Claim Missing Document
Check
Articles

GEOMETREE RESORT DI KABUPATEN BANGKALAN TEMA: ARSITEKTUR EKOLOGI: Resort, Roby Alya Nabila; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometree Resort dirancang untuk mewadahi wisatawan lokal maupun yang berkunjung ke Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan tema arsitektur ekologi. Pemilihan resort disebabkan minimnya objek wisata dan fasilitas akomodasi yang ada di Kabupaten Bangkalan. Sedangkan pemilihan tema arsitektur ekologi dipengaruhi oleh beberapa bencana yang terjadi akibat menurunnya kualitas alam disana. Pengaplikasian tema arsitektur hijau bertujuan untuk memanfaatkan potensi alam sekitar tapak serta menggunakan teknologi yang ramah lingkungan sehingga dapat meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan. Penerapan arsitektur ekologi terlihat pada pengoptimalan potensi lingkungan contohnya respon bentuk juga tatanan massa kawasan terhadap alam serta penggunaan sustainable technology seperti solar panel. Langkah metode perancangan dimulai dari identifikasi isu, perumusan masalah, pengumpulan data, analisa, mengkonsep hingga perancangan dengan metode glass box. Kesimpulan yang dihasilkan ialah Geometree Resort di Kabupaten Bangkalan ini menerapkan arsitektur ekologi kategori greenship neighborhood yaitu jenis arsitektur yang terfokus pada perancangan dan pembangunan kawasan secara berkelanjutan. Sehingga diharapkan dengan adanya perancangan objek Geometree Resort dapat memfasilitasi masyarakat dalam berwisata dan menginap di Kabupaten Bangkalan namun tetap dengan menjaga kelestarian alam sekitar.
FARMING EDUCATIONAL PARK TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Rizky Adibrata Hermawanto; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Alas Rajah memiliki potensi yang cukup besar di bidang pertanian dan pariwisata. Adanya potensi tersebut menjadikan Desa Alas Rajah menjadi salah satu pioneer dalam pembangunan desa wisata di Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan fakta tersebut perlu untuk dilakukan pengembangan pariwisata desa dengan perencanaan wisata edukasi yang berfokus pada sektor hasil pertanian desa. Tujuan perancangan ini adalah untuk mengembangkan pariwisata yang sudah ada agar lebih menarik dan memadai untuk para wisatawan. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan pendekatan arsitektur tropis. Pendekatan arsitektur tropis didasari dengan potensi dan isu yang ada di Desa Alas Rajah dan juga iklim di daerah tersebut yang cenderung panas kering. Hasil dari perancangan ini adalah mewujudkan wisata edukasi yang dapat menjadi obyek wisata yang memberikan pengalaman berwisata sekaligus ilmu tentang pertanian dan hasil tani bagi masyarakat.
PASAR IKAN LAUT DI KECAMATAN CAMPLONG KABUPATEN SAMPANG TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Shirta Istiqma Biyadhie; Suryo Tri Harjanto; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Camplong adalah bagian dari Kabupaten Sampang yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi ikan laut di Madura dan memiliki pasar ikan yang terkenal yaitu Pasar Ikan Dharma Tanjung, tetapi pasar ini sudah tidak beroperasi lagi karena keadaan bangunan tidak sebanding dengan jumlah pedagang dan pembeli sehingga para pedagang rela berjualan di pinggir jalan Raya Tanjung yang menyebabkan kemacetan dan sebagainya. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah pasar ikan yang lebih responsif terhadap sosial, ekonomi, dan lingkungan sekitarnya dengan menampilkan fungsi suatu bangunan dan tetap berusaha memberikan kenyamanan dan kedinamisan serta kesan bersih di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan tema arsitektur berkelanjutan, desain pasar ikan ini memfokuskan pada prinsip bangunan hemat energi dan penggunaan material teknologi yang terbarukan dengan memaksimalkan bukaan untuk pencahayaan dan penghawaan alami serta penggunaan material yang ramah lingkungan.
