Articles
CREATIVITY CENTERS FOR CHILDRENS WITH MENTALLY RETARDED DI KOTA MALANG TEMA: BIOPHILIC DESIGN
Akhmad Rizky;
Suryo Tri Harjanto;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyandang tuna grahita merupakan kondisi dimana seseorang memiliki hambatan terkait cara berperilaku serta kemampuan intelektual dibawah rata-rata. Kota Malang berupaya mewujudkan kota inklusi, namun fasilitas yang diberikan belum mengakomodasi penyandang disabilitas. Sehingga muncul gagasan Perancangan Creativity Centers for Childrens with Mentally Retarded sebagai fasilitas pengembangan kreativitas bagi anak-anak tuna grahita di kota Malang dengan metode perancangan deskriptif mulai dari pendekatan isu dan masalah hingga pendekatan analisa dan konsep rancangan. Pada kondisi saat ini perkembangan lingkungan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Menurut Terrapin (2014) Biophilic Design hadir dengan prinsip menghubungkan kembali interaksi antara manusia dengan alam yang telah pudar. Creativity Centers for Childrens with Mentally Retarded dengan tema Biophilic Design diharapkan dapat memberikan tempat untuk mengembangkan potensi kreativitas dengan menyesuaikan kebutuhan dan perilaku anak-anak tuna grahita.
APARTEMEN DI KOTA MALANG TEMA: HI-TECH
Joao Paulo C. Gomes;
Suryo Tri Harjanto;
Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring dengan pertumbuhan penduduk kota Malang, kebutuhan akan akomodasi bersama juga semakin meningkat. Dengan keterbatasan dana real estate yang tidak memungkinkan penambahan cluster baru, alternatif pengembangan ruang hunian vertikal berupa apartemen menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Perkembangan saat ini menuntut efisiensi yang lebih besar dalam hal waktu, sumber daya, keamanan dan kenyamanan, serta kebutuhan untuk merancang rumah dengan fasilitas lengkap dan lahan terbatas yang memenuhi kebutuhan anak-anak. Berdasarkan fenomena ini, desain perumahan berteknologi tinggi diperlukan. Apartemen yang akan di rancang di kota malang, dengan pendekatan tema arsiteksur hi-tech merupakan bangunan hunian dan sarana ruang pendukung untuk siapapun yang ingin menghuni, untuk fasilitas pendukung yang akan di terapkan di apartemen tersebut, hanya bisa di akses khusus untuk penghuni apartemen, dan untuk lokasinya sangat strategis dengan luas lahan 10.033 m² lokasinya berada di jalan veteran sangat mudah untuk di akases dan apartemen ini sangat membantu mahasiswa asin yang ingin mencari ilmu di kota malang dan masyarakat pendatang yang ingin mencari pekerjaan di kota
ARENA KARAPAN SAPI DI KOTA PAMEKASAN TEMA: NEO VERNAKULAR
Hari Eko Prasetiyo;
Suryo Tri Harjanto;
Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pulau madura dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki rasa semangat kerja yang tinggi dan kekerabatan yang erat ini menjadikan awal terciptanya karapan sapi.Dulunya hanyalah solusi dalam masalah pertanian yang kini menjadi sebuah budaya yang melekat di kalangan masyarakat lokal maupun masyarakat luar banyak menyukai karapan,hanya melihat para sapi ini yang saling berlarian adu cepat di lapangan lintasan.Rancangan arena karapan sapi ini ditujukan untuk mewadahi kearifan local, karapan sapi adalah tradisi turun temurun dari leluhur suku madura,dengan melakukan pendekatan Arsitektur Neo vernacular sebagai tema rancangan bangunan.
REST AREA DAN BUDIDAYA JAMUR TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Rakha Fawwas Ramadhan;
Suryo Tri Harjanto;
Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dengan dibangunnya jalan tol Pandaan – Kota Malang, Kemudian dilanjutkan pembangunan dua pintu gerbang tol menuju Kota Malang dan bandara Abdurrahman Saleh, memberi dampak baik langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Desa Ampeldento saat ini salah satunya meningkatnya pertumbuhan umkm masyarakat Desa Ampeldento ditambah dengan sebagaian besar masyarakat Desa Ampeldento ini sendiri bermata pencaharian sebagai petani jamur yang belum memiliki wadah untuk mempromosikan prodak mereka lebih jauh, sehingga dengan adanya peluang ini maka perancangan Rest Area dan juga pembuatan budidaya jamur dirasa dapat memecahkan permasalahan yang sedang di hadapi oleh Desa Ampeldento tersebut. dengan adanya perencanaan Rest Area ini selain memfasilitasi pengguna jalan untuk beristirahat di harapkan dapat mewadahi mata pencaharian petani jamur yang berada di desa ampeldento dan juga memajukan pendapatan Desa Ampeldento ini sendiri, selain itu penerapan tema arsitektur kontemporer yang di aplikasikan pada perancangan pembuatan Rest Area ini ditujukan supaya Rest Area ini dapat berkembang secara dinamis, untuk metode perancangan yang di gunakan yaitu melalui survey lapangan dan literature.
