Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN TERMINAL BUS TIPE B DI KOTA NGANJUK TEMA: ARSITEKTUR MODERN Rizal Ramadhani; Suryo Tri Harjanto; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Nganjuk memiliki terminal bus yang dibutuhkan oleh masyarakat daerah sekitar. Kini yang menjadi permasalahan adalah kurangnya fasilitas yang memadai pada terminal bus di Kabupaten Nganjuk. Hal ini berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat maupun penumpang bus.. Perancangan Terminal Bus Tipe B di Kota Nganjuk menjadi salah satu kelebihan dalam tujuan memunculkan fasilitas yang baik untuk penumpang bus. Tema arsitektur modern dipilih untuk perancangan terminal bus dengan memberikan kesan sederhana dan fungsionalitas sebuah bangunan terminal bus Kabupaten Nganjuk. Perancangan ini menghasilkan tema arsitektur modern yang pada terminal tipe B, dengan tujuan untuk menambah fasilitas utama dan pendukung yang bagi pengunjung terminal bus. Dengan melihat banyaknya aktivitas dalam terminal bus, ada baikny beberapa fasilitas di terminal perlu disediakan dengan jumlah yang cukup.
KARAKTERISTIK KONSUMSI ENERGI BANGUNAN PADA PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Putri Herlia Pramitasari; Bambang Joko Wiji Utomo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.215 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.137

Abstract

Rumah deret pada permukiman padat penduduk di area bantaran sungai di Kampung Warna-warni Jodipan dan Kampung Muria di Kota Malang memiliki densitas bangunan yang padat. Pengaruh karakteristik spasial bangunan yang belum memenuhi kriteria ramah lingkungan dengan minimnya pencahayaan dan penghawaan alami perlu dikaji lebih lanjut terhadap kinerja termal dan konsumsi energi bangunan. Metode penelitian kuantitatif dilakukan melalui pengambilan data primer dan sekunder untuk selanjutnya dilakukan analisis perbandingan dan korelasi. Hasil akhir penelitian didapatkan bahwa karakteristik spasial bangunan pada rumah deret sangat berpengaruh terhadap kinerja termal dan konsumsi energi bangunan, dimana semakin padatnya densitas bangunan tanpa desain bukaan dan tata ruang yang optimal terhadap pencahayaan dan penghawaan alami, maka kinerja termal bangunan makin tidak memenuhi kriteria nyaman termal. Tingkat konsumsi energi bangunan juga didapatkan hasil bahwa semakin luas tipe bangunan diiringi pula dengan peningkatan kebutuhan operasional listrik, air, dan gas. Hal ini tentu banyak dipengaruhi oleh penghasilan penduduk, gaya hidup, dan jumlah penghuni tiap rumah penduduk.
KARAKTERISTIK KONSUMSI ENERGI BANGUNAN PADA RUMAH SUSUN UMUM DI MALANG Putri Herlia Pramitasari; Suryo Tri Harjanto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.454 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.255

Abstract

Arah pengembangan hunian vertikal berupa rumah susun umum untukkalangan masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritaspembangunan Pemerintah Kota Malang pada tahun mendatang.Kelayakan desain rumah susun perlu dikaji lebih lanjut agar terwujuddesain rumah susun yang hemat energi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik konsumsi energi bangunan pada rumah susunumum dilihat dari karakteristik pengguna terhadap kondisi termal dankonsumsi energi bangunan pada rumah susun umum. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kuantitatif dengan teknikpengumpulan data berupa data primer melalui observasi lapangan, survei(wawancara dan kuesioner), dan data sekunder. Sedangkan teknik analisisdata dilakukan dengan menggunakan analisis perbandingan dan korelasi.Hasil akhir penelitian didapatkan bahwa semakin berpendidikan danmapan kondisi finansial penghuni, memiliki kecenderungan makinmeningkat pula konsumsi energi bangunan. Hal ini tentu sangatdipengaruhi oleh desain bangunan, karakteristik, dan pola perilakupenghuni terhadap kesadaran managemen kontrol energi bangunan.Penerapan strategi kontrol energi bangunan yang baik diharapkan dapatmenambah durabilitas bangunan dengan perawatan minimal, tercapainyaman termal dalam ruang, tingkat konsumsi energi lebih sedikit, dantercapai kehidupan yang layak dan sehat bagi penghuni rumah susun.
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI TAMAN SINAU MASYARAKAT DI RW. 09 KELURAHAN MERJOSARI-KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Yusuf Ismail Nakhoda; Budi Fathony
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.761 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.260

