatkan kekuatan kontraksi isometrik otot paha sebelum intervensi sebesar 121,32±6,83 dan setelah diberi latihan fungsional di air meningkat menjadi 140,79±14,55. Uji beda kekuatan kontraksi isometrik otot paha antara sebelum dan sesudah intervensi pada Kelompok 1 dan 2 menunjukan perbedaan yang bermakna, yaitu p = 0,000. Akan tetapi pada uji beda kekuatan kontraksi isometrik otot paha setelah intervensi antar Kelompok I dan II tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara uji statistic (nilai p = 0,158. Simpulan: Latihan fungsional di air maupun di darat dapat meningkatkkan kekuatan kontraksi isometrik otot paha yang signifikan. Akan tetapi tidak ditemukan perbedaan kekuatan kontraksi yang signifikan post intervensi antara Kelompok pasien post operasi rekonstruksi cedera ACL yang diberikan latihan fungsional di air maupun di darat. Kata kunci : Cedera Anterior Cruciatum Ligament, latihan fungsional di air, kekuatan kontraksi isometrik otot paha
KOMBINASI STATIC STRETCHING DAN PLYOMETRIC TRAINING LEBIH BAIK DARIPADA KOMBINASI STATIC STRETCHING DAN STRENGTH TRAINING DALAM MENINGKATKAN VERTICAL JUMP PADA PEMAIN VOLI Dyah Esti Pranwengrum; I Dewa Putu Sutjana; Sugijanto Sugijanto; Dewa Putu Gde Purwa Samatra; Tjokorda Gde Bagus Mahadewa; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
Sport and Fitness Journal Vol 9 No 1 (2021): Volume 9, No. 1, Januari 2021
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2021.v09.i01.p04

Abstract

Pendahuluan: Vertical jump merupakan komponen yang diperlukan dalam melakukan jump smash dan keterampilan melakukan service dalam permainan bola voli. Efisiensi melompat atau daya ledak ekstremitas bawah dapat menunjang pemain untuk mencetak skor. Tujuan penelitian: untuk membuktikan kombinasi static stretching dan plyometric training lebih baik daripada kombinasi static stretching dan strength training dalam meningkatkan vertical jump pada pemain voli. Metode: Penelitian ini menggunakan design experimental randomized pre-test and post-test two group design. Penelitian dilakukan di UKM Bola Voli STIKES Ngudia Husada Madura. Sampel penelitian sebanyak 18 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak, masing-masing kelompok berjumlah 9 orang. Kelompok I diberikan kombinasi static stretching dan strength training sedangkan Kelompok II diberikan dengan kombinasi static stretching dan plyometric training. Perlakuan dilakukan 3 kali seminggu selama 6 minggu dengan evaluasi menggunakan sargent jump test (SJT). Hasil penelitian: Uji statistik menggunakan paired-samples t-test pada Kelompok I dengan rerata skor sebelum intervensi 38,78±3,52 cm dan sesudah intervensi yaitu 48,89±6,09 cm dengan nilai p=0,001 dan Kelompok II dengan rerata skor sebelum intervensi 37,11±4,01 cm dan sesudah intervensi 54,11±2,66 cm dengan nilai p<0,001. Dapat disimpulkan terjadi peningkatan vertical jump yang bermakna padi setiap kelompok. Uji beda hipotesis antara Kelompok I dengan Kelompok II menggunakan uji independent-samples t-test diperoleh nilai p=0,021. Simpulan: Kombinasi static stretching dan plyometric training lebih baik dalam meningkatkan vertical jump pada pemain voli dari pada kombinasi static stretching dan strength training. Kata kunci : Static stretching, strength training, plyometric training, vertical jump
PENAMBAHAN CORE STABILITY PADA STAR EXCURSION BALANCE EXERCISE LEBIH MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS DAN MENURUNKAN FUNGSIONAL ANKLE INSTABILITAS DARIPADA STAR EXCURSION BALANCE EXERCISE PADA BELA DIRI TAEKWONDO Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Putu Astawa; Muh. Ali Imron; Tjokorda Gde Bagus Mahadewa; Bagus Komang Satriyasa; Desak Made Wihandani
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 3 (2020): Volume 8, No. 3, September 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i03.p09

