Claim Missing Document
Check
Articles

ASRAMA MAHASISWA SUMBA BARAT DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR VERNAKULAR Natanael Nelson Pala; Gatot Adi Susilo; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang adalah sebuah kota pelajar dimana tingkat kepadatan di Kota Malang sangatlah banyak yang di pengaruhi oleh masyarakat yang terlalu banyak dan menetap atau tinggal di Kota Malang. Contoh tingkat kepadatan di Kota Malang yaitu banyaknya orang yang menuntut ilmu di Kota Malang yang memiliki sekolah dan perguruan tinggi yang sangat bermutu. Sehingga masyarakat yang tinggal membutuhkan tempat tinggal yang menjamin segala aktivitas dan kegiatannya. Maka muncullah sebuah ide untuk membangun sebuah asrama mahasiswa, asrama ini adalah tempat tinggal atau wadah bagi mahasiswa rantauan yang belum memiliki tingkat kenyamanan dan terjamin fasilitasnya, adanya perbedaan budaya serta adat antara Kota Malang dan Pulau Sumba maka tema yang di pakai pada tampilan bangunan asrama ini adalah arsitektur neo vernakular yang di ambil dari rumah adat Sumba Barat yang akan menyesuaikan dengan budaya dan tradisi di Kota Malang.
STASIUN KERETA API DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Gisca Bunga Kasih; Lalu Mulyadi; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kota Malang sangat pesat sehingga berpengaruh pada penggunaan transportasi umum yang ada di Kota Malang. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Malang, maka kebutuhan transportasi umum juga semakin dibutuhkan untuk mewadahi kegiatan dan kebutuhan masyarakat luas yaitu dengan adanya moda transportasi darat seperti kereta api. Yang tidak hanya mudah di gunakan namun juga merupakan transportasi yang mudah dijangkau semua kalangan, dapat meminimalisir kemacetan, dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah wadah kegiatan untuk transportasi kereta api berupa stasiun.
HOTEL BISNIS DI KOTA JAMBI TEMA: ARSITEKTUR MODERN Muhammad Putra; Gaguk Sukowiyono; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota jambi merupakan sentra perkembangan segala kegiatan aktifitas baik ekonomi, perdagangan dan industri. Rata-rata pendatang adalah pengusaha atau pembisnis yang tidak tinggal lama dan dalam kurun waktu tertentu yang akan kembali ke daerah asalnya. Tujuan dari perencanaan dan perancangan Hotel Bisnis ini adalah Merancang, dan merencanakan Hotel Bisnis berklarifikasi hotel berbintang tiga sebagai suatu wadah penyelenggaraan jasa dalam bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, Menyediakan fasilitas pelayanan masyarakat kota Jambi yang nyaman tepatnya di wilayah pusat bisnis kegiatan pembisnis. Pada jenis rancangan hotel bisnis yang ini dengan melihat potensi yang ada dan kondisi lapangan yang telah di observasi, selanjutnya dengan juga telah dilakukan beberapa metode selain observasi yaitu dengan mengumpulkan data, analisis dan konsep dalam pengambilan data perancangan desain arsitektur. Adapun saran yang diperlukan terhadap perancangan Hotel Bisnis di Kota Jambi ini adalah perlu adanya dukungan dari berbagai literatur yang ada supaya ke depannya dalam sebuah perancangan hotel bisnis berbintang tiga ini memiliki nilai ekomoni yang tinggi dan dapat memajukan kota jambi sebagai kota wisata dan kota bisnis.
RE-DESIGN PERTOKOAN CITRA NIAGA SEBAGAI PUSAT PERBELANJAAN UKM CENTER DI KOTA SAMARINDA TEMA: NEO-VERNAKULAR Shevira Alfiyah Refianda Zulfi; Suryo Tri Harjanto; Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pertokoan Citra Niaga di Kota Samarinda merupakan sebuah objek wisata belanja, pusat perbelanjaan, dan arena promosi di Kota Samarinda. Dalam beberapa tahun belakangan, pertokoan ini tidak lagi dipadati oleh pengunjung membuat area pertokoan menjadi tertinggal. Perancangan ulang dari kawasan ini bertujuan untuk membuat desain pusat perbelanjaan pertokoan yang dapat menarik pengunjung agar UKM lokal dapat menawarkan dan mempromosikan produk-produknya sehingga mampu bersaing dan berkontribusi dalam perekonomian Kota Samarinda . Metode yang digunakan dalam perancangan ini meliputi teori penyusunan konsep desain arsitektur menurut Donna P. Duerk dimana dari dikumpulkannya data-data lalu ditemukannya isu-isu perancangan hingga didapatkan konsep perancangan yang dikembangkan untuk menjadi solusi dari isu-isu tersebut. Dengan demikian, re-desain pada kawasan pusat pertokoan ini harapannya dapat membuat wadah pusat perbelanjaan bagi UKM lokal untuk memasarkan dan mempromosikan produk-produk UKM lokal. Serta sebagai wadah yang menyediakan sarana hiburan, kenikmatan, dan gaya hidup sekaligus dapat berkontribusi dalam menciptakan ruang terbuka publik yang baik terutama pada kawasan yang kumuh.