GEDUNG PERTUNJUKAN SENI DI KOTA MANOKWARI TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Ahmad Syaifudin;
Breeze Maringka;
Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Pertunjukan seni adalah wadah yang digunakan untuk tempat pementasan musik dan teater. Perancangan gedung ini tidak terlepas dari peran Pemerintah daerah baik wilayah maupun kabupaten/kota di Papua Barat untuk menyediakan infrastruktur bagi seniman asli Papua, karena banyak bakat seni yang belum terpuaskan karena daerah tersebut cela belum ada, infrastruktur adalah Gedung pementasan seni. Pendekatan desain arsitektur..yang digunakan pada Gedung Seni Pertunjukan Kota Manokwari ini menggunakan metode studi pengumpulan data mulai dari isu permasalahan dan mempelajari objek yang sejenis konsep desain arsitektur modern seperti penggunaan yang terkini, pengutamaan fungsionalisme ruang dan fasad kubus dan minimalis yang sederhana. ornamen namun berpenampilan modern, seni pertunjukan di wilayah dan kabupaten/kota Papua Barat kedepannya bisa menampung bakat seni masyarakat Papua sehingga pengembangan wisata seni daerah menjadi salah satu daya terima pariwisata daerah.
RUMAH SAKIT JIWA DI KEDUNGKANDANG KOTA MALANG TEMA : ARSITEKTUR MODERN
Yolanda Alviria Danova;
Suryo Tri Harjanto;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelayanan kesehatan jiwa merupakan salah satu pelayanan yang sama pentingnya dengan pelayanan lainnya. Rumah sakit jiwa adalah untuk pasien yang dapat berkonsultasi, merawat atau merehabilitasi pasien yang dapat menimbulkan bahaya bagi individu dan orang lain. Tujuan redaksi majalah ini adalah mengimplementasikan desain klinik psikiatri dengan fasilitas dan layanan dengan benar. Permasalahannya adalah penyediaan rumah sakit jiwa yang belum tersedia di wilayah Kedungkandang Malang. Merealisasikan desain rumah sakit jiwa ini dengan tema modern yang diadopsi oleh Cantika & Kusianingrum, 2022 dan Kusumaningrini & Latifah, 2022. Semua informasi, dokumen dan pengamatan objektif dan studi lapangan diperoleh dari Internet. Minimnya fasilitas dan jauhnya jarak menuju rumah sakit jiwa terdekat menjadi alasan sebagian besar masyarakat enggan untuk berobat ke dokter spesialis di daerahnya di luar rumah sakit daerah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat dan merawat orang dengan masalah kesehatan jiwa seringkali dianggap tidak terlalu penting. Oleh karena itu, tujuan dari rencana ini adalah untuk memiliki sebuah lembaga kesehatan masyarakat berupa rumah sakit jiwa di Kedungkandang Malang, agar dapat berobat.
APARTEMEN KOTA MALANG. TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Fulgensius Opa Gabung;
Suryo Tri Harjanto;
Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan penduduk yang tidak berbarengan dengan penambahan fasilitas, dan banyaknya pembangunan yang terjadi di kota Malang mengakibatkan kurangnya lahan kosong, dan mengakibatkan harga tanah menjadi mahal sehingga munculah ide atau pikiran yang berusaha memanfaatkan lahan terbatas dan mengacu pada pembangunan vertikal Bangunan tempat tinggal atau yang sering disebut apartemen . Dalam merancang apartemen di kota Malang, dengan menggunakan tema arsitektur modern, dengan pemahaman tata letak dan karakter tata ruang yang mendalam, sistem sirkulasi yang baik digunakan sebagai dasar proses perancangan untuk menjawab berbagai permasalahan dalam perancangan yang memudahkan pada proses pengolahan bentuk bangunan. Sirkulasi antar ruang untuk menciptakan ruang yang efisien dan dinamis. Penataan dan tata ruang disesuaikan dengan karakteristik apartemen, serta kekhasan tema arsitektur modern, sehingga dapat menghadirkan dan menyampaikan karakter hunian di kota Malang, tidak hanya pada penataan lalu lintas dan ruang internal, tetapi juga dalam penataan ruang eksternal, yang dibuat dengan memanfaatkan suasana di sekitar Jalan Soekarno-Hatta di kota Malang ditata.