Abstract

Latar belakang: Taekwondo merupakan bela diri yang banyak menggunakan anggota gerak bawah terutama pergelangan kaki sehingga sering terjadi fungsional ankle instabilitas (FAI). FAI terjadi akibat adanya gangguan dari postural kontrol, keseimbangan dinamis dan fungsi otot. Salah satu latihan yang dapat dipergunakan adalah star excursion balance exercise, namun masih ada kekurangan dalam kontrol postural akibat tidak terjadi aktivasi otot core untuk pembentukan postural stabilisasi. Tujuan: Untuk membuktikan penambahan core stability pada star excursion balance exercise lebih meningkatkan keseimbangan dinamis dan menurunkan fungsional ankle instabilitas daripada star excursion balance exercise pada bela diri taekwondo. Metode: Rancangan penelitian ini adalah randomized pretest-postest control group design, Kelompok 1 mendapatkan star excursion balance exercise dan Kelompok 2 mendapatkan core stability dan star excursion balance exercise. Fungsional ankle instabilitas diukur menggunakan cumberland ankle instability tool (CAIT) dan keseimbangan dinamis menggunakan star excursion balance test (SEBT). Dilakukan 3 kali seminggu selama 6 minggu. Hasil: Peningkatan SEBT sebelum pelatihan pada Kelompok 1 sebesar 86,4±6,3 cm, setelah pelatihan sebesar 92,3±6,7cm dan pada Kelompok 2 sebelum sebesar 86,2±6,1 cm, setelah pelatihan sebesar 96,7±7,9 cm. Penurunan fungsional ankle instabilitas dari peningkatan nilai CAIT sebelum pelatihan pada Kelompok 1 sebesar 20,4±1,8, setelah pelatihan sebesar 23,4±2,1 dan pada Kelompok 2 sebelum sebesar 20,3±2,8, setelah pelatihan sebesar 25,0±1,9. Perbedaan peningkatan keseimbangan dinamis pada Kelompok 1 dan 2 bermakna (p<0,05). Perbedaan penurunan FAI pada Kelompok 1 dan 2 bermakna (p<0,05). Kesimpulan: Penambahan core stability pada star excursion balance exercise lebih meningkatkan keseimbangan dinamis dan menurunkan fungsional ankle instabilitas daripada star excursion balance exercise pada bela diri taekwondo. Kata kunci: fungsional ankle instabilitas, keseimbangan dinamis, star excursion balance exercise, core stability.
SAWAR DARAH OTAK Aluh Sri Yuliana Ulfa; Tjok Gde Bagus Mahadewa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.024 KB)

Abstract

The Blood–Brain Barrier (BBB) is a separation of circulating blood from the brain extracellular fluid (BECF) in the central nervous system (CNS). It is a physical barrier between the local blood vessels and most parts of the central nervous system itself, and stops many substances from travelling across it. The BBB is permeable to alcohol, and some heavy metals can cross the blood-brain barrier as well. The concept of the blood brain barrier was first introduced by Paul Ehrlich. He found that intravenous injection of dyes into the bloodstream stained all the tissues in most organs except the brain. Using electron microscopy and electron- dense tracers such as horseradish peroxidase (HRP) a group of scientists demonstrated that the blood- brain barrier is located in endothelial cells of capillaries of the brain.The BBB is to protecting the brain internally as the skull is to protecting it externally.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ACEH SINGKIL Linda Handayani
Kebijakan, Promosi Kesehatan dan Biostatiskik Vol 2, No 2 (2013): Kebijakan, Promosi Kesehatan dan Biostatistika
Publisher : Kebijakan, Promosi Kesehatan dan Biostatiskik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.556 KB)

