Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MICE & E-SPORTS ARENA TEMA: KONTEMPORER: , , Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo; Lalu Mulyadi; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di Indonesia biasanya dirancang dan desain dengan peruntukan fungsi yang bersifat tunggal dimana perancangan ini menimbulkan beberapa problematika dan masalah pada nilai bangunan yang terkesan mati dan hanya terfokuskan pada acara-acara tertentu saja serta bangunan-bangunan terbangun ini biasanya hanya terpaku pada identitas bentuk yang bersifat umum, dengan demikian bisa diambil ide untuk adanya perancangan bangunan mixuse menggunakan tema kontemporer melalui metode concept based framework dengan memanfaatkan dua fungsi atau lebih yang saling berkaitan dan saling menguntungkan mau dari segi pemanfaatan fungsi ataupun fasilitas yang diusung pada bangunan yang diimbangi olah bentuk sebagai ciri/identitas bangunan, dengan ide ini maka bisa diambil ide perancangan bangunan mixuse MICE & E-SPORTS ARENA. Ide perancangan ini bisa diusulkan dikarenakan usulan ini selaras dengan latar belakang perancangan dan fungsi yang ingin dicapai.
RUMAH SUSUN DENGAN KONSEP RUMAH TUMBUH DI KOTA MALANG TEMA: BIOPHILIC ARCHITECTURE Alifiah Jihan Nazihah; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang mengalami peningkatan signifikan dalam kepadatan penduduk, yang berdampak pada terbatasnya lahan untuk tempat tinggal dan aktivitas. Sebagai solusi, rumah susun diusulkan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah ini, dengan tujuan menciptakan permukiman yang efisien dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam perancangan rumah susun ini adalah Force Based Framework, yang melibatkan pengolahan data eksternal seperti masalah, konteks desain, tujuan, dan kriteria konsep desain. Pendekatan tema arsitektur yang digunakan adalah tema Biophilic, dengan menciptakan lingkungan hunian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Hasil dari perancangan rumah susun ini berupa rancangan rumah susun yang memiliki ruang tumbuh fungsional yang menerapkan prinsip Biophilic connection with nature dan thermal and airflow variability. Dengan menerapkan prinsip dari tema ini, rumah susun dapat mengurangi dampak pemanasan perkotaan, meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penghuni, dan mendukung keberlanjutan ruang terbuka hijau dengan menerapkan tema ini.
RESORT KESEHATAN TERPADU, MENGHADIRKAN KESEHATAN HOLISTIK MELALUI ARSITEKTUR BIOMIMIKRI wahyono, Jarot; Putra, Reyhansyah Felo; Harjanto, Suryo Tri
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.11218

Abstract

Resort kesehatan adalah penginapan yang didesain untuk menyediakan penyembuhan holistik bagi masyarakat umum. Terletak di Songgoriti, Kota Batu, Jawa Timur, resort ini berada di dataran tinggi dan menawarkan keindahan alam sebagai daya tarik utamanya. Fasilitasnya mencakup area relaksasi, meditasi, rekreasi, dan penginapan. Dalam perancangannya, digunakan metode concept-based yang berfokus pada desain bangunan. Pendekatan arsitektur yang diterapkan pada Resort Kesehatan Holistik ini adalah Arsitektur Biomimikri. Biomimikri digunakan sebagai dasar untuk menciptakan lingkungan restoratif yang membantu pemulihan kesehatan para pengunjung. Alam menjadi elemen kunci dalam desain bangunan ini. Tema ekosistem laut juga diadopsi sebagai inspirasi oleh biomimikri, sehingga bangunan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi kebutuhan restorasi melalui simulasi ekosistem laut. Dengan demikian, diharapkan fasilitas resort kesehatan ini dapat menjadi tempat bagi masyarakat umum dan individu yang mengalami tekanan mental untuk mengurangi beban psikologis dan fisik melalui lingkungan yang mendukung kesehatan holistik.
Studi Kenyamanan Ruang Kelas Gedung Arsitektur Institut Teknologi Nasional Malang Wahyono, Jarot; Harjanto, Suryo Tri
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i1.8345