CO-WORKING SPACE DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Nandia Ayu Pramesti; Suryo Tri Harjanto; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang sebagai Kota Pendidikan yang memiliki sejumlah Perguruan Tinggi yang tersebar hampir di setiap sudut kota. Calon mahasiswa atau pelajar pasti tidak jauh dari kata belajar. Pada zaman sekarang tidak sedikit anak muda yang senang belajar di rumah, melainkan mereka datang ke tempat yang dirasa nyaman yaitu Co-Working Space. Suasana baru dalam belajar agar tidak bosan itu penting, oleh karena itu Co-Working Space menjadi pilihan tempat yang cocok untuk mengerjakan tugas dengan santai baik sendiri atau bersama teman. Perbedaannya hanya pada kegiatan individu atau kegiatan dengan tim. Oleh karena itu diharapkan agar meningkatkan semangat belajar untuk pelajar. Adanya perancangan Co-Working Space di Kota Malang yang berada di lokasi Jl. Simpang Balapan karena dekat dengan area kampus Polkesma dan lokasi tersebut merupakan lokasi strategis. Konsep perancangan Co-Working Space di kawasan cagar budaya menggunakan tema Arsitektur Kontemporer agar menjadi suatu perubahan di masa kini dan masa yang akan datang dengan konsep ruang yang terkesan terbuka. Metode yang dipakai pada proses perancangan yaitu data primer (survey) dan data sekunder (literatur).
AGRO-EKOWISATA DAN COTTAGE DI TAMBAK SEMAR TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Guntur Febri Arianto Putra; Suryo Tri Harjanto; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Alas Rajah adalah sebuah desa wisata di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Madura. Dengan luas 402.772 hektar. Tujuan perancangan ini yaitu Merancang Agro-Ekowisata Palawija Dan Cottage di desa Alas Rajah yang berciri khas melalui fasad, tata letak massa dan penggunaan material lokal sesuai dengan arsitektur neo vernakular. Dengan metode perancangan Bryan Lawson merancang dibagi menjadi empat, yaitu tahap pertama asimilasi (pengumpulan data),tahap kedua menkaji studi masalah yang ada di tapak, tahap ketiga mengolah semua hasil dari fase pertama hingga ketiga sehingga dapat di komunikasikan secara baik kepada klien sehingga Rancangan Agro-Ekowisata dan cottage ini memenuhi pendekatan arsitektur neo vernakular dengan mengangkat Rumah adat Madura (Taneyan Lanjhang) sebagai ekplorasi olah bentuk maupun tatanan massa. Bangunan dari rancangan agro ekowisata dan cottage, dengan mengangkat tema neo vernakular rumah adat taneyan lanjhang yang berciri khas dari masyarakat Madura untuk mengenalkan kepada wisatawan luar daerah maupun manca negara yang akan datang untuk berwisata ke madura.
GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Ananta Nouval Rafsaghani; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang merupakan salah satu dari beberapa kota besar yang dijadikan tempat konser di Indonesia. Pertunjukan musik tradisional, lokal, nasional dan internasional berlangsung di kota Malang. Bangunan ini akan dirancang dengan semangat musik modern. Ruang pertunjukan musik ini akan digunakan sebagai bentuk pendidikan dan pelatihan, karya musik sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan hiburan. Di Kota Malang yang juga merupakan kota pendidikan, kebutuhan akan ruang pertunjukan musik untuk bersantai sepulang kerja dan belajar tidak bisa dihindari. Kota ini sangat membutuhkan gedung pertunjukan musik. Menyadari akan adanya kebutuhan akan gedung pertunjukan di kota Malang, maka perlu dilakukan penataan gedung pertunjukan musik secara strategis agar penonton atau masyarakat sekitar dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman dan gembira. Tema yang diterapkan menggunakan pendekatan arsitektur modern dengan gaya desain yang menghadirkan tampilan futuristik dan mengadopsi gaya minimalis ramping yang memberikan kesan mewah. Desain bertema modern ini menggunakan material terkini dan tidak terlalu banyak menggunakan furnitur atau dekorasi namun juga memperhatikan aspek kenyamanan lingkungan. . Jadi dapat kita simpulkan bahwa kota Malang sangat membutuhkan sebuah venue yang dapat menyelenggarakan pertunjukan musiknya sendiri.