Abstract

ABSTRACT Patient medical record information system at the Aceh Singkil Local General Hospital was a system that aimed to manage the patient’s data that registered for treatment until the patient leaved the hospital at a certain period. In this case, information system was so important to be designed for preventing from the errors in the implementation of the registration procedures and data processing in order to use it as well as possible. Administration of medical records of patients at the Aceh Singkil Local General Hospital was still manual so that the patient service become slow and patient medical records were often lost or not found. Designing of patient medical record information system aimed to design the patient medical record information systems based on Visual Basic in order to ease the registration process and to make recapitulation reports of patient visits. In designing of patient medical record information systems at the Aceh Singkil Local General Hospital was using System Development Life Cycle method or system development life cycle that consists of system planning, system analysis, system design conceptually, the evaluation of the system selection, a functional system design, and system implementation.The design of this system produces an application of the patient registration until the patient leave the hospital consists of three forms, namely monthly summary report visit of inpatients and outpatients, and summary annual reports of the highest diseases.The design of patient medical record information systems at Aceh Singkil Local General Hospital was expected to ease patient registration process and to make a report at the hospital so that the hospital can produce accurate data.
Estetika Postmodernisme dalam Hijab style Linda Handayani; Gungun Gunardi; Nani Darmayanti
PANGGUNG Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.619 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v24i1.104

Abstract

ABSTRACT Hijab style is a new term in the fashion Muslim hijab that marked novelty shapes. Since the ap- pearance of Hijabers Community in 2010 , there were many changes in the form of veil that accom- panied the change of name became Hijab style hijab. Hijab is initially mandatory Muslim clothing to cover nakedness . Novelty Hijab style made it not only a practice of God command but also become part of fashion . Updates on the form that is often referred to as modernization pull analyzed in terms of aesthetics. Hijab which used by designers founder Hijabers Community becomes the object of this study. The method used in this study is a qualitative approach to the study of cultural and semiotic theory models Baudrillard. The signs were there in style hijab as an aesthetic representation of post- modernism will be described. As cultural products that spread through the mass media, Hijab style became popular and developed following the postmodern aesthetic principled form follows fun. Keywords: Hijab style, aestetics, postmodernism, consumerism, fashion  ABSTRAK Hijab style merupakan istilah baru dalam fashion muslimah yang menandai kebaruan bentuk jilbab. Sejak kemunculan Hijabers Community tahun 2010, terjadi banyak perubahan bentuk pada jilbab yang diiringi perubahan nama dari jilbab menjadi Hijab style. Jilbab pada awalnya adalah pakaian wajib muslimah untuk menutup aurat. Kebaruan Hijab style mem- buatnya tidak hanya menjadi praktik menutup aurat tapi juga menjadi bagian dari fashion. Pembaruan pada bentuk yang kerap disebut sebagai modernisasi menarik dianalisis dari sisi estetika. Hijab yang digunakan oleh desainer-desainer pendiri Hijabers Community menjadi objek penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian budaya dan teori semiotik model Baudrillard. Tanda-tanda yang ter- dapat dalam Hijab style sebagai representasi dari estetika postmodernisme akan diuraikan. Sebagai produk budaya yang menyebar melalui media massa, Hijab style menjadi popular dan berkembang mengikuti estetika postmodernisme yang berprinsip form follows fun. Kata kunci: Hijab style, estetika, postmodernisme, konsumerisme, fashion 
BIAS GENDER DALAM NOVEL SABIL DAN CUT NYAK DIEN KARYA SAYF MUHAMMAD ISA Linda Handayani; Wildan Wildan; Rajab Bahry
Master Bahasa Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Master Bahasa
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24173/mb.v9i1.22171

Abstract

EKONOMI POLITIK REDISTRIBUSI TANAH, DINAMIKA KELAS DAN PERJUANGAN PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI TIMOR BARAT INDONESIA Didimus Dedi Dhosa; Paulus AKL Ratumakin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.838 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.131

Abstract

Sejarah Timor Timur adalah sejarah imperialisme dan pembantaian massal. Peristiwa tersebut terjadi sejak tahun 1975 di saat Indonesia menginvasi Timor Timur yang telah menewaskan ribuan orang, dan berpuncak pada tahun 1999, tatkala warga Timor Timur diberikan opsi menentukan nasib sendiri. Sejak itu, ribuan warga Timor Timur hijrah ke Timor Barat. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan potret kehidupan pengungsi di tiga settlement: Noelbaki, Oebelo dan Naibonat-Kabupaten Kupang, Timor Barat. Selain itu, tulisan ini pun menjelaskan dinamika sosial-ekonomi dan penciptaan kelas-kelas sosial diantara warga Timor Timur yang berjuang memiliki tanah. Ditinjau dari perspektif ekonomi politik, tulisan ini berpendapat bahwa negara berperan penting membidani proletarianisasi melalui eksklusi warga dari tempat asal, memfasilitasi konsentrasi tanah pada elit ekonomi lokal, sembari mengecilkan akses warga Timor Timur atas lahan. Konsekuensi lanjut adalah negara mendepak para pengungsi untuk bertarung dalam rimba ekonomi kapitalistik. Kegagalan untuk memiliki tanah menyebabkan mereka menjadi buruh migran dalam pasar neoliberal, sambil pada saat bersamaan mereka terus berjuang untuk memiliki hak sebagai warga negara
Comparison of Mortality and Glasgow Outcome Scale Extended (GOSE) between Craniotomy and Decompressive Craniectomy in Patients with Traumatic Acute Subdural Hematoma at Sanglah General Hospital, Bali Ni Luh Putu Julita Yanti; I Wayan Niryana; Sri Maliawan; I Nyoman Semadi; Tjokorda G. B. Mahadewa; I G. A. B. Krisna Wibawa
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 6 No 1 (2022): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBN.2022.v06.i01.p03