Abstract

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau sangat penting bagi kehidupan, disamping bermanfaat bagi pengendalian keseimbangan alam, menurut Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 Ruang Terbuka Hijau juga sebagai sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa, dan manula. Dari aspek struktur kota, Ruang Terbuka Hijau dapat berupa Ruang Terbuka Privat dan Ruang Terbuka Publik, sedangkan Ruang Terbuka Publik berupa Taman Lingkungan Tingkat Kecamatan; Taman Lingkungan Tingkat Kelurahan; Taman Lingkungan Tingkat RW, Taman Lingkungan Tingkat RT. RW. 09 Kelurahan Merjosari memiliki bebrapa Ruang Terbuka yang menyebar dibeberapa RT, dengan berbagai bentuk, luasan dan karakteristik lahan. RW. 09 secara social budaya memiliki berbagai ragam kegiatan yang dilakukan secara rutin, mulai dari kegiatan pendidikan, olahraga, seni kegiatan kemasyarakatan lainnya. Pemanfaatan Ruang Terbuka sebagai taman sinaua masyarakat adalah upaya mempertemukan antara berbagai ragam kegiatan yang dilakukan oleh berbagai ragam usia dan wadah yang menanpung kegiatan tersebut dengan memanfaatkan ruang-ruang terbuka tanpa meninggalkan aturan dan syarat yang berlaku, sehingga tercipta ruang-ruang public sebagai wadah ekspresi, interaksi sehingga akan terjadi pula kegiatan pembelajaran. Dalam proses perencanaan dan perancangan Taman Sinau ini pendekatan yang dilakukan menitikberatkan pada peran masyarakat sebagai subyek, baik mulai dari identifikasi permasalahan dan usulan perencanaan. Dari proses tersebut di atas dihasilkan usulan rancangan yang berbasis masyarakat.
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO, KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Adhi Widyarthara; Hamka; Suryo Tri Harjanto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.557 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.865

Abstract

Keberadaan kawasan pengrajin keramik merupakan potensi sebagai destinasi wisata untuk kawasan Kota Malang dengan karakteristik perilaku dalam memproduksi benda-benda guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Citra kawasan pengrajin keramik yang mulai meredup karena keterbatasan fasilitas dalam mengekspose budaya yakni memproses pembuatan keramik hingga memamerkan produk keramik maupun menjualnya. Sejalan dengan keinginan penghuni kawasan untuk menjadikan Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, membutuhkan peranan mereka yang terlibat agar dapat mencapai apa yang dicita-citakannya. Peran Pemerintah sangat penting dalam mengendalikan fungsi kawasan karena sebagai pemegang regulasi dalam penataan bangunan maupun lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat dapat menyediakan beberapa kebutuhan yang dapat menjadikan pemilik bangunan, pekerja maupun pengunjung merasa nyaman dalam berinteraksi dalam kawasan. Salah satu program yang diusulkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta meningkatkan citra kawasan berdasarkan peran Pemerintah dan masyarakat adalah pemberlakuan garis sempadan bangunan pada kawasan pengrajin keramik; pembukaan ruang tersebut dapat difungsikan sebagai ruang transisi antara teritori publik dan teritori primer sehingga akan mengintegrasikan kultur pengunjung dan kultur pengrajin keramik. Apabila semuanya dapat terwujud, diharapkan kawasan ini akan memiliki nilai sosial, nilai ilmiah serta nilai komersial yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta berkelanjutan dalam mewujudkan kemakmuran bagi penghuninya
RANCANG BANGUN TAMAN BERMAIN TRADISIONAL DI PERUMAHAN JOYOGRAND RW 9 KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Hamka; Adhi Widyarthara
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2801