CITY HOTEL DI KAWASAN KAYUTANGAN TEMA: ICONIC ARCHITECTURE
Arif Ahmadi M.;
Suryo Tri Harjanto;
Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kawasan Kayutangan telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan warisan budaya. Kayutangan menawarkan wisata edukasi peninggalan peradaban masa lalu dilihat dari area perkantoran, pertokoan serta utilitas di kawasan kayutangan. Peminat wisata kayutangan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, sehingga dibutuhkan fasilitas yang menunjang kegiatan menginap dan rekreasi serta ragam fasilitas yang mengupayakan pelestarian kawasan serta berdampak pada peningkatan daya jual ekonomi wisata di kawasan Kayutangan. Hal ini sesuai dengan aturan Perda RTRW Kota Malang yang berlaku. Pada upaya untuk mengimbangi peningkatan wisatawan dan mewadahi kegiatan ini maka diperlukan City Hotel yang sesuai dengan konteks Kayutangan. Metode yang digunakan dalam perancangan City Hotel adalah metode dengan pendekatan iconic architecture. Perancangan tersebut akan menjadi landmark kawasan kayutangan yang menampilkan sesuatu yang megah, atraktif, baru namun tetap menonjolkan hubungannya dengan kawasan kayutangan yang dapat mendukung fungsi perancangan sebagai akomodasi dan konvensi berupa hotel berstandar bintang empat. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan perencanaan City Hotel yang akan menjadi ikon pada konteks kawasan kayutangan dan berguna sebagai peningkatan ekonomi wisata secara tepat.
GEDUNG PUSAT KEGIATAN ARSITEKTUR DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Tasya Savira Salsabilla;
Breeze Maringka;
Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang merupakan Kota dengan 17 sektor industri kreatif yang saat ini sedang berkembang pesat salah satunya yaitu sektor industri kreatif di bidang Arsitektur. Pelaku Arsitektur di Kota Malang banyak meraih prestasi, namun kurangnya wadah dalam memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana khusus di bidang Arsitektur. Gedung Pusat Kegiatan Arsitektur di Kota Malang hadir sebagai wadah atau pusat kegiatan bagi pelaku di bidang arsitektur dalam mengembangkan potensi di semua kegiatan yang memberikan fasilitas lengkap. Gedung ini dirancang dengan mencakup fasilitas dalam kegiatan informasi dan komunikasi yaitu ruang pameran (eksibisi), auditorium, museum arsitektur, kantor sewa biro, studi arsitektur dan fasilitas penunjang lainnya. Pendekatan tema yang diterapkan yaitu menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer yang dimana mengacu pada analisa pelaku serta pola perilaku yang menggambarkan pelaku arsitektur inovatif, kreatif dan variatif dengan mengikuti era saat ini (up to date) yang memperhatikan segi penampilan, kenyamanan, dan lingkungan disekitar. Dengan demikian diharapkan Gedung Pusat Kegiatan Arsitektur mampu menjadi jawaban serta gambaran bagi pelaku dan masyarakat Kota Malang serta dapat menjadi ikon arsitektur di Kota Malang.
MALANG CONVENTION EXHIBITION TEMA: ARSITEKTUR POSTMODERN
Afrenanda Bayu Aditya;
Suryo Tri Harjanto;
Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang yang disebut sebagai kota kedua terbesar di Jawa Timur belum memiliki fasilitas sarana dan prasarana khusus untuk mewadahi kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibition). Event yang tidak terorganisir dengan baik yang mengakibatkan dampak negatif ke lingkungan sekitar. Dalam hal ini MICE yang merupakan wajah baru dalam dunia pariwisata yang diharapkan dapat menunjang sektor ekonomi Kota Malang. Teori Less is bore yang diciptakan oleh Robert Venturi yang berarti simple itu membosankan adalah dasar yang dipakai untuk pemilihan tema Postmodern. Metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan arsitektur postmodern historicism dengan tiga cara pengumpulan data yakni primer (survei pada tapak dan survei terhadap fungsi sejenis), Literatur terhadap jurnal-jurnal mengenai fungsi dan tema sejenis, dan sekunder yang berasal dari web instansi resmi dari pemerintah Kota Malang (Badan Pusat Statistik, SI-PETARUNG, dan BAPPEDA). Adapun jenis analisis yang dipakai adalah analisis induktif. Sehingga perlunya Malang Convention Exhibition sebagai wadah kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Events) yang berskala Nasional untuk meningkatkan sektor ekonomi Kota Malang dengan penerapan Postmodern Historicism pada pengaplikasian bentuk yang diharapkan menjadi landmark kawasan yang dipakai.