Abstract

Background: Craniotomy and decompressive craniectomy and are surgical modalities for the evacuation of acute subdural hematoma (SDH). These two techniques show different outcomes in various existing studies. The superiority between either techniques remains controversial. Objective: To determine the outcome comparison of mortality and Glasgow Outcome Scale Extended (GOSE) craniotomy with decompressive craniectomy in patients with traumatic acute SDH. Methods: This is a historical cohort study. Samples of the study were collected from January 2018 to March 2020 at Sanglah General Hospital. All patients with acute traumatic SDH who underwent SDH evacuation with craniotomy and decompressive craniectomy were assessed for mortality status at discharge and GOSE 3 months after surgery. Independent T-test will be carried out if the numerical variable were all normally distributed, while Mann-Whitney U test will be performed if otherwise. A Chi-square test will be performed on all unpaired categorical variables. Statistical analysis was performed with SPSS 25 with 95% confidence intervals. Results: As many as 40 subjects with traumatic acute SDH who underwent craniotomy and 40 subjects with traumatic acute SDH who underwent decompressive craniectomy were included in this study. There was no significant difference in mortality (RR: 1; 95% CI 0.67-1.87; p=0.651) and GOSE score (p=0.718) in traumatic acute SDH who underwent craniotomy or decompressive craniectomy. Conclusion: There was no difference in mortality and GOSE outcomes between a craniotomy and decompressive craniectomy for management of traumatic acute SDH.
Validitas New Injury Severity Score (NISS) dalam Mendeteksi Terjadinya Koagulopati pada Pasien Multiple Trauma I Komang Yose Antara; I Ketut Wiargitha; Tjokorda G. B. Mahadewa
JBN (Jurnal Bedah Nasional) Vol 1 No 1 (2017): JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Publisher : Program Studi Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.75 KB) | DOI: 10.24843/JBN.2017.v01.i01.p03