Abstract

Taman bermain tradisional diperumahan Joyogrand masuk dalam kategori Taman Lingkungan Perumahan dan Permukiman berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 mengenai Ruang Terbuka Hijau. Rancang bangun taman bermain tradisional dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan Perumahan Joyogrand RW 09 Kelurahan Merjosari Kota Malang, bertujuan untuk meminimalisir ketergantungan anak-anak di lingkungan Perumahan Joyogrand terhadap penggunaan gadget yang semakin meningkat di era revolusi industri 4.0 sekarang ini. Rancang bangun taman bermain tradisional ini merupakan upaya untuk menambah ruang terbuka lingkungan yang berfungsi sebagai ruang sosial warga sekitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan partisipatori sosial dan kualitatif analisis deskriftif, observasi lapangan dan sosial masyarakat, untuk mengidentifikasi keterlibatan warga dalam menentukan konsep taman bermain tradisional yang diinginkan, sebagai pemenuhan terhadap kebutuhan ruang komunal lingkungan perumahan, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada permainan tradisional. Hasil kegiatan rancang bangun ini menunjukkan bahwa tingkat parsitipasi warga dalam kegiatan ini sangat tinggi dan tingkat pemanfaatan oleh warga (khususnya anak-anak) pasca bangun juga menunjukkan hal yang positif.
KARAKTERISTIK BANGUNAN HIJAU PADA RUMAH SUSUN UMUM DI DAERAH BERIKLIM TROPIS LEMBAB Putri Herlia Pramitasari; Suryo Tri Harjanto; Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2812

Abstract

Saat ini, desain bangunan vertikal telah menjadi kebutuhan dalam pembangunan hunian rumah susun hingga masa mendatang. Konsep bangunan hijau diperlukan sebagai strategi penerapan pembangunan berkelanjutan yang efisien energi. Kajian ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik bangunan hijau pada rumah susun umum, khususnya di daerah beriklim tropis lembab. Metodologi penelitian kualitatif digunakan sebagai pendekatan penelitian kali ini melalui metode deskriptif analisis dengan mengambil objek studi bangunan Rumah Susun Muharto, Rusunawa Buring 1, dan Rusunawa Buring 2, Kota Malang. Variabel yang dikaji, diantaranya efisiensi terhadap tapak, efisiensi penggunaan energi, konservasi air, efisiensi penggunaan material, aspek kesehatan dan kenyamanan ruang, serta sistem kontrol dan tata kelola lingkungan bangunan. Hasil penelitian didapatkan bahwa konsep desain bangunan hijau belum diterapkan secara optimal pada objek studi penelitian. Strategi penerapan bangunan hijau pada bangunan rumah susun umum harus dikembangkan dari standard atau pedoman bangunan hijau didukung legalitas dan kebijakan pemerintah, serta diaplikasikan dalam seluruh siklus hidup bangunan sehingga terpenuhi prinsip arsitektur berkelanjutan.
KRITERIA PEMILIHAN MATERIAL SOFTSCAPE DAN HARDSCAPE LANSKAP BERKELANJUTAN UNTUK RANCANGAN TAMAN MERAH KAMPUNG PELANGI KOTA MALANG Hamka; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3211

Abstract

Taman Merah Kampung Pelangi rancangannya direncakan dengan menggunakan konsep lanskap berkelanjutan, yaitu memepertimbangkan aspek lingkungan, sosial budaya, ekonomi, estetika dan institusional. Namun untuk memenuhi aspek lingkungan dan estetika maka perlu dilakukan kajian kriteria material softscape dan hardscape lanskap yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan juga estetik secara visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketepatan pemilihan material softscape dan hardscape yang sesuai dengan konsep rancangan. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif berdasarkan studi literatur terkait manfaat dari jenis material softscape dan hardscape lanskap. Hasil kajian menunjukkan bahwa material softscape yang digunakan adalah dibagi menjadi tiga yaitu tanaman untuk fungsi ekologi, fungsi estetika dan fungsi ekonomi atau ketahanan pangan berupa tanaman produktif. Material hardscape diselesaikan dengan cara mengurangi penggunaan perkerasan secara keseluruhan, misalkan kombinasi antara beton dan rumput, krikil atau batu koral, penggunaan pasir putih untuk lapangan futsal dan volley. Hal tersebut bertujuan agar area resapan air pada taman tetap terjaga.
Identification of Re-Interpreting Traditional Javanese Architecture for Design Concepts of Balai RW 7 Dusun Genting, Kelurahan Merjosari, Malang City Hamka; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Architectural Research Journal Vol. 1 No. 2 (2021): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.715 KB) | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.58-65