KOMPLEKS MARKAS KEPOLISIAN RESOR TULUNGAGUNG TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Febri Galang Kurniawan; Suryo Tri Harjanto; Putri Herlia Pramitasari Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepolisian Resor atau Polres adalah struktur komando Kepolisian Republik Indonesia yang melasanakan tugas dan wewenang Polri di wilayah kabupaten / kota. Peran Polres Tulungagung sebagai pelayan publik hingga pemelihara keamanan di Kabupaten Tulungagung. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, Polres Tulungagung dituntut untuk meningkatkan fasilitas pelayanan, namun Mapolres Tulungagung terkendala lahan yang terbatas. Tema perancangan Arsitektur Neo Vernakular dengan menonjolkan karakteristik sejarah diharapkan nuansa lokal dirasakan masyarakat saat berkunjung ke Mapolres Tulungagung diharapkan mampu menjawab keinginan masyarakat yang ingin tetap ada unsur tradisi lokal dengan pelayanan yang modern. Dengan demikian diharapkan peningkatan fasilitas pada Mapolres Tulungagung dapat membantu pelayanan kepolisian pada masyarakat dan anggota Polri dalam meningkatkan memelihara keamanan di masyarakat Tulungagung.
HOTEL RESORT KUTA MANDALIKA TEMA: NEO VERNAKULAR Rahmad Hidayatullah Ramadani; Suryo Tri Harjanto; Bayu Teguh Ujianto Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuta Mandalika merupakan sebuah daerah destinasi wisata yang terletak di daerah Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Yang merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Yang di tetapkan melalui PERMEN NO 52 Tahun 2014. yang mulai terkenal akibat adanya pembangunan Fasilitas berskala Internasional yaitu sirkuit Motor GP. Maka dari pada itu tujuan dari Perancangan Hotel Resort Kuta Mandalika ini adalah sebagai salah satu dari fasilitas-fasilitas Penunjang yang di tunjukan sebagi tempat menginap dari para wisatawan yang berkunjung ke Kuta Mandalika. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Hotel Resort Kuta Mandalika adalah Arsitektur Neo Vernakular dengan memanfaatkan suasaan dan potensi daerah yang ada. Pemanfaatan potensi yang tepat dan sesuai dapat digunakan sebagai dasar dalam proses Merancang untuk menjawab permasalahan-permasalahan desain yang berfoukus pada Potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan sehingga terciptanya sebuah rancangan yang dapat memaksimalkan potensi yang ada.
PUSAT REHABILITASI NARKOBA DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Mohammad Delvi Saputra; Gaguk Sukowiyono; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkoba adalah masalah global yang tingkat penggunanya terbilang cukup tinggi di Indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut, pentingnya pusat rehabilitasi narkoba yang berperan sebagai wadah untuk membantu para penyalahguna sembuh dari ketergantungannya. Sedangkan tempat rehabilitasi dari pemerintah dan swasta yang telah ada belum cukup untuk menampung bahkan kurang memadai. Dari masalah tersebut, pentingnya perancangan bangunan pusat rehabilitasi narkoba yang dapat membantu proses penyembuhan dengan penerapan tema arsitektur perilaku guna kenyamanan yang akan membantu mempercepat proses pemulihan. Metode perancangan diawali dengan pengumpulan data, survey, studi literatur, melakukan analisa dan konsep perancangan. Dengan penekanan hierarki human needs diharapkan kebutuhan rehabilitan dapat terpenuhi serta menciptakan rasa nyaman serta tidak merasa tertekan pada saat menjalani proses pemulihan.
RE-INTERPRETASI ELEMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA SEBAGAI PENDEKATAN RANCANGAN BALAI RW 7 KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Hamka Hamka; Adhi Widyarthara
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi elemen arsitektur tradisional merupakan salah satu cara untuk melestarikan keberlanjutan tradisi arsitektur dalam idiom dan tampilan yang kontemporer sesuai dengan kebutuhan, material, dan teknologi saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis proses perubahan elemen arsitektur tradisional jawa untuk digunakan sebagai konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yang dilengkapi dengan gambaran visual proses perubahan elemen arsitektur kedalam tampilan yang baru. Elemen-elemen arsitektur jawa didapatkan dari jurnal-jurnal nasional yang membahas topik arsitektur tradisional jawa. Pendekatan analisis yang digunakan adalah teori vernakular kontemporer terkait Re-Interpreting Tradition (interpretasi kembali tradisi) yaitu menggunakan idiom kontemporer untuk mengubah elemen tradisi dengan cara yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen arsitekur tradisional jawa yang dapat ditransformasikan  pada konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari yaitu elemen atap rumah, tatanan ruang, orientasi bangunan, ornamentasi, material, dan konstruksi bangunan yang dianggap unik. Keseluruhan elemen tersebut dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan, fungsi, dan aktivitas objek yang akan dirancang untuk kemudian divisualkan perubahannya dalam tampilan yang kontemporer.