GEDUNG FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN ITN MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Muhammad Hafidh Kafiluddin; Suryo Tri Harjanto; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pemenuhan fasilitas pada gedung FTSP kampus 1 ITN Malang dan adanya rencana induk pengembangan menjadi dasar pemindahan gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dari kampus 1 ke kampus 2 ITN Malang. Dengan adanya rencana tersebut maka akan dirancang gedung FTSP yang memiliki fasilitas dengan standart DIKTI yang bertema modern dengan pendekatan green technology. Pendekatan ini mengacu pada rencana Kawasan kampus ITN 2 yang rendah carbon. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, mengumpulkan data tapak dan mencari data sesuai standart mengenai gedung perkuliahan. (Guna melengkapi fasilitas yang dibutuhkan pada kawasan dan gedung perkuliahan dengan studi preseden yang sudah ada). Adapun prinsip arsitektur yang nantinya akan di gunakan yaitu 5 prinsip arsitektur modern dari Le Corbusier, yang mengedepankan fungsi dari bangunan dan Green Technology pada utilitas bangunan, seperti pemanfaatan air hujan sebagai penyiraman taman, bilas toilet dan memaksimalkan resapan air hujan pada kawasan gedung FTSP. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang perkuliahan dan laboratorium.
PERANCANGAN GALERI SENI RUPA TEMA: ARSITEKTUR MODERN Sovina Azzaria Putri; Lalu Mulyadi; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki kekayaan dalam bidang kesenian. Kota Malang sendiri memiliki segudang seniman baik itu seniman senior atau seniman muda yang jumlahnya lebih dari 100 orang dan seniman muda yang tentunya jumlahnya diprediksi lebih banyak lagi. Hal ini tentunya menjadikan Kota Malang sebagai kota yang berpotensi dalam perkembangan di bidang kesenian dan budaya. Namun wadah penyaluran bakat tersebut justru tidak sebanding dengan potensi yang sudah ada, alternatif yang dibutuhkan Kota Malang dalam mendukung upaya tersebut ialah sebuah tempat yang bisa mewadahi kreativitas para seniman yakni berupa galeri seni rupa. Pada era kemajuan teknologi saat ini, semua serba mudah dan cepat. Rupanya hal tersebut membentuk pola prilaku masyarakat yang kini lebih memilih sesuatu yang praktis, ekonomis, dan mudah. Di era modern ini, arsitektur modern hadir sebagai sebuah perwujudan kemajuan teknologi, yang dimana mampu menghadirkan gaya hidup masa kini di dalam sebuah bangunan, singkatnya menunjukkan karakter Timeless. Arsitektur Modern yang didasarkan atas pembentukan ruang-ruang, dipilih sebagai tema perancangan yang harapannya dapat memaksimalkan fungsi dari galeri itu sendiri. Dengan metode perancangan observasi, studi literatur, dan studi preseden, terciptalah objek gedung galeri seni rupa yang mampu menerapkan prinsip modern mulai dari elemen material, pencahayaan dan tatanan ruang yang sesuai dengan fungsi.
Galeri Seni Rupa Di Kota Malang TEMA: Arsitektur Neo-Vernakular Galih Priambodo; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota dengan sejuta seniman yang dimana banyak sekali kebudayaan yang melahirkan seniman dengan hasil karya yang menakjubkan baik karya seni 2D maupun 3D. Selain itu Kota Malang beberapa tahun ini menjadi kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun hingga saat ini masih belum ada fasilitas baik sarana maupun prasaran khusus bagi seniman Kota Malang dalam mengembangkan potensi dan juga memaperkan karya karya seni yang dapat meningkatkan baik ekonomi, sosial maupun budaya. Dengan dirancangnya Galeri Seni Rupa di Kota Malang ini diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dengan memberikan fasilitas lengkap dalam mendukung potensi seni di Kota Malang. Galeri Seni Rupa di Kota Malang ini dilengkapi fasilitas seperti ruang pameran, workshop, ruang lelang. Galeri Seni Rupa di Kota Malang ini menerapkan tema arsitektur neo-vernakular dengan tujuan menggambarkan bagaimana kebudayaan tradisional saat ini beriringan dengan modernisasi sehingga dapat menjadi bangunan yang ikonik di Kota Malang.