Abstract

Kenyamanan termal pada bangunan memiliki manfaat yang besar bagi pengguna bangunan. Bangunan dengan kenyamanan termal ideal memberi dampak positif pada produktifitas pengguna bangunan saat beraktifitaas di dalam bangunan. Kenyamanan termal dalam bangunan dapat diwujudkan dengan memperhatikan 3 komponen utama, yaitu suhu ruangan, kelembapan ruang dan aliran udara dalam ruang. Ketiga komponen tersebut berpengaruh langsung terhadap kenyamanan termal ruang dan saling terkait satu sama lain. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat kenyamanan termal pada obyek tersebut sehingga dapat meningkatkan aspek positif pada obyek, serta memberikan masukan terkait aspek negatif pada obyek, sehingga dapat dilakukan pembenahan agar terwujud ruangan dengan kenyamanan termal yang ideal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode komparasi. Komponen yang menjadi obyek komparasi yaitu standar kenyamanan termal dari studi literatur dan data lapangan yang dihimpun melalui pengukuran pada obyek penelitian. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan data standar komparasi dengan fokus pokok bahasan pada kenyamanan termal ruangan beriklim tropis lembab. Sedangkan data lapangan dikumpulkan melalui proses pengukuran di lapangan menggunakan metode longitudinal, yaitu pengambilan data pada lokasi yang sama dengan rentang waktu berbeda. Hasil komparasi dari standar kenyamanan termal dan data lapangan menunjukkan bahwa kenyamanan termal pada obyek belum terpenuhi secara keseluruhan. Terdapat komponen yang tidak sesuai dengan standar kenyamanan termal antara lain suhu pada pukul 10:00 - 16:00 WIB yang cenderung melebihi batas kenyamanan suhu ideal. Kelembapan udara dalam ruang juga tidak sesuai standar dan cenderung melebihi ambang batas standar kenyamanan kelembapan udara dalam ruang. Begitu pula dengan aliran udara dalam ruang yang belum memenuhi standar kenyamanan termal pada seluruh periode waktu pengukuran. Gedung arsitektur ITN Malang masih memiliki kekurangan dalam aspek kenyamanan termal, khususnya dalam aspek kelembapan udara dan suhu yang cenderung terlampau jauh dari standar kenyamanan termal.-------------------------------------------------------------------------------------------Thermal comfort in buildings has great benefits for users of these buildings (Lippsmeier, 2003). Buildings with ideal thermal comfort have a positive impact on the productivity of building users when they are active in the building. Thermal comfort in buildings can be realized by paying attention to 3 main components, namely room temperature, humidity and airflow in the room. These three components directly affect the thermal comfort of the room and are interrelated with each other. The purpose of this study is to determine the level of thermal comfort on the object so that it can increase the positive aspects of the object, as well as provide input regarding the negative aspects of the object, so that improvements can be made to realize a room with ideal thermal comfort. The research method used is the comparative method. The component that becomes the object of comparison is the standard of thermal comfort from the literature study and field data collected through measurements on the research object. Literature study was conducted to collect standard comparative data with a focus on thermal comfort in a humid tropical climate. Meanwhile, field data was collected through a measurement process in the field using the longitudinal method, namely data collection at the same location with different time spans. The results of the comparison of the standard of thermal comfort and field data show that the thermal comfort of the object has not been met as a whole. the temperature component is not in accordance with the standard of thermal comfort at 10:00 - 16:00 WIB which tends to exceed the ideal comfort limit. Air humidity is also not up to standard and exceeds the standard threshold. The indoor air flow also does not meet the thermal comfort standards for the entire period of time. ITN Malang architectural building still has shortcomings in terms of thermal comfort, especially in terms of humidity and temperature which tend to be too far from the standard of thermal comfort.
The Role of Local Wisdom Values for Achieving Healthy Housing Concept in Humid Tropical Climate Pramitasari, Putri Herlia; Harjanto, Suryo Tri
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 14 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v14i2.6774