Green Building Implementation at Adiwiyata Mandiri Elementary School in Malang City Putri Herlia Pramitasari; Suryo Tri Harjanto
ESE International Journal (Environmental Science and Engineering) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green School Festival and Adiwiyata award are the government's efforts to build the character of the nation's next generation for improving the quality of the environment based on education, participation, and sustainability. The application of green building principles in school buildings is equally important to support environmental quality improvement. Therefore, this study is focused on evaluating the fulfillment of green building criteria at Adiwiyata Mandiri Elementary School in Malang City. The analytical descriptive qualitative research method was carried out in this study by taking the object of study at SDN Tunjungsekar 1 and SD Insan Amanah Malang City. The results showed that the fulfillment of the green building criteria at the Adiwiyata Mandiri Elementary School in Malang City has not been optimal in fulfilling the principles of green buildings, both related to site management, energy efficiency, water, materials, improving the quality of indoor health and comfort, also building environmental management.
GEDUNG DPRD KABUPATEN ENDE TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Fitransah Ibrahim; Daim Triwahyono; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DPRD adalah salah satu lembaga aspirasi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan atapun menerima aspirasi masyarakat.Dalam permasalahan ini bukan lagi hal yang tabu bagi kita mendengar kabar DPRD korupsi atapun tidur dalam keadaan berlangsungnya rapat. Pada saat ini maraknya masalah yang meresahkan masyarakat antara lain kurangnya transparansi antara pemerintah dan masyarakat yang menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPRD berkurang. Perancanaan akan menggunakan tema aristektur neo vernakular dan didominasi penerapan konsep kebudayaan tetapi ada unsur modern dalam penerapan material. Analisanya dalam bentuk sketsa maupun teori-teori lainnya sehingga mendukung karakter bangunan monumental yang transparansi tetapi tetap ada jarak antara pengguna utama dan pengunjung. Untuk hasilnya menggunakan konsep rumah adat yang secara spesifik sangat dekat dengan masyarakat, penerapan secara keseluruhan bukan hanya bentuk rumah adatnya tetapi juga ruang dalam ataupun ruang luar,sehingga adapun beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapannya.
Co-Authors Adek Gandhi Himawan Sugiharto Adhi Widyarthara Afifa Tifliya Wulandari Afrenanda Bayu Aditya Agung Dwi Cahyono Ahmad Sulton Royan Ahmad Syaifudin Akhmad Rizky Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Andrew Putra Pratama Yahya Andry Putra Purna Irawan Arif Ahmadi M. Bambang Joko W. Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Daim Tri Wahyono Daim Triwahyono Debby Debby Budi Susanti Dewi Fajriati Didiek Suharjanto Djoko Prastyo Febri Galang Kurniawan Firda Syam Dwi Arini Fitransah Ibrahim Fitriansyah Fulgensius Opa Gabung Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gatot Adi Susilo Gayril Aviv Kibas Ghina Luthfiarieska Ghoustanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Guntur Febri Arianto Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka, Hamka Hari Eko Prasetiyo Hery Setyobudiarso Indri Fitriawati Januardo Arung Bakti Jarot Wahyono Jarot Wahyono Joao Paulo C. Gomes Laily Qurrata A’yun Lalu Mulyadi M Nanda Muslimin M. Abdul Kohar M. Farrel Bagus Septian M. Nelza Mulki Iqbal M.J Maulana Aliansyah Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mohammad Delvi Saputra Muhammad Hafidh Kafiluddin Muhammad Hendrik Muhammad Nashrulloh Bats Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Putra Nandia Ayu Pramesti Natanael Nelson Pala Nico Firmansyah Nicodimus Wijanarko Nizar Gulam Sofi Pontivex Kurnia Adi Prabawa Pricilia Dilly Rara Septyne Farada Prisky Dwya Putri Putra, Reyhansyah Felo Putri Ayu Mustika Putri Herlia Pramitasari Rahmad Hidayatullah Ramadani Rakha Fawwas Ramadhan Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Ratih Puspita Sukmawati Ratna Dhani Setyowati Redi Sigit Febrianto Rifai Rezaena Nur Faizi Rizal Ramadhani Rizky Adibrata Hermawanto Roby Alya Nabila Rocky A Y Tuka Safina Nahla Navida Annur Rosyda Shevira Alfiyah Refianda Zulfi Shirta Istiqma Biyadhie Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Tasya Savira Salsabilla Yohanes Alvian Watu Yohanes Natali Routa Stela Yolanda Alviria Danova Yuan Hendy Putranto Yusuf Ismail Nakhoda