Abstract

Tujuan: untuk mencari validitas new injury severity score (NISS) dalam mendeteksi koagulopati akut pada pasien multiple trauma. Metode: penelitian ini adalah uji diagnostik dengan rancangan cross sectional, dilakukan untuk mencari validitas NISS dalam mendeteksi terjadinya koagulopati akut pada 61 pasien multiple trauma dengan ISS >16. Penelitian dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar sejak bulan Januari 2014 hingga November 2015. Data dianalisis dengan menggunakan kurva ROC dan uji diagnostik tabel 2x2 sehingga didapatkan area under curve, cut off point, sensitifitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, rasio kemungkinan positif, dan rasio kemungkinan negatif. Hasil: didapatkan cut off point NISS 41 dengan AUC 0,8851 (>0,7). Sensitifitas dan spesifisitas NISS cukup baik dalam mendeteksi terjadinya koagulopati akut pada pasien multiple trauma yaitu sebesar 79,2% dan 91,8% (CI 95%: 0,78-0,98). Hasil nilai prediksi positif 86,4%, nilai prediksi negatif 87,2%, rasio kemungkinan positif 9,76 dan rasio kemungkinan negatif 0,227 mendukung bahwa nilai diagnostik NISS cukup baik. Simpulan: validitas NISS cukup baik dalam mendeteksi terjadinya koagulopati akut pada pasien multiple trauma.
Co-Authors A. Winata, A. Adityas Sukmadi Karjosukarso Adityawarma, Anak Agung Ngurah Agung Harawikrama Agung Bagus S. Satyarsa Akbar Wido Alex Pangkahilla Aluh Sri Yuliana Ulfa Alvin Hendellyn Anak Agung Gede Eka Septian Utama and D. M. Subawa Arasy, Mohd Firdaus Ariyanta, Kadek Deddy Astawa N. M., Astawa N. Astawa P., Astawa B. Sinaga Bagus Komang Satriyasa Bertha Melyana Bianca Jeanne Bramastha A Rosadi, Bramastha A Budiarta, Ida Bagus Chriswidarma, Dewa Gede Cita Rosita Sigit Prakoeswa Citra Aryanti D.P.W. Wardhana Desak Made Wihandani Desak Putu Dewi Kasih Desie Yuliani Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dewa Putu Wisnu Wardhana Dwikinta, Made Anindya Dyah Esti Pranwengrum Ekaputra Ekaputra, Ekaputra Fenty Fauziah G. I. B Bomba Gede Andry Nicolas Gede Wirata Gede Wirya Kusuma Duarsa Glen Sandi Saapang Gunawan, Made Favian Budi Gungun Gunardi Hizkia Lumban Gaol I Dewa Made Sukrama I Dewa Putu Sutjana I Gede Suwedagatha I Gusti Agung Bagus Krisna Wibawa I Gusti Bagus Dharma Prakasa Musti I Gusti Ketut Agung Surya Kencana I Gusti Putu Agung Pratama Putra I Ketut Wedarthana Aditya Prana I Ketut Wiargitha I Komang Yose Antara I Made Bakta I Made Kasmadi Gunawan, I Made Kasmadi I Made Maha Satya Dwi Palguna I Made Mahayasa I MADE MULIARTA . I Made Prema Putra I Made Stepanus Biondi Pramantara I Nyoman Semadi I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Putu Gede Sudiartha I W. Sudarsa I Wayan Juli Sumadi I Wayan Niryana I Wayan Yudiana I. B. Tjakra Wibawa Manuaba Ida Ayu Putu Sri Widnyani Inge Kurniawati Intan Permata Wijaya John Nolan K.K. Putra Kadek Biondi Kadek Budi Santosa Kendarini, Ni Putu Yenny Ketut Sudiasa Ketut Tirtayasa Koerniawan, Heru Sutanto Krishna, I Komang O. Kurniyanta, I Putu L. R. M. Lengkong Lauren, Christopher Luh Made Indah Sri Handari Adiputra M Wiryana Made Agus Dwianthara Sueta Made Indra Erlangga Prathiwindya Manuaba, Ida Bagus Tjakra Wibawa Mardliyah, Mumtazah Marleen Marleen Marleen Melissa Krisanty Moses Kharisma Setyawan Muh. Ali Imron Nani Darmayanti Ni Luh Putu Julita Yanti Ni Nyoman Ayu Dewi Niryana, , I Wayan Nova Juwita Nyoman Golden Oka, AA Gde Oka, Anak A.G. Pande Made Wisnu Tirtayasa Paulus Adrianus K. L. Ratumakin Pertiwi, Putu Febry Krisna Pradiptha, I Nyoman Tri Prayuda, Prayuda Putu Astawa Putu Eka Mardhika Putu Eka Mardhika Putu Pramana Suarjaya Rajab Bahry Raka Janitra Raka-Sudewi A. A. Regitha Aulia Putri Rika Lesmana, Rika S Indra Lesmana S. Awyono S. F. Laura, S. F. Satoto D., Satoto Sidemen, IGP Sukrana Sista Satyarsa, Agung Bagus Sista Soetomo, Cindy Thiovany Sri Maliawan Stanley-Ketting Oliver Steven Awyono Sugianto, Ronald Sugijanto - Sulfandi Sulfandi Sunanda Naibaho Suryadi N. T., Suryadi N. Suryawisesa, Ida Bagus Made Susy Purnawati Tito Ade Putra Tjokorda Gde Agung Senapathi Udiyana, Nyoman Dwi Maha W. A., W. Wahyuddin, Wahyuddin Wibawa, I Gusti Agung Bagus Krisna Wildan Wildan Wiryana M., Wiryana Yustinus Robby Budiman Gondowardojo