Abstract

Indonesia has a variety of vernacular architecture. The various of local wisdom values from Indonesian traditional houses have succeeded for local identity strengthening. On the other hand, residential housing currently prioritizes functional needs only, while aspects of formal characteristics and local wisdom values are not the main considerations in the design of today's residential housings. The role and characteristics of local wisdom values as an approach in residential design is certainly interesting to study more deeply. Descriptive analysis research method through field observation and literature study which was carried out as an effort to answer the research problem. The results show that the optimization of the passive design strategy of residential buildings by adapting local wisdom values is expected to increase indoor thermal comfort levels, achieve building energy efficiency, strengthen the urban identity, preserve architectural styles, also develop of sustainable architecture. In this way, healthy housing with local character can be realized throughout Indonesia.
Identification of Re-Interpreting Traditional Javanese Architecture for Design Concepts of Balai RW 7 Dusun Genting, Kelurahan Merjosari, Malang City Hamka; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Architectural Research Journal 58-65
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.58-65

Abstract

The identification of traditional architectural elements in the design plan of Balai RW 7 tries to apply a study of reinterpretation of traditional architecture in order, to know the architectural elements that can be applied to the design concept. The purpose of this study is to find architectural elements of Javanese houses that can be used as the basis for transformation in the contemporary design of Balai RW 7. This study was written using a qualitative descriptive analysis method to analyze data compiled from literature sources in national journals that discuss elements of traditional Javanese architecture. The elements of traditional Javanese architecture are then reinterpreted descriptively based on the functions and facilities contained in the Balai RW plan. The results found elements of Javanese architecture that could be applied to the design concept, namely the display focused on the transformation of the 5 typologies of the roof of the Javanese house, the spatial pattern adapted to the functions and facilities of the Balai RW, the transformation of ornamentation of flora, fauna, nature, and belief, the orientation is directed to face north or south but still adapts to the existing conditions of the site and the environment, some materials use more modern substitute materials, as well as the transformation of the roof construction of empyak raguman and the construction of umpak, soko guru and tumpang sari in the receiving area with materials using several substitute materials.
Co-Authors Adek Gandhi Himawan Sugiharto Adhi Widyarthara Afifa Tifliya Wulandari Afrenanda Bayu Aditya Agung Dwi Cahyono Ahmad Sulton Royan Ahmad Syaifudin Akhmad Rizky Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Andrew Putra Pratama Yahya Andry Putra Purna Irawan Arif Ahmadi M. Bambang Joko W. Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Daim Tri Wahyono Daim Triwahyono Debby Debby Budi Susanti Dewi Fajriati Didiek Suharjanto Djoko Prastyo Febri Galang Kurniawan Firda Syam Dwi Arini Fitransah Ibrahim Fitriansyah Fulgensius Opa Gabung Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gatot Adi Susilo Gayril Aviv Kibas Ghina Luthfiarieska Ghoustanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Guntur Febri Arianto Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka, Hamka Hari Eko Prasetiyo Hery Setyobudiarso Indri Fitriawati Januardo Arung Bakti Jarot Wahyono Jarot Wahyono Joao Paulo C. Gomes Laily Qurrata A’yun Lalu Mulyadi M Nanda Muslimin M. Abdul Kohar M. Farrel Bagus Septian M. Nelza Mulki Iqbal M.J Maulana Aliansyah Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mohammad Delvi Saputra Muhammad Hafidh Kafiluddin Muhammad Hendrik Muhammad Nashrulloh Bats Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Putra Nandia Ayu Pramesti Natanael Nelson Pala Nico Firmansyah Nicodimus Wijanarko Nizar Gulam Sofi Pontivex Kurnia Adi Prabawa Pricilia Dilly Rara Septyne Farada Prisky Dwya Putri Putra, Reyhansyah Felo Putri Ayu Mustika Putri Herlia Pramitasari Rahmad Hidayatullah Ramadani Rakha Fawwas Ramadhan Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Ratih Puspita Sukmawati Ratna Dhani Setyowati Redi Sigit Febrianto Rifai Rezaena Nur Faizi Rizal Ramadhani Rizky Adibrata Hermawanto Roby Alya Nabila Rocky A Y Tuka Safina Nahla Navida Annur Rosyda Shevira Alfiyah Refianda Zulfi Shirta Istiqma Biyadhie Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Tasya Savira Salsabilla Yohanes Alvian Watu Yohanes Natali Routa Stela Yolanda Alviria Danova Yuan Hendy Putranto Yusuf Ismail Nakhoda