Abstract

The identification of traditional architectural elements in the design plan of Balai RW 7 tries to apply a study of reinterpretation of traditional architecture in order, to know the architectural elements that can be applied to the design concept. The purpose of this study is to find architectural elements of Javanese houses that can be used as the basis for transformation in the contemporary design of Balai RW 7. This study was written using a qualitative descriptive analysis method to analyze data compiled from literature sources in national journals that discuss elements of traditional Javanese architecture. The elements of traditional Javanese architecture are then reinterpreted descriptively based on the functions and facilities contained in the Balai RW plan. The results found elements of Javanese architecture that could be applied to the design concept, namely the display focused on the transformation of the 5 typologies of the roof of the Javanese house, the spatial pattern adapted to the functions and facilities of the Balai RW, the transformation of ornamentation of flora, fauna, nature, and belief, the orientation is directed to face north or south but still adapts to the existing conditions of the site and the environment, some materials use more modern substitute materials, as well as the transformation of the roof construction of empyak raguman and the construction of umpak, soko guru and tumpang sari in the receiving area with materials using several substitute materials.
PERANCANGAN SUPERBLOK DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIGH-TECH Nicodimus Wijanarko; Suryo Tri Harjanto; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Superblok di Kota Malang merupakan sebuah kawasan berkonsep one stop living area yang bertujuan untuk mewadahi kegiatan masyarakat Kota Malang dari segi komersial, rekreasi, hingga hunian. Selain itu, tujuan lain dari adanya kawasan ini sebagai solusi kemacetan Kota Malang yang selalu Meningkat tiap tahunnya, serta menjawab keresahan masyarakat Kota Malang akan lahan hunian yang semakin terbatas dan mahal. Pendekatan desain arsitektural yang digunakan dalam Perancangan Malang Superblok ini mengacu pada hasil pendalaman observasi setempat serta studi banding perancangan serupa, sehingga diharapkan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat Kota Malang. Urutan dan penataan ruang yang disesuaikan dengan urgensi era millennial yang selalu praktis juga digunakan sebagai dasar dalam merancang, sehingga muncul ketersinambungan yang baik pada ruang maupun bangunan. Demi beradaptasi dengan era Industri 4.0 dan pendemic, tema High-Tech diambil menjadi tema perancangan ini karena dirasa sangat tepat dikaitakan dengan prinsipnya. Dengan demikian diharapkan kawasan serta fasilitas ini mampu menjadi jawaban bagi masyarakat Kota Malang dari segi komersial, hiburan, hingga hunian yang jauh lebih baik lagi, serta mampu menjadi landmark dan ikon baru di Kota Malang.
Co-Authors Adek Gandhi Himawan Sugiharto Adhi Widyarthara Afifa Tifliya Wulandari Afrenanda Bayu Aditya Agung Dwi Cahyono Ahmad Sulton Royan Ahmad Syaifudin Akhmad Rizky Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Andrew Putra Pratama Yahya Andry Putra Purna Irawan Arif Ahmadi M. Bambang Joko W. Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Daim Tri Wahyono Daim Triwahyono Debby Debby Budi Susanti Dewi Fajriati Didiek Suharjanto Djoko Prastyo Febri Galang Kurniawan Firda Syam Dwi Arini Fitransah Ibrahim Fitriansyah Fulgensius Opa Gabung Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gatot Adi Susilo Gayril Aviv Kibas Ghina Luthfiarieska Ghoustanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Guntur Febri Arianto Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka, Hamka Hari Eko Prasetiyo Hery Setyobudiarso Indri Fitriawati Januardo Arung Bakti Jarot Wahyono Jarot Wahyono Joao Paulo C. Gomes Laily Qurrata A’yun Lalu Mulyadi M Nanda Muslimin M. Abdul Kohar M. Farrel Bagus Septian M. Nelza Mulki Iqbal M.J Maulana Aliansyah Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mohammad Delvi Saputra Muhammad Hafidh Kafiluddin Muhammad Hendrik Muhammad Nashrulloh Bats Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Putra Nandia Ayu Pramesti Natanael Nelson Pala Nico Firmansyah Nicodimus Wijanarko Nizar Gulam Sofi Pontivex Kurnia Adi Prabawa Pricilia Dilly Rara Septyne Farada Prisky Dwya Putri Putra, Reyhansyah Felo Putri Ayu Mustika Putri Herlia Pramitasari Rahmad Hidayatullah Ramadani Rakha Fawwas Ramadhan Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Ratih Puspita Sukmawati Ratna Dhani Setyowati Redi Sigit Febrianto Rifai Rezaena Nur Faizi Rizal Ramadhani Rizky Adibrata Hermawanto Roby Alya Nabila Rocky A Y Tuka Safina Nahla Navida Annur Rosyda Shevira Alfiyah Refianda Zulfi Shirta Istiqma Biyadhie Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Tasya Savira Salsabilla Yohanes Alvian Watu Yohanes Natali Routa Stela Yolanda Alviria Danova Yuan Hendy Putranto Yusuf Ismail Nakhoda