GAME CENTER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HI-TECH Djoko Prastyo; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren gaming dan Esport di Indonesia sangat berkembang pesat dan game telah menjadi hobi yang banyak digemari oleh banyak kalangan bahkan ada yang menjadikan industry game dan Esport sebagai lapangan pekerjaan. Semakin maju industry game membuat permainan lama dan tradisional mulai tertinggal dan banyaknya sarana bermain game yang menerapkan tempat yang gelap membuat dampak buruk bagi mata semakin bertambah. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendesain bangunan Game Center yang dapat mewadai berbagai jenis game dan permainan tradisional serta sebagai tempat mengembangkan industry Esport di kota Malang dengan mendesain bangunan yang dapat meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan mata. Arsitektur Hi - Tech menjadi tema desain karena tema Hi-Tech dapat menonjolkan kesan modern pada bangunan sehingga cocok dengan fungsinya sebagai Game Center dan cirikhas Hi-Tech yang menerapkan bukaan untuk mengekspos bagian dalam bangunan dapat membantu memberi pencahayaan pada interior bangunan sehingga sarana bermain game mendapat penerangan yang cukup.
Co-Authors Adek Gandhi Himawan Sugiharto Adhi Widyarthara Afifa Tifliya Wulandari Afrenanda Bayu Aditya Agung Dwi Cahyono Ahmad Sulton Royan Ahmad Syaifudin Akhmad Rizky Alifiah Jihan Nazihah Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Andrew Putra Pratama Yahya Andry Putra Purna Irawan Arif Ahmadi M. Bambang Joko W. Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji Utomo Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Daim Tri Wahyono Daim Triwahyono Debby Debby Budi Susanti Dewi Fajriati Didiek Suharjanto Djoko Prastyo Febri Galang Kurniawan Firda Syam Dwi Arini Fitransah Ibrahim Fitriansyah Fulgensius Opa Gabung Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gatot Adi Susilo Gayril Aviv Kibas Ghina Luthfiarieska Ghoustanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Guntur Febri Arianto Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka, Hamka Hari Eko Prasetiyo Hery Setyobudiarso Indri Fitriawati Januardo Arung Bakti Jarot Wahyono Jarot Wahyono Joao Paulo C. Gomes Laily Qurrata A’yun Lalu Mulyadi M Nanda Muslimin M. Abdul Kohar M. Farrel Bagus Septian M. Nelza Mulki Iqbal M.J Maulana Aliansyah Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mohammad Delvi Saputra Muhammad Hafidh Kafiluddin Muhammad Hendrik Muhammad Nashrulloh Bats Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Putra Nandia Ayu Pramesti Natanael Nelson Pala Nico Firmansyah Nicodimus Wijanarko Nizar Gulam Sofi Pontivex Kurnia Adi Prabawa Pricilia Dilly Rara Septyne Farada Prisky Dwya Putri Putra, Reyhansyah Felo Putri Ayu Mustika Putri Herlia Pramitasari Rahmad Hidayatullah Ramadani Rakha Fawwas Ramadhan Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Ratih Puspita Sukmawati Ratna Dhani Setyowati Redi Sigit Febrianto Rifai Rezaena Nur Faizi Rizal Ramadhani Rizky Adibrata Hermawanto Roby Alya Nabila Rocky A Y Tuka Safina Nahla Navida Annur Rosyda Shevira Alfiyah Refianda Zulfi Shirta Istiqma Biyadhie Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Tasya Savira Salsabilla Yohanes Alvian Watu Yohanes Natali Routa Stela Yolanda Alviria Danova Yuan Hendy Putranto Yusuf Ismail Nakhoda